Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pertumbuhan Pasar Smartphone Global: HONOR Melesat di Tengah Krisis

4 Mei 2026 | 19:55

Mansory BMW M5 P850 Pharaohs Edition: Sedan Gahar 850 PS

4 Mei 2026 | 18:55

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 4 Mei 2026: Klaim Star Shard!

4 Mei 2026 | 17:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pertumbuhan Pasar Smartphone Global: HONOR Melesat di Tengah Krisis
  • Mansory BMW M5 P850 Pharaohs Edition: Sedan Gahar 850 PS
  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru 4 Mei 2026: Klaim Star Shard!
  • Bocoran Xiaomi Mix 5 Terbaru: Bawa Kamera Bawah Layar & Lensa Magnetik
  • Tablet untuk Mengajar Guru: Rekomendasi Terbaik Mulai 2 Jutaan
  • Larangan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Jadi Tren Global
  • Cek Status STNK Motor Honda Kini Praktis Lewat Aplikasi Wanda
  • Klasemen MPL ID S17 Week 6: Onic Lolos, RRQ Hoshi Terancam
Senin, Mei 4
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Fitur Baru Anti Penipuan Meta Rilis, 10 Juta Akun Diblokir
Berita Tekno

Fitur Baru Anti Penipuan Meta Rilis, 10 Juta Akun Diblokir

Olin SianturiOlin Sianturi20 Maret 2026 | 00:37
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Fitur Baru Anti Penipuan Meta Rilis
Fitur Baru Anti Penipuan Meta Rilis
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Fitur baru anti penipuan Meta menjadi langkah strategis raksasa teknologi ini untuk membendung gelombang kejahatan siber yang semakin canggih di awal tahun 2026. Perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg tersebut mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan sedikitnya 10,9 juta akun Facebook dan Instagram. Langkah masif ini menyasar akun-akun yang terindikasi kuat terlibat dalam aktivitas penipuan kriminal di berbagai belahan dunia.

Meta tidak bekerja sendirian dalam operasi pembersihan ekosistem digital ini. Mereka menjalin kolaborasi erat dengan aparat penegak hukum global untuk membongkar jaringan penjahat terorganisir. Hasilnya, tim keamanan Meta berhasil menindak sekitar 150.000 akun yang terhubung langsung dengan pusat-pusat penipuan internasional. Kerja sama ini bahkan membuahkan hasil nyata di lapangan, termasuk membantu Kepolisian Kerajaan Thailand meringkus 21 tersangka utama sindikat penipuan.

Meskipun ribuan akun telah tumbang, Meta menyadari bahwa para pelaku kejahatan terus berevolusi. Para penipu kini lebih adaptif dalam memodifikasi pola pendekatan mereka guna menghindari sistem deteksi otomatis. Mereka kerap mencari celah baru dan memanfaatkan teknologi terkini untuk menjerat korban, baik di dalam ekosistem Meta maupun platform internet lainnya.

Baca Juga

  • Pertumbuhan Pasar Smartphone Global: HONOR Melesat di Tengah Krisis
  • Larangan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Jadi Tren Global

Advertisement

Membedah Mekanisme Fitur Baru Anti Penipuan Meta

Guna menghadapi ancaman yang kian dinamis, perusahaan meluncurkan rangkaian sistem proteksi terbaru pada aplikasi Facebook, Messenger, dan WhatsApp. Fokus utama pengembangan ini terletak pada kemampuan sistem dalam mengenali pola komunikasi yang tidak wajar sebelum korban terjerat lebih jauh. Meta mengandalkan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang mampu memproses data secara real-time untuk memberikan peringatan dini.

Berikut adalah tiga pembaruan sistem keamanan utama yang kini mulai tersedia bagi pengguna secara global:

1. Proteksi Permintaan Pertemanan di Facebook

Fitur pertemanan sering kali menjadi celah utama bagi penipu untuk meluncurkan aksi “Pig Butchering” atau penipuan berkedok asmara dan investasi. Melalui fitur baru anti penipuan Meta, sistem akan memindai setiap permintaan pertemanan yang masuk. Jika sebuah akun menunjukkan indikasi mencurigakan, seperti akun yang baru saja dibuat atau minimnya teman bersama (mutual friends), Facebook akan memunculkan notifikasi peringatan.

Baca Juga

  • GPU Lisuan 7G100 China Rilis 20 Mei, Saingan RTX 4060 Murah
  • Perkawinan silang manusia purba Terungkap Lewat Fosil Anak Israel

Advertisement

Peringatan ini berfungsi ganda, baik bagi pengirim maupun penerima permintaan. Jika sistem mendeteksi ketidaksesuaian lokasi profil dengan data asli, pengguna akan mendapatkan opsi instan untuk menghapus atau memblokir permintaan tersebut. Langkah ini bertujuan memutus rantai komunikasi sebelum penipu sempat membangun kepercayaan dengan calon korban.

2. Verifikasi Penautan Perangkat WhatsApp

Modus pengambilalihan akun melalui fitur multi-device menjadi perhatian serius Meta. Penipu sering kali membujuk korban untuk membagikan kode verifikasi atau menautkan akun WhatsApp mereka ke perangkat milik pelaku. Untuk mencegah hal ini, WhatsApp kini menyertakan informasi lokasi geografis yang detail saat ada permintaan penautan perangkat baru.

Sistem akan memberikan penjelasan eksplisit mengenai risiko keamanan, termasuk fakta bahwa pemegang perangkat baru dapat melihat seluruh riwayat percakapan. Pengguna kini memiliki kendali penuh dengan opsi “Jangan Tautkan” yang lebih menonjol jika mereka merasa tidak melakukan aktivitas penautan tersebut. Fitur ini diharapkan dapat menekan angka peretasan akun yang berbasis rekayasa sosial.

Baca Juga

  • Tanda WhatsApp Disadap Jarak Jauh dan Cara Menghentikannya
  • Gerakan Perlawanan Anti-AI Global: Teror dan Protes Meluas

Advertisement

3. Deteksi Percakapan Mencurigakan di Messenger

Messenger juga mendapatkan pembaruan signifikan melalui fitur deteksi berbasis AI yang bersifat opsional. Saat pengguna berinteraksi dengan orang asing yang terindikasi sebagai bagian dari jaringan penipuan, aplikasi akan mengirimkan notifikasi keamanan di dalam ruang obrolan. Pengguna diberikan pilihan untuk melaporkan percakapan tersebut guna ditinjau lebih lanjut oleh sistem keamanan Meta.

Integrasi AI ini dirancang untuk mengenali bahasa persuasif yang sering digunakan oleh penipu, seperti iming-iming hadiah atau ancaman pemblokiran akun. Meskipun fitur ini bersifat opsional pada perangkat iOS dan Android, Meta sangat menyarankan pengguna untuk mengaktifkannya demi lapisan perlindungan ekstra saat berkomunikasi dengan koneksi baru.

Mengapa Penipuan Berbasis AI Semakin Berbahaya?

Kehadiran fitur baru anti penipuan Meta ini juga dipicu oleh maraknya penggunaan AI oleh para pelaku kriminal. Teknologi deepfake suara dan video kini mulai digunakan untuk meyakinkan korban bahwa mereka sedang berbicara dengan anggota keluarga atau pejabat resmi. Hal inilah yang mendorong Meta untuk terus memperbarui algoritma deteksi mereka agar mampu membedakan interaksi manusia asli dengan manipulasi digital.

Baca Juga

  • Spesies Manusia Purba Baru Homo Juluensis Ditemukan di China
  • Gunung Berapi Erebus Antartika Muntahkan Debu Emas Tiap Hari

Advertisement

Selain mengandalkan fitur otomatis, Meta mengimbau pengguna untuk tetap menjalankan prinsip dasar keamanan digital. Penggunaan autentikasi dua faktor (2FA) tetap menjadi benteng terkuat yang tidak boleh diabaikan. Perusahaan juga mengingatkan agar pengguna tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal dalam waktu singkat.

Kejahatan siber bukan lagi sekadar masalah teknis, melainkan masalah psikologis yang memanfaatkan kelengahan manusia. Dengan peluncuran fitur-fitur ini, Meta berharap dapat menciptakan ruang digital yang lebih aman dan transparan bagi miliaran penggunanya di seluruh dunia. Transformasi sistem keamanan ini menandai babak baru dalam perang melawan sindikat penipuan digital yang semakin terorganisir di era kecerdasan buatan.

Pihak Meta menegaskan bahwa pengujian fitur-fitur ini akan terus diperluas ke lebih banyak negara dalam beberapa bulan mendatang. Pengguna disarankan untuk selalu memperbarui aplikasi mereka ke versi terbaru melalui toko aplikasi resmi agar mendapatkan proteksi keamanan yang paling mutakhir. Langkah preventif dari sisi pengguna, dibarengi dengan teknologi proteksi dari platform, menjadi kunci utama dalam memenangkan pertempuran melawan penipuan online.

Baca Juga

  • Ancaman Kenaikan Permukaan Air Laut Menurut NASA, RI Masuk Daftar
  • Teknologi Baterai Mobil Listrik Korea Bisa Tempuh 1.000 Km

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Keamanan Siber Mark Zuckerberg Meta Penipuan Online Teknologi AI
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleUpdate ColorOS 16 OPPO A3 5G Berbasis Android 16 Mulai Dirilis
Next Article Cara Pakai ChatGPT Lebaran 2026: Atur THR, Mudik, & Kartu Ucapan
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Pertumbuhan Pasar Smartphone Global: HONOR Melesat di Tengah Krisis

Ana Octarin4 Mei 2026 | 19:55

Larangan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Jadi Tren Global

Ana Octarin4 Mei 2026 | 14:55

GPU Lisuan 7G100 China Rilis 20 Mei, Saingan RTX 4060 Murah

Iphan S4 Mei 2026 | 09:55

Perkawinan silang manusia purba Terungkap Lewat Fosil Anak Israel

Ana Octarin4 Mei 2026 | 05:55

Tanda WhatsApp Disadap Jarak Jauh dan Cara Menghentikannya

Ana Octarin4 Mei 2026 | 01:55

Gerakan Perlawanan Anti-AI Global: Teror dan Protes Meluas

Ana Octarin3 Mei 2026 | 21:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Harga BBM Diesel Primus Plus Tembus Rp30.890 di SPBU Vivo

4 Mei 2026 | 00:55

Sejarah pengobatan herbal Indonesia: Kisah Dokter Jerman Berguru pada Dukun

2 Mei 2026 | 23:55

Stop Jengkel! 7 Cara Ampuh Hapus Iklan di Android yang Muncul Tiba-tiba

16 Oktober 2025 | 02:08

Proyek iPad Lipat Apple Terancam Batal Akibat Masalah Produksi

30 April 2026 | 20:55
Terbaru

Pertumbuhan Pasar Smartphone Global: HONOR Melesat di Tengah Krisis

Ana Octarin4 Mei 2026 | 19:55

Larangan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Jadi Tren Global

Ana Octarin4 Mei 2026 | 14:55

GPU Lisuan 7G100 China Rilis 20 Mei, Saingan RTX 4060 Murah

Iphan S4 Mei 2026 | 09:55

Perkawinan silang manusia purba Terungkap Lewat Fosil Anak Israel

Ana Octarin4 Mei 2026 | 05:55

Tanda WhatsApp Disadap Jarak Jauh dan Cara Menghentikannya

Ana Octarin4 Mei 2026 | 01:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.