Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fitur Multi Around Monitor Bikin Parkir Mitsubishi Makin Aman

15 Mei 2026 | 05:55

Pemetaan Kawasan Kumuh Bandung: BRIN Gabung AI & Kearifan Lokal

15 Mei 2026 | 04:55

Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China

15 Mei 2026 | 02:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Fitur Multi Around Monitor Bikin Parkir Mitsubishi Makin Aman
  • Pemetaan Kawasan Kumuh Bandung: BRIN Gabung AI & Kearifan Lokal
  • Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China
  • Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP
  • Harga AirTag 2 Indonesia Paket 4 Pack Lebih Hemat, Cek Speknya!
  • Tablet Android Terbaik 2026: Xiaomi Pad 7 vs Samsung Tab S9 FE
  • Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi
  • Harga Toyota Avanza Bekas 2013 Mulai Rp80 Jutaan, Cek Tipenya
Jumat, Mei 15
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Apple Setop Jualan Mac Pro: Akhir Era Workstation Modular
Berita Tekno

Apple Setop Jualan Mac Pro: Akhir Era Workstation Modular

Ana OctarinAna Octarin29 Maret 2026 | 10:53
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Apple setop jualan Mac Pro
Apple setop jualan Mac Pro (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Apple setop jualan Mac Pro secara resmi dari lini produk global mereka, sebuah langkah yang menandai berakhirnya era komputer workstation dengan desain modular tradisional. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Mac Pro generasi terakhir dengan chip M2 Ultra baru berumur sekitar tiga tahun. Penghentian penjualan ini mencerminkan perubahan drastis dalam filosofi komputasi Apple yang kini sepenuhnya mengandalkan integrasi sistem di dalam satu chip (System on a Chip/SoC).

Para analis melihat bahwa langkah Apple setop jualan Mac Pro merupakan konsekuensi logis dari dominasi Apple Silicon. Sejak perusahaan meninggalkan prosesor Intel, kebutuhan akan ruang internal yang besar untuk komponen tambahan seperti kartu grafis pihak ketiga (GPU) menjadi tidak relevan. Arsitektur memori terpadu (Unified Memory Architecture) pada chip M-Series membuat pemrosesan data jauh lebih efisien tanpa memerlukan jalur PCIe yang kompleks untuk grafis eksternal.

Alasan Utama Apple Setop Jualan Mac Pro dan Beralih ke Mac Studio

Salah satu pemicu utama mengapa Apple setop jualan Mac Pro adalah kehadiran Mac Studio yang jauh lebih efisien. Mac Studio menawarkan performa setara, bahkan lebih tinggi pada varian M3 Ultra atau M4 Max, namun dengan ukuran fisik yang hanya sepersekian dari Mac Pro. Bagi para profesional di bidang video editing atau rendering 3D, efisiensi ruang dan rasio performa-per-harga menjadi pertimbangan utama yang membuat Mac Pro kehilangan daya tariknya.

Baca Juga

  • Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China
  • Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi

Advertisement

Keterbatasan Mac Pro versi Apple Silicon memang sempat menuai kritik dari komunitas pengguna pro. Meski memiliki slot PCIe, perangkat tersebut tidak mendukung GPU eksternal karena keterbatasan teknis pada arsitektur chip Apple. Hal ini membuat slot ekspansi pada Mac Pro hanya berguna untuk kartu penyimpanan atau kartu jaringan tambahan, yang sebenarnya bisa ditangani melalui koneksi Thunderbolt pada Mac Studio yang lebih murah.

Dengan kondisi pasar yang lebih memilih efisiensi, dampak dari Apple setop jualan Mac Pro tidak akan mengganggu alur kerja profesional secara signifikan. Apple justru ingin mendorong pengguna untuk memaksimalkan ekosistem Thunderbolt 4 dan 5 yang mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi. Inovasi konektivitas eksternal ini dianggap sudah cukup untuk menggantikan kebutuhan akan upgrade komponen internal yang dulu menjadi ciri khas komputer tower.

Nostalgia Desain: Dari Trash Can hingga Cheese Grater

Secara historis, perjalanan Mac Pro penuh dengan eksperimen desain yang berani. Pada tahun 2013, Apple sempat merilis Mac Pro dengan desain silinder yang kerap dijuluki “trash can”. Namun, desain tersebut gagal total di kalangan profesional karena masalah manajemen panas (thermal) yang buruk dan ketidakmampuan untuk melakukan upgrade hardware secara mandiri. Kegagalan ini memaksa Apple meminta maaf kepada komunitas pro dan kembali ke desain tower modular pada 2019.

Baca Juga

  • Sesar Aktif Gunung Ciremai Terdeteksi, Wilayah Kuningan Waspada
  • Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Advertisement

Desain tower 2019 yang dikenal sebagai “cheese grater” sempat memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan workstation tangguh. Namun, revolusi Apple Silicon mengubah segalanya. Ketika performa chip mobile Apple mampu menandingi workstation Intel yang boros daya, kebutuhan akan casing besar dengan sistem pendingin raksasa mulai menghilang. Setelah Apple setop jualan Mac Pro, desain ikonik ini kemungkinan besar akan menjadi barang koleksi yang menandai transisi besar dari era modular ke era integrasi total.

Apple kini lebih fokus pada pengembangan chip yang mampu melakukan tugas berat dalam paket yang lebih kecil. Strategi ini terbukti sukses meningkatkan margin keuntungan perusahaan sekaligus memberikan kemudahan bagi pengguna untuk membawa workstation mereka ke mana saja. Mac Studio kini praktis menjadi standar baru bagi para kreator konten papan atas yang sebelumnya bergantung pada lini Mac Pro.

Masa Depan Ekosistem Pro Apple Tanpa Workstation Tower

Ke depan, Apple tampaknya tidak akan lagi memproduksi komputer dengan ruang ekspansi internal yang luas. Fokus utama raksasa teknologi asal Cupertino ini adalah memperkuat bandwidth pada port eksternal. Pengguna profesional kini diarahkan untuk menggunakan media penyimpanan eksternal berbasis NVMe dan akselerator berbasis cloud atau perangkat Thunderbolt yang lebih fleksibel. Langkah Apple setop jualan Mac Pro menunjukkan bahwa masa depan komputasi profesional adalah tentang kecepatan akses data, bukan lagi tentang ukuran fisik hardware.

Baca Juga

  • Donor Sperma Elon Musk ke Shivon Zilis: Visi Besar di Balik Anak Kembar
  • Kabel Laut Pukpuk Telkom Hubungkan Koneksi RI-Papua Nugini

Advertisement

Meskipun beberapa pengguna lama mungkin merindukan fleksibilitas upgrade RAM atau GPU secara manual, Apple yakin bahwa optimasi software dan hardware dalam satu paket tertutup adalah solusi terbaik. Integrasi yang ketat antara macOS dan chip M-Series memungkinkan efisiensi yang tidak mungkin dicapai oleh sistem modular manapun. Ini adalah visi jangka panjang Tim Cook untuk menciptakan ekosistem yang bersih, ringkas, namun tetap bertenaga maksimal.

Keputusan besar ini sekaligus menutup satu bab panjang dalam sejarah komputer pribadi di mana pengguna memiliki kendali penuh atas jeroan perangkat mereka. Dengan dihentikannya produk ini, Apple mempertegas posisinya sebagai produsen yang mengutamakan sistem terpadu demi stabilitas dan kecepatan performa. Komunitas teknologi kini tinggal menunggu bagaimana Apple akan terus meningkatkan kemampuan Mac Studio untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan setelah Apple setop jualan Mac Pro.

Baca Juga

  • Bobol AI Grok Elon Musk, Peretas RI Gasak Rp 3,4 Miliar
  • Dampak Larangan Teknologi China di Uni Eropa: Rugi Rp 6.900 T

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Apple Apple Silicon Mac Pro Mac Studio Teknologi Workstation
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleJadwal MPL ID S17 Hari Ini: Royal Derby RRQ Hoshi vs Onic
Next Article Rekomendasi Blender Murah Terbaik 2026 yang Awet & Tangguh
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China

Iphan S15 Mei 2026 | 02:55

Harga AirTag 2 Indonesia Paket 4 Pack Lebih Hemat, Cek Speknya!

Olin Sianturi15 Mei 2026 | 00:55

Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi

Ana Octarin14 Mei 2026 | 22:55

Sesar Aktif Gunung Ciremai Terdeteksi, Wilayah Kuningan Waspada

Iphan S14 Mei 2026 | 18:28

Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Iphan S11 Mei 2026 | 19:55

Donor Sperma Elon Musk ke Shivon Zilis: Visi Besar di Balik Anak Kembar

Iphan S11 Mei 2026 | 14:55
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Iphan S11 Mei 2026 | 19:55

Community Gateway Wamena menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan akses informasi di wilayah timur Indonesia.…

Tablet Acer Iconia iM11-22M5G: Spek Gahar Harga 4 Jutaan!

11 Mei 2026 | 15:55

The Elite Showcase 2026 Hadirkan Sung Kang dan Modifikasi Kelas Dunia

9 Mei 2026 | 18:55

Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP

15 Mei 2026 | 01:55

Jejak Gempa Besar Gunung Ciremai Ditemukan Peneliti BRIN

9 Mei 2026 | 04:55
Terbaru

Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China

Iphan S15 Mei 2026 | 02:55

Harga AirTag 2 Indonesia Paket 4 Pack Lebih Hemat, Cek Speknya!

Olin Sianturi15 Mei 2026 | 00:55

Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi

Ana Octarin14 Mei 2026 | 22:55

Sesar Aktif Gunung Ciremai Terdeteksi, Wilayah Kuningan Waspada

Iphan S14 Mei 2026 | 18:28

Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Iphan S11 Mei 2026 | 19:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.