Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Era AI Phone 2026 Samsung: Revolusi Galaxy S26 Tanpa Sentuh

20 Maret 2026 | 16:08

Update ColorOS 16 OPPO F31: Pengguna Keluhkan Bug dan Baterai

20 Maret 2026 | 15:08

Spesifikasi Redmi 15 Indonesia: HP 2 Jutaan Baterai Jumbo

20 Maret 2026 | 14:11
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Era AI Phone 2026 Samsung: Revolusi Galaxy S26 Tanpa Sentuh
  • Update ColorOS 16 OPPO F31: Pengguna Keluhkan Bug dan Baterai
  • Spesifikasi Redmi 15 Indonesia: HP 2 Jutaan Baterai Jumbo
  • Spesifikasi Xiaomi Watch S5: Layar 2500 Nit & HyperOS 3
  • Update Xiaomi Gallery v4.3.1.7: Performa HyperOS Makin Stabil
  • Gugatan Hukum Chatbot Grok: Skandal 20 Ribu Foto Pelecehan
  • Xiaomi Book Pro 14 Terbaru 2026 Resmi Rilis, Ini Spesifikasinya
  • Xiaomi Smart Bath Heater G20: Pemanas Graphene 2800W Resmi Rilis
Jumat, Maret 20
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Terungkap! 5 Alasan Gen Z Susah Dapat Kerja di Era Digital
Berita Tekno

Terungkap! 5 Alasan Gen Z Susah Dapat Kerja di Era Digital

Iphan SIphan S13 September 2025 | 12:30
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Alasan Gen Z Susah Dapat Kerja
Alasan Gen Z Susah Dapat Kerja (foto: Istimewa)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

3. Kesenjangan Keterampilan (Skills Mismatch)

Dunia kerja berubah lebih cepat daripada kurikulum pendidikan. Banyak perusahaan kini mencari keterampilan yang sangat spesifik dan praktis, seperti analisis data, prompt engineering untuk AI, atau penguasaan software tertentu yang mungkin tidak diajarkan secara mendalam di bangku kuliah.

Akibatnya, terjadi kesenjangan antara apa yang dimiliki lulusan baru dan apa yang dibutuhkan industri. Memiliki ijazah saja tidak lagi cukup; pembuktian melalui portofolio dan sertifikasi keterampilan menjadi jauh lebih penting.

4. Kompetisi Global Akibat Tren Kerja Remote

Pandemi telah menormalisasi kerja jarak jauh (remote work). Ini berarti, sebuah perusahaan di Jakarta kini tidak hanya bersaing dengan talenta lokal, tetapi juga bisa merekrut talenta terbaik dari Bandung, Surabaya, atau bahkan negara lain dengan biaya yang lebih kompetitif.

Baca Juga

  • Era AI Phone 2026 Samsung: Revolusi Galaxy S26 Tanpa Sentuh
  • Gugatan Hukum Chatbot Grok: Skandal 20 Ribu Foto Pelecehan

Advertisement

Bagi pencari kerja, ini memperluas kolam persaingan secara drastis. Anda tidak lagi hanya bersaing dengan teman seangkatan di kota Anda, tetapi dengan ribuan profesional lain dari seluruh penjuru negeri, bahkan dunia.

5. Ekspektasi yang Tidak Selaras

Tantangan ini datang dari dua arah. Di satu sisi, ada perusahaan yang memasang kualifikasi tidak realistis, seperti mencari “posisi entry-level” namun dengan syarat pengalaman 3-5 tahun. Ini jelas membuat frustrasi para lulusan baru.

Di sisi lain, terkadang ada ekspektasi dari sebagian Gen Z yang dianggap kurang selaras dengan realitas pasar, misalnya mengharapkan gaji tinggi dan fleksibilitas penuh tanpa portofolio atau pengalaman yang kuat untuk mendukungnya. Menemukan titik temu antara ekspektasi perusahaan dan kandidat menjadi semakin sulit.

Baca Juga

  • Agen AI Otonom Nvidia: Masa Depan Kerja atau Ancaman Massal?
  • Harga RAM HP Xiaomi Naik Tajam, Seri Flagship Terancam Mahal

Advertisement

Beradaptasi atau Tertinggal

Pasar kerja saat ini memang brutal, dan mengakui adanya tantangan cari kerja Gen Z adalah hal yang valid. Siklus mengirim lamaran tanpa henti dan berujung penolakan memang menguras mental.

Namun, daripada pasrah, kuncinya adalah adaptasi dan strategi. Memahami cara kerja ATS, membangun portofolio yang menjual, memperkuat keterampilan yang relevan, dan melakukan networking secara aktif bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Perjuangan ini nyata, tetapi dengan pendekatan yang lebih cerdas dan proaktif, peluang untuk menembus ‘tembok’ pasar kerja dan mendapatkan karier impian masih sangat terbuka lebar.

Baca Juga

  • Apple Rilis Pembaruan Keamanan Safari iPhone untuk Atasi Bug
  • Jaringan AI Grid Global Akamai-NVIDIA: Revolusi Komputasi Edge

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
1 2
AI rekrutmen cari kerja Gen Z karier lowongan kerja
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article4 Pilar Kunci Masa Depan Teknologi Digital Indonesia, AI Termasuk?
Next Article 15 Pekerjaan Paling Diincar Perusahaan: Simak Panduan Mempersiapkannya di 2025!
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Era AI Phone 2026 Samsung: Revolusi Galaxy S26 Tanpa Sentuh

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 16:08

Gugatan Hukum Chatbot Grok: Skandal 20 Ribu Foto Pelecehan

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 10:09

Agen AI Otonom Nvidia: Masa Depan Kerja atau Ancaman Massal?

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 05:10

Harga RAM HP Xiaomi Naik Tajam, Seri Flagship Terancam Mahal

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 01:50

Apple Rilis Pembaruan Keamanan Safari iPhone untuk Atasi Bug

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 01:39

Jaringan AI Grid Global Akamai-NVIDIA: Revolusi Komputasi Edge

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 01:19
Pilihan Redaksi
Elektronik

Speaker Multi-room Sonos Terbaru: Era 100 SL dan Play Hadir

Olin Sianturi14 Maret 2026 | 03:05

Speaker multi-room Sonos terbaru kini resmi memperkuat jajaran perangkat audio premium untuk pasar global melalui…

Jaringan AI Grid Global Akamai-NVIDIA: Revolusi Komputasi Edge

20 Maret 2026 | 01:19

Spesifikasi Oppo Find N6: HP Lipat Tipis Kamera 200MP

18 Maret 2026 | 18:14

Fitur Fast Charging Galaxy S26 Ultra: Alasan Tak Kejar Watt

18 Maret 2026 | 04:07

Galaxy Buds4 Series Hadirkan HD Voice, Panggilan Telepon Kini Super Jernih

14 Maret 2026 | 14:01
Terbaru

Era AI Phone 2026 Samsung: Revolusi Galaxy S26 Tanpa Sentuh

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 16:08

Gugatan Hukum Chatbot Grok: Skandal 20 Ribu Foto Pelecehan

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 10:09

Agen AI Otonom Nvidia: Masa Depan Kerja atau Ancaman Massal?

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 05:10

Harga RAM HP Xiaomi Naik Tajam, Seri Flagship Terancam Mahal

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 01:50

Apple Rilis Pembaruan Keamanan Safari iPhone untuk Atasi Bug

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 01:39
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.