Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Harga Audi S3 Terbaru: Spesifikasi Mewah dan Performa Gahar

18 April 2026 | 09:55

Jadwal Rilis Game Fable Resmi Dikonfirmasi, Tak Takut GTA 6

18 April 2026 | 08:55

DJI Osmo Pocket 4 Indonesia Resmi Rilis, Cek Harga & Spek!

18 April 2026 | 07:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Harga Audi S3 Terbaru: Spesifikasi Mewah dan Performa Gahar
  • Jadwal Rilis Game Fable Resmi Dikonfirmasi, Tak Takut GTA 6
  • DJI Osmo Pocket 4 Indonesia Resmi Rilis, Cek Harga & Spek!
  • Pencairan Dana Konsinyasi PN Sumedang Picu Demo Ahli Waris
  • Pengganti HP Masa Depan Mulai Bermunculan, Era Smartphone Berakhir?
  • TKDN Mobil Listrik China Wajib Dipenuhi Produsen di Indonesia
  • Model AI Komputasi Kuantum NVIDIA: Revolusi Percepatan Kuantum
  • Fitur DJI Osmo Pocket 4 Terbaru Resmi Rilis dengan Sensor 1 Inci
Sabtu, April 18
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Trending » Pencairan Dana Konsinyasi PN Sumedang Picu Demo Ahli Waris
Trending

Pencairan Dana Konsinyasi PN Sumedang Picu Demo Ahli Waris

Olin SianturiOlin Sianturi18 April 2026 | 06:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Pencairan dana konsinyasi PN Sumedang
Pencairan dana konsinyasi PN Sumedang (Foto: techno.viva.co.id)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Pencairan dana konsinyasi PN Sumedang senilai Rp190 miliar memicu gelombang protes besar dari puluhan ahli waris Baron Baud pada Rabu (15/4/2026). Massa yang merasa haknya terabaikan mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Sumedang untuk menyuarakan ketidakpuasan atas kebijakan lembaga peradilan tersebut. Suasana di depan gedung pengadilan sempat memanas ketika para demonstran mulai merapatkan barisan dan membentangkan spanduk bernada kecaman.

Ketegangan ini bermula dari keputusan pengadilan yang mencairkan sisa dana ganti rugi lahan proyek Tol Cisumdawu. Para ahli waris menilai langkah tersebut sangat prematur dan mencederai rasa keadilan karena proses hukum masih berjalan. Massa membawa berbagai atribut protes, termasuk spanduk mencolok berwarna merah dan hitam yang mempertanyakan integritas para pejabat di lingkungan PN Sumedang.

Dalam orasinya, perwakilan massa menyoroti dugaan kurangnya transparansi dalam proses distribusi dana tersebut. Mereka mencurigai adanya praktik di balik layar yang mengabaikan kepentingan pihak-pihak yang masih bersengketa di meja hijau. Aksi ini juga menjadi bentuk desakan agar pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, memberikan perhatian khusus terhadap carut-marut penegakan hukum di daerah.

Baca Juga

  • Inovasi Kesehatan Perempuan Indonesia Lewat Forum AOFOG 2026
  • Serangan Molotov Sam Altman: Teror Anti-AI Guncang San Francisco

Advertisement

Dugaan Pelanggaran Prosedur dalam Pencairan Dana Konsinyasi PN Sumedang

Kontroversi utama dalam kasus ini terletak pada status hukum perkara yang belum memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht. Pencairan dana konsinyasi PN Sumedang dilakukan saat para pihak masih menempuh upaya hukum di tingkat Mahkamah Agung. Roni Riswara, salah satu perwakilan ahli waris, menegaskan bahwa tindakan pengadilan tersebut merupakan bentuk kesewenang-wenangan yang nyata.

Dana yang menjadi objek sengketa ini merupakan bagian dari total ganti rugi pembebasan lahan Tol Cisumdawu yang mencapai Rp329 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp130 miliar telah disita oleh negara karena terkait dengan tindak pidana korupsi. Sisanya, yakni Rp190 miliar, seharusnya tetap berada dalam pengawasan pengadilan hingga ada putusan final mengenai siapa pemilik sah lahan tersebut.

Keputusan untuk melepaskan dana tersebut kepada salah satu pihak di tengah proses Peninjauan Kembali (PK) dianggap sebagai langkah yang mencederai prosedur hukum acara perdata. Para ahli waris mengkhawatirkan jika dana tersebut sudah berpindah tangan, maka eksekusi putusan di masa depan akan sulit terlaksana apabila mereka memenangkan perkara. Ketidakpastian hukum inilah yang mendorong massa menuntut pertanggungjawaban penuh dari Ketua PN Sumedang.

Baca Juga

  • Agoda Ungkap Tren Gen Z Liburan Singkat tapi Makin Sering
  • Cahaya Misterius di Langit Bali Ternyata Roket China Jielong-3

Advertisement

Keterlibatan Terpidana Korupsi dalam Distribusi Dana

Situasi semakin pelik karena pencairan dana konsinyasi PN Sumedang ini kabarnya mengalir kepada Dadan Setiadi Megantara. Sosok tersebut merupakan terpidana dalam kasus korupsi lahan pada proyek strategis nasional yang sama. Fakta bahwa seorang terpidana korupsi masih bisa menerima dana sengketa bernilai fantastis memicu kemarahan kolektif dari kelompok ahli waris lainnya.

Massa menilai ada kejanggalan besar mengapa pihak pengadilan begitu terburu-buru menyerahkan uang negara kepada pihak yang memiliki rekam jejak hukum buruk dalam proyek tersebut. Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Yudisial untuk memeriksa oknum-oknum yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan pencairan dana tersebut. Pengawasan ketat sangat diperlukan agar institusi peradilan tidak menjadi alat bagi oknum tertentu untuk memperkaya diri.

“Kami melihat ada prosedur yang ditabrak. Bagaimana mungkin dana yang masih dalam status sengketa dan melibatkan terpidana korupsi bisa cair begitu saja? Ini mencederai rasa keadilan masyarakat kecil,” ujar Roni di sela-sela aksi unjuk rasa. Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak akan berhenti melakukan aksi hingga mendapatkan kejelasan mengenai dasar hukum pencairan tersebut.

Baca Juga

  • Insiden Pengeboman Rumah Sam Altman: Bos OpenAI Akui Banyak Salah
  • Hutan Kota di Bogor: Solusi Strategis Cegah Banjir & Longsor

Advertisement

Di sisi lain, pihak PN Sumedang mencoba meredam kemarahan massa dengan membuka ruang dialog. Wakil Ketua PN Sumedang, Saenal Akbar, turun langsung menemui demonstran untuk mendengarkan aspirasi mereka. Ia menjelaskan bahwa Ketua PN Sumedang, Hera Polosia Destiny, sedang tidak berada di tempat karena agenda dinas di Bandung. Saenal menjanjikan akan melakukan koordinasi internal untuk meninjau kembali dokumen-dokumen terkait pencairan tersebut.

Pihak pengadilan juga menegaskan bahwa mereka senantiasa mengikuti arahan Mahkamah Agung untuk menjaga integritas dan menjauhi praktik transaksional dalam penanganan perkara. Namun, janji tersebut tampaknya belum cukup memuaskan massa yang tetap menuntut bukti konkret berupa transparansi berita acara pencairan dana dalam waktu dekat.

Kasus ini menambah daftar panjang problematika pengelolaan dana titipan atau konsinyasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia. Mekanisme konsinyasi yang seharusnya menjadi solusi agar proyek strategis nasional tidak terhambat, justru sering kali menjadi sumber konflik baru jika tidak dikelola dengan akuntabilitas tinggi. Publik kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas polemik pencairan dana konsinyasi PN Sumedang agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan tetap terjaga.

Baca Juga

  • Logistik Makanan Haji 2026: Pos Indonesia & Garuda Kirim 15 Ton
  • Tren Belanja Online Ramadan 2026: Penjualan Lazada Naik 3,5 Kali

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Konsinyasi Korupsi Lahan PN Sumedang Sengketa Lahan Tol Cisumdawu
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePengganti HP Masa Depan Mulai Bermunculan, Era Smartphone Berakhir?
Next Article DJI Osmo Pocket 4 Indonesia Resmi Rilis, Cek Harga & Spek!
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Inovasi Kesehatan Perempuan Indonesia Lewat Forum AOFOG 2026

Olin Sianturi15 April 2026 | 15:55

Serangan Molotov Sam Altman: Teror Anti-AI Guncang San Francisco

Olin Sianturi15 April 2026 | 03:55

Agoda Ungkap Tren Gen Z Liburan Singkat tapi Makin Sering

Olin Sianturi14 April 2026 | 21:10

Cahaya Misterius di Langit Bali Ternyata Roket China Jielong-3

Iphan S12 April 2026 | 22:55

Insiden Pengeboman Rumah Sam Altman: Bos OpenAI Akui Banyak Salah

Ana Octarin11 April 2026 | 20:55

Hutan Kota di Bogor: Solusi Strategis Cegah Banjir & Longsor

Olin Sianturi7 April 2026 | 06:14
Pilihan Redaksi
Elektronik

Ekosistem Jaringan Asus ProArt Hadirkan Router WiFi 7 dan Switch

Olin Sianturi15 April 2026 | 00:55

Ekosistem Jaringan Asus ProArt kini semakin lengkap dengan kehadiran dua perangkat infrastruktur terbaru yang dirancang…

Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

13 April 2026 | 09:55

Review Realme 16 Pro Plus 5G: Raja Baru Mid-Range April 2026

17 April 2026 | 22:55

Xiaomi Robot Vacuum H50 Series Resmi Hadir di Indonesia

17 April 2026 | 08:55

TKDN Mobil Listrik China Wajib Dipenuhi Produsen di Indonesia

18 April 2026 | 04:55
Terbaru

Inovasi Kesehatan Perempuan Indonesia Lewat Forum AOFOG 2026

Olin Sianturi15 April 2026 | 15:55

Serangan Molotov Sam Altman: Teror Anti-AI Guncang San Francisco

Olin Sianturi15 April 2026 | 03:55

Agoda Ungkap Tren Gen Z Liburan Singkat tapi Makin Sering

Olin Sianturi14 April 2026 | 21:10

Cahaya Misterius di Langit Bali Ternyata Roket China Jielong-3

Iphan S12 April 2026 | 22:55

Insiden Pengeboman Rumah Sam Altman: Bos OpenAI Akui Banyak Salah

Ana Octarin11 April 2026 | 20:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.