Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Galaxy Tab A11 Plus 5G: Chipset Dimensity, Layar 11 Inci, dan 7 Tahun Update

6 Januari 2026 | 04:00

5 Alasan Tablet Android Murah RAM Besar di Bawah 2 Juta Gantikan Laptop

6 Januari 2026 | 02:00

7 Alasan Samsung Galaxy Tab A11 Jadi Tablet Entry Level Paling Awet

6 Januari 2026 | 00:00
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Galaxy Tab A11 Plus 5G: Chipset Dimensity, Layar 11 Inci, dan 7 Tahun Update
  • 5 Alasan Tablet Android Murah RAM Besar di Bawah 2 Juta Gantikan Laptop
  • 7 Alasan Samsung Galaxy Tab A11 Jadi Tablet Entry Level Paling Awet
  • Waspada! 5 Fakta Ancaman Gempa Megathrust Dahsyat di Jawa-Sumatra
  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya
  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim
  • 7 Tanda WhatsApp Disadap dari Jauh dan Cara Ampuh Hentikan
Sabtu, Januari 17
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Trending » 4 Alasan Jakarta Kota Terpadat Dunia 2025, Geser Tokyo Nomor 1 PBB
Trending

4 Alasan Jakarta Kota Terpadat Dunia 2025, Geser Tokyo Nomor 1 PBB

Olin SianturiOlin Sianturi3 Desember 2025 | 07:18
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Kota Terpadat Dunia 2025, Jakarta Kota Terpadat
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Mengejutkan! Jakarta Kota Terpadat Dunia 2025 menurut PBB, melampaui Tokyo. Apa pendorong lonjakan populasi hingga 42 juta? Simak analisa lengkapnya.

TechnonesiaID - Kabar yang sangat mengejutkan datang dari laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Jakarta, ibu kota Indonesia, kini resmi menyandang predikat sebagai kota dengan populasi terpadat di seluruh dunia.

Dalam laporan bertajuk World Urbanization Prospects 2025, PBB mencatat bahwa populasi Jakarta dan area metropolitan sekitarnya (Jabodetabek) telah melonjak drastis, mencapai angka fantastis yaitu hampir 42 juta jiwa.

Baca Juga

  • Waspada! 5 Fakta Ancaman Gempa Megathrust Dahsyat di Jawa-Sumatra
  • 5 Fakta Terbaru Perkembangan IKN Awal 2026: Infrastruktur & Respon Warga

Advertisement

Angka ini menempatkan Jakarta di posisi puncak, menggeser Tokyo yang telah lama menjadi ikon sebagai kota terpadat dunia. Posisi Tokyo, yang stabil di angka sekitar 33,4 juta penduduk, kini harus turun ke peringkat ketiga.

Pencapaian ini, meski menunjukkan dinamika pertumbuhan ekonomi dan migrasi yang masif, tentu membawa implikasi besar, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, lingkungan, maupun kualitas hidup masyarakat urban.

Data Kunci: Perbandingan Populasi 3 Kota Terpadat Dunia

Perubahan peringkat dalam laporan PBB tahun 2025 ini sangat signifikan, terutama karena Tokyo telah memegang mahkota sebagai kota terpadat sejak tahun 2000. Pergeseran ini menunjukkan bahwa pusat gravitasi populasi global kini bergerak ke Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Baca Juga

  • 3 Pilar Utama Karir Maya Hasan 2026: Kiprah Musik Harpa Indonesia Menggema
  • 5 Titik Fenomena Air Terjun Dadakan Lombok, Menguak Misteri ‘Gunung Menangis’

Advertisement

Laporan PBB menekankan bahwa lonjakan angka ini didasarkan pada definisi wilayah urban yang luas, atau dikenal sebagai Urban Agglomeration.

Berikut adalah perbandingan posisi dan perkiraan populasi tiga kota metropolitan teratas di dunia berdasarkan laporan tersebut:

  • Peringkat 1: Jakarta, Indonesia. Populasi hampir 42 juta jiwa. Jakarta naik dari posisi kedua sebelumnya, mengukuhkan diri sebagai Jakarta Kota Terpadat di planet ini.
  • Peringkat 2: Dhaka, Bangladesh. Dhaka mencatat lonjakan paling agresif dalam dekade terakhir. Kota ini melompat dari posisi kesembilan ke posisi kedua, mendekati angka populasi Jakarta.
  • Peringkat 3: Tokyo, Jepang. Dengan populasi yang relatif stabil di angka 33,4 juta jiwa, Tokyo turun ke posisi ketiga. Stabilitas populasi ini sering kali dihubungkan dengan tingkat kelahiran yang rendah dan kebijakan pembangunan yang terkonsentrasi.

Data ini memberikan perspektif yang jelas mengenai cepatnya laju pertumbuhan di ibu kota negara berkembang, khususnya Indonesia.

Baca Juga

  • 3 Pesan Utama: Makna Natal dengan Empati PTPN III di Tengah Bencana
  • 3 Fakta Penting Danantara BRI Bantuan Aceh Tamiang Pasca Bencana

Advertisement

Mengapa Jakarta Kota Terpadat Dunia 2025? (4 Alasan Utama)

Penobatan Kota Terpadat Dunia 2025 ini bukanlah tanpa alasan. Terdapat beberapa faktor fundamental yang mendorong populasi Jakarta melampaui batas psikologis 40 juta jiwa, jauh meninggalkan kota-kota megapolitan lain seperti Shanghai atau Mexico City.

Faktor-faktor ini mencakup tidak hanya aspek demografi internal, tetapi juga bagaimana PBB mendefinisikan wilayah urban yang mereka hitung.

1. Definisi “Urban Agglomeration” PBB

Perlu dipahami bahwa angka 42 juta jiwa yang disebut PBB merujuk pada wilayah metropolitan yang lebih besar (Jabodetabek, atau Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Ini adalah area perkotaan yang menyatu secara fungsional, bukan hanya batas administrasi DKI Jakarta saja.

Baca Juga

  • 4 Alasan Bantuan Kemanusiaan Bali Padang Tempuh Jarak 2.500 Km
  • Peringatan Terbaru PBB: 4 Bahaya Kepadatan Jakarta Terpadat Dunia

Advertisement

PBB menggunakan definisi Urban Agglomeration untuk menghitung populasi. Jika hanya dihitung berdasarkan batas administrasi DKI Jakarta saja, populasinya tentu akan jauh lebih kecil. Namun, realitasnya, jutaan orang yang bekerja di Jakarta tinggal di Bodetabek, membuat mereka menjadi bagian dari aglomerasi perkotaan terbesar ini.

2. Tingginya Urbanisasi dan Migrasi Internal

Jakarta, meskipun statusnya akan digantikan oleh IKN Nusantara, masih menjadi magnet ekonomi utama bagi seluruh wilayah Indonesia. Daya tarik lapangan kerja, pendidikan, dan fasilitas kesehatan yang lebih baik memicu gelombang migrasi internal dari berbagai provinsi.

Setiap tahun, setelah perayaan hari besar seperti Lebaran, terjadi fenomena “arus balik” di mana pendatang baru turut serta mencoba peruntungan di ibu kota. Proses urbanisasi yang cepat ini adalah mesin utama di balik lonjakan angka populasi.

Baca Juga

  • 5 Fakta Salju Turun di Arab Saudi yang Menggegerkan Dunia
  • Terungkap! 7 Fakta Mencengangkan Dunia Lain Antartika yang Dihuni Ribuan Ikan

Advertisement

3. Laju Kelahiran Alami yang Signifikan

Meskipun tingkat kelahiran di perkotaan cenderung menurun seiring dengan peningkatan kesejahteraan, laju kelahiran alami di Indonesia secara keseluruhan masih cukup tinggi dibandingkan negara maju seperti Jepang.

Kontribusi dari pertumbuhan alami populasi—jumlah kelahiran dikurangi jumlah kematian—tetap signifikan dalam menambahkan jutaan jiwa ke dalam wilayah metropolitan Jakarta setiap dekade.

4. Peran Jabodetabek dalam Menjadikan Jakarta Kota Terpadat

Integrasi Jabodetabek sebagai satu kesatuan ekonomi yang masif adalah kunci mengapa Jakarta Kota Terpadat Dunia 2025. Wilayah penyangga ini berfungsi sebagai “kamar tidur” bagi Jakarta, menghubungkan jutaan komuter setiap hari melalui jaringan transportasi (KRL, MRT, LRT, Tol).

Baca Juga

  • 3 Siklon Tropis Kepung RI: Peringatan BMKG Terbaru dan Dampaknya 2025
  • 3 Barang Laris Manis di Harbolnas 12.12: Ini Tips Belanja Sukses!

Advertisement

Tanpa memasukkan kawasan penyangga ini, Jakarta mungkin tidak akan melampaui Tokyo. Namun, PBB melihat Jabodetabek sebagai satu entitas perkotaan yang utuh dan saling bergantung.

Implikasi Status Jakarta Sebagai Megacity Nomor 1

Menjadi Kota Terpadat Dunia 2025 adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ini menunjukkan potensi ekonomi Indonesia yang luar biasa dan status global Jakarta sebagai pusat kegiatan yang tak tertandingi di Asia Tenggara.

Di sisi lain, predikat ini membawa tantangan akut yang harus segera diatasi oleh pemerintah dan pemangku kepentingan.

Baca Juga

  • 3 Fakta Mencengangkan Munculnya Selat Muria Kembali Setelah 300 Tahun
  • 7 Topik Terpopuler Google 2025: Mengapa Nama Purbaya Paling Dicari?

Advertisement

Tantangan Infrastruktur dan Lingkungan

Lonjakan populasi hingga 42 juta jiwa secara langsung membebani infrastruktur yang sudah ada. Beberapa tantangan utama yang dihadapi meliputi:

  • Kemacetan Lalu Lintas: Jaringan jalan yang padat dan tingginya kepemilikan kendaraan pribadi memperburuk kemacetan harian.
  • Krisis Air Bersih dan Sanitasi: Permintaan air bersih meningkat drastis, sementara ketersediaan dan kualitas air tanah terancam.
  • Penanganan Sampah: Volume sampah harian meningkat sebanding dengan populasi, menuntut solusi pengelolaan yang lebih modern dan berkelanjutan.
  • Permukiman Kumuh: Peningkatan migrasi menciptakan tekanan pada penyediaan hunian yang layak, seringkali berujung pada pertumbuhan permukiman kumuh di pinggiran kota.

Selain itu, isu penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan ancaman banjir rob semakin kritis, membutuhkan intervensi kebijakan jangka panjang yang berkelanjutan.

Masa Depan Jakarta Pasca Penetapan Kota Terpadat Dunia

Meskipun Jakarta akan melepaskan status ibu kota negara kepada IKN Nusantara di masa depan, statusnya sebagai pusat bisnis dan demografi tetap tak tergoyahkan.

Baca Juga

  • 5 Fakta BMKG: Mengapa Siklon Tropis Senyar Adalah Fenomena Cuaca Tidak Umum
  • Populasinya Menurun 70%! Pika Amerika Pegunungan Rocky Hadapi Kepunahan

Advertisement

Status baru sebagai Kota Terpadat Dunia 2025 harus menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mempercepat proyek-proyek transformasi urban.

Fokus utama harus dialihkan dari perluasan wilayah fisik menjadi peningkatan kualitas hidup, seperti penguatan sistem transportasi publik terintegrasi, pembangunan hunian vertikal, dan penerapan teknologi untuk mengelola kepadatan penduduk (smart city).

Kesimpulannya, menjadi nomor satu dalam populasi adalah fakta demografi yang harus diterima. Tantangannya kini adalah bagaimana menjadikan megacity Jakarta Kota Terpadat ini sebagai kota yang nyaman, berkelanjutan, dan layak huni bagi semua penghuninya di masa mendatang.

Baca Juga

  • 4 Masalah Besar Kebijakan Penebusan Ijazah KDM yang Diprotes DPRD
  • 4 Alasan Gamer Indonesia Juarai Kompetisi Minecraft MrBeast

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Jakarta Kota Terpadat Kota Terpadat Dunia 2025 PBB World Urbanization Prospects Populasi Jakarta Tokyo
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSiapa 1 Tokoh Kunci Joko Widodo Pimpin Task Force BRIN? Ini Fakta Ilmiahnya
Next Article 33 Juta Data Konsumen Bocor, Ini 5 Fakta Berat Kebocoran Data Coupang
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Waspada! 5 Fakta Ancaman Gempa Megathrust Dahsyat di Jawa-Sumatra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 22:00

5 Fakta Terbaru Perkembangan IKN Awal 2026: Infrastruktur & Respon Warga

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 16:00

3 Pilar Utama Karir Maya Hasan 2026: Kiprah Musik Harpa Indonesia Menggema

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 02:00

5 Titik Fenomena Air Terjun Dadakan Lombok, Menguak Misteri ‘Gunung Menangis’

Olin Sianturi30 Desember 2025 | 06:00

3 Pesan Utama: Makna Natal dengan Empati PTPN III di Tengah Bencana

Olin Sianturi22 Desember 2025 | 20:27

3 Fakta Penting Danantara BRI Bantuan Aceh Tamiang Pasca Bencana

Olin Sianturi22 Desember 2025 | 08:27
Pilihan Redaksi

Moto Pad 60 Pro vs iPad Gen 11: 7 Perbedaan Kunci Tablet Menggambar Presisi

Olin Sianturi24 Desember 2025 | 22:43

Bingung pilih tablet untuk digital artist? Kami bedah tuntas Moto Pad 60 Pro vs iPad…

5 Rekomendasi Laptop Harga 4 Jutaan Terbaik 2025, Performa Setara 7 Juta!

26 Maret 2025 | 02:53

8 Cara Ampuh Membuka Pola HP yang Lupa, Jamin Berhasil!

23 Maret 2025 | 23:44

STOP! 5 Tipe Xiaomi Mi Redmi Ini Akan Kehilangan Dukungan Google Chrome 2026

3 Januari 2026 | 18:00

Transformasi 100%! Tema iOS 26 Beyond Blue Hadir di HyperOS & MIUI

23 November 2025 | 07:38
Terbaru

Waspada! 5 Fakta Ancaman Gempa Megathrust Dahsyat di Jawa-Sumatra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 22:00

5 Fakta Terbaru Perkembangan IKN Awal 2026: Infrastruktur & Respon Warga

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 16:00

3 Pilar Utama Karir Maya Hasan 2026: Kiprah Musik Harpa Indonesia Menggema

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 02:00

5 Titik Fenomena Air Terjun Dadakan Lombok, Menguak Misteri ‘Gunung Menangis’

Olin Sianturi30 Desember 2025 | 06:00

3 Pesan Utama: Makna Natal dengan Empati PTPN III di Tengah Bencana

Olin Sianturi22 Desember 2025 | 20:27
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.