Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bug Chipset Exynos Samsung Picu HP Restart Saat Buka Link

28 Maret 2026 | 07:22

Ketel Listrik Low Watt 2026: 5 Pilihan Hemat untuk Anak Kos

28 Maret 2026 | 06:53

Penyelundupan Chip Nvidia ke China Terbongkar, AS Berang

28 Maret 2026 | 06:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Bug Chipset Exynos Samsung Picu HP Restart Saat Buka Link
  • Ketel Listrik Low Watt 2026: 5 Pilihan Hemat untuk Anak Kos
  • Penyelundupan Chip Nvidia ke China Terbongkar, AS Berang
  • Honda Supra GTR Terbaru Kapan Rilis? Ini Bocoran Jadwal AHM
  • iPhone 17 Pro Edisi Steve Jobs dari Caviar Hanya Ada 9 Unit
  • Kompor Induksi Low Watt Terbaik 2026: Pilihan Aman dan Hemat
  • Layanan Taksi Otonom Uber Segera Hadir, Driver Online Terancam
  • Pembatasan Operasional Truk Logistik Arus Balik Lebaran 2026
Sabtu, Maret 28
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Penyelundupan Chip Nvidia ke China Terbongkar, AS Berang
Berita Tekno

Penyelundupan Chip Nvidia ke China Terbongkar, AS Berang

Ana OctarinAna Octarin28 Maret 2026 | 06:22
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Penyelundupan chip Nvidia ke China
Penyelundupan chip Nvidia ke China (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Penyelundupan chip Nvidia ke China baru-baru ini berhasil digagalkan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) setelah melibatkan skema rumit lintas negara. Pemerintah Federal Amerika Serikat secara resmi mendakwa tiga tersangka utama yang mencoba menembus barikade kontrol ekspor teknologi tingkat tinggi. Kasus ini menjadi sorotan dunia karena melibatkan komponen vital yang menjadi otak dari pengembangan kecerdasan buatan (AI) di kancah global.

Departemen Kehakiman mengonfirmasi identitas ketiga tersangka tersebut. Mereka adalah Stanley Yi Zheng, seorang warga negara China asal Hong Kong, serta dua warga negara Amerika Serikat bernama Matthew Kelly dan Tommy Shad. Ketiganya diduga kuat menjalin kolaborasi ilegal untuk mengirimkan perangkat keras komputer yang masuk dalam kategori barang terbatas ke wilayah China pada Mei 2023 silam.

Aksi kriminal ini tidak dilakukan secara langsung, melainkan menggunakan taktik perusahaan cangkang. Para pelaku memanfaatkan sebuah perusahaan perantara yang berbasis di Thailand untuk menyamarkan tujuan akhir pengiriman barang. Strategi ini bertujuan untuk mengelabui otoritas bea cukai dan pengawas ekspor di Amerika Serikat yang sedang memperketat arus teknologi ke Beijing.

Baca Juga

  • Layanan Taksi Otonom Uber Segera Hadir, Driver Online Terancam
  • Burung Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Advertisement

Modus Operandi Penyelundupan Chip Nvidia ke China

Dalam laporan resmi setebal 41 halaman, terungkap bahwa penyelundupan chip Nvidia ke China ini menyasar ratusan unit GPU kelas atas, khususnya model A100 dan H100. Meskipun dalam dokumen awal nama Nvidia atau Supermicro tidak disebutkan secara eksplisit, bukti digital berupa tangkapan layar pesan singkat menunjukkan komunikasi intensif mengenai pengadaan unit pengolah grafis (GPU) milik raksasa teknologi tersebut.

Para tersangka mencoba melakukan pembelian GPU Nvidia melalui sebuah perusahaan penyedia layanan perangkat keras yang beroperasi di San Jose, California. Stanley Zheng dilaporkan telah mengajukan pesanan pembelian untuk 232 unit server model SYS-821GE-TNHR. Nilai transaksi fantastis ini mencapai angka US$62 juta atau setara dengan Rp980 miliar lebih, hampir menyentuh angka satu triliun rupiah.

Server yang dipesan merupakan produk unggulan dari Supermicro yang dirancang khusus untuk mendukung performa GPU Nvidia H100 dan H200. Perangkat ini sangat dicari oleh perusahaan teknologi besar karena kemampuannya dalam melatih model bahasa besar (LLM) yang menjadi basis dari teknologi seperti ChatGPT dan sistem pertahanan canggih.

Baca Juga

  • Harga Langganan Netflix Naik, Cek Rincian Biaya Paket Terbaru
  • Dominasi trafik internet AI Resmi Geser Peran Manusia di 2026

Advertisement

Ketegangan Geopolitik dan Perang Semikonduktor

Upaya penyelundupan chip Nvidia ke China ini terjadi di tengah memanasnya perang teknologi antara Washington dan Beijing. Pemerintah Amerika Serikat telah memberlakukan pembatasan ekspor yang ketat untuk mencegah China mengakses teknologi semikonduktor tercanggih. Langkah ini diambil dengan alasan keamanan nasional, guna memastikan bahwa teknologi AI milik AS tidak digunakan untuk modernisasi militer oleh negara pesaing.

GPU Nvidia H100 sendiri dianggap sebagai “emas hitam” dalam industri teknologi saat ini. Dengan kelangkaan stok dan permintaan yang membeludak, pasar gelap untuk chip ini terus tumbuh. Para penyelundup melihat peluang keuntungan besar dengan menjual kembali perangkat ini ke entitas di China yang bersedia membayar harga berkali-kali lipat dari harga resmi di pasar global.

Konteks pengawasan ini semakin diperketat sejak tahun 2022, di mana setiap pengiriman teknologi yang berkaitan dengan AI ke China harus mendapatkan lisensi khusus dari Departemen Perdagangan AS. Kegagalan para tersangka dalam mendapatkan izin resmi inilah yang mendorong mereka untuk melakukan jalur ilegal melalui pihak ketiga di Asia Tenggara.

Baca Juga

  • Teknologi AI Militer Jerman: Modernisasi Perang Masa Depan
  • Standar Memori HP 256GB Bakal Jadi Kewajiban Mulai 2026

Advertisement

Kewaspadaan Perusahaan Teknologi Global

Meskipun Nvidia dan Supermicro tidak segera memberikan komentar resmi terkait kasus ini, dokumen pengadilan menunjukkan bahwa pejabat federal telah berkomunikasi dengan kedua perusahaan tersebut. Karyawan dari Nvidia dan Supermicro dilaporkan telah mencium aroma ketidakberesan sejak awal permintaan pesanan masuk ke sistem mereka.

Pada awal tahun 2024, pesanan yang mencurigakan tersebut sempat dibatalkan setelah melewati proses audit internal. Namun, para tersangka tidak menyerah begitu saja. Mereka kembali melakukan percobaan pemesanan kedua pada April 2024 dengan mengubah beberapa detail administratif. Beruntung, sistem pengawasan internal dan koordinasi dengan pihak berwenang berhasil mematahkan upaya kedua tersebut sebelum barang meninggalkan gudang.

Kasus ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi kini berada di garis depan dalam menjaga keamanan nasional. Mereka tidak hanya dituntut untuk berinovasi, tetapi juga harus memiliki sistem kepatuhan (compliance) yang sangat ketat untuk mendeteksi potensi penyelundupan chip Nvidia ke China yang dilakukan oleh jaringan profesional.

Baca Juga

  • Krisis Pasokan Helium Global Mengancam Produksi Chip Dunia
  • Akses Wikimedia Commons Normal Kembali, Komdigi Beri Penjelasan

Advertisement

Hingga saat ini, proses hukum terhadap Zheng, Kelly, dan Shad masih terus berjalan di pengadilan federal. Jika terbukti bersalah, mereka terancam hukuman penjara puluhan tahun dan denda yang sangat besar. Pemerintah AS menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi siapapun yang mencoba merusak integritas kontrol ekspor nasional.

Keberhasilan menggagalkan penyelundupan chip Nvidia ke China ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku industri hitam lainnya. Pengawasan terhadap rantai pasok global kini menjadi prioritas utama guna memastikan supremasi teknologi Amerika Serikat tetap terjaga dari upaya pencurian dan pengalihan ilegal oleh pihak asing.

Baca Juga

  • Batas Usia Pengguna X di Indonesia Resmi Naik Jadi 16 Tahun
  • Strategi AI Donald Trump: Gandeng Zuckerberg Lawan China

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Chip AI Nvidia Perang Teknologi Sanksi AS Supermicro
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleHonda Supra GTR Terbaru Kapan Rilis? Ini Bocoran Jadwal AHM
Next Article Ketel Listrik Low Watt 2026: 5 Pilihan Hemat untuk Anak Kos
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Layanan Taksi Otonom Uber Segera Hadir, Driver Online Terancam

Iphan S28 Maret 2026 | 04:22

Burung Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Ana Octarin28 Maret 2026 | 02:22

Harga Langganan Netflix Naik, Cek Rincian Biaya Paket Terbaru

Ana Octarin28 Maret 2026 | 00:22

Dominasi trafik internet AI Resmi Geser Peran Manusia di 2026

Iphan S27 Maret 2026 | 21:53

Teknologi AI Militer Jerman: Modernisasi Perang Masa Depan

Iphan S27 Maret 2026 | 19:22

Standar Memori HP 256GB Bakal Jadi Kewajiban Mulai 2026

Ana Octarin27 Maret 2026 | 17:22
Pilihan Redaksi
Elektronik

Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

Olin Sianturi26 Maret 2026 | 14:00

Kulkas satu pintu terbaik 2026 menjadi incaran utama keluarga Indonesia yang ingin mempercantik area dapur…

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15

Layanan Motorist Pertamina 2026 Siaga Bantu Pemudik Kehabisan BBM

26 Maret 2026 | 07:30
Terbaru

Layanan Taksi Otonom Uber Segera Hadir, Driver Online Terancam

Iphan S28 Maret 2026 | 04:22

Burung Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Ana Octarin28 Maret 2026 | 02:22

Harga Langganan Netflix Naik, Cek Rincian Biaya Paket Terbaru

Ana Octarin28 Maret 2026 | 00:22

Dominasi trafik internet AI Resmi Geser Peran Manusia di 2026

Iphan S27 Maret 2026 | 21:53

Teknologi AI Militer Jerman: Modernisasi Perang Masa Depan

Iphan S27 Maret 2026 | 19:22
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.