TechnonesiaID - Kejanggalan rating game Steam baru-baru ini menjadi sorotan tajam Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setelah ditemukannya ketidaksesuaian klasifikasi usia pada sejumlah judul populer. Kasus yang paling mencolok melibatkan permainan battle royale ternama, PUBG, yang tercatat memiliki label usia 3 tahun ke atas (3+). Padahal, secara konten dan mekanisme permainan, game tersebut seharusnya masuk dalam kategori dewasa atau 18 tahun ke atas.
Fenomena ini memicu kekhawatiran serius mengenai perlindungan anak-anak di ruang digital Indonesia. Selain PUBG, temuan aneh lainnya juga muncul pada game animasi lokal yang sangat populer, Upin Ipin. Berbanding terbalik dengan PUBG, game Upin Ipin yang seharusnya ramah anak justru mendapatkan label rating 18 tahun ke atas di platform distribusi milik Valve tersebut.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, mengungkapkan rasa herannya terhadap situasi ini. Dalam konferensi pers yang berlangsung di kantor Komdigi pada Selasa (7/4/2026), ia menegaskan bahwa temuan ini merupakan masalah serius yang harus segera mendapatkan penanganan teknis dan administratif.
Baca Juga
Advertisement
“Ini sangat aneh menurut kami dan sangat janggal,” ujar Sonny kepada awak media. Menurutnya, kejanggalan rating game Steam ini tidak seharusnya terjadi jika sistem verifikasi berjalan dengan semestinya, mengingat setiap platform distribusi game global wajib mematuhi regulasi lokal yang berlaku di negara tempat mereka beroperasi.
Investigasi Mendalam Terkait Kejanggalan Rating Game Steam
Menanggapi temuan tersebut, Komdigi tidak tinggal diam dan langsung melancarkan investigasi menyeluruh, baik secara internal maupun eksternal. Investigasi ini bertujuan untuk mencari akar permasalahan mengapa sistem kurasi di platform Steam bisa meloloskan klasifikasi usia yang sangat kontradiktif dengan konten aslinya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ekosistem digital di Indonesia tetap aman bagi seluruh lapisan usia.
Sonny menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan pihak Steam pada Selasa pagi. Komunikasi tersebut merupakan tindak lanjut langsung untuk meminta klarifikasi dan perbaikan sistem rating yang kacau tersebut. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap game yang dapat diakses oleh pengguna di Indonesia telah melalui proses filter yang akurat sesuai dengan norma dan aturan hukum yang berlaku.
Baca Juga
Advertisement
Pihak kementerian dan Steam telah sepakat untuk melakukan audit bersama. Sonny menyebut bahwa kejanggalan rating game Steam ini harus segera diperbaiki agar tidak menyesatkan orang tua dalam memilihkan konten permainan bagi anak-anak mereka. Tanpa rating yang akurat, risiko paparan konten kekerasan atau unsur dewasa pada anak di bawah umur akan meningkat drastis.
Mekanisme IGRS dan Celah Verifikasi
Indonesia sebenarnya telah memiliki sistem klasifikasi mandiri yang dikenal sebagai Indonesia Game Rating System (IGRS). Sistem ini dirancang untuk memberikan panduan yang jelas mengenai batasan usia pemain game. Mekanisme IGRS menggunakan sistem verifikasi berlapis yang melibatkan self-assessment oleh pengembang game serta self-declaration oleh pihak publisher.
Dalam prosedur normal, pengembang harus mengisi formulir penilaian mandiri yang mencakup unsur kekerasan, penggunaan bahasa, konten seksual, hingga interaksi daring. Namun, adanya kejanggalan rating game Steam menunjukkan adanya potensi celah dalam proses tersebut. Sonny menambahkan bahwa dengan adanya verifikasi berlapis, berbagai titik kesalahan seharusnya bisa dihindari sejak awal sebelum produk tayang di etalase digital.
Baca Juga
Advertisement
Pemerintah kini tengah meninjau kembali bagaimana integrasi antara data IGRS dan sistem rating global di platform pihak ketiga seperti Steam. Jika terjadi sinkronisasi yang buruk, maka data yang ditampilkan kepada pengguna di Indonesia bisa berbeda dengan standar nasional. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab PUBG yang penuh aksi tembak-menembak bisa berlabel 3+, sementara Upin Ipin yang edukatif justru berlabel dewasa.
Dampak dari kejanggalan rating game Steam ini bisa sangat fatal bagi perkembangan psikologis anak. Orang tua yang hanya mengandalkan label angka di layar tanpa memeriksa konten aslinya mungkin akan kecolongan. Oleh karena itu, Komdigi menekankan pentingnya akurasi data rating sebagai instrumen perlindungan konsumen yang paling mendasar di industri kreatif digital.
Langkah Cepat Takedown dan Pemulihan Sistem
Kabar baiknya, Steam segera merespons laporan mengenai kejanggalan rating game Steam tersebut dengan melakukan tindakan cepat. Sonny memastikan bahwa rating-rating yang sempat menjadi polemik dan viral di media sosial kini telah diturunkan atau di-take down dari platform. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif sementara proses investigasi internal mereka masih berlangsung.
Baca Juga
Advertisement
Meskipun rating yang bermasalah telah dihapus, Sonny menjamin bahwa para pemain masih bisa menikmati permainan mereka secara normal. Tidak ada pemblokiran akses terhadap game-game tersebut, hanya saja label informasinya sedang diperbaiki agar sesuai dengan standar IGRS. “Kalau yang sekarang kan langsung ditake down. Udah enggak ada lagi rating yang janggal dan aneh itu,” tegasnya.
Investigasi internal oleh pihak Steam diharapkan mampu mengungkap apakah ada kesalahan pada algoritma mereka atau adanya kesalahan input data dari pihak pengembang. Komdigi akan terus memantau perkembangan ini hingga sistem rating kembali stabil dan akurat sesuai dengan profil konten masing-masing permainan.
Ke depannya, Komdigi berencana untuk memperketat pengawasan terhadap platform distribusi digital lainnya. Hal ini dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap kritis dan melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian konten dengan rating usia yang tertera pada platform digital mana pun.
Baca Juga
Advertisement
Melalui kerja sama yang erat antara regulator dan penyedia platform, diharapkan ekosistem gaming di Indonesia menjadi lebih sehat dan edukatif. Pemerintah berharap agar kejanggalan rating game Steam tidak terulang kembali, sehingga industri game dapat terus tumbuh tanpa mengabaikan aspek keamanan dan perlindungan bagi generasi muda Indonesia.
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA