Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Piala Dunia Free Fire: 3 Tim Indonesia Lolos ke EWC 2026

1 Juni 2026 | 09:53

Komisaris Baru Telkomsel Yusuf Ateh Resmi Ditunjuk

1 Juni 2026 | 09:07

Tablet Murah untuk Pelajar, itel VistaTab 11 Punya Fitur AI

1 Juni 2026 | 08:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Piala Dunia Free Fire: 3 Tim Indonesia Lolos ke EWC 2026
  • Komisaris Baru Telkomsel Yusuf Ateh Resmi Ditunjuk
  • Tablet Murah untuk Pelajar, itel VistaTab 11 Punya Fitur AI
  • Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan
  • Perbandingan Honor 600 vs Honor 600 Pro, Mana Lebih Unggul?
  • Redmi Headphones Neo Indonesia Segera Rilis, Ini Speknya
  • HP Samsung Harga 2 Jutaan: Pilih Galaxy A05, A06, atau A05s?
  • Tablet Murah untuk Pelajar Terbaik 2026, Mulai 1 Jutaan
Senin, Juni 1
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Otomotif » Bahaya Inflator Airbag China: AS Siapkan Larangan Permanen
Otomotif

Bahaya Inflator Airbag China: AS Siapkan Larangan Permanen

Ana OctarinAna Octarin17 April 2026 | 00:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Bahaya inflator airbag China
Bahaya inflator airbag China (Foto: www.medcom.id)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Bahaya inflator airbag China kini menjadi fokus utama otoritas keselamatan berkendara di Amerika Serikat setelah serangkaian insiden fatal terungkap. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) secara resmi mengumumkan temuan dugaan cacat serius pada komponen yang diproduksi oleh Jilin Province Detiannuo Safety Technology Co., Ltd (DTN). Langkah ini diambil guna melindungi warga dari risiko ledakan komponen yang seharusnya menjadi fitur penyelamat nyawa.

Pemerintah Amerika Serikat saat ini tengah meninjau kemungkinan untuk memberlakukan pelarangan permanen terhadap penjualan dan distribusi inflator tersebut. Berdasarkan data investigasi, komponen ini berkaitan erat dengan 12 insiden ledakan yang sangat mengerikan. Dampak dari kegagalan fungsi ini tidak main-main, tercatat 10 orang kehilangan nyawa dan dua lainnya menderita luka berat yang mengubah hidup mereka selamanya.

NHTSA mengidentifikasi bahwa bahaya inflator airbag China ini masuk ke pasar Amerika Serikat melalui jalur yang tidak resmi. Para importir yang hingga kini identitasnya masih misterius diduga memasukkan komponen tersebut secara ilegal. Hal ini mempersulit pengawasan kualitas karena barang-barang tersebut tidak melewati jalur distribusi resmi pabrikan otomotif yang memiliki standar keamanan ketat.

Baca Juga

  • Pabrik Motor Listrik Saige Resmi Beroperasi di Karawang
  • All New Mitsubishi Pajero Resmi Kembali, Rilis Global 2026

Advertisement

Mengapa Bahaya Inflator Airbag China Begitu Mematikan?

Secara teknis, inflator airbag berfungsi untuk mengembangkan kantong udara dalam hitungan milidetik saat terjadi benturan. Namun, pada produk DTN yang bermasalah, perangkat tersebut justru meledak dengan tekanan yang berlebihan. Ledakan ini mengubah wadah logam inflator menjadi fragmen-fragmen tajam yang terlontar ke seluruh kabin mobil layaknya serpihan granat.

Pecahan logam tersebut berisiko tinggi mengenai area vital pengemudi, mulai dari wajah, leher, hingga dada. Otoritas keselamatan menekankan bahwa bahaya inflator airbag China ini sangat mengkhawatirkan karena korban meninggal justru berada dalam skenario kecelakaan yang seharusnya bisa mereka lalui dengan selamat jika airbag berfungsi normal. Kegagalan mekanis inilah yang mengubah alat pelindung menjadi instrumen kematian.

Fenomena ini mengingatkan publik pada skandal airbag Takata beberapa tahun silam yang memicu penarikan kembali (recall) jutaan kendaraan secara global. Bedanya, kasus DTN ini melibatkan produk yang seringkali digunakan sebagai suku cadang pengganti murah di bengkel-bengkel independen. Hal ini menciptakan tantangan baru bagi regulator untuk melacak keberadaan komponen berbahaya tersebut di jalan raya.

Baca Juga

  • Spesifikasi Suzuki Burgman 15, Penantang Nmax & PCX
  • cara mengatasi mabuk perjalanan saat naik mobil ber-ac

Advertisement

Investigasi Menyeluruh dan Tren Komponen Ilegal

NHTSA telah memulai penyelidikan intensif sejak Oktober tahun lalu. Fokus utama mereka adalah memetakan seberapa luas penyebaran komponen ini di pasar domestik. Sejauh ini, laporan insiden banyak ditemukan pada model kendaraan populer seperti Chevrolet Malibu dan Hyundai Sonata. Meski demikian, pihak berwenang memperingatkan bahwa risiko bahaya inflator airbag China tidak terbatas pada dua model itu saja.

Banyak kendaraan yang terlibat dalam insiden ternyata memiliki status salvage atau rebuilt title. Status ini menunjukkan bahwa mobil tersebut pernah mengalami kerusakan berat dan kemudian diperbaiki kembali. Dalam proses perbaikan tersebut, bengkel kemungkinan besar menggunakan airbag pengganti non-orisinal yang harganya jauh lebih murah namun tidak memenuhi standar keselamatan federal.

Menteri Transportasi Amerika Serikat, Sean Duffy, menyatakan kegeramannya terhadap temuan ini. Ia menegaskan bahwa penggunaan komponen ilegal dari luar negeri telah menciptakan tren yang sangat mengkhawatirkan di industri perbaikan otomotif. Duffy berkomitmen untuk menindak tegas masuknya barang-barang sub-standar yang mengancam nyawa keluarga di Amerika.

Baca Juga

  • Ukuran Garasi Mobil Avanza yang Ideal untuk Rumah Minimalis
  • Uji Coba SIM Digital Mulai Berlaku, Cukup Tunjukkan HP

Advertisement

Gugatan Hukum Mulai Menumpuk

Seiring dengan terbukanya fakta-fakta baru, gelombang gugatan hukum mulai bermunculan dari pihak keluarga korban. Firma hukum terkemuka, Morgan & Morgan, telah mengajukan sedikitnya tiga tuntutan hukum terkait bahaya inflator airbag China ini. Pengacara Andrew Parker Felix yang menangani kasus tersebut menyebutkan bahwa langkah NHTSA merupakan pengakuan penting atas ancaman nyata di masyarakat.

Felix berpendapat bahwa produsen dan importir harus bertanggung jawab penuh atas masuknya perangkat palsu ke rantai perdagangan. Menurutnya, dalam setiap kasus yang ia tinjau, tabrakan yang dialami kliennya tergolong ringan hingga sedang. Namun, karena inflator bertindak seperti granat, hasil akhirnya menjadi sangat tragis. Tuntutan hukum ini bertujuan untuk memaksa perubahan regulasi yang lebih ketat di masa depan.

Di sisi lain, pihak DTN diberikan kesempatan oleh NHTSA untuk memberikan pembelaan atau membantah temuan tersebut sebelum keputusan final diambil. Jika perusahaan gagal membuktikan keamanan produknya, maka pelarangan total akan segera berlaku. Ini akan menjadi sinyal kuat bagi produsen komponen global lainnya untuk tidak bermain-main dengan standar keselamatan.

Baca Juga

  • Tukar Tambah Motor Listrik Yadea: Cara dan Promo Terbaru
  • Promo IIMS Surabaya 2026: Diskon Tiket Rp1 & Bunga KPM 1,7%

Advertisement

Langkah Pencegahan bagi Pemilik Kendaraan

Mengingat sulitnya mendeteksi secara visual jenis inflator yang terpasang, pemilik mobil bekas dihimbau untuk lebih proaktif. Jika Anda memiliki kendaraan yang pernah mengalami kecelakaan dan airbag-nya mengembang setelah tahun 2020, segeralah lakukan pemeriksaan menyeluruh. Pastikan komponen pengganti yang digunakan adalah suku cadang resmi dari pabrikan

NHTSA menyarankan pemilik mobil untuk mengecek riwayat servis kendaraan melalui bengkel resmi atau menggunakan layanan pelacakan VIN. Apabila ditemukan indikasi penggunaan inflator DTN, pemilik dilarang keras untuk mengemudikan mobil tersebut sebelum dilakukan penggantian. Keselamatan nyawa jauh lebih berharga daripada biaya perbaikan tambahan.

Masyarakat juga diminta untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi penjualan suku cadang airbag mencurigakan kepada kantor lapangan FBI. Kolaborasi antara warga dan pemerintah sangat krusial untuk memutus rantai peredaran komponen ilegal. Dengan memahami bahaya inflator airbag China, kita dapat lebih waspada dalam merawat kendaraan demi keselamatan bersama di jalan raya.

Baca Juga

  • Pajak Pajero Sport Terbaru: Cek Biaya dan Tarif Tahunannya
  • Pajak Honda Brio Satya 2026: Cek Tarif dan Biaya Resminya

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Airbag Cacat Berita Amerika Keselamatan Berkendara NHTSA Otomotif
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleJadwal MPL ID S17 Week 4: Duel El Clasico RRQ Hoshi vs Evos
Next Article Transformasi Bisnis ke AI Picu Saham Allbirds Naik 6 Kali Lipat
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Pabrik Motor Listrik Saige Resmi Beroperasi di Karawang

Ana Octarin31 Mei 2026 | 23:47

All New Mitsubishi Pajero Resmi Kembali, Rilis Global 2026

Ana Octarin31 Mei 2026 | 21:06

Spesifikasi Suzuki Burgman 15, Penantang Nmax & PCX

Ana Octarin31 Mei 2026 | 19:57

cara mengatasi mabuk perjalanan saat naik mobil ber-ac

Ana Octarin31 Mei 2026 | 18:48

Ukuran Garasi Mobil Avanza yang Ideal untuk Rumah Minimalis

Ana Octarin31 Mei 2026 | 16:54

Uji Coba SIM Digital Mulai Berlaku, Cukup Tunjukkan HP

Ana Octarin31 Mei 2026 | 15:21
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

HP Ojol Terbaik 2026 Harga 2 Jutaan: Baterai Jumbo & Awet

31 Mei 2026 | 05:23

Infinix HOT 50 Pro+ Jadi HP Gaming Layar Lengkung Termurah

30 Mei 2026 | 22:52

Cara Cek SLIK Online Terbaru Lewat HP, Bebas BI Checking!

28 Mei 2026 | 22:57
Terbaru

Pabrik Motor Listrik Saige Resmi Beroperasi di Karawang

Ana Octarin31 Mei 2026 | 23:47

All New Mitsubishi Pajero Resmi Kembali, Rilis Global 2026

Ana Octarin31 Mei 2026 | 21:06

Spesifikasi Suzuki Burgman 15, Penantang Nmax & PCX

Ana Octarin31 Mei 2026 | 19:57

cara mengatasi mabuk perjalanan saat naik mobil ber-ac

Ana Octarin31 Mei 2026 | 18:48

Ukuran Garasi Mobil Avanza yang Ideal untuk Rumah Minimalis

Ana Octarin31 Mei 2026 | 16:54
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.