TechnonesiaID - Kasus penipuan titik dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kota Batam, Kepulauan Riau, kini tengah menjadi sorotan tajam setelah memakan korban hingga ratusan juta rupiah. Polresta Barelang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat mengusut dugaan penggelapan yang mencatut program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini. Korban berinisial HH (35) mengalami kerugian besar setelah tergiur janji manis para pelaku yang menawarkan hak pengelolaan dapur gizi.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan pilar penting pemerintah untuk mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemerintah berencana mendirikan ribuan dapur umum di seluruh pelosok negeri. Namun, besarnya potensi ekonomi dari program nasional ini justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi secara ilegal.
Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa penipuan titik dapur MBG ini bermula pada awal Maret 2026. Saat itu, korban dihubungi oleh pelaku berinisial I yang menawarkan dua lokasi strategis SPPG di wilayah Bengkong dan Lubuk Baja. Pelaku kemudian mengarahkan korban untuk bernegosiasi dengan HM (40), seorang wanita yang mengaku sebagai pengurus Yayasan Gema Solidaritas Nusantara.
Baca Juga
Advertisement
Kronologi dan Modus Penipuan Titik Dapur MBG
Dalam pertemuan tersebut, HM menawarkan hak pengelolaan dua titik dapur tersebut dengan tarif fantastis sebesar Rp200 juta per titik. Korban yang percaya kemudian menandatangani dokumen kerja sama di hadapan notaris di kawasan Bengkong pada 3 Maret 2026. Tanpa curiga, HH langsung mengirimkan dana total Rp400 juta melalui transfer bank ke rekening pribadi pelaku.
Korban mulai menyadari adanya kejanggalan setelah operasional dapur yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi dalam waktu lama. Saat korban menuntut pengembalian uang, para pelaku terus menghindar dengan berbagai alasan. Belakangan terungkap bahwa penipuan titik dapur MBG ini juga melibatkan seorang pria berinisial RDWT (38), mantan pengurus yayasan yang sebenarnya sudah dipecat sebelum transaksi terjadi.
Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut, dua titik lokasi dapur yang dijanjikan kepada korban ternyata sudah dialokasikan kepada pihak lain sejak Januari 2026. Selain itu, para pelaku dipastikan tidak memiliki hubungan kerja sama atau afiliasi resmi apa pun dengan BGN selaku lembaga otoritas. Sindikat ini murni memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat demi melancarkan aksi kejahatan mereka.
Baca Juga
Advertisement
Langkah Tegas Kepolisian dan Imbauan Resmi BGN
Wakapolda Kepulauan Riau, Brigjen Pol Anom Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mengawal kasus ini hingga tuntas demi menjaga integritas program negara. Polisi juga mendeteksi adanya indikasi kuat bahwa modus serupa telah menyebar ke beberapa wilayah lain di Indonesia. Penegakan hukum yang tegas menjadi prioritas agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban manipulasi serupa.
Wakapolresta Barelang, AKBP Fadli Agus, menambahkan bahwa penyidik telah menerima laporan resmi sejak 17 April 2026. Saat ini, kepolisian tengah melakukan gelar perkara untuk menaikkan status kasus dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Sejumlah barang bukti vital seperti dokumen perjanjian kerja sama fiktif dan bukti transfer bank kini telah disita sebagai alat bukti kuat.
Menanggapi maraknya kasus ini, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan SPPG bersifat gratis tanpa pungutan biaya sepeser pun. Semua mekanisme pendaftaran hanya dapat diakses melalui portal resmi pemerintah di mitra.bgn.go.id. BGN meminta masyarakat untuk segera melaporkan segala bentuk penawaran mencurigakan kepada aparat penegak hukum terdekat.
Baca Juga
Advertisement
Dengan adanya sistem pengawasan yang semakin ketat, pemerintah berharap ruang gerak para pelaku kejahatan ini dapat dipersempit. Edukasi yang masif mengenai prosedur resmi diharapkan mampu meminimalkan potensi terjadinya penipuan titik dapur MBG di masa mendatang. Oleh karena itu, masyarakat harus ekstra waspada dan selalu melakukan verifikasi ganda agar terhindar dari penipuan titik dapur MBG yang merugikan ini.
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA