Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Paket Internet Gratis Korea Selatan Resmi Berlaku Bagi Warga

15 April 2026 | 10:55

SUV untuk Pengemudi Tinggi: 5 Pilihan Kabin Paling Lega

15 April 2026 | 09:55

Alasan Mengaktifkan Mode Pesawat Saat Terbang, Bukan Biar Tak Jatuh!

15 April 2026 | 08:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Paket Internet Gratis Korea Selatan Resmi Berlaku Bagi Warga
  • SUV untuk Pengemudi Tinggi: 5 Pilihan Kabin Paling Lega
  • Alasan Mengaktifkan Mode Pesawat Saat Terbang, Bukan Biar Tak Jatuh!
  • Sistem Keamanan Anak Roblox Resmi Diperketat Mulai Juni 2026
  • Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia
  • Pameran Kendaraan Komersial GIICOMVEC 2026 Catat Lonjakan Pengunjung
  • Smartphone Lipat Huawei Pura X Max Siap Jegal iPhone Fold
  • Serangan Molotov Sam Altman: Teror Anti-AI Guncang San Francisco
Rabu, April 15
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Nvidia Rugi Akibat Larangan Ekspor Chip ke China
Berita Tekno

Nvidia Rugi Akibat Larangan Ekspor Chip ke China

Jundi AmrullahJundi Amrullah29 Mei 2025 | 11:15
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Nvidia Rugi Akibat Larangan Ekspor Chip ke China
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Nvidia melaporkan kerugian besar akibat pembatasan ekspor chip AI ke China. Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan dan memicu kekhawatiran tentang posisi Amerika dalam persaingan teknologi global.

Nvidia baru saja merilis laporan keuangan untuk kuartal pertama tahun fiskal 2026, yang berakhir pada 28 April. Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa kebijakan pembatasan ekspor chip oleh pemerintah AS memberikan dampak besar terhadap performa bisnis perusahaan.

Dilaporkan bahwa Nvidia mengalami kerugian sebesar 4,5 miliar dolar AS akibat larangan penjualan chip AI H20 ke perusahaan-perusahaan di China. Pembatasan ini muncul dari aturan lisensi baru yang membatasi ekspor teknologi canggih ke negara tersebut.

Baca Juga

  • Paket Internet Gratis Korea Selatan Resmi Berlaku Bagi Warga
  • Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia

Advertisement

Selain kerugian langsung, Nvidia juga kehilangan potensi pendapatan sebesar 2,5 miliar dolar AS pada periode yang sama karena tidak dapat mengirimkan chip H20 ke pasar China. Perusahaan sebelumnya telah memproyeksikan kerugian total bisa mencapai 5,5 miliar dolar AS di kuartal ini.

Prospek keuangan kuartal berikutnya pun tidak lebih baik. Nvidia memperkirakan kerugian tambahan hingga 8 miliar dolar AS akibat pembatasan yang masih berlanjut, meskipun pendapatan keseluruhan kuartal kedua diperkirakan mencapai 45 miliar dolar AS.

CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa China merupakan pasar penting dalam pengembangan AI global. Ia menekankan bahwa pasar AI di China bernilai sekitar 50 miliar dolar AS dan telah menjadi pusat inovasi teknologi dengan kontribusi besar dari peneliti lokal.

Baca Juga

  • Cara Matikan Dering WhatsApp Nomor Tak Dikenal Tanpa Aplikasi
  • Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif

Advertisement

Huang mengungkapkan bahwa larangan ekspor chip H20 secara efektif menghentikan bisnis Nvidia di segmen pusat data China, yang selama ini menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam ekspansi global.

Perusahaan telah menyuarakan penolakan terhadap kebijakan ekspor yang diusulkan oleh pemerintahan Trump. Nvidia juga menyambut baik keputusan pemerintah AS yang membatalkan rencana peraturan ekspor lanjutan dari era Presiden Biden.

Meski demikian, Huang tetap khawatir atas tekanan politik terhadap pasar China. Ia menilai bahwa membatasi akses ke teknologi AS justru memberi ruang bagi pesaing lokal untuk tumbuh lebih cepat dan dapat melemahkan posisi kompetitif Amerika di tingkat global.

Baca Juga

  • Keamanan Data di Era AI: Waspadai Serangan Siber yang Makin Canggih
  • Kebijakan PP Tunas Indonesia Jadi Acuan 19 Negara Dunia

Advertisement


    Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
    • Instagram : @technonesia.id
    • Facebook : Technonesia ID
    • X (Twitter) : @technonesia_id
    • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
    • Google News : TECHNONESIA
    Chip Headline Nvidia
    Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
    Previous ArticleApple Bidik Industri Gim, Siap Tantang Raksasa Game Dunia?
    Next Article Nonton Youtube Shorts, Langsung Cari dengan Google Lens!
    Jundi Amrullah
    • Website

    Artikel Terkait

    Paket Internet Gratis Korea Selatan Resmi Berlaku Bagi Warga

    Iphan S15 April 2026 | 10:55

    Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia

    Iphan S15 April 2026 | 06:55

    Cara Matikan Dering WhatsApp Nomor Tak Dikenal Tanpa Aplikasi

    Iphan S15 April 2026 | 02:55

    Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif

    Iphan S14 April 2026 | 22:55

    Keamanan Data di Era AI: Waspadai Serangan Siber yang Makin Canggih

    Olin Sianturi14 April 2026 | 20:55

    Kebijakan PP Tunas Indonesia Jadi Acuan 19 Negara Dunia

    Iphan S14 April 2026 | 18:55
    Pilihan Redaksi
    Otomotif

    Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

    Ana Octarin13 April 2026 | 09:55

    Harga Mobil Sedan Toyota pada bulan April 2026 menunjukkan tren yang stabil meskipun pasar otomotif…

    Ekosistem Jaringan Asus ProArt Hadirkan Router WiFi 7 dan Switch

    15 April 2026 | 00:55

    Dell Pro 5 Micro Panther Lake: Mini PC Workstation Terbaru

    11 April 2026 | 04:55

    Flashdisk ChromeOS Flex Google: Solusi Murah Laptop Lawas

    10 April 2026 | 23:55

    Krisis Biji Plastik Otomotif Mengintai, Honda Siaga Penuh

    14 April 2026 | 09:55
    Terbaru

    Paket Internet Gratis Korea Selatan Resmi Berlaku Bagi Warga

    Iphan S15 April 2026 | 10:55

    Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia

    Iphan S15 April 2026 | 06:55

    Cara Matikan Dering WhatsApp Nomor Tak Dikenal Tanpa Aplikasi

    Iphan S15 April 2026 | 02:55

    Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif

    Iphan S14 April 2026 | 22:55

    Keamanan Data di Era AI: Waspadai Serangan Siber yang Makin Canggih

    Olin Sianturi14 April 2026 | 20:55
    technonesia-ads
    TechnoNesia.ID
    Member Of : Media Publica
    • Tentang Kami
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    Terhubung Dengan Kami
    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
    www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

    Media Publica Networks :

    UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.