TechnonesiaID - Produksi handheld gaming Ayaneo kini tengah menghadapi tantangan serius akibat dinamika pasar komponen global yang tidak menentu. Perusahaan asal Tiongkok ini secara resmi mengumumkan langkah drastis dengan menghentikan pembuatan sejumlah model perangkat gaming portabel mereka. Keputusan ini diambil menyusul lonjakan biaya produksi yang signifikan, terutama pada sektor komponen inti seperti memori (DRAM) dan penyimpanan
Langkah strategis ini menandai pergeseran besar dalam operasional Ayaneo yang selama ini dikenal sangat produktif merilis berbagai varian perangkat. Kondisi industri yang kian kompetitif memaksa perusahaan untuk lebih selektif dalam mengelola inventaris mereka. Produksi handheld gaming Ayaneo untuk model-model tertentu dipastikan tidak akan berlanjut setelah stok yang ada di gudang saat ini habis terjual.
Daftar Perangkat yang Terdampak Penghentian Produksi
Beberapa model yang menjadi korban dari kebijakan baru ini mencakup lini Pocket yang cukup populer di kalangan penggemar emulator dan game Android. Salah satu yang paling menonjol adalah Pocket Vert. Perangkat dengan desain vertikal yang ikonik ini dilaporkan sudah memiliki stok yang sangat terbatas. Ayaneo menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk memproduksi ulang model ini di masa depan.
Baca Juga
Advertisement
Kejutan terbesar datang dari pengumuman mengenai Pocket S Mini. Meskipun perangkat ini tergolong produk baru yang dijadwalkan untuk penetrasi pasar lebih luas pada awal 2026, produksi handheld gaming Ayaneo untuk seri ini justru dihentikan lebih awal. Artinya, unit yang beredar di pasar saat ini merupakan batch terakhir. Para kolektor dan antusias gadget kini hanya memiliki kesempatan singkat untuk mendapatkan perangkat tersebut sebelum benar-benar hilang dari peredaran resmi.
Selain itu, unit kompensasi untuk model Pocket Air Mini juga akan dihentikan ketersediaannya setelah tanggal 1 April 2026. Ayaneo juga menerapkan kebijakan ketat untuk model Pocket DS yang memiliki layar ganda. Perusahaan hanya membuka sekitar 200 unit tambahan untuk pesanan pre-order dengan jadwal pengiriman pertengahan April. Setelah kuota tersebut terpenuhi, masa depan produksi handheld gaming Ayaneo untuk seri layar ganda ini masih menjadi tanda tanya besar tanpa jaminan keberlanjutan.
Tekanan Harga Komponen dan Dampaknya pada Konsumen
Kenaikan harga komponen semikonduktor global menjadi faktor utama di balik keputusan pahit ini. Ayaneo menjelaskan bahwa harga modul DRAM dan storage terus merangkak naik, sehingga margin keuntungan untuk perangkat dengan harga kompetitif semakin menipis. Hal ini sangat berdampak pada brand seperti Ayaneo yang menyasar segmen niche (ceruk pasar) dengan volume produksi yang tidak sebesar raksasa seperti Valve atau ASUS.
Baca Juga
Advertisement
Situasi ini memaksa Ayaneo untuk melakukan penyesuaian harga pada model-model yang masih bertahan di lini produksi. Meskipun perusahaan belum merinci persentase kenaikan harganya, konsumen diharapkan bersiap menghadapi label harga yang lebih tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Penyesuaian ini dianggap perlu agar perusahaan tetap bisa menjaga kualitas material dan performa perangkat yang selama ini menjadi nilai jual utama mereka.
Nasib Lini Konkr dan Transisi Prosesor
Di sisi lain, sub-brand mereka yang bernama Konkr menunjukkan dinamika yang sedikit berbeda. Model seperti Pocket Fit Gen 3 dan Pocket Fit 8 Elite tetap akan dipasarkan, namun dengan perubahan strategi distribusi. Varian yang menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite yang sempat tertunda kini sudah mulai dikirimkan kepada konsumen yang melakukan pemesanan awal. Ayaneo berencana merilis ulang perangkat ini secara bertahap untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan komponen.
Namun, nasib buruk menimpa varian yang menggunakan Snapdragon 8 Gen 3. Model ini sudah secara resmi ditarik dari toko online resmi Ayaneo, menandakan bahwa penjualannya telah berakhir. Untuk perangkat berbasis Windows seperti Konkr Fit, sistem pre-order masih dibuka namun dengan catatan bahwa jumlah produksinya akan sangat bergantung pada seberapa besar permintaan pasar secara real-time. Strategi “made-to-order” ini tampaknya menjadi cara Ayaneo untuk meminimalisir kerugian akibat stok yang menumpuk.
Baca Juga
Advertisement
Analisis Pasar: Mengapa Ayaneo Harus Berubah?
Sebagai pemain yang sempat memasarkan produknya di Indonesia, Ayaneo memiliki basis penggemar yang loyal. Namun, pasar handheld gaming PC dan Android kini sudah sangat berbeda dibandingkan dua atau tiga tahun lalu. Kehadiran kompetitor besar dengan rantai pasokan yang lebih kuat membuat produsen butik seperti Ayaneo harus bergerak lebih lincah. Menghentikan produksi handheld gaming Ayaneo untuk model yang kurang menguntungkan adalah langkah rasional untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan.
Industri perangkat gaming portabel saat ini memang sedang berada dalam fase konsolidasi. Biaya riset dan pengembangan (R&D) untuk menciptakan perangkat yang ringan namun bertenaga sangatlah mahal. Ketika biaya bahan baku naik, produsen kecil seringkali harus memilih antara menaikkan harga secara ekstrem atau menyederhanakan lini produk mereka. Ayaneo tampaknya memilih kombinasi keduanya untuk tetap relevan di industri ini.
Bagi para pengguna di Indonesia yang masih mengincar produk ini, disarankan untuk segera melakukan pembelian melalui distributor resmi atau marketplace sebelum stok benar-benar habis. Mengingat tren kenaikan harga komponen yang diprediksi masih akan berlanjut hingga akhir tahun, menunda pembelian mungkin akan berujung pada harga yang jauh lebih mahal atau bahkan kehilangan kesempatan sama sekali karena produksi handheld gaming Ayaneo yang semakin terbatas.
Baca Juga
Advertisement
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA