Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI

26 Mei 2026 | 13:55

Tim Reli Wanita Indonesia Resmi Dibentuk untuk Kejurnas 2026

26 Mei 2026 | 12:55

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026, Klaim Sekarang!

26 Mei 2026 | 11:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI
  • Tim Reli Wanita Indonesia Resmi Dibentuk untuk Kejurnas 2026
  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026, Klaim Sekarang!
  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026, Klaim Voucher Draft!
  • tablet Samsung Galaxy Tab S9 FE+ Solusi Kerja Praktis
  • Kesejahteraan Buruh Era AI: Belajar dari Kasus Samsung
  • Recall Mobil Nissan: Pedal Gas Rusak, 70 Ribu Unit Ditarik
  • laptop Polytron Luxia R5 Resmi Rilis, Ini Spek dan Harganya
Selasa, Mei 26
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Gadget » Keputusan Mengejutkan! Apple Setop Garap Versi Murah Vision Pro, Ini 3 Alasan Utamanya
Gadget

Keputusan Mengejutkan! Apple Setop Garap Versi Murah Vision Pro, Ini 3 Alasan Utamanya

Olin SianturiOlin Sianturi2 Oktober 2025 | 18:54
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Versi Murah Vision Pro
Versi Murah Vision Pro
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Apple hentikan pengembangan versi murah Vision Pro (N100). Simak 3 alasan penting di balik perubahan strategi ini dan fokus baru Apple pada Kacamata Pintar Apple yang akan menantang Meta.

Keputusan besar baru saja datang dari markas Apple di Cupertino. Raksasa teknologi ini dilaporkan telah mengambil langkah mengejutkan dengan menghentikan pengembangan varian Vision Pro yang lebih terjangkau. Proyek yang dikenal dengan kode nama N100 ini diprediksi tidak akan pernah melihat cahaya pasar.

Perubahan strategi radikal ini pertama kali diungkap oleh Bloomberg, mengutip sumber internal yang memahami dinamika internal perusahaan. Alih-alih fokus membuat Vision Pro yang lebih murah, Apple kini mengalihkan seluruh sumber daya dan tim pengembangnya menuju satu target baru: Kacamata Pintar Apple yang lebih ringan dan kompetitif.

Baca Juga

  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026, Klaim Voucher Draft!
  • laptop Polytron Luxia R5 Resmi Rilis, Ini Spek dan Harganya

Advertisement

Langkah ini menandai pergeseran prioritas yang jelas. Dari perangkat kelas atas yang mahal, Apple kini tampaknya berupaya menciptakan perangkat augmented reality (AR) yang lebih ramah konsumen dan siap bersaing langsung dengan pemain besar di pasar AR/VR, terutama Meta.

Strategi Mengejutkan: Mengapa Versi Murah Vision Pro Dihentikan?

Sejak peluncuran Vision Pro dengan harga fantastis USD 3.499 (sekitar Rp 57 juta), banyak yang berharap Apple akan segera menghadirkan versi murah Vision Pro agar teknologi futuristik ini dapat diakses oleh lebih banyak orang. Namun, harapan tersebut kini pupus. Ada beberapa faktor fundamental yang mendorong Apple mengambil keputusan drastis ini.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kerumitan dalam mempertahankan kualitas khas Apple sambil memotong biaya secara signifikan. Vision Pro yang ada saat ini menggunakan teknologi layar mikro-OLED ultra-premium dan sensor yang sangat canggih. Menghilangkan fitur-fitur ini tanpa mengorbankan pengalaman pengguna adalah tantangan teknis yang hampir mustahil.

Baca Juga

  • Game Forza Horizon 6 Rilis di PC & Xbox, PS5 Menyusul
  • OPPO Find X9 Series Resmi Rilis di Indonesia, Ini Speknya

Advertisement

Bloomberg melaporkan bahwa meskipun tim N100 telah bekerja keras, Apple memutuskan bahwa upaya untuk “memurahkan” perangkat keras canggih justru menghambat tujuan yang lebih besar, yaitu membangun ekosistem AR yang masif.

Fokus pada Efisiensi Produksi Vision Pro Saat Ini

Meskipun proyek N100 dihentikan, Apple tidak sepenuhnya meninggalkan Vision Pro. Sebaliknya, perusahaan kini memberikan fokus lebih besar pada peningkatan efisiensi produksi model Vision Pro generasi pertama. Tujuannya adalah memastikan bahwa mereka dapat memproduksi perangkat kelas atas ini secara konsisten dan dalam jumlah yang lebih besar.

Permintaan awal Vision Pro, meskipun harganya selangit, cukup kuat. Dengan mengoptimalkan rantai pasokan dan perakitan, Apple berharap dapat mengurangi biaya produksi secara bertahap, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga jual tanpa harus menciptakan model yang berbeda secara radikal.

Baca Juga

  • Solusi Pengelolaan Daya Modern: ADI Akuisisi Empower USD1,5 M
  • Serial Drama The Other Sister Siap Tayang Mei 2026 di iQIYI

Advertisement

3 Alasan Utama Apple Mengalihkan Fokus ke Kacamata Pintar Apple

Penghentian pengembangan versi murah Vision Pro bukanlah akhir dari upaya Apple di ranah AR/VR. Ini justru merupakan awal dari fokus baru yang lebih strategis. Pengalihan sumber daya ke pengembangan Kacamata Pintar Apple (sering disebut sebagai ‘Apple Glasses’) menunjukkan bahwa Apple telah belajar dari respons pasar.

Berikut adalah 3 alasan utama yang mendorong Apple melakukan pergeseran prioritas ini:

  1. Biaya Produksi yang Terlalu Tinggi untuk Versi Murah: Menciptakan N100 yang lebih ringan berarti Apple harus memangkas beberapa komponen inti, termasuk set chip R1/M2 atau kualitas tampilan. Namun, memangkas terlalu banyak akan menghasilkan produk yang terasa inferior dan tidak layak menyandang nama Apple. Daripada merilis produk ‘setengah-setengah’, Apple memilih fokus pada desain yang sepenuhnya baru dengan target harga dan fungsi yang berbeda.
  2. Fokus pada Produk Kompetitif Jangka Panjang: Vision Pro adalah perangkat mixed reality (MR) berdaya tinggi. Sementara itu, Meta telah menguasai pasar smart glasses dengan produk seperti Ray-Ban Meta. Apple melihat peluang besar di pasar kacamata pintar yang lebih ringan, lebih fokus pada fungsi AR sederhana, dan dapat dipakai sehari-hari, bukan hanya sebagai headset yang membatasi pergerakan.
  3. Kebutuhan Desain yang Lebih Ringan dan Nyaman: Vision Pro dikenal karena beratnya, membuatnya kurang ideal untuk pemakaian jangka panjang. Proyek kacamata pintar yang baru ini bertujuan untuk menciptakan perangkat yang bobotnya jauh lebih ringan, mendekati kacamata biasa, sehingga meningkatkan kenyamanan dan adopsi konsumen secara massal. Ini adalah kunci untuk memenangkan persaingan di pasar AR yang lebih luas.

Keputusan ini menegaskan bahwa Apple lebih tertarik pada perangkat yang bisa menjadi pendamping harian, bukan hanya sebuah alat hiburan atau kerja yang sporadis.

Baca Juga

  • Laptop MacBook Neo Terbaru Resmi Hadir, Ini Harganya
  • Turnamen Demon Hunter Arena Dibuka, Berhadiah Tiket ke Korea

Advertisement

Masa Depan Kacamata Pintar Apple: Ancaman Serius Bagi Pesaing

Tim yang sebelumnya mengerjakan proyek N100 kini sepenuhnya dialihkan untuk memfokuskan pengembangan kacamata pintar baru. Perangkat ini diprediksi akan menjadi jauh lebih ringkas, mengandalkan kekuatan pemrosesan dari iPhone (mirip konsep Apple Watch pertama), dan berfungsi sebagai layar notifikasi ringan dengan kemampuan AR dasar.

Proyek kacamata pintar ini dipandang sebagai ‘senjata pamungkas’ Apple untuk menantang dominasi Meta. Ketika Vision Pro menargetkan profesional dan pengguna kelas atas, kacamata pintar akan menargetkan miliaran pengguna iPhone di seluruh dunia.

Dampak Pergeseran Fokus Apple terhadap Ekosistem AR

Penghentian versi murah Vision Pro secara tidak langsung memperjelas bahwa Apple melihat pasar sebagai dua segmen berbeda: pasar high-end, immersive computing (Vision Pro) dan pasar mass-market, pervasive AR (Kacamata Pintar).

Baca Juga

  • Jadwal MPL ID S17: Duel Hidup Mati Navi vs Geek Fam
  • MSI RTX 5090 LIGHTNING Z Sabet Penghargaan di Computex 2026

Advertisement

Pergeseran ini berdampak signifikan pada pengembangan perangkat lunak. Para pengembang kini dapat mempersiapkan aplikasi yang dapat berjalan di VisionOS (untuk pengalaman imersif) dan juga aplikasi AR yang lebih sederhana dan efisien yang disesuaikan untuk format kacamata ringan.

Dengan fokus yang lebih tajam, Apple berharap dapat mempercepat jadwal rilis kacamata pintar ini. Jika Vision Pro murah dijadwalkan pada 2027, kemungkinan besar kacamata pintar ini akan diluncurkan lebih cepat, memberikan Apple keunggulan strategis dalam perlombaan teknologi yang semakin memanas.

Strategi Jangka Panjang Apple

Keputusan untuk menyetop pengembangan versi murah Vision Pro bukanlah kemunduran, melainkan langkah strategis yang cerdas. Apple menyadari bahwa upaya untuk membuat perangkat canggih menjadi murah justru berpotensi merusak merek dan standar kualitas mereka.

Baca Juga

  • Tiket Upper Bracket MPL Milik TLID Usai Gilas Geek Fam
  • Promo Samsung Smart TV 43 Inch di Transmart Cuma Rp 3 Jutaan

Advertisement

Dengan memindahkan sumber daya ke pengembangan Kacamata Pintar Apple yang ringan, perusahaan ini menunjukkan komitmennya untuk membangun perangkat AR yang benar-benar dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini tidak hanya meningkatkan peluang adopsi massal, tetapi juga menyiapkan panggung untuk pertempuran teknologi AR terbesar melawan pesaing seperti Meta di tahun-tahun mendatang. Pasar kini menantikan terobosan berikutnya dari Apple.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Apple Vision Pro Kacamata Pintar Apple Meta Strategi Apple Teknologi AR/VR
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSamsung Resmi Rilis SSD 9100 PRO 8TB: Super Cepat untuk Gamer dan Kreator
Next Article 5 Strategi Pertumbuhan Pengguna Instagram, Tembus 3 Miliar!
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026, Klaim Voucher Draft!

Olin Sianturi26 Mei 2026 | 10:55

laptop Polytron Luxia R5 Resmi Rilis, Ini Spek dan Harganya

Olin Sianturi26 Mei 2026 | 06:55

Game Forza Horizon 6 Rilis di PC & Xbox, PS5 Menyusul

Olin Sianturi26 Mei 2026 | 01:55

OPPO Find X9 Series Resmi Rilis di Indonesia, Ini Speknya

Olin Sianturi25 Mei 2026 | 20:55

Solusi Pengelolaan Daya Modern: ADI Akuisisi Empower USD1,5 M

Olin Sianturi25 Mei 2026 | 15:55

Serial Drama The Other Sister Siap Tayang Mei 2026 di iQIYI

Olin Sianturi25 Mei 2026 | 10:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

20 Mei 2026 | 08:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026, Klaim Voucher Draft!

Olin Sianturi26 Mei 2026 | 10:55

laptop Polytron Luxia R5 Resmi Rilis, Ini Spek dan Harganya

Olin Sianturi26 Mei 2026 | 06:55

Game Forza Horizon 6 Rilis di PC & Xbox, PS5 Menyusul

Olin Sianturi26 Mei 2026 | 01:55

OPPO Find X9 Series Resmi Rilis di Indonesia, Ini Speknya

Olin Sianturi25 Mei 2026 | 20:55

Solusi Pengelolaan Daya Modern: ADI Akuisisi Empower USD1,5 M

Olin Sianturi25 Mei 2026 | 15:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.