Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Galaxy Tab A11 Plus 5G: Chipset Dimensity, Layar 11 Inci, dan 7 Tahun Update

6 Januari 2026 | 04:00

5 Alasan Tablet Android Murah RAM Besar di Bawah 2 Juta Gantikan Laptop

6 Januari 2026 | 02:00

7 Alasan Samsung Galaxy Tab A11 Jadi Tablet Entry Level Paling Awet

6 Januari 2026 | 00:00
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Galaxy Tab A11 Plus 5G: Chipset Dimensity, Layar 11 Inci, dan 7 Tahun Update
  • 5 Alasan Tablet Android Murah RAM Besar di Bawah 2 Juta Gantikan Laptop
  • 7 Alasan Samsung Galaxy Tab A11 Jadi Tablet Entry Level Paling Awet
  • Waspada! 5 Fakta Ancaman Gempa Megathrust Dahsyat di Jawa-Sumatra
  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya
  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim
  • 7 Tanda WhatsApp Disadap dari Jauh dan Cara Ampuh Hentikan
Rabu, Januari 7
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » 3 Perbedaan Fatal Meteoroid, Meteorit, & Asal Usul Meteor Cirebon
Tech

3 Perbedaan Fatal Meteoroid, Meteorit, & Asal Usul Meteor Cirebon

Olin SianturiOlin Sianturi7 Oktober 2025 | 03:08
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Asal Usul Meteor Cirebon, Perbedaan Meteoroid Meteorit
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bongkar misteri bola api di Cirebon! NASA jelaskan Asal Usul Meteor Cirebon, serta 3 Perbedaan Meteoroid Meteorit yang wajib Anda tahu. Klik untuk fakta lengkap!

TechnonesiaID - Pada satu malam, langit di sekitar Cirebon mendadak disinari oleh cahaya terang yang misterius. Fenomena “bola api” ini sempat membuat warga heboh, memicu spekulasi tentang apa sebenarnya benda langit yang terlihat jatuh tersebut.

Para peneliti, termasuk dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), segera memastikan bahwa peristiwa tersebut memang merupakan penampakan meteor. Namun, di balik konfirmasi ini, muncul kebingungan umum mengenai tata nama benda langit.

Baca Juga

  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Advertisement

Apakah itu meteor, meteoroid, atau meteorit? Dan bagaimana Asal Usul Meteor Cirebon ini bisa terdeteksi?

Untuk menjawab rasa penasaran publik dan meluruskan istilah yang sering tertukar, Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) telah memberikan penjelasan mendalam. Penjelasan ini vital bagi kita yang ingin memahami dinamika antariksa.

Mengapa Bola Api di Langit Cirebon Jadi Sorotan Global?

Peristiwa penampakan benda langit di Cirebon menjadi sangat penting karena berhasil diamati oleh banyak saksi mata. Meskipun terlihat seperti “bintang jatuh” biasa, ukurannya yang besar dan jejak cahaya yang dramatis membuatnya menarik perhatian para ilmuwan.

Baca Juga

  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim
  • 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Advertisement

BRIN mengonfirmasi bahwa penampakan tersebut adalah meteor. Konfirmasi ini sekaligus memberikan konteks penting: benda langit yang masuk ke atmosfer Bumi, bahkan yang ukurannya kecil, selalu memiliki risiko.

Kasus Cirebon ini menjadi pengingat bahwa angkasa luar, meskipun indah, menyimpan jutaan puing-puing bebatuan yang terus bergerak dan berinteraksi dengan planet kita.

Memahami Perbedaan Meteoroid Meteorit menjadi kunci untuk bisa mengidentifikasi tahap mana benda tersebut berada saat kita melihatnya.

Baca Juga

  • 7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak
  • 5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!

Advertisement

Asal Usul Meteor Cirebon dan Benda Langit yang Membingungkan

Ketika sebuah batu dari luar angkasa menempuh perjalanan menuju Bumi, ia akan melalui tiga tahap utama yang masing-masing memiliki nama teknis berbeda. NASA menggunakan tiga istilah kunci ini untuk merujuk pada benda yang pada dasarnya sama, namun dalam kondisi dan lokasi yang berbeda.

Tiga kata tersebut adalah meteoroid, meteor, dan meteorit.

Memahami tiga istilah ini tidak hanya penting untuk konteks ilmiah, tetapi juga membantu kita memahami dari mana Asal Usul Meteor Cirebon tersebut.

Baca Juga

  • 5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!
  • 7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026

Advertisement

Perbedaan Meteoroid Meteorit: Siapa Lebih Dulu?

Istilah pertama yang harus kita pahami adalah yang paling awal: Meteoroid.

Meteoroid didefinisikan sebagai bebatuan luar angkasa yang masih berada di luar atmosfer Bumi. Ukurannya sangat bervariasi, mulai dari sekecil butiran debu kosmik hingga ukuran yang lebih besar seperti asteroid kecil.

Kebanyakan meteoroid adalah puing-puing yang tersisa dari pembentukan tata surya atau pecahan dari asteroid yang bertabrakan di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

Baca Juga

  • 5 Fakta Mesin Chip Canggih China: Rahasia EUV Bikin AS Panik
  • 4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah

Advertisement

Menurut NASA, meteoroid terus bergerak mengelilingi Matahari. Selama batu ini tersuspensi di ruang angkasa, tanpa terpengaruh oleh gravitasi atmosfer planet, ia akan terus disebut meteoroid.

Puing-puing yang berukuran sangat kecil—sekitar seukuran biji pasir atau kurang—disebut sebagai mikrometeoroid. Jadi, meteoroid adalah istilah yang digunakan untuk bebatuan sebelum mereka memasuki permainan gravitasi Bumi.

Meteor: Ketika Batu Angkasa Bertemu Atmosfer Bumi

Tahap kedua dalam perjalanan benda langit adalah saat ia memasuki atmosfer Bumi. Di sinilah istilah Meteor digunakan, dan ini adalah benda yang terlihat di langit Cirebon.

Baca Juga

  • 3 Tanda Gejala Demensia Lewat HP: Revolusi Deteksi Dini (58 karakter)
  • 7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer

Advertisement

Meteor adalah fenomena visual, bukan benda fisik itu sendiri. Ketika meteoroid memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi (puluhan ribu kilometer per jam), gesekan ekstrem dengan udara menyebabkan bebatuan tersebut memanas hingga bersinar terang.

Sinar cahaya atau “garis” yang kita lihat inilah yang disebut meteor. Secara populer, fenomena ini sering keliru disebut sebagai “bintang jatuh” atau “bintang berekor.” Padahal, bintang tidak pernah jatuh—itu hanyalah sepotong batu yang terbakar habis.

Fenomena meteor bisa sangat spektakuler. Jika meteoroidnya besar, cahayanya bisa sangat terang, bahkan lebih terang dari Venus, dan dapat diamati di siang hari. Meteor yang sangat terang ini disebut bolide atau bola api, mirip dengan yang terlihat di Cirebon.

Baca Juga

  • SoftBank ‘BU’ Jual Saham, 4 Pemicu Kejar Dana Investasi OpenAI Terbaru
  • 3 Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi, Sangat Mudah!

Advertisement

Meteorit: Bukti Fisik Perjalanan Luar Angkasa

Istilah terakhir, dan yang paling penting bagi para ilmuwan, adalah Meteorit. Meteorit adalah benda fisik yang berhasil bertahan melalui perjalanan atmosfer yang membakar dan mendarat di permukaan Bumi.

Agar sebuah benda disebut meteorit, ia harus berhasil mencapai tanah atau air dan dapat ditemukan. Proses ini sangat jarang terjadi karena sebagian besar meteoroid kecil akan terbakar habis di atmosfer.

Meteorit menjadi sangat berharga karena mereka adalah sampel materi luar angkasa yang murni. Dengan menganalisis meteorit, ilmuwan dapat memahami komposisi kimia tata surya awal dan bahkan mencari petunjuk mengenai asal usul kehidupan.

Baca Juga

  • Terungkap! 50+ Miliarder Baru 2025 Kaya Raya Berkat AI dan Startup
  • Direstui Trump, China Borong Chip AS Rp 238 T: 3 Alasan Balik Arah

Advertisement

Jika serpihan batu dari Asal Usul Meteor Cirebon berhasil ditemukan dan diidentifikasi di daratan sekitar, maka sisa batuan itu akan resmi disebut meteorit.

3 Faktor Penting Mengapa Meteor Bisa Jatuh ke Bumi

Mengapa bebatuan luar angkasa ini tiba-tiba “terjun” ke Bumi? Jatuhnya meteor, seperti yang terjadi di Cirebon, bukanlah peristiwa acak. Ada beberapa faktor kosmik dan fisik yang menentukan nasib sebuah meteoroid.

Berikut adalah faktor-faktor utama yang memicu jatuhnya meteor:

Baca Juga

  • Bukan Polusi! Ini 5 Alasan Bumi Panas Mendidih Menurut Ilmuwan
  • 5 Strategi Kunci Peningkatan Kompetensi ASN Lewat ASN DIGITAL

Advertisement

  • Jalur Orbit yang Bersinggungan (Gravitasi Bumi): Gravitasi Bumi adalah penarik utama. Ketika orbit meteoroid melintasi atau berada cukup dekat dengan orbit Bumi, tarikan gravitasi planet kita akan membelokkan jalurnya dan menariknya ke bawah.
  • Kecepatan Relatif Tinggi: Meteoroid bergerak dengan kecepatan yang luar biasa cepat di ruang angkasa. Ketika ia memasuki atmosfer, kecepatan yang tinggi ini (bisa mencapai 72 km per detik) meningkatkan gesekan, menghasilkan panas luar biasa, dan menjadikannya terlihat sebagai meteor yang sangat terang.
  • Komposisi dan Ukuran Benda: Hanya meteoroid dengan komposisi yang padat (seperti besi atau bebatuan keras) dan ukuran yang cukup besar yang memiliki peluang bertahan dari proses pembakaran atmosfer. Ini menentukan apakah benda tersebut akan menjadi meteor yang menghilang atau meteorit yang mendarat.

Memahami ketiga faktor ini membantu menjelaskan dinamika Perbedaan Meteoroid Meteorit dan mengapa fenomena seperti di Cirebon menjadi langka dan menarik untuk dipelajari lebih lanjut.

Kesimpulan: Membedah Tiga Status Benda Angkasa

Dari kasus bola api di Cirebon, kita mendapatkan pelajaran penting mengenai istilah astronomi yang benar. Benda langit yang sama memiliki tiga status nama berdasarkan lokasinya:

Status Benda Langit Berdasarkan Lokasi:

Baca Juga

  • 5 Fakta Gila Baterai 20.000 mAh Samsung, Standar Baru HP 2026?
  • 7 Bukti Mengejutkan Lokasi Kawin Campur Manusia Purba Terbongkar

Advertisement

  • Meteoroid: Berada di luar atmosfer, mengorbit di ruang angkasa.
  • Meteor: Fenomena cahaya saat meteoroid terbakar di atmosfer Bumi (yang terlihat di Cirebon).
  • Meteorit: Benda fisik yang berhasil mendarat di permukaan Bumi.

Meskipun kita sering menyebut semua benda jatuh sebagai “meteor,” pemahaman yang lebih dalam tentang Perbedaan Meteoroid Meteorit memberikan apresiasi yang lebih besar terhadap proses kosmik yang terjadi di atas kepala kita.

Kini, dengan penjelasan mendalam dari NASA, kita bisa mengidentifikasi bahwa yang terlihat di langit Cirebon adalah meteor, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah ada bagian dari batuan tersebut yang berhasil menjadi meteorit.

Pengetahuan tentang Asal Usul Meteor Cirebon tidak hanya mengisi rasa ingin tahu, tetapi juga memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana Bumi berinteraksi dengan sisa-sisa material dari pembentukan tata surya miliaran tahun lalu.

Baca Juga

  • Top 3 Grup Raksasa RI Lahir: Siapa Kuasai Internet Indonesia 2025?
  • 5 Fakta Mengejutkan HP Produksi Indonesia UP Phone Laris di Luar Negeri

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Benda Langit BRIN meteor Cirebon NASA Perbedaan Meteoroid Meteorit
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Alasan Netizen Ragu dengan Penangkapan Hacker Bjorka
Next Article 5 Rahasia Aplikasi Andal by TASPEN Sukses Raih 2,5 Juta Pengguna
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00

7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 04:00

5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 00:00
Pilihan Redaksi
Otomotif

Honda Vario 160 Street Edition 2025, Desain Berani Bakal Hadir dengan Setang Telanjang

Ana Octarin23 Agustus 2025 | 20:56

Honda Vario 160 Street Edition 2025 hadir dengan setang telanjang bergaya urban naked, desain agresif,…

5 Fitur Terbaik HyperOS 3 untuk Redmi Note 13 Pro & POCO M6 Pro

29 Desember 2025 | 16:00

Galaxy Tab A11 Plus 5G: Chipset Dimensity, Layar 11 Inci, dan 7 Tahun Update

6 Januari 2026 | 04:00

8 Rekomendasi HP 1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik 2025: Spek Gahar Bikin Naksir

26 Agustus 2025 | 17:50

5 Keunggulan TCL Note A1 NxtPaper: Spesifikasi Pesaing Kindle Scribe

1 Januari 2026 | 16:00
Terbaru

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00

7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 04:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.