Meski demikian, pergerakan harga minyak mentah global tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Baca Juga :
Bahlil Ingatkan Masyarakat Mampu Tidak Gunakan BBM Subsidi
Di tengah kebijakan harga BBM, Bahlil kembali mengingatkan masyarakat dari kelompok ekonomi menengah ke atas agar tidak menggunakan BBM bersubsidi.
Ia menegaskan bahwa subsidi energi seharusnya dimanfaatkan oleh masyarakat yang memang berhak dan membutuhkan.
"Ya cobalah kita pakai perasaan. Saya berkali-kali terus ini, ngomong ini. Jangan. Kasihan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ucap Bahlil.
Baca Juga :
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa BBM bersubsidi memiliki peruntukan khusus. Karena itu, penggunaannya diharapkan sesuai sasaran agar manfaat subsidi dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Harga Pertamax Bergantung pada Pergerakan Minyak Dunia
Penjelasan Bahlil mempertegas perbedaan mekanisme harga BBM nonsubsidi dan BBM bersubsidi di Indonesia.
Harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya mengikuti perkembangan pasar minyak mentah dunia yang tercermin melalui ICP. Jika indikator tersebut naik, harga BBM nonsubsidi dapat mengalami kenaikan. Sebaliknya, penurunan ICP dapat menjadi dasar koreksi harga.
Baca Juga :
Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak naik hingga akhir 2026. Stok BBM nasional juga dijaga pada standar minimal untuk memenuhi kebutuhan selama 18–21 hari.
Bagi masyarakat, memahami perbedaan mekanisme tersebut dapat membantu memperkirakan pengeluaran bahan bakar sekaligus membedakan dinamika harga BBM nonsubsidi dari kebijakan harga BBM bersubsidi