Kunjungan tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa Sime Motors berpotensi menjadi mitra BYD untuk kegiatan perakitan kendaraan di Malaysia.
Baca Juga :
Dugaan itu semakin kuat setelah jajaran pimpinan Sime Motors dilaporkan mengunjungi kantor pusat BYD di Shenzhen, China.
Kunjungan tersebut disebut berkaitan dengan pembahasan sejumlah prioritas strategis serta peluang kerja sama antara kedua perusahaan.
Namun demikian, BYD belum mengonfirmasi identitas mitra perakitan lokal yang akan dipilih.
Baca Juga :
BYD Belum Ungkap Nama Mitra Perakitan
Jacob Ma mengatakan identitas mitra tersebut belum dapat diumumkan karena kesepakatan kerja sama masih dalam tahap finalisasi.
BYD baru akan memberikan pengumuman resmi setelah seluruh dokumen dan perjanjian kerja sama selesai ditandatangani.
Artinya, meskipun pembahasannya disebut sudah berada pada tahap yang sangat lanjut, nama perusahaan yang akan menjadi mitra resmi BYD di Malaysia masih harus menunggu pengumuman berikutnya.
Baca Juga :
Langkah ini juga menunjukkan bahwa strategi BYD di Malaysia masih terus berkembang mengikuti kondisi dan kebutuhan perusahaan.
BYD Tegaskan Tetap Investasi di Malaysia
Meski membatalkan pembangunan fasilitas Tanjong Malim, BYD memastikan perubahan tersebut tidak mengurangi komitmennya terhadap pasar Malaysia.
Jacob menegaskan bahwa perubahan lokasi maupun strategi merupakan bagian dari perkembangan rencana perusahaan.
Baca Juga :
“Rencana dapat berkembang, lokasi dapat berubah, dan strategi dapat disempurnakan. Namun, yang tetap sama adalah komitmen kami terhadap pasar ini. Kami akan terus berinvestasi. BYD akan tetap berada di sini dan terus tumbuh bersama Malaysia,” tuturnya.
Dengan demikian, batalnya pembangunan fasilitas BYD di Tanjong Malim bukan berarti perusahaan menghentikan rencana perakitan lokal. BYD justru sedang mengarahkan strategi tersebut melalui kerja sama dengan mitra perakitan lokal yang telah berpengalaman.
Untuk saat ini, fokus berikutnya adalah menunggu finalisasi dokumen dan perjanjian sebelum BYD mengumumkan secara resmi siapa mitra yang akan menjalankan kegiatan perakitan lokal tersebut.