Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tablet 2 jutaan rasa laptop Terbaik 2026, Performa Kencang!

6 April 2026 | 05:30

Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan

6 April 2026 | 04:44

Monitor Gaming LG UltraGear 39GX950B: Layar OLED 5K2K 330Hz

6 April 2026 | 03:59
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Tablet 2 jutaan rasa laptop Terbaik 2026, Performa Kencang!
  • Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan
  • Monitor Gaming LG UltraGear 39GX950B: Layar OLED 5K2K 330Hz
  • Rice Cooker Mini Terbaik 2026: Hemat Listrik & Anti Lengket
  • Potensi Gempa Sesar Lembang Mengintai, BRIN Ungkap Buktinya
  • PC Gaming Machenike Dawn Pro Hadir dengan Intel Gen 14
  • Kulkas Mini Aqua 1 Jutaan 2026: Pilihan Hemat untuk Anak Kos
  • Foto Bumi Misi Artemis II: Gambaran Dramatis dari Luar Angkasa
Senin, April 6
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan
Berita Tekno

Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan

Iphan SIphan S6 April 2026 | 04:44
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Misi Artemis II NASA
Misi Artemis II NASA (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Misi Artemis II NASA saat ini tengah menjadi sorotan dunia karena membawa empat astronot dalam perjalanan bersejarah mengelilingi bulan. Keempat kru tersebut sedang menempuh lebih dari setengah perjalanan menuju satelit alami bumi tersebut. Mereka bersiap menembus ruang angkasa lebih dalam, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan lagi oleh manusia sejak era program Apollo puluhan tahun silam.

Namun, di tengah ambisi besar tersebut, muncul kendala teknis yang cukup mengganggu kenyamanan para kru. Toilet di dalam kapsul Orion dilaporkan mengalami kerusakan yang memaksa para astronot mencari solusi darurat. Masalah sanitasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tiga astronot Amerika Serikat dan satu astronot asal Kanada yang berada di dalam wahana tersebut.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa para kru dijadwalkan mencapai titik terdekat dengan bulan pada hari Senin mendatang. Mereka memiliki misi utama untuk memotret sisi jauh bulan yang selama ini masih menyimpan banyak misteri. Perjalanan Misi Artemis II NASA ini menandai kehadiran manusia pertama di sekitar bulan dalam lebih dari 53 tahun terakhir.

Baca Juga

  • Potensi Gempa Sesar Lembang Mengintai, BRIN Ungkap Buktinya
  • Foto Bumi Misi Artemis II: Gambaran Dramatis dari Luar Angkasa

Advertisement

Tantangan Teknis di Tengah Misi Artemis II NASA

Pilot misi, Victor Glover, melaporkan bahwa pemandangan dari jendela kapsul menunjukkan ukuran bumi yang semakin mengecil, sementara bulan tampak kian membesar. Namun, keindahan visual tersebut harus dibarengi dengan perjuangan memperbaiki sistem pembuangan limbah. Karena toilet kapsul Orion mengalami malfungsi, para astronot terpaksa menggunakan kantong pengumpul urin cadangan.

Kerusakan sistem ini sebenarnya sudah terdeteksi sesaat setelah peluncuran pada hari Rabu. Meskipun versi toilet ini sudah pernah menjalani pengujian di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) beberapa tahun lalu, kendala tetap muncul di lapangan. Para ahli teknis menduga adanya sumbatan es pada saluran pembuangan luar yang menghambat aliran cairan secara total.

NASA terus memantau perkembangan Misi Artemis II NASA ini dengan sangat teliti dari pusat kendali di Houston. Beruntung, sistem pembuangan untuk limbah padat masih berfungsi dengan baik, sehingga risiko kesehatan bagi para kru masih dapat terkendali. Kendala toilet memang terdengar sepele bagi orang awam, namun di ruang angkasa, hal ini menyangkut sistem pendukung kehidupan yang krusial.

Baca Juga

  • Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030
  • Tas dari kolagen T-rex ini dijual seharga Rp8,5 miliar

Advertisement

Bau Tak Sedap di Dalam Kapsul Orion

Debbie Korth, selaku wakil manajer program Orion, mengungkapkan bahwa para astronot sempat melaporkan adanya bau yang kurang sedap dari area kamar mandi. Fasilitas sanitasi tersebut terletak di bawah lantai kapsul dengan perlindungan pintu dan tirai sederhana untuk menjaga privasi kru. Ruang yang sempit membuat sirkulasi udara menjadi sangat penting dalam kondisi seperti ini.

Masalah toilet di luar angkasa sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah penerbangan manusia. Korth mencatat bahwa pesawat ulang-alik di masa lalu juga sering mengalami kerusakan serupa. Namun, kompleksitas Misi Artemis II NASA yang berdurasi panjang membuat setiap masalah teknis harus segera mendapatkan penanganan agar tidak mengganggu fokus kerja para astronot.

John Honeycutt, ketua tim manajemen misi, menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh sistem kembali berfungsi 100 persen. Meskipun saat ini kondisi kru masih dianggap baik dan aman, kenyamanan fasilitas tetap menjadi prioritas. Ketertarikan publik terhadap masalah toilet ini dianggap wajar karena merupakan aspek manusiawi yang paling mudah dipahami oleh masyarakat di bumi.

Baca Juga

  • Petinggi OpenAI Cuti Panjang di Tengah Rencana Go Public
  • Cara Cek NIK KTP Dipakai Pinjol atau Tidak Secara Online

Advertisement

Rekor Jarak Tempuh Manusia Terjauh

Terlepas dari masalah sanitasi, wahana Orion tetap melaju sesuai jalur untuk mencetak rekor jarak tempuh terjauh bagi manusia. Wahana ini akan menempuh jarak lebih dari 400.000 kilometer dari bumi. Setelah mencapai titik terjauh di belakang bulan, kapsul akan berbalik arah untuk kembali ke bumi tanpa memasuki orbit bulan atau melakukan pendaratan.

Rekor jarak terjauh saat ini masih dipegang oleh misi Apollo 13 yang legendaris. Jika berhasil, keberhasilan Misi Artemis II NASA akan membuka jalan bagi misi selanjutnya, yaitu Artemis III, yang direncanakan untuk mendaratkan manusia kembali di permukaan bulan, termasuk astronot wanita pertama dan astronot kulit berwarna pertama.

Para kru yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen harus tetap waspada menghadapi sisa perjalanan ini. Ketahanan mental mereka diuji tidak hanya oleh radiasi luar angkasa dan isolasi, tetapi juga oleh kendala fasilitas dasar seperti toilet yang rusak. NASA optimis bahwa masalah ini tidak akan menghentikan tujuan utama misi untuk memetakan masa depan eksplorasi manusia ke Mars.

Baca Juga

  • Obat Penyakit Autoimun Terbaru Ditemukan pada Protein Kutu
  • Masa Depan Matahari dan Bumi: Ancaman Kiamat dalam 1 Miliar Tahun

Advertisement

Dengan teknologi yang terus diperbarui, setiap kendala dalam Misi Artemis II NASA menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan teknologi luar angkasa di masa depan. Kegigihan para astronot dalam menghadapi tantangan teknis menunjukkan bahwa perjalanan menuju bulan tetaplah sebuah petualangan yang penuh risiko namun sangat penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan manusia.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Artemis II Bulan Kapsul Orion Luar Angkasa NASA
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleMonitor Gaming LG UltraGear 39GX950B: Layar OLED 5K2K 330Hz
Next Article Tablet 2 jutaan rasa laptop Terbaik 2026, Performa Kencang!
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Potensi Gempa Sesar Lembang Mengintai, BRIN Ungkap Buktinya

Iphan S6 April 2026 | 02:30

Foto Bumi Misi Artemis II: Gambaran Dramatis dari Luar Angkasa

Ana Octarin6 April 2026 | 00:14

Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030

Iphan S5 April 2026 | 21:59

Tas dari kolagen T-rex ini dijual seharga Rp8,5 miliar

Ana Octarin5 April 2026 | 19:44

Petinggi OpenAI Cuti Panjang di Tengah Rencana Go Public

Iphan S5 April 2026 | 17:22

Cara Cek NIK KTP Dipakai Pinjol atau Tidak Secara Online

Iphan S5 April 2026 | 15:22
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

Iphan S31 Maret 2026 | 02:22

Investasi Softbank di OpenAI kini memasuki babak baru yang sangat ambisius setelah perusahaan modal ventura…

Rekomendasi Tablet Baterai Awet Terbaik 2026 untuk Kerja

4 April 2026 | 03:53

Tablet 5 Jutaan Terbaik 2026: 6 Pilihan untuk Kerja & Kuliah

5 April 2026 | 15:53

Promo LED TV 65 Inch Transmart Diskon Gede 5 April 2026

5 April 2026 | 07:54

Harga Poco X8 Pro Series Indonesia: Spek Gahar Baterai 8.500 mAh

2 April 2026 | 23:22
Terbaru

Potensi Gempa Sesar Lembang Mengintai, BRIN Ungkap Buktinya

Iphan S6 April 2026 | 02:30

Foto Bumi Misi Artemis II: Gambaran Dramatis dari Luar Angkasa

Ana Octarin6 April 2026 | 00:14

Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030

Iphan S5 April 2026 | 21:59

Tas dari kolagen T-rex ini dijual seharga Rp8,5 miliar

Ana Octarin5 April 2026 | 19:44

Petinggi OpenAI Cuti Panjang di Tengah Rencana Go Public

Iphan S5 April 2026 | 17:22
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.