Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

All New Hyundai Kona Electric, Mobil Listrik Ideal Buat Mudik

31 Maret 2026 | 07:54

Workstation HP Z Series Terbaru Hadir untuk Komputasi AI

31 Maret 2026 | 07:22

Chopper Daging Low Watt Terbaik 2024: Harga 200 Ribuan Saja

31 Maret 2026 | 06:53
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • All New Hyundai Kona Electric, Mobil Listrik Ideal Buat Mudik
  • Workstation HP Z Series Terbaru Hadir untuk Komputasi AI
  • Chopper Daging Low Watt Terbaik 2024: Harga 200 Ribuan Saja
  • Taktik Singapore Washing AI: Xi Jinping Jegal Startup ke AS
  • Motor Bebek Kuat di Tanjakan: Ini 4 Pilihan Paling Tangguh
  • Teknologi HP NearSense Terbaru: Revolusi Konektivitas Lintas Perangkat
  • Blender Penghancur Es Batu: 4 Pilihan Terbaik Mulai 700 Ribuan
  • Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI: Tuntut Ganti Rugi Rp2.277 T
Selasa, Maret 31
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Sam Altman Blak-blakan Soal Penggunaan Air dan Energi untuk ChatGPT
Berita Tekno

Sam Altman Blak-blakan Soal Penggunaan Air dan Energi untuk ChatGPT

Jundi AmrullahJundi Amrullah16 Juni 2025 | 10:48
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Sam Altman Blak-blakan Soal Penggunaan Air dan Energi untuk ChatGPT
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Perkembangan pesat teknologi generatif AI seperti ChatGPT membawa dampak lingkungan serius, terutama terkait emisi karbon dan konsumsi air. Meski memberikan manfaat besar, penggunaan AI harus diimbangi dengan kesadaran akan jejak ekologisnya.

Teknologi generatif AI, terutama ChatGPT, mengalami kemajuan sangat cepat dan menjadi bagian penting dalam kehidupan digital saat ini. Namun, pertumbuhan ini memunculkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan yang ditimbulkannya, khususnya dari konsumsi energi dan air.

Menurut laporan Earth.org tahun 2023, ChatGPT diperkirakan menghasilkan emisi karbon dioksida tahunan sekitar 8,4 ton. Angka ini lebih dari dua kali lipat emisi rata-rata yang dihasilkan oleh satu individu dalam setahun, yakni sekitar 4 ton.

Baca Juga

  • Taktik Singapore Washing AI: Xi Jinping Jegal Startup ke AS
  • Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI: Tuntut Ganti Rugi Rp2.277 T

Advertisement

Sumber utama emisi ini bergantung pada energi yang digunakan pusat data untuk menjalankan AI tersebut. Jika energi berasal dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil seperti batu bara atau gas alam, maka dampak karbonnya jauh lebih besar.

Sebuah penelitian dari University of California, Riverside menyebutkan bahwa melakukan percakapan dengan ChatGPT sebanyak 20-50 pertanyaan bisa mengonsumsi air dalam jumlah yang setara dengan satu botol air 500ml. Ini menunjukkan bahwa selain energi, konsumsi air juga menjadi aspek penting dari dampak lingkungan AI.

CEO OpenAI, Sam Altman, menanggapi isu ini dengan menjelaskan bahwa satu permintaan di ChatGPT menggunakan listrik sekitar 0,34 watt-jam, setara dengan pemakaian bohlam hemat energi selama dua menit. Ia percaya teknologi AI akan semakin efisien dan biaya penggunaannya akan semakin murah, meski tantangan lingkungan tetap ada.

Baca Juga

  • Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank
  • Aturan Batas Usia Media Sosial: Komdigi Tegur TikTok-Roblox

Advertisement

Altman juga mengungkap konsumsi air per kueri ChatGPT hanya sekitar 0,000085 galon, setara dengan seperlima belas sendok teh. Meskipun terlihat kecil, efek kumulatif dari miliaran kueri tiap hari berpotensi meningkatkan tekanan terhadap sumber daya air.

Laporan dari The Washington Post menambahkan bahwa beberapa layanan AI lainnya seperti GPT-4 bisa menggunakan air lebih banyak lagi. Misalnya, menulis email 100 kata dengan GPT-4 dapat menyerap air yang cukup untuk mengisi lebih dari satu botol air minum.

Para peneliti juga memperingatkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, konsumsi energi AI mungkin akan melebihi penambangan Bitcoin, yang saat ini dikenal sangat boros energi. Proyeksi ini menandai perlunya perhatian serius terhadap efisiensi dan keberlanjutan penggunaan teknologi AI secara global.

Baca Juga

  • Bahaya Nasihat AI Chatbot: Studi Stanford Ungkap Sisi Gelap
  • Pembatasan Media Sosial Anak di Indonesia Disorot Media Asing

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
ChatGPT Headline Sam Altman
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleiQOO Neo 10 jadi Gaming Phone Andalan Pro Player
Next Article AMD Ungkap Visi AI, Umumkan GPU terbaru
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Taktik Singapore Washing AI: Xi Jinping Jegal Startup ke AS

Iphan S31 Maret 2026 | 06:22

Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI: Tuntut Ganti Rugi Rp2.277 T

Ana Octarin31 Maret 2026 | 04:22

Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

Iphan S31 Maret 2026 | 02:22

Aturan Batas Usia Media Sosial: Komdigi Tegur TikTok-Roblox

Iphan S31 Maret 2026 | 00:22

Bahaya Nasihat AI Chatbot: Studi Stanford Ungkap Sisi Gelap

Iphan S30 Maret 2026 | 22:22

Pembatasan Media Sosial Anak di Indonesia Disorot Media Asing

Ana Octarin30 Maret 2026 | 17:54
Pilihan Redaksi
Elektronik

Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

Olin Sianturi26 Maret 2026 | 14:00

Kulkas satu pintu terbaik 2026 menjadi incaran utama keluarga Indonesia yang ingin mempercantik area dapur…

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Layanan Motorist Pertamina 2026 Siaga Bantu Pemudik Kehabisan BBM

26 Maret 2026 | 07:30
Terbaru

Taktik Singapore Washing AI: Xi Jinping Jegal Startup ke AS

Iphan S31 Maret 2026 | 06:22

Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI: Tuntut Ganti Rugi Rp2.277 T

Ana Octarin31 Maret 2026 | 04:22

Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

Iphan S31 Maret 2026 | 02:22

Aturan Batas Usia Media Sosial: Komdigi Tegur TikTok-Roblox

Iphan S31 Maret 2026 | 00:22

Bahaya Nasihat AI Chatbot: Studi Stanford Ungkap Sisi Gelap

Iphan S30 Maret 2026 | 22:22
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.