Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Armada Bus Listrik Transjakarta Dipercepat Lewat Sinergi Baru

23 Mei 2026 | 07:55

Ekosistem AI Alibaba Cloud Diperbarui untuk Era Agentic

23 Mei 2026 | 06:55

Tablet Huawei MatePad 12 X: Solusi Kerja Mobile Tanpa Lemot

23 Mei 2026 | 05:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Armada Bus Listrik Transjakarta Dipercepat Lewat Sinergi Baru
  • Ekosistem AI Alibaba Cloud Diperbarui untuk Era Agentic
  • Tablet Huawei MatePad 12 X: Solusi Kerja Mobile Tanpa Lemot
  • Prosesor Laptop AMD Terbaru Ryzen AI 400 Rilis, Ini Daftarnya
  • Pameran Kendaraan Listrik PEVS Targetkan Transaksi Rp500 Miliar
  • Insentif Melahirkan Karyawan Krafton Cair Rp 1,1 Miliar
  • Keamanan Digital Keluarga: Atasi Kesenjangan Proteksi Siber
  • Galaxy Tab S11 Ultra Resmi Hadir, Tablet AI Pengganti Laptop
Sabtu, Mei 23
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan
Berita Tekno

Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan

Iphan SIphan S6 April 2026 | 04:44
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Misi Artemis II NASA
Misi Artemis II NASA (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Misi Artemis II NASA saat ini tengah menjadi sorotan dunia karena membawa empat astronot dalam perjalanan bersejarah mengelilingi bulan. Keempat kru tersebut sedang menempuh lebih dari setengah perjalanan menuju satelit alami bumi tersebut. Mereka bersiap menembus ruang angkasa lebih dalam, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan lagi oleh manusia sejak era program Apollo puluhan tahun silam.

Namun, di tengah ambisi besar tersebut, muncul kendala teknis yang cukup mengganggu kenyamanan para kru. Toilet di dalam kapsul Orion dilaporkan mengalami kerusakan yang memaksa para astronot mencari solusi darurat. Masalah sanitasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tiga astronot Amerika Serikat dan satu astronot asal Kanada yang berada di dalam wahana tersebut.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa para kru dijadwalkan mencapai titik terdekat dengan bulan pada hari Senin mendatang. Mereka memiliki misi utama untuk memotret sisi jauh bulan yang selama ini masih menyimpan banyak misteri. Perjalanan Misi Artemis II NASA ini menandai kehadiran manusia pertama di sekitar bulan dalam lebih dari 53 tahun terakhir.

Baca Juga

  • Prosesor Laptop AMD Terbaru Ryzen AI 400 Rilis, Ini Daftarnya
  • Talenta Digital Indonesia: Telkom Group Raih Penghargaan

Advertisement

Tantangan Teknis di Tengah Misi Artemis II NASA

Pilot misi, Victor Glover, melaporkan bahwa pemandangan dari jendela kapsul menunjukkan ukuran bumi yang semakin mengecil, sementara bulan tampak kian membesar. Namun, keindahan visual tersebut harus dibarengi dengan perjuangan memperbaiki sistem pembuangan limbah. Karena toilet kapsul Orion mengalami malfungsi, para astronot terpaksa menggunakan kantong pengumpul urin cadangan.

Kerusakan sistem ini sebenarnya sudah terdeteksi sesaat setelah peluncuran pada hari Rabu. Meskipun versi toilet ini sudah pernah menjalani pengujian di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) beberapa tahun lalu, kendala tetap muncul di lapangan. Para ahli teknis menduga adanya sumbatan es pada saluran pembuangan luar yang menghambat aliran cairan secara total.

NASA terus memantau perkembangan Misi Artemis II NASA ini dengan sangat teliti dari pusat kendali di Houston. Beruntung, sistem pembuangan untuk limbah padat masih berfungsi dengan baik, sehingga risiko kesehatan bagi para kru masih dapat terkendali. Kendala toilet memang terdengar sepele bagi orang awam, namun di ruang angkasa, hal ini menyangkut sistem pendukung kehidupan yang krusial.

Baca Juga

  • Masa Depan Teknologi AI dan Dampaknya pada Pekerjaan
  • Layanan Haji Telkom Group Perkuat Sinyal di Arab Saudi

Advertisement

Bau Tak Sedap di Dalam Kapsul Orion

Debbie Korth, selaku wakil manajer program Orion, mengungkapkan bahwa para astronot sempat melaporkan adanya bau yang kurang sedap dari area kamar mandi. Fasilitas sanitasi tersebut terletak di bawah lantai kapsul dengan perlindungan pintu dan tirai sederhana untuk menjaga privasi kru. Ruang yang sempit membuat sirkulasi udara menjadi sangat penting dalam kondisi seperti ini.

Masalah toilet di luar angkasa sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah penerbangan manusia. Korth mencatat bahwa pesawat ulang-alik di masa lalu juga sering mengalami kerusakan serupa. Namun, kompleksitas Misi Artemis II NASA yang berdurasi panjang membuat setiap masalah teknis harus segera mendapatkan penanganan agar tidak mengganggu fokus kerja para astronot.

John Honeycutt, ketua tim manajemen misi, menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh sistem kembali berfungsi 100 persen. Meskipun saat ini kondisi kru masih dianggap baik dan aman, kenyamanan fasilitas tetap menjadi prioritas. Ketertarikan publik terhadap masalah toilet ini dianggap wajar karena merupakan aspek manusiawi yang paling mudah dipahami oleh masyarakat di bumi.

Baca Juga

  • Pasar Smartphone Asia Tenggara Lesu, Samsung Malah Berjaya
  • Strategi Laptop Acer Hadapi MacBook Neo dan Rupiah Lemah

Advertisement

Rekor Jarak Tempuh Manusia Terjauh

Terlepas dari masalah sanitasi, wahana Orion tetap melaju sesuai jalur untuk mencetak rekor jarak tempuh terjauh bagi manusia. Wahana ini akan menempuh jarak lebih dari 400.000 kilometer dari bumi. Setelah mencapai titik terjauh di belakang bulan, kapsul akan berbalik arah untuk kembali ke bumi tanpa memasuki orbit bulan atau melakukan pendaratan.

Rekor jarak terjauh saat ini masih dipegang oleh misi Apollo 13 yang legendaris. Jika berhasil, keberhasilan Misi Artemis II NASA akan membuka jalan bagi misi selanjutnya, yaitu Artemis III, yang direncanakan untuk mendaratkan manusia kembali di permukaan bulan, termasuk astronot wanita pertama dan astronot kulit berwarna pertama.

Para kru yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen harus tetap waspada menghadapi sisa perjalanan ini. Ketahanan mental mereka diuji tidak hanya oleh radiasi luar angkasa dan isolasi, tetapi juga oleh kendala fasilitas dasar seperti toilet yang rusak. NASA optimis bahwa masalah ini tidak akan menghentikan tujuan utama misi untuk memetakan masa depan eksplorasi manusia ke Mars.

Baca Juga

  • Prosesor AMD Ryzen AI Max Rilis, Dukung RAM Jumbo 192GB
  • Laporan Keuangan SpaceX Bocor: Rugi Triliunan Demi AI

Advertisement

Dengan teknologi yang terus diperbarui, setiap kendala dalam Misi Artemis II NASA menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan teknologi luar angkasa di masa depan. Kegigihan para astronot dalam menghadapi tantangan teknis menunjukkan bahwa perjalanan menuju bulan tetaplah sebuah petualangan yang penuh risiko namun sangat penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan manusia.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Artemis II Bulan Kapsul Orion Luar Angkasa NASA
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleMonitor Gaming LG UltraGear 39GX950B: Layar OLED 5K2K 330Hz
Next Article Tablet 2 jutaan rasa laptop Terbaik 2026, Performa Kencang!
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Prosesor Laptop AMD Terbaru Ryzen AI 400 Rilis, Ini Daftarnya

Iphan S23 Mei 2026 | 04:55

Talenta Digital Indonesia: Telkom Group Raih Penghargaan

Ana Octarin22 Mei 2026 | 18:55

Masa Depan Teknologi AI dan Dampaknya pada Pekerjaan

Iphan S22 Mei 2026 | 13:55

Layanan Haji Telkom Group Perkuat Sinyal di Arab Saudi

Iphan S22 Mei 2026 | 08:55

Pasar Smartphone Asia Tenggara Lesu, Samsung Malah Berjaya

Ana Octarin22 Mei 2026 | 03:55

Strategi Laptop Acer Hadapi MacBook Neo dan Rupiah Lemah

Ana Octarin21 Mei 2026 | 22:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

20 Mei 2026 | 08:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Mobil Listrik iCar V23 Laku Keras Walau Tanpa Harga Resmi

22 Mei 2026 | 07:55
Terbaru

Prosesor Laptop AMD Terbaru Ryzen AI 400 Rilis, Ini Daftarnya

Iphan S23 Mei 2026 | 04:55

Talenta Digital Indonesia: Telkom Group Raih Penghargaan

Ana Octarin22 Mei 2026 | 18:55

Masa Depan Teknologi AI dan Dampaknya pada Pekerjaan

Iphan S22 Mei 2026 | 13:55

Layanan Haji Telkom Group Perkuat Sinyal di Arab Saudi

Iphan S22 Mei 2026 | 08:55

Pasar Smartphone Asia Tenggara Lesu, Samsung Malah Berjaya

Ana Octarin22 Mei 2026 | 03:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.