Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar

4 Juni 2026 | 07:27
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar
  • HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa
  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel
  • Inovasi Gigabyte Computex 2026: Era Baru Teknologi AI
  • HP Gaming Terbaik 2026: 6 Pilihan Performa Monster Rp2 Jutaan
Rabu, Juli 15
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Jalur Migrasi Manusia Purba di Nusantara Akhirnya Terungkap
Berita Tekno

Jalur Migrasi Manusia Purba di Nusantara Akhirnya Terungkap

Iphan SIphan S31 Mei 2026 | 13:26
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
jalur migrasi manusia purba
jalur migrasi manusia purba (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Penelitian terbaru mengenai jalur migrasi manusia purba di kawasan Asia Tenggara mengungkap fakta mencengangkan tentang bagaimana nenek moyang kita menjelajahi Nusantara. Pada zaman Pleistosen, daratan yang kini menjadi Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan masih menyatu dalam satu wilayah luas bernama Paparan Sunda. Kondisi geografis unik ini mempermudah pergerakan populasi manusia awal untuk menyebar ke berbagai wilayah.

Para ahli geomorfologi dan paleogeografi menemukan bukti keberadaan sistem sungai raksasa yang kini telah tenggelam di dasar laut Jawa dan Selat Karimata. Sungai purba ini dahulu mengalir deras, membelah daratan luas yang menghubungkan pulau-pulau besar di Indonesia barat dengan daratan utama Asia Tenggara.

Selama periode Maksimum Glasial Terakhir (LGM), permukaan air laut global turun drastis hingga 120 meter di bawah level saat ini. Hal ini mengubah lanskap Asia Tenggara menjadi padang sabana luas dan hutan tropis basah yang dialiri oleh jaringan sungai purba raksasa, seperti Sistem Sungai Sunda Utara dan Sunda Timur.

Baca Juga

  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Advertisement

Sungai Purba Sebagai Jalur Migrasi Manusia Purba

Peneliti Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah (PR APS) BRIN, Vida Pervaya Rusianti Kusmartono, menjelaskan bahwa jaringan sungai tersebut berfungsi sebagai koridor ekologis yang sangat vital. Manusia prasejarah kemungkinan besar memanfaatkan aliran air tawar ini sebagai jalur migrasi manusia purba menuju wilayah pedalaman Kalimantan hingga ke kawasan Wallacea.

Selain menyusuri pantai, jalur migrasi manusia purba juga memanfaatkan lembah sungai yang subur karena menyediakan pasokan air bersih dan hewan buruan yang melimpah. Teori migrasi pesisir (coastal migration theory) memang populer, namun penjelajahan melalui jalur darat dan sungai purba memberikan alternatif rute yang jauh lebih aman dari cuaca ekstrem laut.

Proses migrasi manusia modern (Homo sapiens) dari Afrika menuju Asia Tenggara sendiri tidak terjadi secara instan dalam satu gelombang. Perpindahan ini berlangsung dalam rentang waktu puluhan ribu tahun melalui berbagai rute darat yang terbentuk akibat fluktuasi iklim global dan zaman es.

Baca Juga

  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Advertisement

Bukti Arkeologis di Kalimantan dan Tantangan Riset Tropis

Sejumlah situs gua prasejarah di Kalimantan bagian timur mengonfirmasi kehadiran manusia modern sejak 45.000 hingga 30.000 tahun yang lalu. Temuan berupa alat batu serpih, sisa-sisa tulang fauna, serta arang bekas pembakaran mengindikasikan bahwa area ini merupakan titik penting dalam jalur migrasi manusia purba.

Meski demikian, para peneliti menghadapi kendala besar dalam merekonstruksi sejarah manusia purba di wilayah tropis seperti Indonesia. Kondisi tanah yang sangat asam di hutan hujan tropis mempercepat pembusukan bahan organik, sehingga fosil tulang dan kolagen sangat sulit bertahan dalam waktu lama.

Tingkat keasaman tanah yang tinggi ini membuat proses penanggalan karbon (carbon dating) menjadi sangat menantang. Oleh sebab itu, BRIN kini menerapkan teknologi mutakhir seperti survei geofisika bawah permukaan dan analisis DNA sedimen purba untuk mengisi celah informasi yang hilang.

Baca Juga

  • Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA
  • Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Advertisement

Komitmen BRIN dan Dukungan UNESCO

Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) BRIN, Herry Yogaswara, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin untuk memetakan jalur migrasi manusia purba secara lebih presisi. Langkah ini krusial demi memahami asal-usul peradaban dan adaptasi manusia terhadap perubahan iklim ekstrem di masa lalu.

Sebagai bentuk komitmen nyata, BRIN telah mendirikan Center for Human Evolution, Adaptation, and Dispersal in Southeast Asia (CHEADSEA). Lembaga riset khusus ini bahkan telah mendapatkan perhatian dan dukungan resmi dari organisasi dunia UNESCO untuk memperkuat riset arkeologi di Asia Tenggara.

Melalui kolaborasi global dan penggunaan teknologi modern ini, tabir misteri seputar jalur migrasi manusia purba di Nusantara diharapkan dapat segera terungkap sepenuhnya, memberikan gambaran utuh mengenai ketangguhan nenek moyang kita menghadapi perubahan bumi.

Baca Juga

  • Potensi Gempa Besar Ciremai Terlacak dari Struktur Tanah Terbalik
  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Arkeologi BRIN Manusia Purba Paparan Sunda Sejarah Nusantara
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleInternet Rumah Tanpa Kabel: TP-Link Rilis Deco X50-5G
Next Article Harga HP Realme Terbaru Mei 2026, Mulai Rp1 Jutaan
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37

Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Iphan S2 Juni 2026 | 19:37
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

5 Fakta Temuan HP Ilegal di Bea Cukai Soetta, Cek Dampak IMEI Ponsel!

Olin Sianturi9 Oktober 2025 | 11:08

Menkeu Purbaya mengungkap temuan HP Ilegal di Bea Cukai Soetta dengan IMEI tidak terdaftar. Kenali…

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

3 Juli 2026 | 09:38

3 Cara Melihat Tanggal Pembuatan Akun Facebook, Auto Nostalgia

3 Oktober 2025 | 23:19

Tablet SIM Card untuk Arsitek 2026: Kerja Cepat Tanpa WiFi

10 April 2026 | 17:55

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02
Terbaru

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.