Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

10 Februari 2026 | 16:34

Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K

10 Februari 2026 | 15:25

Jam Tangan Casio Baby-G BGD-10KH: Unik, Bisa Jadi Gantungan!

10 Februari 2026 | 15:18
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds
  • Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K
  • Jam Tangan Casio Baby-G BGD-10KH: Unik, Bisa Jadi Gantungan!
  • Jam Tangan G-Shock Origami Resmi Meluncur, Ini Harga dan Speknya
  • Wireless Charging Galaxy S26 Meningkat Pesat Berkat Qi 2.2.1
  • Diskon Game PS4 dan PS5 Hingga 90%: Cek Harga PS5 Terbaru!
  • Harga PS5 Turun Signifikan di Indonesia, Cek Daftar Diskon 2026
  • 2 Cara Dapat Skin PUBG KOF: Iori Yagami, Mai Shiranui, dan Nakoruru
Rabu, Februari 11
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 3 Alasan Kenapa Sam Altman Minta Bantuan Trump Soal Masa Depan AI
Berita Tekno

3 Alasan Kenapa Sam Altman Minta Bantuan Trump Soal Masa Depan AI

Olin SianturiOlin Sianturi12 November 2025 | 11:38
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Sam Altman minta bantuan Trump, Kredit pajak UU Chips AI
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - CEO OpenAI Sam Altman blak-blakan. Kenapa Sam Altman minta bantuan Trump untuk memperluas kredit pajak UU Chips AI? Ini alasan strategisnya demi dominasi AS.

Panggung politik Amerika Serikat kembali memanas menjelang pemilihan presiden, namun kali ini perhatian tertuju pada seorang tokoh teknologi terkemuka. Sam Altman, CEO OpenAI—perusahaan di balik revolusi ChatGPT—tiba-tiba melontarkan permintaan tegas kepada pemerintahan yang berpotensi dipimpin kembali oleh Donald Trump.

Permintaan ini bukanlah soal regulasi ringan, melainkan menyangkut isu infrastruktur teknologi yang sangat vital: perluasan kelayakan untuk kredit pajak di bawah Undang-Undang (UU) CHIPS. Langkah ini menunjukkan bahwa masa depan Kecerdasan Buatan (AI) tidak hanya bergantung pada inovasi teknis, tetapi juga pada dukungan kebijakan dan insentif fiskal dari pemerintah.

Baca Juga

  • Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026
  • Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Advertisement

Mengapa bos AI sekelas Sam Altman harus berurusan langsung dengan politik, bahkan meminta bantuan dari tokoh kontroversial seperti Donald Trump? Jawabannya terletak pada perlombaan global untuk mengamankan dominasi dalam teknologi semikonduktor dan AI.

Mengapa Sam Altman Minta Bantuan Trump? Fokus pada Kredit Pajak

Permintaan spesifik Sam Altman adalah agar pemerintah memperluas jangkauan kredit pajak yang diatur dalam UU CHIPS, terutama melalui program yang dikenal sebagai Kredit Investasi Manufaktur Canggih (AMIC) atau Advanced Manufacturing Investment Credit.

Secara garis besar, UU CHIPS dan Sains yang disahkan di era pemerintahan sebelumnya, bertujuan untuk menggenjot manufaktur semikonduktor domestik. Semikonduktor atau chip adalah “emas baru” yang menjadi tulang punggung bagi setiap kemajuan teknologi, termasuk pengembangan model AI besar seperti GPT-4.

Baca Juga

  • Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra
  • 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Advertisement

Altman memahami bahwa membangun infrastruktur AI yang canggih membutuhkan investasi modal yang sangat besar. Permintaan ini muncul sebagai upaya strategis untuk memastikan bahwa perusahaan AI dapat mengakses insentif pajak yang signifikan guna memfasilitasi pembangunan fasilitas dan rantai pasokan yang diperlukan.

Kredit Pajak UU Chips AI dan Strategi Dominasi AS

AMIC adalah insentif pajak utama yang dirancang untuk mendorong investasi besar-besaran dalam fasilitas manufaktur canggih. Altman berpendapat bahwa kelayakan kredit pajak ini harus diperluas, melampaui fokus sempit pada chip tradisional, untuk mencakup kebutuhan infrastruktur yang lebih luas yang diperlukan untuk menopang gelombang inovasi AI berikutnya.

Ada 3 alasan utama mengapa Sam Altman minta bantuan Trump terkait hal ini:

Baca Juga

  • 5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI
  • 3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Advertisement

  • Mempercepat Pembangunan Infrastruktur: Untuk menjaga laju pengembangan AI, OpenAI dan perusahaan serupa memerlukan akses yang lebih cepat dan murah ke fasilitas superkomputer dan pusat data yang didukung oleh chip canggih. Kredit pajak yang diperluas akan mengurangi beban finansial ini secara signifikan.
  • Keamanan Nasional dan Rantai Pasokan: Permintaan ini sejalan dengan tujuan AS untuk mengurangi ketergantungan pada manufaktur chip di luar negeri (terutama Asia). Dengan insentif yang lebih besar, AS dapat lebih cepat mengamankan posisi sebagai pemimpin global dalam AI dan semikonduktor.
  • Pengaruh Politik Jangka Panjang: Altman menyadari bahwa kebijakan yang berkelanjutan membutuhkan dukungan bipartisan. Mendekati kubu Donald Trump, yang mungkin memimpin kembali, memastikan bahwa inisiatif vital ini tidak terhenti oleh perubahan administrasi.

Komentar Altman muncul tak lama setelah Kepala Urusan Global OpenAI juga berbicara mengenai perlunya perluasan dukungan fiskal bagi sektor teknologi yang berfokus pada AI.

Ancaman Kepemimpinan AI AS dan Proyek Ambisius Sam Altman

Kebutuhan mendesak akan dukungan pemerintah ini tidak lepas dari konteks persaingan teknologi yang kian ketat, terutama dengan Tiongkok. Meskipun AS saat ini memimpin dalam pengembangan model AI generatif, Tiongkok dan negara-negara lain berinvestasi besar-besaran dalam manufaktur semikonduktor dan pengembangan AI militer serta komersial.

Investasi besar dalam infrastruktur chip bukan hanya soal membuat AI lebih pintar; ini soal siapa yang mengendalikan teknologi paling mendasar di abad ke-21. Sam Altman sendiri telah menunjukkan ambisi global yang luar biasa. Sebelumnya, ia dikabarkan mencari dukungan investasi senilai triliunan dolar untuk mendanai jaringan pabrik semikonduktor global baru.

Baca Juga

  • 3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026
  • 5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas

Advertisement

Meskipun proyek besar tersebut bertujuan untuk mengatasi kelangkaan chip global, ia menegaskan bahwa keberhasilan inovasi di AS harus didukung oleh kebijakan domestik yang kuat. Kredit pajak UU Chips AI adalah salah satu pendorong kebijakan terpenting saat ini.

Peran Penting Semikonduktor dalam Era AI Generatif

AI generatif seperti ChatGPT memerlukan daya komputasi yang masif dan efisien. Chip yang digunakan untuk melatih model-model ini, seperti GPU (Graphics Processing Units), jauh lebih mahal dan lebih kompleks daripada chip yang digunakan dalam komputer biasa.

Perluasan kredit pajak dalam program AMIC akan membantu perusahaan-perusahaan teknologi memastikan mereka memiliki dana yang cukup untuk mengakses atau memproduksi chip ini secara domestik, tanpa harus menghadapi keterlambatan atau risiko geopolitik yang mungkin timbul dari rantai pasokan asing.

Baca Juga

  • 3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta
  • 5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru

Advertisement

Hal ini juga menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas tinggi dan mendorong ekosistem inovasi yang lebih tangguh di AS.

Memperluas Definisi Infrastruktur AI

Permintaan Altman untuk memperluas kelayakan kredit pajak menunjukkan pergeseran pandangan terhadap apa yang seharusnya dianggap sebagai “infrastruktur AI”. Dahulu, fokus mungkin hanya pada perangkat lunak dan algoritma. Namun kini, yang paling krusial adalah kebutuhan fisik:

Tiga Pilar Kebutuhan Infrastruktur Fisik AI:

Baca Juga

  • 7 Bahaya Besar! Ancaman PHK Massal 2026 Diprediksi Bapak AI
  • 3 Fakta Mengejutkan Soal Data Pribadi Warga RI Ditukar Tarif Impor AS 19%

Advertisement

  • Chip dan Hardware Komputasi: Inti dari pengembangan AI. Perluasan AMIC akan membantu manufaktur chip AI khusus.
  • Sumber Daya Energi: Pusat data AI mengonsumsi energi dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Insentif pajak mungkin juga perlu mencakup investasi dalam energi terbarukan atau teknologi pendingin yang efisien.
  • Pusat Data dan Jaringan: Fasilitas fisik tempat model AI dilatih dan dioperasikan. Kebutuhan akan pusat data yang aman dan canggih terus meningkat seiring kompleksitas model AI.

Jika Sam Altman minta bantuan Trump, ini bukan hanya dukungan personal, tetapi pengakuan bahwa kepemimpinan AI AS tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi kuat antara sektor swasta yang inovatif dan kebijakan pemerintah yang suportif dan adaptif.

Permintaan ini menandakan bahwa UU CHIPS, meskipun awalnya berfokus pada chip, kini harus berevolusi untuk mengakomodasi kebutuhan unik dari industri AI yang bergerak sangat cepat.

Kesimpulan: Kebutuhan Dukungan Bipartisan untuk Masa Depan Teknologi

Langkah Sam Altman untuk secara terbuka meminta dukungan politik, bahkan dari kubu yang mungkin berseberangan dengan pandangan umum Silicon Valley, menekankan betapa seriusnya perlombaan teknologi ini. Kredit pajak UU CHIPS AI adalah kunci penting untuk mempertahankan momentum inovasi di AS.

Baca Juga

  • 5 Bocoran Heboh Spesifikasi Realme Neo8 Infinite: Layar Realme Neo8 165Hz!
  • 7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul

Advertisement

Baik pemerintahan Donald Trump maupun administrasi lainnya di masa depan harus memahami bahwa keberlanjutan kepemimpinan AS dalam AI sangat bergantung pada dukungan fiskal dan regulasi yang fleksibel. Memperluas AMIC, seperti yang diminta Altman, akan memberikan insentif yang diperlukan bagi perusahaan-perusahaan terdepan untuk terus berinvestasi besar-besaran di tanah air.

Pada akhirnya, nasib dominasi teknologi global AS mungkin tidak hanya ditentukan di laboratorium riset OpenAI, tetapi juga di meja negosiasi kebijakan di Washington D.C.

Baca Juga

  • Fakta 1 Penemuan Botol Palung Mariana: Sampah Terdalam Dunia 10,7 KM
  • 5 Fakta Pemulihan Jaringan Telkomsel Aceh dan Paket Gratis Diteruskan

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Donald Trump Kebijakan Teknologi AS OpenAI Sam Altman UU Chips
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article7 Alasan Vivo Y500 Pro Jadi Pembunuh Flagship: Layar 5000 Nits & Baterai 7000 mAh
Next Article Wacana Pembatasan PUBG: Tokoh Esport Angkat Bicara, 5 Fakta Harus Tahu
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:03

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00

3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 20:00
Pilihan Redaksi
Otomotif

BYD Atto 3 Advanced Plus Resmi Meluncur di IIMS 2026: Intip Harga dan Spesifikasinya

Ana Octarin5 Februari 2026 | 21:26

JAKARTA – Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran varian terbaru dari salah…

Update Harga HP OPPO Februari 2026: Diskon Gila-gilaan Tembus 36%, Cek Daftar Lengkap Semua Seri!

6 Februari 2026 | 05:23

Harga Huawei Mate Pura Nova: Diskon Fantastis Februari 2026

6 Februari 2026 | 02:46

Samsung Galaxy A16 5G Jadi Ponsel Android Terlaris 2025

5 Februari 2026 | 03:34

New Mazda CX-60 Sport Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp718 Juta

5 Februari 2026 | 21:53
Terbaru

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:03

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.