Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pasar Smartphone Asia Tenggara Lesu, Samsung Malah Berjaya

22 Mei 2026 | 03:55

Suku Cadang Alternatif Toyota T-OPT Kini Semakin Lengkap

22 Mei 2026 | 02:55

Akun Roblox Khusus Anak Resmi Rilis di Indonesia

22 Mei 2026 | 01:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pasar Smartphone Asia Tenggara Lesu, Samsung Malah Berjaya
  • Suku Cadang Alternatif Toyota T-OPT Kini Semakin Lengkap
  • Akun Roblox Khusus Anak Resmi Rilis di Indonesia
  • Kolaborasi Sonic Rumble Popeye Resmi Dimulai, Ini Detailnya
  • Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED
  • Strategi Laptop Acer Hadapi MacBook Neo dan Rupiah Lemah
  • Mobil listrik VinFast VF MPV 7 rakitan lokal resmi meluncur.
  • Peretasan Akun PlayStation Network Marak, 2FA Tidak Mempan
Jumat, Mei 22
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Pasar Smartphone Asia Tenggara Lesu, Samsung Malah Berjaya
Berita Tekno

Pasar Smartphone Asia Tenggara Lesu, Samsung Malah Berjaya

Ana OctarinAna Octarin22 Mei 2026 | 03:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
pasar smartphone Asia Tenggara
pasar smartphone Asia Tenggara (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Dinamika pasar smartphone Asia Tenggara kini sedang mengalami pergeseran besar setelah laporan terbaru Q1-2026 menunjukkan penurunan minat terhadap ponsel asal Negeri Tirai Bambu. Laporan dari lembaga riset Omdia mengungkapkan bahwa mayoritas produsen gawai asal China mencatat pertumbuhan negatif pada awal tahun ini. Di tengah situasi lesu tersebut, raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, justru melaju sendirian sebagai satu-satunya merek yang membukukan pertumbuhan positif.

Selama tiga bulan pertama tahun 2026, Samsung sukses mengirimkan sebanyak 4,6 juta unit ponsel pintar ke kawasan ini. Angka tersebut mengamankan posisi Samsung di puncak klasemen dengan pangsa pasar mencapai 21 persen. Keberhasilan ini tidak lepas dari pertumbuhan pengiriman sebesar 4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Strategi Jitu Samsung di Tengah Gempuran Kompetitor

Keberhasilan Samsung mempertahankan dominasi di tengah ketatnya persaingan tidak terjadi tanpa alasan. Omdia menjelaskan bahwa performa impresif ini didorong oleh peluncuran seri flagship Galaxy S26 yang mendapatkan sambutan sangat kuat dari konsumen kelas atas sejak awal tahun. Perangkat premium tersebut menawarkan berbagai inovasi teknologi terbaru, termasuk peningkatan fitur kecerdasan buatan (AI) yang semakin matang.

Baca Juga

  • Strategi Laptop Acer Hadapi MacBook Neo dan Rupiah Lemah
  • Prosesor AMD Ryzen AI Max Rilis, Dukung RAM Jumbo 192GB

Advertisement

Selain lini premium, penjualan HP Samsung juga ditopang oleh volume pengiriman dari Galaxy A series yang menyasar segmen kelas menengah. Kombinasi dua lini produk ini terbukti ampuh mengamankan posisi puncak gawai terlaris. Kemampuan Samsung dalam menjaga rantai pasokan komponen global membuat mereka mampu menguasai pasar smartphone Asia Tenggara dengan lebih stabil dibandingkan para pesaingnya.

Merek HP China Alami Tren Penurunan

Sebaliknya, nasib kurang beruntung harus dialami oleh deretan merek HP China yang selama ini mendominasi pasar kelas menengah ke bawah. Oppo yang menempati peringkat kedua harus puas dengan pengiriman 4,2 juta unit dan pangsa pasar 20 persen. Angka pengiriman Oppo mengalami penurunan tajam sebesar 17 persen, sebuah dampak yang disebut-sebut terjadi akibat proses penggabungan operasional dengan Realme.

Di posisi ketiga, Xiaomi mencatatkan pengiriman sebanyak 3,7 juta unit dengan pangsa pasar sebesar 17 persen. Namun, pertumbuhan Xiaomi juga dilaporkan merosot hingga 12 persen. Kebijakan perusahaan yang menaikkan harga produk di seluruh portofolio mereka memicu penurunan ini. Kenaikan harga HP terbaru dari Xiaomi tersebut akhirnya mengurangi minat dari kanal distribusi dan membatasi alokasi anggaran belanja konsumen.

Baca Juga

  • Laporan Keuangan SpaceX Bocor: Rugi Triliunan Demi AI
  • Operasi Intelijen Digital Jadi Sorotan BSSN di Forum Nasional

Advertisement

Sementara itu, Transsion Group yang menaungi merek Infinix, Tecno, dan Itel berada di urutan keempat dengan volume pengiriman 3,4 juta unit dan pangsa pasar 16 persen. Meskipun mengalami penurunan pengiriman sebesar 10 persen, model-model besutan Infinix dan Tecno tetap memiliki posisi kuat di Indonesia dan Filipina. Hal ini terjadi berkat strategi harga mereka yang sangat kompetitif di kelasnya.

Menutup posisi lima besar, Vivo mencatat pengiriman sebesar 2,1 juta unit dengan pangsa pasar 17 persen. Vivo mengalami penurunan pertumbuhan paling drastis, yakni mencapai 27 persen. Penurunan tajam ini terjadi karena keputusan strategis perusahaan untuk mengalihkan fokus ke profitabilitas. Vivo memilih menarik diri dari segmen entry-level yang selama ini menjadi andalan volume penjualan mereka, demi mengejar margin keuntungan yang lebih sehat.

Faktor Pemicu Lesunya pasar smartphone Asia Tenggara

Secara keseluruhan, total volume pengiriman ponsel pintar di kawasan ini mengalami kontraksi yang cukup dalam. Omdia mencatat bahwa pasar smartphone Asia Tenggara secara umum menyusut hingga 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total pengiriman hanya mencapai 21,6 juta unit.

Baca Juga

  • Aturan Wajib Nomor HP Medsos Didukung XL, Ini Detailnya
  • Verifikasi nomor HP medsos wajib, operator seluler siap dukung

Advertisement

Salah satu pemicu utama kelesuan ini adalah meroketnya harga jual rata-rata (ASP) perangkat ke angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni menyentuh US$349 atau sekitar Rp6,1 juta. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 19 persen secara year-on-year. Lonjakan harga ini dipicu langsung oleh kenaikan biaya produksi komponen utama, terutama cip memori (DRAM dan NAND Flash) secara global.

Kenaikan biaya komponen memaksa para produsen untuk menaikkan harga jual eceran atau mengurangi fitur pada ponsel kelas murah. Akibatnya, konsumen di negara berkembang seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam yang sangat sensitif terhadap harga mulai menunda pembelian gawai baru. Fenomena ini mempengaruhi daya beli di pasar smartphone Asia Tenggara secara signifikan.

Kondisi ini juga memicu perubahan perilaku konsumen yang kini lebih memilih untuk menggunakan ponsel mereka dalam jangka waktu yang lebih lama. Alih-alih mengganti ponsel setiap tahun, masyarakat kini cenderung membeli perangkat kelas menengah ke atas yang memiliki masa pakai lebih panjang. Meskipun, mereka harus merogoh kocek lebih dalam di awal pembelian.

Baca Juga

  • Integrasi Jaringan XLSmart Capai 70%, Sinyal 5G Meluas
  • Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

Advertisement

Prospek dan Tantangan ke Depan

Ke depan, para produsen ponsel pintar harus memutar otak untuk merumuskan strategi baru agar bisa bertahan. Pengalihan fokus dari kuantitas penjualan ke profitabilitas, seperti yang dilakukan oleh Vivo, diperkirakan akan diikuti oleh merek-merek lain jika harga komponen memori tidak kunjung stabil. Langkah taktis ini berpotensi menyebabkan peta persaingan di pasar smartphone Asia Tenggara menjadi semakin ketat dan dinamis.

Di sisi lain, kehadiran teknologi jaringan 5G yang semakin merata di kota-kota sekunder Asia Tenggara berpotensi menjadi katalis positif baru. Produsen yang mampu menghadirkan perangkat 5G dengan harga terjangkau namun memiliki spesifikasi mumpuni diprediksi akan merebut hati konsumen dengan lebih cepat pada kuartal-kuartal mendatang.

Bagaimanapun, dinamika perkembangan terbaru di pasar smartphone Asia Tenggara ini menunjukkan bahwa loyalitas konsumen kini sangat dipengaruhi oleh nilai fungsional dan ketahanan produk, bukan lagi sekadar perang harga murah.

Baca Juga

  • Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya
  • Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Gadget Oppo pasar smartphone Samsung Xiaomi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSuku Cadang Alternatif Toyota T-OPT Kini Semakin Lengkap
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Strategi Laptop Acer Hadapi MacBook Neo dan Rupiah Lemah

Ana Octarin21 Mei 2026 | 22:55

Prosesor AMD Ryzen AI Max Rilis, Dukung RAM Jumbo 192GB

Ana Octarin21 Mei 2026 | 17:55

Laporan Keuangan SpaceX Bocor: Rugi Triliunan Demi AI

Iphan S21 Mei 2026 | 12:55

Kacamata Pintar Samsung Google Siap Saingi Ray-Ban Meta

Olin Sianturi21 Mei 2026 | 10:55

Operasi Intelijen Digital Jadi Sorotan BSSN di Forum Nasional

Iphan S21 Mei 2026 | 08:55

Aturan Wajib Nomor HP Medsos Didukung XL, Ini Detailnya

Iphan S21 Mei 2026 | 04:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

20 Mei 2026 | 08:55

Monitor Huawei Qingyun M273U: Spek 4K 160Hz untuk Profesional

19 Mei 2026 | 22:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Teknologi Project Genie Google Ubah Street View Jadi Game

21 Mei 2026 | 14:55
Terbaru

Strategi Laptop Acer Hadapi MacBook Neo dan Rupiah Lemah

Ana Octarin21 Mei 2026 | 22:55

Prosesor AMD Ryzen AI Max Rilis, Dukung RAM Jumbo 192GB

Ana Octarin21 Mei 2026 | 17:55

Laporan Keuangan SpaceX Bocor: Rugi Triliunan Demi AI

Iphan S21 Mei 2026 | 12:55

Kacamata Pintar Samsung Google Siap Saingi Ray-Ban Meta

Olin Sianturi21 Mei 2026 | 10:55

Operasi Intelijen Digital Jadi Sorotan BSSN di Forum Nasional

Iphan S21 Mei 2026 | 08:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.