Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Distribusi Solar Subsidi Amburadul, INDEF Ungkap Solusinya

20 Mei 2026 | 01:55

SUV Listrik Volvo EX90 Meluncur di Indonesia, Cek Harganya

19 Mei 2026 | 23:55

Monitor Huawei Qingyun M273U: Spek 4K 160Hz untuk Profesional

19 Mei 2026 | 22:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Distribusi Solar Subsidi Amburadul, INDEF Ungkap Solusinya
  • SUV Listrik Volvo EX90 Meluncur di Indonesia, Cek Harganya
  • Monitor Huawei Qingyun M273U: Spek 4K 160Hz untuk Profesional
  • Bocoran Samsung Galaxy Tab S12: Tablet Gahar dengan Fitur AI
  • Aplikasi Penghasil Uang 2026: Daftar Paling Cuan Lewat HP
  • Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari
  • Tips Membeli Xpander Bekas Agar Tidak Tertipu Kondisi Zonk
  • Tablet Doogee T30 Pro: Layar 2.5K dan Baterai 8.580 mAh
Rabu, Mei 20
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Spesies Ular Terbang Langka Ditemukan di Kawasan Karst
Berita Tekno

Spesies Ular Terbang Langka Ditemukan di Kawasan Karst

Ana OctarinAna Octarin3 April 2026 | 01:22
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Spesies ular terbang langka
Spesies ular terbang langka (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Spesies ular terbang langka baru-baru ini menjadi sorotan dunia setelah para peneliti berhasil mendokumentasikannya dalam sebuah survei keanekaragaman hayati yang mendalam. Penemuan ini berlokasi di kawasan karst yang terisolasi, sebuah ekosistem unik yang sering kali disebut sebagai “pulau di daratan” karena karakteristik geografisnya yang memisahkan satu bukit dengan bukit lainnya. Penelitian intensif ini berlangsung selama dua periode besar, yakni pada November 2023 dan berlanjut hingga Juli 2025, mencakup 64 gua yang tersebar di 10 perbukitan berbeda.

Tim ahli biologi melakukan observasi mendalam untuk memetakan kekayaan alam yang selama ini tersembunyi dari jangkauan manusia. Hasilnya sangat mengejutkan, di mana para peneliti menemukan berbagai jenis fauna eksotis yang memiliki adaptasi luar biasa terhadap lingkungan gua dan tebing curam. Selain spesies ular terbang langka, tim juga mengidentifikasi keberadaan ular pit viper, berbagai jenis tokek dengan pola warna unik, dua spesies siput mikro, hingga dua jenis kaki seribu yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Menguak Misteri Spesies Ular Terbang Langka di Habitat Karst

Kawasan karst yang menjadi lokasi penelitian ini memiliki sifat yang sangat terisolasi. Setiap bukit dan sistem gua seolah-olah menjadi laboratorium alam yang mandiri, di mana evolusi berjalan secara terpisah. Kondisi inilah yang memungkinkan munculnya spesies ular terbang langka dengan karakteristik genetik yang berbeda dari kerabat mereka di wilayah lain. Secara biologis, ular terbang memiliki kemampuan luar biasa untuk meluncur dari satu pohon ke pohon lain dengan memipihkan tubuhnya guna menciptakan daya angkat aerodinamis.

Baca Juga

  • Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari
  • Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari

Advertisement

Lee Grismer, seorang ahli biologi evolusi dari Universitas La Sierra yang turut mendukung tim survei, memberikan gambaran menarik mengenai fenomena ini. Ia mengibaratkan kawasan tersebut sebagai sebuah eksperimen alam yang dilakukan secara berulang kali namun independen. Menurut Grismer, isolasi geografis di bukit-bukit karst ini mendorong satwa untuk berevolusi secara unik guna bertahan hidup di ceruk ekologi yang sangat spesifik. Hal ini menjelaskan mengapa setiap gua sering kali menyimpan spesies yang tidak ditemukan di tempat lain di seluruh dunia.

Para peneliti tidak hanya sekadar mendata jumlah satwa, tetapi juga melakukan analisis mendalam terhadap tiap spesies yang ditemukan. Fokus utama mereka adalah memahami bagaimana hewan-hewan tersebut beradaptasi dan berevolusi di tengah lingkungan yang ekstrem. Salah satu temuan yang paling menonjol adalah variasi pada tokek jari bengkok bergaris Kamping Poi yang ditemukan pada tahun 2024. Tim peneliti menemukan empat populasi berbeda dari tokek ini yang masing-masing telah berevolusi dengan cara yang unik meskipun berada dalam satu kawasan besar yang sama.

Ancaman Nyata terhadap Ekosistem dan Satwa Unik

Meskipun menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa, keberadaan spesies ular terbang langka dan satwa lainnya kini berada dalam bayang-bayang ancaman serius. Habitat karst yang menjadi rumah bagi mereka mulai tergerus oleh berbagai aktivitas manusia yang merusak. Penambangan liar menjadi ancaman utama karena menghancurkan struktur fisik bukit dan gua secara permanen. Selain itu, sektor pariwisata yang tidak terkendali atau over-tourism turut mengganggu ketenangan habitat asli satwa-satwa sensitif tersebut.

Baca Juga

  • Cara Cek NIK KTP Pinjol: Lindungi Data dari Kredit Gelap
  • Mogok Massal Buruh Samsung: Ancaman Kerugian Rp 1.174 Triliun

Advertisement

Masalah tidak berhenti di situ, perburuan satwa liar, penebangan hutan secara ilegal, hingga bencana kebakaran hutan yang semakin sering terjadi menambah daftar panjang risiko kepunahan. Pablo Sinovas, ahli biologi sekaligus pemimpin tim Fauna dan Flora di Kamboja, memberikan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa menghancurkan tempat tinggal spesies yang memiliki habitat sangat spesifik akan langsung memicu kepunahan. Dalam banyak kasus, satwa-satwa yang punah tersebut bahkan belum sempat dideskripsikan secara ilmiah oleh para ahli.

Dalam survei yang sama, tim peneliti juga menemukan beberapa satwa yang sudah masuk dalam kategori terancam punah secara global. Keberadaan trenggiling Sunda yang sering menjadi target perdagangan ilegal, burung merak hijau yang indah, hingga beberapa spesies monyet makaka terpantau masih bertahan di kawasan ini. Penemuan spesies ular terbang langka di antara satwa-satwa terancam ini memberikan harapan baru sekaligus tanggung jawab besar bagi otoritas terkait untuk memperketat pengawasan dan perlindungan kawasan.

Grismer menekankan bahwa langkah pertama dalam konservasi adalah pemahaman. Manusia tidak mungkin bisa melindungi sesuatu yang keberadaannya saja tidak diketahui. Oleh karena itu, penelitian lapangan seperti ini menjadi fondasi krusial dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati planet bumi. Dengan memetakan apa saja yang tersimpan di dalam gua-gua terpencil tersebut, para ilmuwan dapat menyusun strategi perlindungan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga

  • Verifikasi Nomor HP Media Sosial Jadi Syarat Wajib dari Komdigi
  • Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman

Advertisement

Ke depannya, diharapkan ada kebijakan yang lebih tegas untuk melindungi kawasan karst dari eksploitasi industri. Menjaga keseimbangan ekosistem ini bukan hanya soal menyelamatkan satu atau dua hewan, melainkan menjaga warisan evolusi yang telah terbentuk selama jutaan tahun. Upaya kolektif antara pemerintah, peneliti, dan masyarakat lokal sangat dibutuhkan agar spesies ular terbang langka tetap bisa meluncur bebas di antara tebing-tebing karst Asia Tenggara tanpa ancaman kepunahan.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
keanekaragaman hayati konservasi alam Penemuan Ilmiah satwa langka ular terbang
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleHarga Mobil Listrik Wuling April 2026, Cek Daftar Resminya
Next Article Tablet Android SIM Card 2 Jutaan Terbaik 2026, Bebas WiFi!
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari

Iphan S19 Mei 2026 | 16:55

Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari

Iphan S19 Mei 2026 | 07:55

Cara Cek NIK KTP Pinjol: Lindungi Data dari Kredit Gelap

Ana Octarin19 Mei 2026 | 02:55

Mogok Massal Buruh Samsung: Ancaman Kerugian Rp 1.174 Triliun

Iphan S18 Mei 2026 | 21:55

Verifikasi Nomor HP Media Sosial Jadi Syarat Wajib dari Komdigi

Ana Octarin18 Mei 2026 | 16:55

Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman

Ana Octarin18 Mei 2026 | 10:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Modus Rekrutmen Teroris Anak Lewat Game Online Diungkap BNPT

15 Mei 2026 | 06:55

Monitor Huawei Qingyun M273U: Spek 4K 160Hz untuk Profesional

19 Mei 2026 | 22:55

HP Kamera 4K Termurah 2026: Pilihan Terbaik Konten Kreator

15 Mei 2026 | 16:55

Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP

15 Mei 2026 | 01:55
Terbaru

Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari

Iphan S19 Mei 2026 | 16:55

Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari

Iphan S19 Mei 2026 | 07:55

Cara Cek NIK KTP Pinjol: Lindungi Data dari Kredit Gelap

Ana Octarin19 Mei 2026 | 02:55

Mogok Massal Buruh Samsung: Ancaman Kerugian Rp 1.174 Triliun

Iphan S18 Mei 2026 | 21:55

Verifikasi Nomor HP Media Sosial Jadi Syarat Wajib dari Komdigi

Ana Octarin18 Mei 2026 | 16:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.