Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kirab Merah Putih HUT RI ke-81 Meriah, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan dan Lawan Provokasi

19 Agustus 2026 | 14:13

Meta AI Makin Cerdas Berkat Muse Spark 1.1, Siap Jadi Asisten AI Personal yang Lebih Intuitif

30 Juli 2026 | 16:23

Philips Lighting Store Surabaya Hadir dengan Wajah Baru, Solusi Smart Lighting untuk Rumah Modern Makin Mudah

27 Juli 2026 | 15:56
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kirab Merah Putih HUT RI ke-81 Meriah, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan dan Lawan Provokasi
  • Meta AI Makin Cerdas Berkat Muse Spark 1.1, Siap Jadi Asisten AI Personal yang Lebih Intuitif
  • Philips Lighting Store Surabaya Hadir dengan Wajah Baru, Solusi Smart Lighting untuk Rumah Modern Makin Mudah
  • Sixtynine Ultimate Resmi Hadir di Citra Garden City, Sports Bar Jakarta Barat dengan Konsep Hangout Modern
  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar
  • HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa
Kamis, Agustus 20
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Misi Artemis 2 NASA: Empat Astronot Meluncur Menuju Orbit Bulan
Berita Tekno

Misi Artemis 2 NASA: Empat Astronot Meluncur Menuju Orbit Bulan

Ana OctarinAna Octarin2 April 2026 | 20:53
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Misi Artemis 2 NASA
Misi Artemis 2 NASA (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Misi Artemis 2 NASA resmi menandai babak baru dalam sejarah eksplorasi antariksa dengan meluncurkan empat astronaut ke orbit Bulan pagi ini. Peluncuran bersejarah ini menjadi langkah awal yang sangat krusial bagi ambisi umat manusia untuk kembali menginjakkan kaki di permukaan satelit alami Bumi tersebut. Misi berdurasi 10 hari ini melibatkan tiga astronaut asal Amerika Serikat, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta satu astronaut asal Kanada, Jeremy Hensen.

Keempat penjelajah antariksa ini memiliki tugas utama untuk menguji coba seluruh sistem pendukung kehidupan (life support system) yang ada di dalam wahana Orion. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang badan antariksa Amerika Serikat untuk mendirikan koloni permanen di Bulan sebelum akhirnya melangkah lebih jauh menuju planet Mars. Keberhasilan Misi Artemis 2 NASA akan menjadi pondasi bagi keberlanjutan hidup manusia di luar atmosfer Bumi dalam jangka waktu yang lama.

Dalam proses peluncurannya, para astronaut menggunakan wahana luar angkasa Orion yang didorong oleh kekuatan raksasa dari roket Space Launch System (SLS). Roket SLS sendiri merupakan roket paling kuat yang pernah dibangun NASA hingga saat ini. Setelah berhasil mencapai orbit, wahana Orion akan segera membentangkan sayap panel suryanya. Panel ini berfungsi menyerap energi Matahari secara maksimal untuk memasok daya listrik selama perjalanan panjang di ruang hampa udara.

Baca Juga

  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Advertisement

Tahapan Kritis dan Pengujian Teknologi dalam Misi Artemis 2 NASA

Amit Kshatriya, Associate Administrator NASA, menegaskan bahwa dalam sepuluh hari ke depan, para kru memiliki tanggung jawab besar. “Reid, Victor, Christina, dan Jeremy akan memastikan bahwa wahana Orion benar-benar siap dan layak digunakan oleh tim berikutnya untuk mendarat di permukaan Bulan dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi,” ujarnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran Misi Artemis 2 NASA sebagai jembatan menuju pendaratan manusia yang sesungguhnya di masa depan.

Secara teknis, perjalanan ini terbagi dalam beberapa fase yang sangat presisi. Sekitar 49 menit setelah lepas landas, roket SLS akan menempatkan Orion pada orbit Bumi yang stabil. Setelah itu, roket tahap kedua akan menyalakan mesinnya kembali untuk mendorong Orion menuju ketinggian yang lebih ekstrem, yakni sekitar 75.000 kilometer di atas permukaan Bumi. Di titik inilah Orion akan memisahkan diri dari roket pendorong untuk memulai navigasi secara mandiri.

Selama berada di orbit tinggi tersebut selama satu hari penuh, para astronaut tidak akan berdiam diri. Mereka dijadwalkan melakukan serangkaian demonstrasi manual guna menguji sensitivitas dan akurasi sistem kendali Orion. Pengujian manual ini sangat vital untuk memastikan bahwa kru tetap memiliki kendali penuh jika sewaktu-waktu sistem otomatis mengalami kendala teknis di tengah ruang angkasa yang tidak terprediksi.

Baca Juga

  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Advertisement

Melihat Sisi Jauh Bulan untuk Pertama Kalinya

Apabila seluruh sistem internal dipastikan beroperasi tanpa cacat, Misi Artemis 2 NASA akan memasuki fase pelontaran menuju lintasan Bulan. Tahap pembakaran mesin yang diperkirakan memakan waktu sekitar 6 menit ini akan mendorong Orion keluar dari gravitasi Bumi. Menariknya, Orion tidak hanya sekadar terbang, tetapi juga akan memanfaatkan gaya gravitasi Bulan sebagai “ketapel” alami untuk mengumpulkan tenaga guna perjalanan pulang ke Bumi nantinya.

Momen yang paling dinantikan oleh dunia internasional adalah saat para astronaut terbang mendekati permukaan Bulan pada Senin, 6 April mendatang. Mereka akan mencatatkan sejarah sebagai manusia pertama yang melihat langsung permukaan sisi jauh Bulan (the far side of the Moon) secara mendetail. Area ini merupakan wilayah Bulan yang tidak pernah menghadap ke Bumi, sehingga pengamatan langsung dari jarak dekat akan memberikan data visual yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan.

Selama fase terbang lintas dekat tersebut, kru akan sibuk mengambil foto beresolusi tinggi dan melakukan pengamatan mendalam terhadap topografi permukaan Bulan. Data-data ini akan digunakan oleh tim di Bumi untuk memetakan lokasi pendaratan yang paling aman bagi misi Artemis selanjutnya. NASA ingin memastikan bahwa lokasi koloni masa depan memiliki akses terhadap sumber daya, seperti es air yang tersimpan di kawah-kawah kutub Bulan.

Baca Juga

  • Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA
  • Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Advertisement

Setelah menyelesaikan seluruh agenda di orbit Bulan, wahana Orion akan melakukan manuver untuk kembali ke Bumi. Perjalanan pulang ini akan diakhiri dengan pendaratan dramatis di Samudra Pasifik. Tim pemulihan dari Angkatan Laut Amerika Serikat dan NASA telah bersiaga untuk menjemput keempat pahlawan antariksa tersebut begitu kapsul Orion menyentuh permukaan air dengan bantuan parasut raksasa.

Eksplorasi ini bukan sekadar pamer kekuatan teknologi, melainkan simbol kolaborasi internasional dalam menembus batas ketidakmungkinan. Dengan keterlibatan astronaut dari berbagai latar belakang, NASA ingin menunjukkan bahwa luar angkasa adalah milik seluruh umat manusia. Setiap data yang diperoleh dari Misi Artemis 2 NASA akan menjadi aset berharga bagi generasi mendatang yang bercita-cita hidup dan bekerja di luar planet Bumi.

Kesuksesan peluncuran hari ini memberikan harapan baru bagi dunia sains dan teknologi. Jika semua berjalan sesuai rencana, pendaratan manusia di Bulan bukan lagi sekadar nostalgia misi Apollo, melainkan realitas rutin yang akan kita saksikan dalam beberapa tahun ke depan. Kita semua menantikan kembalinya para kru dengan selamat, membawa pengetahuan baru yang akan mengubah cara kita memandang alam semesta melalui keberhasilan Misi Artemis 2 NASA.

Baca Juga

  • Potensi Gempa Besar Ciremai Terlacak dari Struktur Tanah Terbalik
  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Artemis II Astronot Eksplorasi Bulan NASA Roket SLS
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePenyebab Chery Tiggo Cross Terbakar di Tol Japek Terungkap
Next Article Spesifikasi OPPO Find X10 Pro Bocor: Bawa Tiga Kamera 200MP!
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37

Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Iphan S2 Juni 2026 | 19:37
Pilihan Redaksi
Gadget

OPPO Reno13 Series Resmi Hadir di Indonesia: Harga Mulai Rp4 Jutaan dan Segudang Fitur Unggulan

Olin Sianturi17 Januari 2025 | 15:17

OPPO Reno13 Series resmi hadir di Indonesia dengan harga mulai Rp4 jutaan. Hadirkan fitur AI…

Fenomena Gempa Langit Hebohkan Dunia, Ilmuwan Ungkap Faktanya

30 April 2026 | 00:55

Waspada! Ini 5 Bahaya Jarang Update Software HP di iPhone & Android

30 September 2025 | 20:04

4 Fakta Menarik The Blackman Family Sebelum Berpisah, Keluarga Viral yang Bikin Heboh!

25 Februari 2025 | 07:50

Sixtynine Ultimate Resmi Hadir di Citra Garden City, Sports Bar Jakarta Barat dengan Konsep Hangout Modern

25 Juli 2026 | 14:39
Terbaru

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual Boost Your Website Traffic with TrafficPeak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.