Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kasus Penipuan Startup Indonesia: Daftar Pendiri yang Terjerat

8 Mei 2026 | 08:55

Harga Honda PCX 160 Terbaru Mei 2026 dan Pilihan Warna

8 Mei 2026 | 07:55

Alasan GTA 6 Rilis Konsol Lebih Dulu Terungkap, PC Menyusul

8 Mei 2026 | 06:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kasus Penipuan Startup Indonesia: Daftar Pendiri yang Terjerat
  • Harga Honda PCX 160 Terbaru Mei 2026 dan Pilihan Warna
  • Alasan GTA 6 Rilis Konsol Lebih Dulu Terungkap, PC Menyusul
  • Harga POCO Pad M1 Mei 2026 Turun Drastis, Tablet 5G Gahar!
  • Pengalaman Mati Suri Ilmuwan NASA: Rahasia Tiga Kali Wafat
  • Dealer Lepas MAS Pluit Resmi Dibuka, Sasar Pasar SUV Listrik
  • Keuntungan Game Xbox di PlayStation Tembus Rp 11 Triliun
  • Fitur Samsung Galaxy S26 Ultra Bikin Traveling Makin Praktis
Jumat, Mei 8
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Terungkap! 5 Alasan Gen Z Susah Dapat Kerja di Era Digital
Berita Tekno

Terungkap! 5 Alasan Gen Z Susah Dapat Kerja di Era Digital

Iphan SIphan S13 September 2025 | 12:30
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Alasan Gen Z Susah Dapat Kerja
Alasan Gen Z Susah Dapat Kerja (foto: Istimewa)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

3. Kesenjangan Keterampilan (Skills Mismatch)

Dunia kerja berubah lebih cepat daripada kurikulum pendidikan. Banyak perusahaan kini mencari keterampilan yang sangat spesifik dan praktis, seperti analisis data, prompt engineering untuk AI, atau penguasaan software tertentu yang mungkin tidak diajarkan secara mendalam di bangku kuliah.

Akibatnya, terjadi kesenjangan antara apa yang dimiliki lulusan baru dan apa yang dibutuhkan industri. Memiliki ijazah saja tidak lagi cukup; pembuktian melalui portofolio dan sertifikasi keterampilan menjadi jauh lebih penting.

4. Kompetisi Global Akibat Tren Kerja Remote

Pandemi telah menormalisasi kerja jarak jauh (remote work). Ini berarti, sebuah perusahaan di Jakarta kini tidak hanya bersaing dengan talenta lokal, tetapi juga bisa merekrut talenta terbaik dari Bandung, Surabaya, atau bahkan negara lain dengan biaya yang lebih kompetitif.

Baca Juga

  • Kasus Penipuan Startup Indonesia: Daftar Pendiri yang Terjerat
  • Pengalaman Mati Suri Ilmuwan NASA: Rahasia Tiga Kali Wafat

Advertisement

Bagi pencari kerja, ini memperluas kolam persaingan secara drastis. Anda tidak lagi hanya bersaing dengan teman seangkatan di kota Anda, tetapi dengan ribuan profesional lain dari seluruh penjuru negeri, bahkan dunia.

5. Ekspektasi yang Tidak Selaras

Tantangan ini datang dari dua arah. Di satu sisi, ada perusahaan yang memasang kualifikasi tidak realistis, seperti mencari “posisi entry-level” namun dengan syarat pengalaman 3-5 tahun. Ini jelas membuat frustrasi para lulusan baru.

Di sisi lain, terkadang ada ekspektasi dari sebagian Gen Z yang dianggap kurang selaras dengan realitas pasar, misalnya mengharapkan gaji tinggi dan fleksibilitas penuh tanpa portofolio atau pengalaman yang kuat untuk mendukungnya. Menemukan titik temu antara ekspektasi perusahaan dan kandidat menjadi semakin sulit.

Baca Juga

  • Kontrak Militer AI Anthropic Terancam Usai Gandeng SpaceX
  • Paket Roaming Haji Telkomsel: Solusi Koneksi Andal Jemaah

Advertisement

Beradaptasi atau Tertinggal

Pasar kerja saat ini memang brutal, dan mengakui adanya tantangan cari kerja Gen Z adalah hal yang valid. Siklus mengirim lamaran tanpa henti dan berujung penolakan memang menguras mental.

Namun, daripada pasrah, kuncinya adalah adaptasi dan strategi. Memahami cara kerja ATS, membangun portofolio yang menjual, memperkuat keterampilan yang relevan, dan melakukan networking secara aktif bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Perjuangan ini nyata, tetapi dengan pendekatan yang lebih cerdas dan proaktif, peluang untuk menembus ‘tembok’ pasar kerja dan mendapatkan karier impian masih sangat terbuka lebar.

Baca Juga

  • Solusi Jaringan Enterprise UKM Cybrey Resmi Hadir di Indonesia
  • Desain layar iPhone masa depan bocor, Apple gandeng Samsung

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
1 2
AI rekrutmen cari kerja Gen Z karier lowongan kerja
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article4 Pilar Kunci Masa Depan Teknologi Digital Indonesia, AI Termasuk?
Next Article 15 Pekerjaan Paling Diincar Perusahaan: Simak Panduan Mempersiapkannya di 2025!
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Kasus Penipuan Startup Indonesia: Daftar Pendiri yang Terjerat

Ana Octarin8 Mei 2026 | 08:55

Pengalaman Mati Suri Ilmuwan NASA: Rahasia Tiga Kali Wafat

Iphan S8 Mei 2026 | 03:55

Kontrak Militer AI Anthropic Terancam Usai Gandeng SpaceX

Iphan S7 Mei 2026 | 22:55

Paket Roaming Haji Telkomsel: Solusi Koneksi Andal Jemaah

Ana Octarin7 Mei 2026 | 17:59

Solusi Jaringan Enterprise UKM Cybrey Resmi Hadir di Indonesia

Ana Octarin7 Mei 2026 | 12:55

Desain layar iPhone masa depan bocor, Apple gandeng Samsung

Iphan S7 Mei 2026 | 07:55
Pilihan Redaksi
Otomotif

Harga BBM Diesel Primus Plus Tembus Rp30.890 di SPBU Vivo

Ana Octarin4 Mei 2026 | 00:55

Harga BBM Diesel Primus Plus resmi mengalami lonjakan drastis di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan…

Desain layar iPhone masa depan bocor, Apple gandeng Samsung

7 Mei 2026 | 07:55

Sejarah pengobatan herbal Indonesia: Kisah Dokter Jerman Berguru pada Dukun

2 Mei 2026 | 23:55

Paket Roaming Haji Indosat 2026: Daftar Harga IM3 dan Tri

6 Mei 2026 | 07:55

Philips Fuzzy Logic Rice Cooker: Desain Mewah dan Hemat Listrik

3 Mei 2026 | 04:55
Terbaru

Kasus Penipuan Startup Indonesia: Daftar Pendiri yang Terjerat

Ana Octarin8 Mei 2026 | 08:55

Pengalaman Mati Suri Ilmuwan NASA: Rahasia Tiga Kali Wafat

Iphan S8 Mei 2026 | 03:55

Kontrak Militer AI Anthropic Terancam Usai Gandeng SpaceX

Iphan S7 Mei 2026 | 22:55

Paket Roaming Haji Telkomsel: Solusi Koneksi Andal Jemaah

Ana Octarin7 Mei 2026 | 17:59

Solusi Jaringan Enterprise UKM Cybrey Resmi Hadir di Indonesia

Ana Octarin7 Mei 2026 | 12:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.