TechnonesiaID - Aturan batas usia media sosial kini menjadi fokus utama pemerintah Indonesia dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi generasi muda. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi melayangkan surat teguran kepada dua raksasa platform global, TikTok dan Roblox. Langkah tegas ini diambil karena kedua platform tersebut dinilai belum sepenuhnya mematuhi regulasi pembatasan pengguna di bawah usia 16 tahun.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa teguran ini merupakan kelanjutan dari evaluasi berkala terhadap kepatuhan platform digital di tanah air. Sebelumnya, Komdigi juga telah memberikan peringatan serupa kepada Google dan Meta. Berdasarkan pantauan pemerintah, implementasi Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 masih belum optimal di beberapa layanan populer.
Regulasi ini merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Tunas yang telah berlaku sejak 28 Maret 2026. Pemerintah melihat adanya urgensi besar untuk menunda akses penuh media sosial bagi anak-anak guna menghindari dampak psikologis dan risiko keamanan siber yang mengintai pengguna di bawah umur.
Baca Juga
Advertisement
TikTok dan Roblox Masuk Kategori Kurang Patuh
Dalam keterangannya, Meutya Hafid menjelaskan bahwa pemerintah mengelompokkan platform berdasarkan tingkat kepatuhan mereka. TikTok dan Roblox berada dalam kategori platform yang sebenarnya menunjukkan sikap kooperatif, namun secara teknis belum memenuhi standar aturan batas usia media sosial secara menyeluruh.
“Pemerintah memberikan apresiasi atas upaya komunikasi yang dilakukan, namun kepatuhan penuh adalah harga mati. Hari ini kami mengeluarkan surat peringatan kepada TikTok dan Roblox agar segera menyesuaikan sistem mereka dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar Meutya kepada awak media di Jakarta.
Surat peringatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan tahap awal dari mekanisme sanksi administratif yang lebih berat. Komdigi akan terus memantau apakah ada perubahan signifikan dalam sistem verifikasi usia pada kedua platform tersebut dalam beberapa pekan ke depan. Jika tidak ada perbaikan, pemerintah siap mengambil langkah hukum yang lebih tegas.
Baca Juga
Advertisement
Tantangan Implementasi Aturan Batas Usia Media Sosial
Menerapkan aturan batas usia media sosial di negara dengan populasi digital sebesar Indonesia bukanlah perkara mudah. Data pemerintah menunjukkan terdapat sekitar 70 juta anak Indonesia yang berusia di bawah 16 tahun. Mayoritas dari mereka sudah terpapar internet sejak usia dini, bahkan menghabiskan waktu rata-rata 7 hingga 8 jam per hari di dunia maya.
Tingginya intensitas penggunaan media sosial ini seringkali tidak dibarengi dengan literasi digital yang cukup. Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk mewajibkan platform melakukan penundaan akses atau age-gating yang lebih ketat. Tanpa sistem verifikasi yang kuat, anak-anak dengan mudah memalsukan tahun kelahiran saat mendaftar akun baru.
Meutya menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengubah kebiasaan masyarakat. “Kita ingin menggeser paradigma. Media sosial bukan tempat bermain tanpa pengawasan bagi anak di bawah 16 tahun. Risiko eksploitasi dan paparan konten dewasa sangat nyata,” tambahnya.
Baca Juga
Advertisement
Daftar Platform Berisiko Tinggi Menurut Komdigi
Komdigi telah memetakan delapan platform yang masuk dalam kategori layanan digital berisiko tinggi bagi anak. Kategori ini ditentukan berdasarkan tingkat interaksi sosial yang terbuka dan potensi distribusi konten yang tidak sesuai usia. Kedelapan platform tersebut adalah:
- YouTube
- Threads
- X (dahulu Twitter)
- TikTok
- Bigo Live
- Roblox
Hingga saat ini, baru X dan Bigo Live yang mendapatkan catatan positif karena telah mengikuti aturan batas usia media sosial sesuai mandat Komdigi. Sementara itu, platform besar lainnya masih dalam tahap pengawasan ketat atau telah menerima surat peringatan.
Pemerintah menyoroti bahwa risiko digital tidak hanya soal konten pornografi atau judi online, tetapi juga mencakup interaksi dengan orang asing (grooming) dan potensi perundungan siber (cyberbullying). Roblox, misalnya, meski sering dianggap sebagai permainan, memiliki fitur interaksi sosial yang sangat luas yang rentan disalahgunakan oleh predator digital jika tidak ada pembatasan usia yang jelas.
Baca Juga
Advertisement
Sanksi Lanjutan dan Peran Orang Tua
Jika TikTok dan Roblox tetap tidak menunjukkan kepatuhan penuh terhadap aturan batas usia media sosial, Menkomdigi memastikan akan ada pemanggilan resmi kepada pimpinan platform tersebut. Sanksi administratif dapat berkembang mulai dari denda hingga pembatasan akses layanan di wilayah kedaulatan Indonesia.
Namun, pemerintah juga menyadari bahwa regulasi tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Meutya Hafid mengajak para orang tua untuk lebih proaktif dalam mengawasi gawai anak-anak mereka. Pengawasan mandiri di rumah menjadi benteng terakhir untuk memastikan anak-anak tidak mengakses platform yang belum mematuhi aturan pemerintah.
Langkah tegas Komdigi ini diharapkan menjadi sinyal bagi seluruh penyedia layanan digital global bahwa Indonesia serius dalam memproteksi warga negaranya di ruang siber. Keberhasilan aturan batas usia media sosial akan menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya perlindungan anak digital di tanah air demi menciptakan generasi emas yang sehat secara mental dan intelektual.
Baca Juga
Advertisement
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA