Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Insentif Pajak Kendaraan Listrik Ditunda, Ini Penjelasannya

28 Mei 2026 | 01:06

Game Football Manager 2026 Rilis Fitur Piala Dunia FIFA

28 Mei 2026 | 00:43

Tablet Samsung 2 Jutaan Terbaru: Galaxy Tab A11 Plus Rilis

28 Mei 2026 | 00:20
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Insentif Pajak Kendaraan Listrik Ditunda, Ini Penjelasannya
  • Game Football Manager 2026 Rilis Fitur Piala Dunia FIFA
  • Tablet Samsung 2 Jutaan Terbaru: Galaxy Tab A11 Plus Rilis
  • Layanan Digital Berbasis AI Jadi Langkah Baru Telkomsel
  • Pameran Otomotif GIIAS 2026 Hadirkan 6 Merek Baru
  • Perangkat IoT Premium OPPO Resmi Rilis di Indonesia
  • tablet AI ASUS ROG Flow Z13 Geser Dominasi Laptop Premium
  • Penyebab Proyek AI Gagal di Banyak Perusahaan Global
Kamis, Mei 28
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Manufaktur Smartphone India Geser China, Apple Pindah Masif!
Berita Tekno

Manufaktur Smartphone India Geser China, Apple Pindah Masif!

Ana OctarinAna Octarin4 April 2026 | 22:22
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Manufaktur Smartphone India
Manufaktur Smartphone India (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Manufaktur smartphone India kini tengah berada di jalur cepat untuk menggantikan dominasi China sebagai pusat produksi teknologi dunia. Pergeseran peta kekuatan industri ini terjadi menyusul memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China yang tidak kunjung mereda. Ancaman tarif tinggi terhadap barang-barang impor dari Negeri Tirai Bambu memaksa perusahaan teknologi global untuk mencari alternatif lokasi produksi yang lebih aman dan stabil secara politik.

India melihat celah besar ini sebagai peluang emas untuk memperkuat posisi tawarnya di kancah internasional. Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, pemerintah setempat secara agresif meluncurkan berbagai program untuk menarik minat investor asing. Agenda besar ini bertujuan mentransformasi India dari negara konsumen menjadi raksasa produsen yang mampu bersaing secara langsung dengan ekosistem manufaktur China yang sudah mapan selama puluhan tahun.

Ambisi Besar India Menjadi Pusat Elektronik Dunia

Target yang dipasang oleh New Delhi tidak main-main dalam pengembangan sektor manufaktur smartphone India ke depannya. India memproyeksikan ekspansi nilai produksi perangkat elektronik mampu menyentuh angka US$500 miliar atau setara dengan Rp8.250 triliun pada tahun 2030. Angka fantastis ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap kesiapan infrastruktur dan tenaga kerja domestik dalam menyerap teknologi canggih dari luar negeri.

Baca Juga

  • Layanan Digital Berbasis AI Jadi Langkah Baru Telkomsel
  • Penyebab Proyek AI Gagal di Banyak Perusahaan Global

Advertisement

Data terbaru menunjukkan bahwa sektor ini telah mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif. Pada tahun fiskal 2024-2025, nilai produksi ponsel pintar di India sukses menembus US$60 miliar atau sekitar Rp990 triliun. Jika kita menilik ke belakang, angka ini melambung hingga 28 kali lipat dibandingkan pencapaian satu dekade lalu. Lonjakan ini membuktikan bahwa kebijakan “Make in India” memberikan dampak nyata bagi struktur ekonomi negara tersebut.

Keberhasilan ini juga terlihat dari sisi perdagangan luar negeri yang tumbuh eksponensial. Ekspor ponsel pintar dari India saat ini telah mencapai nilai hampir US$21,7 miliar (Rp358 triliun). Dalam periode sepuluh tahun terakhir, angka ekspor tersebut melesat hingga 127 kali lipat. Bahkan, pada sepanjang tahun 2025, smartphone resmi dinobatkan sebagai komoditas ekspor terbesar yang dihasilkan oleh industri India, melampaui sektor-sektor tradisional lainnya.

Dominasi Apple dan Relokasi Produksi dari China

Raksasa teknologi asal Cupertino, Apple, menjadi katalisator utama dalam mempercepat pertumbuhan manufaktur smartphone India. Apple secara bertahap mengurangi ketergantungan produksinya pada pabrik-pabrik di China yang seringkali terkendala oleh kebijakan lockdown atau pembatasan dagang. Laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa sekitar 55 juta unit iPhone berhasil diproduksi di India sepanjang tahun 2025 saja.

Baca Juga

  • Bisnis ATM Bitcoin Bangkrut Akibat Regulasi Ketat
  • Pembunuh Bos Yoozoo Games Dieksekusi Mati di China

Advertisement

Angka produksi tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 53% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 36 juta unit. Dengan volume sebesar ini, India kini menyumbang sekitar seperempat dari total produksi iPhone global yang mencapai 220 hingga 230 juta unit per tahun. Fenomena ini menandai sejarah baru, di mana model-model iPhone premium yang sebelumnya hanya eksklusif dirakit di China, kini sudah mulai keluar dari lini perakitan di India.

Kehadiran Apple di India juga membawa gerbong vendor besar lainnya seperti Foxconn, Pegatron, dan Wistron untuk menanamkan modal besar-besaran. Selain membangun pabrik, perusahaan-perusahaan ini juga mulai membangun ekosistem komponen lokal. Langkah ini sangat krusial karena selama ini India masih sangat bergantung pada impor komponen inti dari China. Dengan adanya transfer teknologi, kemandirian industri India diprediksi akan semakin kuat dalam lima tahun ke depan.

Skema Insentif dan Strategi Jangka Panjang Pemerintah

Untuk menjaga momentum pertumbuhan manufaktur smartphone India agar tetap stabil, pemerintah tengah merancang skema insentif baru yang lebih kompetitif. Seorang pejabat tinggi di New Delhi mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan pemberian insentif tambahan yang secara khusus dikaitkan dengan performa ekspor perusahaan. Rencananya, kebijakan baru ini akan mulai diimplementasikan pada April tahun ini guna menarik lebih banyak merek global.

Baca Juga

  • Pemulihan Internet Palapa Ring Tengah di Sangihe Sitaro Dijaga
  • Pakar Keamanan Siber Dicari Perusahaan, Gaji Tembus Miliaran

Advertisement

Sebelumnya, keberhasilan India menarik perhatian Samsung dan Apple tidak lepas dari program Production Linked Incentive (PLI). Program ini menawarkan dana bantuan produksi nasional dengan total nilai mencapai US$21 miliar atau sekitar Rp346,5 triliun. Meskipun program awal akan segera berakhir, pemerintah India berkomitmen untuk memperbarui dan memperluas cakupan insentif tersebut agar daya saing global tetap terjaga di tengah persaingan dengan Vietnam dan Thailand.

Selain insentif finansial, India juga melakukan reformasi pada regulasi tenaga kerja dan kemudahan berbisnis. Pembangunan kawasan industri khusus teknologi di berbagai negara bagian kini menjadi prioritas nasional. Pemerintah juga mulai memperbaiki jalur logistik dan pelabuhan untuk memastikan distribusi produk ke pasar Eropa dan Amerika Serikat dapat berlangsung lebih efisien dan murah dibandingkan jalur dari China.

Dampak Kebijakan Trump dan Perubahan Rantai Pasok Global

Faktor eksternal seperti kebijakan tarif tinggi yang diterapkan sejak era Donald Trump turut mempercepat proses pergeseran ini. Banyak perusahaan global merasa risiko memusatkan seluruh produksi di China terlalu besar (China Plus One Strategy). Dengan tarif impor yang tinggi dari China ke AS, memindahkan basis manufaktur smartphone India menjadi pilihan paling logis secara bisnis untuk menekan biaya operasional dan menghindari hambatan perdagangan.

Baca Juga

  • Pemulihan Internet di Iran Mulai Berjalan Pasca-Lumpuh
  • Paket Streaming Piala Dunia 2026 Resmi Hadir di Telkomsel

Advertisement

Namun, tantangan besar masih membayangi ambisi India ini. Meskipun produksi akhir meningkat drastis, India masih perlu memperkuat rantai pasok material mentah dan semikonduktor. Saat ini, sebagian besar komponen canggih masih harus didatangkan dari luar negeri. Jika India berhasil membangun pabrik chip (foundry) sendiri, maka posisi mereka sebagai raja baru manufaktur teknologi dunia hampir mustahil untuk digoyahkan oleh negara manapun.

Ke depan, persaingan antara New Delhi dan Beijing dalam memperebutkan kue pasar teknologi akan semakin sengit. China tentu tidak akan tinggal diam melihat posisinya terancam, namun dengan dukungan kebijakan yang konsisten, sektor manufaktur smartphone India diprediksi akan terus mendominasi pasar global dalam dekade mendatang.

Baca Juga

  • PHK Karyawan Karena AI Dinilai Alasan Malas oleh CEO Nvidia
  • Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Apple India Ekonomi Global Geopolitik Manufaktur Smartphone Teknologi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleRoyal Enfield Meteor 350 Sundowner Orange Resmi Hadir di Indonesia
Next Article Air Fryer Low Watt Terbaik 2026 untuk Masak Sehat dan Irit
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Layanan Digital Berbasis AI Jadi Langkah Baru Telkomsel

Ana Octarin27 Mei 2026 | 23:57

Penyebab Proyek AI Gagal di Banyak Perusahaan Global

Ana Octarin27 Mei 2026 | 22:25

Bisnis ATM Bitcoin Bangkrut Akibat Regulasi Ketat

Iphan S27 Mei 2026 | 18:55

Pembunuh Bos Yoozoo Games Dieksekusi Mati di China

Iphan S27 Mei 2026 | 13:55

Pemulihan Internet Palapa Ring Tengah di Sangihe Sitaro Dijaga

Ana Octarin27 Mei 2026 | 09:55

Pakar Keamanan Siber Dicari Perusahaan, Gaji Tembus Miliaran

Ana Octarin27 Mei 2026 | 05:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

Tablet Murah untuk Mahasiswa, Xiaomi Redmi Pad SE Juara!

27 Mei 2026 | 10:55

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Layanan Digital Berbasis AI Jadi Langkah Baru Telkomsel

Ana Octarin27 Mei 2026 | 23:57

Penyebab Proyek AI Gagal di Banyak Perusahaan Global

Ana Octarin27 Mei 2026 | 22:25

Bisnis ATM Bitcoin Bangkrut Akibat Regulasi Ketat

Iphan S27 Mei 2026 | 18:55

Pembunuh Bos Yoozoo Games Dieksekusi Mati di China

Iphan S27 Mei 2026 | 13:55

Pemulihan Internet Palapa Ring Tengah di Sangihe Sitaro Dijaga

Ana Octarin27 Mei 2026 | 09:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.