Baterai ditempatkan secara efisien di bagian bawah lantai. Dengan posisi tersebut, pusat gravitasi kendaraan dapat diturunkan sehingga diklaim memberikan kontribusi terhadap peningkatan stabilitas saat mobil dikendarai.
Suzuki juga meningkatkan kekakuan bodi untuk mendukung kenyamanan serta stabilitas pengendalian. Selain itu, ban yang digunakan dikembangkan secara khusus dengan mempertimbangkan bobot kendaraan.
Baca Juga :
Menariknya, mobil listrik mungil ini memiliki radius putar minimum 4,4 meter. Angka tersebut diklaim termasuk yang terbaik di kelas mobil penumpang kei, bahkan jika dibandingkan dengan kendaraan bermesin bensin.
Teknologi Suzuki e SKY Dibuat untuk Mobilitas Perkotaan
Tidak hanya mengandalkan bodi mungil, Suzuki e SKY juga dibekali sejumlah teknologi untuk menunjang penggunaan sehari-hari di kawasan perkotaan.
Salah satunya adalah sistem audio dengan layar berukuran 10,1 inci. Sistem tersebut menjadi yang pertama kali digunakan pada mobil kei Suzuki yang dipasarkan di Jepang.
Baca Juga :
Sistem navigasinya juga menggunakan teknologi connected navigation berbasis aplikasi. Menariknya, sistem tersebut tidak hanya memperhitungkan informasi lalu lintas, tetapi juga mempertimbangkan level baterai kendaraan ketika menentukan rute perjalanan.
Dengan begitu, teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran pengguna kendaraan listrik mengenai ketersediaan daya ketika melakukan perjalanan lebih jauh.
Selain itu, e SKY memiliki sistem yang memungkinkan pengemudi mengatur akselerasi dan deselerasi hanya melalui pedal akselerator. Fitur ini diharapkan dapat mengurangi beban pengemudi ketika melewati kawasan perkotaan yang dipenuhi lampu lalu lintas maupun kemacetan.
Baca Juga :
Suzuki juga membekali e SKY dengan pompa panas langsung dan pemanas listrik bertenaga udara. Teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi dampak penggunaan sistem pemanas terhadap jarak tempuh kendaraan.
Dengan desain mungil, baterai 26 kWh, jarak tempuh hingga 310 kilometer, serta radius putar 4,4 meter, Suzuki e SKY memiliki sejumlah karakter yang sesuai untuk mobilitas perkotaan.
Kini, setelah desainnya terdaftar di Indonesia, pertanyaan berikutnya adalah apakah mobil listrik mungil ini benar-benar akan dipasarkan di Tanah Air. Kehadirannya tentu patut ditunggu.