Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit

26 Mei 2026 | 04:55

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan pada 27-28 Mei 2026

26 Mei 2026 | 03:55

Jadwal Playoff MPL ID S17: Daftar Tim Lolos dan Gugur

26 Mei 2026 | 02:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit
  • Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan pada 27-28 Mei 2026
  • Jadwal Playoff MPL ID S17: Daftar Tim Lolos dan Gugur
  • Game Forza Horizon 6 Rilis di PC & Xbox, PS5 Menyusul
  • Xiaomi Pad 7 Pengganti Laptop Terbaik untuk Freelancer di 2026
  • Jaringan Internet Sumatra Lumpuh Total Akibat Blackout PLN
  • Kontes Modifikasi Motor Matic Terbesar Pecahkan Rekor Baru
  • Boom Esports Juara PMIO, Amankan Tiket Terakhir PMGO 2026
Selasa, Mei 26
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit
Berita Tekno

Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit

Ana OctarinAna Octarin26 Mei 2026 | 04:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
kloning AI anak meninggal
kloning AI anak meninggal (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Penggunaan teknologi kloning AI anak meninggal kini menjadi perbincangan hangat setelah sebuah keluarga di China menggunakannya demi menyembunyikan kabar duka dari sang ibu. Langkah ekstrem ini diambil karena sang ibu memiliki riwayat penyakit jantung yang sensitif terhadap berita duka. Keluarga khawatir kabar kematian anak tunggalnya tersebut akan memperburuk kondisi kesehatannya.

Kisah pilu ini bermula ketika putra tunggal dari wanita tersebut meninggal dunia secara mendadak. Karena tidak ingin ibunya mengalami serangan jantung akibat syok, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membuat kloning AI anak meninggal tersebut guna menjaga kesehatan mental sang ibu. Mereka kemudian menghubungi tim pengembang kecerdasan buatan untuk mewujudkan rencana ini.

Pemimpin tim AI, Zhang Zewei, mengungkapkan bahwa proses pembuatan replika digital ini membutuhkan banyak data. Keluarga mengirimkan berbagai dokumen digital berupa foto, video pendek, hingga rekaman suara mendiang yang berbicara dalam dialek lokal mereka. Berkat teknologi canggih, AI tersebut mampu meniru kebiasaan unik mendiang, termasuk gestur khas membungkuk ke depan saat berbicara.

Baca Juga

  • Jaringan Internet Sumatra Lumpuh Total Akibat Blackout PLN
  • Polymarket Diblokir di Indonesia, Ini Alasan Komdigi

Advertisement

Etika dan Kontroversi Kloning AI Anak Meninggal

Melalui panggilan video harian, sang ibu yang tidak menaruh curiga terus berkomunikasi dengan replika digital putranya. Dalam setiap percakapan, ia selalu mengingatkan ‘anaknya’ untuk makan dengan teratur, mengenakan pakaian hangat saat cuaca dingin, dan selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.

Untuk menghindari kecurigaan mengapa ia tidak pernah pulang, program AI tersebut telah dirancang untuk memberikan alasan yang logis. Sang ‘putra’ menjelaskan bahwa dirinya sedang sibuk bekerja di luar kota dan belum bisa pulang dalam waktu dekat untuk menemani ibunya.

“Kamu harus lebih sering menelepon agar ibu tahu kamu baik-baik saja di sana. Ibu sangat merindukanmu dan menyesal tidak bisa bertemu langsung,” ujar sang ibu dengan penuh kasih sayang dalam salah satu rekaman panggilan video.

Baca Juga

  • Foto Haji dari Angkasa Abadikan Momen Suci di Arafah
  • Fitur Pesan Rahasia WhatsApp Diuji Coba, Ini Cara Kerjanya

Advertisement

Sosok virtual itu pun memberikan jawaban yang menenangkan. “Baik, Bu, tapi saat ini saya sangat sibuk dan tidak bisa berbicara terlalu lama. Ibu harus menjaga kesehatan dengan baik. Setelah uang saya terkumpul cukup, saya pasti akan pulang untuk berbakti kepada Ibu.”

Fenomena Grief Tech dan Dampak Psikologisnya

Di China sendiri, tren pemanfaatan kloning AI anak meninggal atau kerabat yang telah tiada semakin berkembang pesat. Fenomena yang dikenal dengan istilah grief tech atau teknologi duka ini menawarkan jasa “menghidupkan kembali” orang tercinta dalam bentuk avatar digital demi membantu proses pemulihan trauma emosional.

Meski demikian, kehadiran teknologi ini memicu perdebatan sengit di kalangan warganet dan pakar psikologi. Sebagian pihak mendukung langkah keluarga tersebut karena dianggap sebagai bentuk kasih sayang dan perlindungan terhadap kondisi fisik sang ibu yang rentan.

Baca Juga

  • Titip KTP di Gedung Ternyata Melanggar Undang-Undang?
  • Ciri Nomor WA Diblokir Seseorang, Ini 6 Tanda Utamanya

Advertisement

Namun, tidak sedikit pula yang mengkhawatirkan dampak psikologis jangka panjang jika kebohongan ini akhirnya terbongkar. Menunda proses berduka yang alami dengan menggunakan teknologi AI dikhawatirkan dapat memicu trauma yang jauh lebih hebat di kemudian hari.

“Saya tidak sepenuhnya mendukung keputusan keluarga ini. Ibu tersebut telah dibohongi dalam waktu yang lama. Saya sangat khawatir ketika kebenaran akhirnya terungkap, dampaknya akan jauh lebih merusak bagi kesehatannya,” tulis salah seorang pengguna media sosial lokal.

Bagaimanapun juga, perkembangan kecerdasan buatan kini telah menyentuh wilayah paling sensitif dalam kehidupan manusia, yaitu kematian dan rasa kehilangan. Meskipun teknologi kloning AI anak meninggal dapat memberikan ketenangan sementara bagi mereka yang ditinggalkan, batas antara terapi emosional dan penolakan terhadap realitas tetap menjadi garis tipis yang harus disikapi dengan bijak.

Baca Juga

  • Kontrol Ekspor Chip AI Malah Jadi Bumerang bagi Amerika Serikat
  • Potensi Gempa Megathrust Indonesia: Ahli Jepang Ungkap Ini

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
China Deepfake Kecerdasan Buatan kloning AI Teknologi AI
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleGanjil Genap Jakarta Ditiadakan pada 27-28 Mei 2026
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Jaringan Internet Sumatra Lumpuh Total Akibat Blackout PLN

Ana Octarin25 Mei 2026 | 23:55

Polymarket Diblokir di Indonesia, Ini Alasan Komdigi

Ana Octarin25 Mei 2026 | 18:55

Foto Haji dari Angkasa Abadikan Momen Suci di Arafah

Ana Octarin25 Mei 2026 | 13:55

Fitur Pesan Rahasia WhatsApp Diuji Coba, Ini Cara Kerjanya

Iphan S25 Mei 2026 | 08:55

Titip KTP di Gedung Ternyata Melanggar Undang-Undang?

Iphan S25 Mei 2026 | 04:55

Ciri Nomor WA Diblokir Seseorang, Ini 6 Tanda Utamanya

Ana Octarin24 Mei 2026 | 23:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

20 Mei 2026 | 08:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Jaringan Internet Sumatra Lumpuh Total Akibat Blackout PLN

Ana Octarin25 Mei 2026 | 23:55

Polymarket Diblokir di Indonesia, Ini Alasan Komdigi

Ana Octarin25 Mei 2026 | 18:55

Foto Haji dari Angkasa Abadikan Momen Suci di Arafah

Ana Octarin25 Mei 2026 | 13:55

Fitur Pesan Rahasia WhatsApp Diuji Coba, Ini Cara Kerjanya

Iphan S25 Mei 2026 | 08:55

Titip KTP di Gedung Ternyata Melanggar Undang-Undang?

Iphan S25 Mei 2026 | 04:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.