Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fitur Parkir Otomatis Mobil: Begini Cara Aman Menggunakannya

13 April 2026 | 14:55

Klasemen MPL ID S17 Pekan 3: RRQ Hoshi Terpuruk di Dasar

13 April 2026 | 13:55

Kode Redeem ML 13 April 2026 Terbaru, Klaim Hadiah MLBB x Naruto

13 April 2026 | 12:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Fitur Parkir Otomatis Mobil: Begini Cara Aman Menggunakannya
  • Klasemen MPL ID S17 Pekan 3: RRQ Hoshi Terpuruk di Dasar
  • Kode Redeem ML 13 April 2026 Terbaru, Klaim Hadiah MLBB x Naruto
  • Blender Philips Terbaik 2026: Rekomendasi Awet untuk Jus dan Bumbu
  • Bocoran desain kacamata pintar Apple terungkap, siap tantang Meta
  • Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya
  • Es Krim Xiaomi Terbaru Hadir dalam Varian Pro dan Max
  • Lini Produk OPPO April 2026: Find X9 Ultra & Tablet Baru Rilis
Senin, April 13
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 5 Fakta Mengejutkan Evolusi Ciuman Pertama: Jauh Lebih Awal dari Manusia
Berita Tekno

5 Fakta Mengejutkan Evolusi Ciuman Pertama: Jauh Lebih Awal dari Manusia

Olin SianturiOlin Sianturi26 November 2025 | 05:38
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Evolusi ciuman pertama, sejarah ciuman kera besar
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Siapa sangka, evolusi ciuman pertama ternyata sudah terjadi sejak jutaan tahun lalu! Penelitian Oxford mengungkap sejarah ciuman kera besar yang mengejutkan.

Menggali Akar Evolusi Ciuman Pertama: Menggeser Garis Waktu

Selama ini, ciuman—sebagai bentuk ekspresi kasih sayang, keintiman, atau bahkan sapaan—identik dan hampir secara eksklusif dikaitkan dengan perilaku manusia modern. Pemahaman konvensional sering kali menempatkan ciuman sebagai fenomena budaya yang muncul relatif baru dalam lini masa sejarah peradaban.

Namun, studi ilmiah terbaru telah menggemparkan pandangan tersebut. Penelitian mendalam mengenai perilaku primata menunjukkan bahwa kontak mulut ke mulut, yang secara ilmiah memenuhi definisi ciuman, jauh lebih tua dari yang kita duga. Ini memaksa kita untuk meninjau kembali garis waktu evolusi ciuman pertama.

Baca Juga

  • Bocoran desain kacamata pintar Apple terungkap, siap tantang Meta
  • Fosil Gajah Purba Bumiayu Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan

Advertisement

Studi mutakhir yang dipublikasikan dalam jurnal Evolution and Human Behavior telah memberikan bukti kuat mengenai hal ini. Riset yang dilakukan oleh para ahli biologi evolusi dari Universitas Oxford menemukan bahwa ciuman memiliki akar evolusioner yang sangat purba, bukan hanya dimiliki oleh Homo sapiens.

Penemuan ini tidak hanya sekadar fakta menarik, melainkan juga sebuah wawasan mendalam mengenai bagaimana ikatan sosial dan perilaku intim berkembang di antara spesies primata.

5 Bukti Ilmiah Sejarah Ciuman Kera Besar

Penelitian yang dipimpin oleh ahli biologi evolusi terkemuka, Matilda Brindle, mengungkap bahwa perilaku menyerupai ciuman pada nenek moyang kita telah ada jauh sebelum manusia modern muncul. Berikut adalah lima bukti krusial yang menjelaskan penemuan ini.

Baca Juga

  • Penemuan Spesies Langka di Papua yang Dikira Punah 6.000 Tahun
  • Cahaya Misterius di Langit Bali Ternyata Roket China Jielong-3

Advertisement

1. Usia yang Jauh Lebih Tua: Era Miosen

Temuan ini secara spesifik menunjuk pada rentang waktu yang menakjubkan: antara 21,5 hingga 16,9 juta tahun yang lalu. Periode ini menempatkan asal-usul perilaku ciuman pada era Miosen, jauh sebelum spesies manusia berevolusi dan mendominasi bumi.

2. Berasal dari Nenek Moyang Kera Besar

Baca Juga

  • Pendaftaran Chip Otak Neuralink Resmi Dibuka untuk Umum
  • Orangutan Tapanuli Terancam Punah Akibat Habitat yang Menyusut

Advertisement

Perilaku ini didokumentasikan pada nenek moyang kera besar (great apes) — kelompok yang mencakup orangutan, simpanse, dan tentu saja, manusia. Ini menegaskan bahwa ciuman adalah warisan perilaku yang kita miliki bersama.

3. Definisi Ilmiah yang Luas

Para peneliti menggunakan definisi ilmiah yang lebih luas untuk ciuman, yaitu kontak mulut ke mulut yang terjadi untuk tujuan selain agresi. Definisi ini mencakup sentuhan, gesekan, atau interaksi oral yang ditujukan untuk ikatan atau transfer nutrisi.

Baca Juga

  • Isolasi Internet Rusia Global Semakin Ketat Mengancam Warga
  • Larangan Media Sosial Anak Sasar 70 Juta Warga Indonesia

Advertisement

4. Bukan Fenomena Khas Manusia

Studi ini secara tegas membantah anggapan bahwa ciuman adalah perilaku khas manusia. Selain simpanse dan orangutan, spesies lain seperti beruang kutub juga diketahui melakukan kontak mulut ke mulut yang sesuai dengan kriteria ilmiah ciuman. Hal ini membuktikan bahwa sejarah ciuman kera besar hanya sebagian kecil dari cerita evolusi yang lebih besar.

5. Bukti dari Primata Modern

Baca Juga

  • Material Chip AI Ajinomoto Jadi Kunci Industri Masa Depan
  • Insiden Pengeboman Rumah Sam Altman: Bos OpenAI Akui Banyak Salah

Advertisement

Pengamatan terhadap primata modern menunjukkan variasi perilaku “ciuman” atau kontak oral. Simpanse, misalnya, sering melakukan kontak mulut sebagai bagian dari rekonsiliasi setelah konflik, menunjukkan fungsi sosial yang kompleks.

Mengapa Ciuman Bukan Fenomena Khas Manusia?

Ketika kita membahas evolusi ciuman pertama, penting untuk memisahkan ciuman romantis ala Hollywood dengan perilaku kontak oral pada hewan. Beberapa spesies hewan menunjukkan perilaku serupa yang memiliki fungsi penting.

  • Beruang Kutub: Mereka sering menggosokkan moncong dan hidung sebagai bentuk sapaan non-agresif.
  • Simpanse dan Bonobo: Kontak mulut sering terjadi dalam konteks rekonsiliasi dan penguatan ikatan sosial setelah pertengkaran.
  • Orangutan: Interaksi mulut ke mulut dapat diamati, terutama antara induk dan anak, yang sering terkait dengan transfer makanan atau kenyamanan.

Fakta bahwa perilaku ini muncul secara independen pada garis keturunan evolusioner yang berbeda menunjukkan bahwa ia memiliki manfaat biologis dan sosial yang kuat, jauh melampaui sekadar romansa.

Baca Juga

  • Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia Tertinggi di Dunia Versi Harvard
  • Harga paket ChatGPT Pro terbaru Turun Drastis Demi Saingi Claude

Advertisement

Fungsi Ciuman Primitif: Lebih dari Sekedar Romansa

Jika ciuman primitif tidak muncul dari hasrat romantis seperti yang kita kenal saat ini, lalu apa fungsi utamanya? Para ahli biologi evolusi mengidentifikasi beberapa peran kunci dalam sejarah ciuman kera besar.

Transfer Nutrisi dan Kekebalan

Salah satu hipotesis utama mengenai asal-usul kontak mulut adalah pre-mastication feeding, atau pemberian makanan yang sudah dikunyah. Induk sering memberikan makanan yang telah dihancurkan kepada bayinya melalui kontak mulut ke mulut. Selain menyediakan nutrisi, proses ini juga membantu mentransfer mikroba dan membangun sistem kekebalan tubuh anak.

Peran Ciuman dalam Ikatan Sosial dan Keamanan

Baca Juga

  • Kebocoran Data Rahasia China Ungkap Dokumen Militer Xi Jinping
  • Cara Mengaktifkan Tab Vertikal Chrome Agar Browsing Lebih Rapi

Advertisement

Seiring berjalannya waktu, fungsi ciuman berevolusi. Kontak oral mulai diasosiasikan dengan penguatan ikatan sosial (social bonding). Bagi spesies yang hidup berkelompok, ikatan yang kuat adalah kunci untuk kelangsungan hidup. Perilaku ini berfungsi sebagai penenang, meredakan konflik, dan menunjukkan afiliasi.

Penelitian Matilda Brindle menunjukkan bahwa pada primata, kontak mulut dapat meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang bertanggung jawab atas ikatan dan rasa percaya. Ini adalah mekanisme yang sama yang kita temukan pada manusia modern saat berciuman, yang mendukung hipotesis bahwa fungsi ini telah dipertahankan selama jutaan tahun.

Tentu saja, ciuman romantis yang kita kenal saat ini adalah puncak dari proses evolusi yang panjang. Manusia telah mengambil perilaku primitif ini dan mengembangkannya menjadi ritual yang kompleks, sering kali digunakan untuk mengevaluasi pasangan potensial melalui indra penciuman dan rasa.

Baca Juga

  • Fitur Avatar AI YouTube Resmi Meluncur, Simak Cara Pakainya
  • Persaingan OpenAI dan Anthropic Memanas: Adu Kuat Infrastruktur

Advertisement

Mitos yang Terpecahkan: Ciuman dan Budaya Barat

Perlu dicatat bahwa, meskipun akar evolusinya kuno, ciuman tidak universal dalam setiap budaya manusia di seluruh dunia. Beberapa masyarakat, terutama masyarakat non-Barat, tidak mempraktikkan ciuman romantis dan malah menggunakan bentuk kontak lain, seperti menggosokkan hidung (seperti yang dilakukan oleh suku Māori di Selandia Baru).

Hal ini menegaskan bahwa sementara dasar perilaku kontak mulut sudah ada sejak 21 juta tahun yang lalu, cara perilaku itu diekspresikan dan maknanya diinterpretasikan sangat dipengaruhi oleh budaya spesifik.

Baca Juga

  • Model AI Muse Spark Meta Resmi Meluncur Tantang Dominasi OpenAI
  • Sanksi YouTube PP Tunas: Menkomdigi Beri Teguran Keras Google

Advertisement

Kesimpulan: Memahami Garis Waktu Evolusi Ciuman

Penemuan tentang evolusi ciuman pertama pada nenek moyang kera besar memaksa kita untuk menghargai bahwa banyak perilaku yang kita anggap unik pada manusia sebenarnya memiliki warisan biologis yang sangat mendalam.

Kontak mulut ke mulut, yang dimulai jutaan tahun lalu sebagai mekanisme transfer nutrisi atau kenyamanan, secara bertahap berevolusi menjadi alat penting untuk ikatan sosial dan, akhirnya, menjadi ekspresi cinta dan romansa pada manusia.

Studi ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ilmu perilaku dan biologi evolusioner, membuktikan bahwa kita berbagi lebih banyak kesamaan perilaku intim dengan kerabat primata purba kita daripada yang pernah kita bayangkan sebelumnya. Penemuan ini merupakan pengingat kuat bahwa sejarah perilaku kita jauh lebih tua dan lebih liar dari buku pelajaran sejarah mana pun.

Baca Juga

  • Fitur Username WhatsApp Terbaru Bisa Sembunyikan Nomor HP
  • Kontrak AI Militer AS: Anthropic Kalah Telah Lawan Trump

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Ciuman Evolusi Perilaku Hewan Primata Sains
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Alasan Indonesia Pamer Teknologi QRIS Sukses di Forum Dunia
Next Article 3 Langkah Nonaktifkan Gemini AI di Gmail & Chrome, Jaga Privasi Anda
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Bocoran desain kacamata pintar Apple terungkap, siap tantang Meta

Ana Octarin13 April 2026 | 10:55

Fosil Gajah Purba Bumiayu Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan

Ana Octarin13 April 2026 | 06:55

Penemuan Spesies Langka di Papua yang Dikira Punah 6.000 Tahun

Iphan S13 April 2026 | 03:55

Cahaya Misterius di Langit Bali Ternyata Roket China Jielong-3

Iphan S12 April 2026 | 22:55

Pendaftaran Chip Otak Neuralink Resmi Dibuka untuk Umum

Iphan S12 April 2026 | 17:55

Orangutan Tapanuli Terancam Punah Akibat Habitat yang Menyusut

Iphan S12 April 2026 | 12:55
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Ekspansi Anthropic ke Inggris: Langkah Berani Usai Didepak Trump

Iphan S7 April 2026 | 02:30

Ekspansi Anthropic ke Inggris kini menjadi babak baru dalam dinamika industri kecerdasan buatan global setelah…

Mobil Irit BBM Gen-Z: 12 Pilihan Terbaik yang Stylish dan Hemat

7 April 2026 | 14:30

Rekomendasi TV 4K Terbaik untuk Pengalaman Bioskop di Rumah

7 April 2026 | 12:59

Fitur Ulasan Google Play Store Berubah, Pengguna Protes?

7 April 2026 | 09:59

Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

13 April 2026 | 09:55
Terbaru

Bocoran desain kacamata pintar Apple terungkap, siap tantang Meta

Ana Octarin13 April 2026 | 10:55

Fosil Gajah Purba Bumiayu Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan

Ana Octarin13 April 2026 | 06:55

Penemuan Spesies Langka di Papua yang Dikira Punah 6.000 Tahun

Iphan S13 April 2026 | 03:55

Cahaya Misterius di Langit Bali Ternyata Roket China Jielong-3

Iphan S12 April 2026 | 22:55

Pendaftaran Chip Otak Neuralink Resmi Dibuka untuk Umum

Iphan S12 April 2026 | 17:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.