Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Spesifikasi Samsung Galaxy S27 Pro: Flagship Gahar Tanpa S Pen

7 April 2026 | 06:59

Hutan Kota di Bogor: Solusi Strategis Cegah Banjir & Longsor

7 April 2026 | 06:14

Patahan Raksasa Bawah Laut Sulawesi Ditemukan, Tsunami Mengancam

7 April 2026 | 05:30
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Spesifikasi Samsung Galaxy S27 Pro: Flagship Gahar Tanpa S Pen
  • Hutan Kota di Bogor: Solusi Strategis Cegah Banjir & Longsor
  • Patahan Raksasa Bawah Laut Sulawesi Ditemukan, Tsunami Mengancam
  • Mercedes-Benz GLS Terbaru 2024: SUV Mewah Berteknologi AI
  • Update BIOS Motherboard ASRock AM5 Dukung Ryzen 9 9950X3D2
  • Infinix XPAD Edge 2026: Tablet Editing CapCut Lancar Ganti Laptop
  • Ekspansi Anthropic ke Inggris: Langkah Berani Usai Didepak Trump
  • Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Dua Provinsi Ini
Selasa, April 7
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Patahan Raksasa Bawah Laut Sulawesi Ditemukan, Tsunami Mengancam
Berita Tekno

Patahan Raksasa Bawah Laut Sulawesi Ditemukan, Tsunami Mengancam

Ana OctarinAna Octarin7 April 2026 | 05:30
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Patahan raksasa bawah laut Sulawesi
Patahan raksasa bawah laut Sulawesi (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Patahan raksasa bawah laut Sulawesi baru-baru ini ditemukan oleh tim peneliti internasional dan berpotensi memicu ancaman tsunami yang sangat dahsyat di masa depan. Penemuan ini memberikan gambaran baru mengenai struktur geologi yang sangat kompleks di wilayah Indonesia Tengah, khususnya di sekitar semenanjung utara dan barat Sulawesi. Para ahli geologi memperingatkan bahwa keberadaan sesar ini merupakan ancaman nyata yang harus diantisipasi sejak dini oleh pemerintah dan masyarakat setempat.

Peneliti dari Institute of Geology and Geophysics di Chinese Academy of Science, Tang Tingwei, berhasil mengidentifikasi struktur ini menggunakan sinyal sensor seismik yang sangat sensitif. Berdasarkan data tersebut, terungkap bahwa patahan raksasa bawah laut Sulawesi ini sebenarnya merupakan perpanjangan dari Sesar Palu-Koro yang legendaris. Sesar ini tidak hanya berhenti di daratan, melainkan memanjang hingga ke dasar laut dan membelah kerak Bumi di kedalaman samudera.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional ini menggambarkan bagaimana garis pantai Sulawesi tersambung ke sistem tektonik di lautan luas. Hubungan ini memungkinkan guncangan gempa di daratan merambat dengan cepat ke sistem yang lebih besar di bawah air. Kondisi tersebutlah yang menjadi pemicu utama timbulnya gelombang tsunami yang mampu menghancurkan wilayah pesisir dalam waktu singkat.

Baca Juga

  • Ekspansi Anthropic ke Inggris: Langkah Berani Usai Didepak Trump
  • Fosil Kera Purba Mesir 18 Juta Tahun Ubah Teori Evolusi

Advertisement

Karakteristik Patahan Raksasa Bawah Laut Sulawesi

Salah satu fakta yang paling mengejutkan dari penelitian ini adalah perbedaan ketebalan kerak bumi di area tersebut. Di bawah Laut Sulawesi, para ilmuwan menemukan bahwa kerak bumi hanya memiliki ketebalan sekitar 8 kilometer. Angka ini jauh lebih tipis jika dibandingkan dengan kerak di area sekitarnya yang mencapai 26 kilometer. Perbedaan ekstrem ini menciptakan zona lemah yang sangat berbahaya.

Makin ke arah utara, kedalaman patahan ini terus bertambah hingga mencapai 30 kilometer di bawah permukaan laut. Hal ini mengindikasikan bahwa patahan raksasa bawah laut Sulawesi berfungsi sebagai penghubung atau “jembatan” bagi beberapa sistem sesar yang berbeda. Pertemuan antara kerak samudra yang tipis dengan kerak benua yang lebih tebal menciptakan titik gesekan yang sangat tinggi.

Para ahli menjelaskan bahwa tekanan tektonik biasanya terfokus pada area gesekan antara dua jenis kerak bumi yang berbeda ketebalan ini. Ketika tekanan tersebut sudah mencapai batas maksimal, kerak bumi akan patah dan melepaskan energi luar biasa dalam bentuk gempa bumi. Karena lokasinya berada di bawah laut, pergerakan vertikal maupun horizontal dari patahan ini secara otomatis akan mengganggu massa air di atasnya.

Baca Juga

  • Misi Pencarian Alien NASA Jadi Prioritas Utama Eksplorasi
  • Pemblokiran Nomor Telepon Penipuan: OJK Amankan Rp 585 Miliar

Advertisement

Misteri Tsunami Palu 2018 yang Terpecahkan

Penemuan patahan raksasa bawah laut Sulawesi ini juga memberikan jawaban atas misteri tsunami yang menghantam Kota Palu pada 28 September 2018 silam. Saat itu, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 memicu tsunami setinggi hampir 11 meter di pesisir barat Sulawesi. Banyak ahli sempat terheran-heran karena Sesar Palu-Koro adalah sesar geser (strike-slip) yang secara teoritis jarang memicu tsunami besar.

Namun, data terbaru menunjukkan bahwa patahan yang lebih dalam membuat dasar laut “bengkok” dan mengalami penurunan yang sangat dalam saat terjadi guncangan. Pergerakan dasar laut yang ekstrem inilah yang mendorong volume air laut dalam jumlah masif ke arah daratan. Kecepatan pergerakan patahan saat gempa Palu juga digolongkan sebagai fenomena supershear, di mana retakan merambat lebih cepat daripada gelombang geser seismik itu sendiri.

Kecepatan supershear ini menyebabkan kerusakan akibat gempa berdampak jauh lebih luas di sepanjang garis patahan. Hal ini mencakup sistem yang ada di Laut Sulawesi, sehingga guncangan di daratan tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga memicu longsoran bawah laut dan pergerakan air yang mematikan. Dengan kata lain, patahan raksasa bawah laut Sulawesi bertindak sebagai mesin pendorong tsunami yang sangat efisien.

Baca Juga

  • Bahaya Nudge Technique Digital: Pakar Ingatkan Risiko Anak
  • Teknologi Penyimpanan Data DNA China Mampu Simpan Miliaran Foto

Advertisement

Pentingnya Mitigasi dan Kesiagaan Bencana

Mengingat letak geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), penemuan struktur geologi ini seharusnya menjadi alarm bagi sistem peringatan dini tsunami nasional. Wilayah Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah kini menjadi perhatian utama karena memiliki kompleksitas tektonik yang sangat tinggi. Masyarakat yang tinggal di sepanjang garis pantai perlu memiliki pemahaman mendalam mengenai evakuasi mandiri.

Berikut adalah beberapa langkah yang perlu diperkuat oleh otoritas terkait:

  • Pemasangan sensor tekanan dasar laut (buoy) yang lebih banyak di sepanjang jalur Sesar Palu-Koro.
  • Pemetaan ulang zona rawan bencana berdasarkan temuan struktur patahan terbaru.
  • Edukasi rutin kepada masyarakat pesisir mengenai tanda-tanda alam sebelum tsunami datang.
  • Pembangunan infrastruktur pelindung pantai dan jalur evakuasi yang memadai.

Pemerintah diharapkan terus mendukung riset-riset geologi mendalam seperti yang dilakukan oleh Tang Tingwei dan timnya. Tanpa data ilmiah yang akurat, sulit bagi Indonesia untuk membangun sistem pertahanan bencana yang tangguh. Pengetahuan tentang struktur bawah laut adalah kunci untuk meminimalkan jumlah korban jiwa jika sewaktu-waktu alam kembali bergejolak.

Baca Juga

  • Pekerjaan Kreatif Era AI Lebih Mahal dari Insinyur?
  • Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan

Advertisement

Sebagai penutup, ancaman dari patahan raksasa bawah laut Sulawesi ini adalah pengingat bahwa proses geologi di bawah kaki kita tidak pernah berhenti. Dengan memahami karakteristik sesar yang membelah dasar laut ini, kita dapat lebih waspada terhadap potensi bencana di masa depan. Kesiapsiagaan adalah satu-satunya cara terbaik untuk menghadapi kekuatan alam yang tidak bisa kita prediksi secara pasti kapan akan terjadi kembali.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Gempa Sulawesi Geologi Mitigasi Bencana Sesar Palu Koro Tsunami
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleMercedes-Benz GLS Terbaru 2024: SUV Mewah Berteknologi AI
Next Article Hutan Kota di Bogor: Solusi Strategis Cegah Banjir & Longsor
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Ekspansi Anthropic ke Inggris: Langkah Berani Usai Didepak Trump

Iphan S7 April 2026 | 02:30

Fosil Kera Purba Mesir 18 Juta Tahun Ubah Teori Evolusi

Ana Octarin6 April 2026 | 23:30

Misi Pencarian Alien NASA Jadi Prioritas Utama Eksplorasi

Ana Octarin6 April 2026 | 20:30

Pemblokiran Nomor Telepon Penipuan: OJK Amankan Rp 585 Miliar

Ana Octarin6 April 2026 | 17:30

Bahaya Nudge Technique Digital: Pakar Ingatkan Risiko Anak

Iphan S6 April 2026 | 13:44

Teknologi Penyimpanan Data DNA China Mampu Simpan Miliaran Foto

Iphan S6 April 2026 | 09:59
Pilihan Redaksi
Gadget

Tablet 5 Jutaan Terbaik 2026: 6 Pilihan untuk Kerja & Kuliah

Olin Sianturi5 April 2026 | 15:53

Tablet 5 Jutaan Terbaik menjadi buruan utama masyarakat saat memasuki kuartal kedua tahun 2026, terutama…

Tablet 2 jutaan rasa laptop Terbaik 2026, Performa Kencang!

6 April 2026 | 05:30

Produk Terbaik Apple Sepanjang Masa: Kilas Balik 50 Tahun

6 April 2026 | 08:30

Rekomendasi Tablet Baterai Awet Terbaik 2026 untuk Kerja

4 April 2026 | 03:53

Harga AC Split 1 PK Polytron Diskon Gede di Transmart

5 April 2026 | 10:54
Terbaru

Ekspansi Anthropic ke Inggris: Langkah Berani Usai Didepak Trump

Iphan S7 April 2026 | 02:30

Fosil Kera Purba Mesir 18 Juta Tahun Ubah Teori Evolusi

Ana Octarin6 April 2026 | 23:30

Misi Pencarian Alien NASA Jadi Prioritas Utama Eksplorasi

Ana Octarin6 April 2026 | 20:30

Pemblokiran Nomor Telepon Penipuan: OJK Amankan Rp 585 Miliar

Ana Octarin6 April 2026 | 17:30

Bahaya Nudge Technique Digital: Pakar Ingatkan Risiko Anak

Iphan S6 April 2026 | 13:44
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.