Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Operasi Intelijen Digital Jadi Sorotan BSSN di Forum Nasional

21 Mei 2026 | 08:55

Edukasi Keselamatan Berkendara Sasar Ribuan Karyawan Swasta

21 Mei 2026 | 07:55

Aplikasi Apple Sports Indonesia Hadir Sambut Piala Dunia 2026

21 Mei 2026 | 06:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Operasi Intelijen Digital Jadi Sorotan BSSN di Forum Nasional
  • Edukasi Keselamatan Berkendara Sasar Ribuan Karyawan Swasta
  • Aplikasi Apple Sports Indonesia Hadir Sambut Piala Dunia 2026
  • HP Murah 1 Jutaan Terbaik Redmi 15C Bawa Spek Gaming
  • Aturan Wajib Nomor HP Medsos Didukung XL, Ini Detailnya
  • Distributor Suku Cadang Asli Dorong Pasar Otomotif RI
  • Harga PS5 Pro Indonesia Resmi Diumumkan, Tembus Rp15 Juta
  • PC Gaming Mini Asus ROG NUC 16 Resmi Rilis, Pakai RTX 5080
Kamis, Mei 21
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Operasi Intelijen Digital Jadi Sorotan BSSN di Forum Nasional
Berita Tekno

Operasi Intelijen Digital Jadi Sorotan BSSN di Forum Nasional

Iphan SIphan S21 Mei 2026 | 08:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
operasi intelijen digital
operasi intelijen digital (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Operasi intelijen digital kini menjadi sorotan utama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang kian memanas. Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah mengubah lanskap konflik antarnegara dari pertempuran fisik menjadi perang asimetris di ruang siber.

Perwakilan BSSN, Rachmad, mengungkapkan kekhawatiran ini dalam Forum Nasional bertajuk “Indonesia Digital Leap: Akselerasi Ekosistem Data Center, AI, dan Keamanan Siber untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional” di Jakarta. Ia membeberkan sejumlah peristiwa internasional yang membuktikan betapa mengerikannya dampak dari eksploitasi sistem elektronik suatu negara.

Dalam pemaparannya, Rachmad menyoroti insiden penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Silvia Flores, pada awal Januari. Operasi tersebut berlangsung sangat cepat setelah perayaan malam tahun baru dengan tuduhan keterlibatan dalam jaringan narkotika internasional.

Baca Juga

  • Aturan Wajib Nomor HP Medsos Didukung XL, Ini Detailnya
  • Verifikasi nomor HP medsos wajib, operator seluler siap dukung

Advertisement

Tidak lama setelah peristiwa di Caracas tersebut, sebuah serangan presisi tinggi kembali terjadi di Teheran, Iran. Serangan udara yang sangat akurat itu dilaporkan menargetkan pimpinan tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

BSSN menegaskan bahwa fokus kajian mereka bukan pada kebenaran politik dari tuduhan tersebut. Sebaliknya, lembaga keamanan siber ini menyoroti bagaimana operasi intelijen digital tersebut mampu menembus sistem pertahanan negara target dengan sangat presisi.

Bagaimana Operasi Intelijen Digital Melumpuhkan Negara Sasaran?

Menurut analisis BSSN, keberhasilan operasi intelijen digital ini sangat bergantung pada proses pengumpulan data yang memakan waktu berbulan-bulan. Para aktor di balik serangan tersebut memanfaatkan kelemahan sistem elektronik untuk memetakan seluruh aktivitas target secara real-time.

Baca Juga

  • Integrasi Jaringan XLSmart Capai 70%, Sinyal 5G Meluas
  • Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

Advertisement

Mereka melakukan pengintaian (surveillance) dan pengenalan (reconnaissance) yang sangat mendalam terhadap infrastruktur digital negara sasaran. Melalui peretasan alat komunikasi dan kamera pengawas (CCTV) di area publik, hampir tidak ada ruang privat yang luput dari pantauan mereka.

Informasi yang terkumpul bahkan mencakup detail yang sangat personal dari sang pemimpin negara. Mulai dari jadwal harian, lokasi keberadaan, jenis makanan, pakaian yang dikenakan, hingga informasi mengenai hewan peliharaan mereka.

Meskipun persiapan dan pengumpulan data intelijen memakan waktu berbulan-bulan, eksekusi serangan fisik atau penjemputan paksa justru berlangsung sangat singkat. Rachmad menyebutkan bahwa operasi utama di Venezuela hanya memakan waktu kurang dari tiga jam.

Baca Juga

  • Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya
  • Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari

Advertisement

Ancaman Perang Hibrida dan Manipulasi Kognitif

Fenomena ini merupakan bentuk nyata dari perang hibrida yang menggabungkan berbagai metode konvensional dan non-konvensional. Para penyerang tidak hanya menggunakan kekuatan militer, tetapi juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk melancarkan perang urat saraf atau perang informasi.

Tujuan utama dari metode ini adalah menyerang aspek kognitif masyarakat internasional melalui pembentukan opini publik. Sebelum operasi fisik berjalan, mereka membangun narasi negatif terhadap target guna mendapatkan legitimasi dan dukungan global.

Selain manipulasi opini, aspek penting lainnya dalam perang modern ini adalah penggunaan taktik perang elektronik. Teknologi ini berguna untuk melumpuhkan fungsi radar, memutus jaringan komunikasi, serta membutakan sistem pertahanan udara musuh.

Baca Juga

  • Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari
  • Cara Cek NIK KTP Pinjol: Lindungi Data dari Kredit Gelap

Advertisement

Akibat lumpuhnya sistem deteksi dini tersebut, ratusan pesawat militer asing dapat masuk ke wilayah udara Caracas tanpa terdeteksi oleh angkatan bersenjata setempat. Hal ini menunjukkan betapa fatalnya akibat dari kelalaian dalam menjaga keamanan siber nasional.

Urgensi Penguatan Infrastruktur Siber Indonesia

Dalam konteks pertahanan nasional, penguasaan teknologi menjadi kunci agar Indonesia terhindar dari dampak buruk operasi intelijen digital asing. Ketergantungan pada perangkat keras maupun perangkat lunak buatan luar negeri tanpa proteksi ketat dapat menjadi celah masuknya spionase siber.

BSSN terus mendorong akselerasi ekosistem pusat data lokal yang aman serta pengembangan kecerdasan buatan yang mandiri. Langkah ini penting untuk memastikan kedaulatan data nasional tetap berada di tangan bangsa sendiri.

Baca Juga

  • Mogok Massal Buruh Samsung: Ancaman Kerugian Rp 1.174 Triliun
  • Verifikasi Nomor HP Media Sosial Jadi Syarat Wajib dari Komdigi

Advertisement

Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi sangat krusial dalam membangun benteng pertahanan siber yang tangguh. Tanpa adanya kesadaran kolektif mengenai keamanan siber BSSN, risiko kebocoran data strategis negara akan semakin tinggi.

Oleh karena itu, Indonesia harus memperkuat infrastruktur teknologi informasi guna menangkal setiap potensi operasi intelijen digital yang dapat mengancam kedaulatan negara.

Baca Juga

  • Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman
  • Asal-usul Hajar Aswad secara Ilmiah: Benarkah dari Meteorit?

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
BSSN intelijen digital Keamanan Siber perang hibrida pertahanan negara
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleEdukasi Keselamatan Berkendara Sasar Ribuan Karyawan Swasta
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Aturan Wajib Nomor HP Medsos Didukung XL, Ini Detailnya

Iphan S21 Mei 2026 | 04:55

Verifikasi nomor HP medsos wajib, operator seluler siap dukung

Ana Octarin20 Mei 2026 | 18:55

Integrasi Jaringan XLSmart Capai 70%, Sinyal 5G Meluas

Iphan S20 Mei 2026 | 13:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

Ana Octarin20 Mei 2026 | 08:55

Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya

Iphan S20 Mei 2026 | 04:55

Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari

Iphan S19 Mei 2026 | 16:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Modus Rekrutmen Teroris Anak Lewat Game Online Diungkap BNPT

15 Mei 2026 | 06:55

Monitor Huawei Qingyun M273U: Spek 4K 160Hz untuk Profesional

19 Mei 2026 | 22:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

20 Mei 2026 | 08:55

Stop Jengkel! 7 Cara Ampuh Hapus Iklan di Android yang Muncul Tiba-tiba

16 Oktober 2025 | 02:08
Terbaru

Aturan Wajib Nomor HP Medsos Didukung XL, Ini Detailnya

Iphan S21 Mei 2026 | 04:55

Verifikasi nomor HP medsos wajib, operator seluler siap dukung

Ana Octarin20 Mei 2026 | 18:55

Integrasi Jaringan XLSmart Capai 70%, Sinyal 5G Meluas

Iphan S20 Mei 2026 | 13:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

Ana Octarin20 Mei 2026 | 08:55

Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya

Iphan S20 Mei 2026 | 04:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.