750 Talenta Telkomsel AWS Disabilitas kini mahir Cloud dan AI! Program Terampil di Awan 2.0 sukses menciptakan SDM inklusif, membuktikan teknologi merangkul semua.
TechnonesiaID - Kesenjangan digital adalah tantangan besar di era modern. Namun, dua raksasa teknologi, Telkomsel dan Amazon Web Services (AWS), baru-baru ini membuktikan bahwa teknologi adalah jembatan, bukan pemisah. Kolaborasi ini sukses besar dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang inklusif dan siap bersaing di masa depan.
Melalui inisiatif bertajuk “Terampil di Awan 2.0,” kedua perusahaan tersebut telah menuntaskan program pelatihan intensif yang berfokus pada teknologi komputasi awan dan Kecerdasan Artifisial Generatif (Generative AI). Program ini bukan hanya soal transfer ilmu, tapi juga komitmen nyata terhadap inklusivitas digital di Indonesia.
Baca Juga
Advertisement
Mencetak 750 Talenta Disabilitas Mahir Teknologi
Program Terampil di Awan 2.0 menargetkan kelompok yang seringkali terpinggirkan dari arus utama pengembangan keterampilan digital. Fokus utama pelatihan adalah memberikan bekal kuat di bidang teknologi yang paling dibutuhkan pasar kerja saat ini.
Secara total, program ini berhasil mencetak 750 peserta yang tersebar di wilayah Bandung Raya. Partisipan ini terdiri dari dua kelompok utama yang vital dalam ekosistem pendidikan dan pengembangan talenta.
Telkomsel dan AWS memastikan bahwa kurikulum yang disajikan disesuaikan agar mudah diakses dan diterapkan oleh semua peserta, terlepas dari jenis disabilitas yang mereka miliki. Hasilnya, ratusan individu kini telah memiliki sertifikasi dan pemahaman yang mendalam mengenai teknologi awan.
Baca Juga
Advertisement
Fokus Peserta Program Pelatihan Cloud AI Disabilitas
Pelatihan ini memiliki cakupan yang sangat spesifik, melibatkan dua segmen penting untuk memastikan keberlanjutan dampak positif:
- Siswa dengan Disabilitas: Sebanyak 295 siswa dengan disabilitas dilatih langsung dalam keterampilan teknis yang siap pakai. Ini memberikan mereka peluang karier baru yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau.
- Tenaga Pendidik: Sebanyak 85 tenaga pendidik dari 33 Sekolah Luar Biasa (SLB) juga menerima pelatihan. Pelatihan ini krusial agar guru-guru dapat meneruskan ilmu Cloud Computing dan Generative AI kepada siswa-siswa di masa mendatang, menciptakan efek berlipat ganda.
Penyertaan guru dalam program ini sangat penting. Mereka bertindak sebagai multiplikator, memastikan bahwa investasi dalam keterampilan digital ini tidak berhenti pada satu angkatan saja, tetapi menjadi bagian integral dari kurikulum SLB.
Kurikulum Revolusioner: Cloud dan Generative AI
Keputusan untuk berfokus pada Komputasi Awan (Cloud Computing) dan Generative AI bukanlah kebetulan. Kedua bidang ini merupakan fondasi bagi hampir semua inovasi digital modern dan menawarkan fleksibilitas yang sangat tinggi, memungkinkan individu dengan disabilitas untuk bekerja dari mana saja.
Baca Juga
Advertisement
Cloud Computing memungkinkan penyimpanan, pengelolaan, dan pemrosesan data melalui internet, sementara Generative AI (seperti yang digunakan dalam pengembangan model bahasa besar atau pembuatan gambar) adalah keterampilan yang sedang menjadi rebutan industri.
Dengan menguasai keterampilan ini, para 750 Talenta Telkomsel AWS ini bukan hanya sekadar pengguna teknologi, melainkan produsen dan inovator yang berpotensi mengubah cara kerja bisnis di Indonesia.
Mengapa Cloud dan AI Penting untuk Inklusi?
Baca Juga
Advertisement
Teknologi awan menawarkan jalur karier yang tidak memerlukan mobilitas fisik yang tinggi. Posisi seperti pengembang cloud, analis data berbasis awan, atau spesialis keamanan siber sangat ideal karena pekerjaan dapat dilakukan secara daring. Demikian pula, Generative AI membuka pintu untuk peran kreatif dan teknis yang hanya membutuhkan akses internet dan komputer.
Dampak Nyata Program Terampil di Awan 2.0
Manfaat dari program ini jauh melampaui sekadar sertifikat kelulusan. Ini adalah investasi jangka panjang dalam kapabilitas digital Indonesia yang inklusif.
Adanya program Pelatihan Cloud AI Disabilitas ini memberikan:
Baca Juga
Advertisement
- Peningkatan Kualitas SDM SLB: Guru dan siswa kini memiliki kompetensi yang setara dengan mereka di sekolah reguler yang fokus pada teknologi.
- Akses ke Pekerjaan Bergaji Tinggi: Keterampilan Cloud dan AI termasuk dalam kategori keterampilan yang memiliki permintaan tinggi di pasar global, membuka peluang ekonomi yang lebih baik.
- Meningkatkan Kepercayaan Diri: Dengan menguasai teknologi mutakhir, peserta merasa lebih berdaya dan mampu bersaing secara setara.
- Kontribusi terhadap Pembangunan Ekonomi Digital: Memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Komitmen Inklusif Telkomsel dan AWS
Inisiatif Terampil di Awan 2.0 merupakan bagian integral dari strategi tanggung jawab sosial (CSR) filantropis Telkomsel yang lebih besar, yang dikenal sebagai “Sambungkan Senyuman.” Program ini menekankan pentingnya konektivitas digital yang tidak hanya menghubungkan jaringan tetapi juga menghubungkan peluang.
Kolaborasi dengan AWS menunjukkan keseriusan kedua perusahaan dalam mendukung ekosistem digital Indonesia yang beragam. AWS membawa keahlian globalnya dalam teknologi Cloud, sementara Telkomsel menyediakan pemahaman mendalam tentang lanskap digital dan kebutuhan komunitas lokal.
“Kami percaya bahwa masa depan digital haruslah inklusif,” ujar perwakilan Telkomsel. “Melalui program ini, kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun infrastruktur pengetahuan yang berkelanjutan di tingkat Sekolah Luar Biasa.”
Baca Juga
Advertisement
Strategi Jangka Panjang untuk Talenta Disabilitas
Keberhasilan program yang telah mencetak 750 Talenta Telkomsel AWS ini diharapkan menjadi model untuk inisiatif serupa di masa depan. Fokus selanjutnya adalah memastikan bahwa talenta-talenta yang telah dilatih ini mendapatkan jalur yang jelas menuju dunia kerja.
Keterlibatan aktif dari 33 SLB di Bandung Raya menandai titik balik penting. Wilayah ini kini menjadi pusat percontohan bagi pendidikan teknologi inklusif. Guru-guru yang telah menerima pelatihan sekarang dapat menjadi mentor bagi generasi penerus, memastikan bahwa keterampilan Cloud dan AI terus diajarkan secara mandiri.
Program seperti Terampil di Awan 2.0 membuktikan bahwa ketika perusahaan besar berkolaborasi dengan visi sosial yang kuat, hasilnya adalah perubahan transformatif bagi komunitas. Telkomsel dan AWS telah menetapkan standar baru untuk apa artinya tanggung jawab sosial di era digital.
Baca Juga
Advertisement
Menjembatani Kesenjangan Digital dengan Teknologi Terdepan
Langkah nyata dalam memberikan Pelatihan Cloud AI Disabilitas ini menunjukkan pergeseran paradigma. Teknologi tidak lagi dilihat sebagai kemewahan, tetapi sebagai hak dasar yang harus dapat diakses oleh semua, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau sensorik.
Komputasi awan, khususnya, menghilangkan banyak hambatan fisik tradisional yang mungkin dihadapi oleh karyawan dengan disabilitas, seperti perlunya berpindah tempat atau mengakses kantor fisik.
Dengan membekali peserta dengan keterampilan di bidang yang paling mutakhir—Cloud dan Generative AI—Telkomsel dan AWS memastikan bahwa mereka tidak hanya siap untuk pekerjaan hari ini, tetapi juga pekerjaan yang belum ada di masa depan. Ini adalah persiapan yang proaktif dan visioner terhadap Revolusi Industri 4.0.
Baca Juga
Advertisement
Secara keseluruhan, inisiatif “Terampil di Awan 2.0” bukan hanya sekadar program CSR, tetapi sebuah manifestasi dari keyakinan bahwa inklusivitas adalah kunci untuk menciptakan inovasi yang lebih kaya dan masyarakat yang lebih adil secara digital.
Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
- Instagram : @technonesia_id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA