Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tablet Murah 1 Jutaan Terbaik Juni 2026 untuk Kerja

1 Juni 2026 | 19:37

Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik

1 Juni 2026 | 18:07

Insentif Mobil Listrik 2026 Resmi Cair, Ini Skemanya

1 Juni 2026 | 17:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Tablet Murah 1 Jutaan Terbaik Juni 2026 untuk Kerja
  • Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik
  • Insentif Mobil Listrik 2026 Resmi Cair, Ini Skemanya
  • Jadwal rilis game Fable Resmi Ditunda, GTA 6 Jadi Alasan?
  • Tablet Pengganti Laptop Terbaik Juni 2026, Ini Daftarnya
  • Tablet Murah Redmi Terbaru Rilis, Dapat Update 5 Tahun!
  • Ekspor Chip Canggih AS Diperketat, Washington Tambal Celah Bocor ke China
  • Sepeda Listrik Ofero Terbaru Rilis di Semarang, Cek Harganya
Senin, Juni 1
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Penurunan Permukaan Tanah Jawa Kian Kritis, Pulau Ini Mulai Tenggelam
Berita Tekno

Penurunan Permukaan Tanah Jawa Kian Kritis, Pulau Ini Mulai Tenggelam

Ana OctarinAna Octarin15 April 2026 | 14:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Penurunan permukaan tanah Jawa
Penurunan permukaan tanah Jawa (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Penurunan permukaan tanah Jawa kini menjadi ancaman nyata yang jauh lebih mengkhawatirkan daripada kenaikan air laut global akibat perubahan iklim. Berdasarkan hasil pemetaan terbaru dari tim peneliti lintas negara, hampir seluruh wilayah di pulau terpadat di Indonesia ini mengalami penurunan elevasi yang signifikan. Fenomena ini tidak hanya menyasar kota-kota besar di pesisir utara, tetapi juga merambah hingga ke wilayah pedesaan di pedalaman.

Tim peneliti melakukan pemetaan mendalam mengenai tingkat subsiden tanah di sepanjang Pulau Jawa. Hasilnya cukup mengejutkan, di mana ditemukan laju penurunan tanah berkisar antara 1 hingga 15 sentimeter setiap tahunnya. Angka ini secara konsisten melampaui rata-rata kenaikan permukaan laut global yang selama ini menjadi sorotan utama dalam isu lingkungan global.

Melalui pengamatan satelit yang presisi dan proyeksi kenaikan permukaan laut, para ahli menyimpulkan kondisi yang mengkhawatirkan untuk masa depan. Mereka memprediksi bahwa penurunan permukaan tanah Jawa akan memberikan kontribusi hingga 85 persen terhadap total kenaikan permukaan laut di sebagian besar garis pantai pada tahun 2050 mendatang. Kondisi ini menempatkan jutaan penduduk dalam risiko kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga

  • Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik
  • Ekspor Chip Canggih AS Diperketat, Washington Tambal Celah Bocor ke China

Advertisement

Aktivitas Manusia Jadi Pemicu Utama Penurunan Permukaan Tanah Jawa

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advanced ini menegaskan bahwa fenomena amblasnya tanah di Jawa bukanlah dampak langsung dari perubahan iklim. Sebaliknya, aktivitas manusia yang tidak terkendali menjadi motor penggerak utama di balik krisis geologi ini. Para peneliti memperingatkan bahwa mengabaikan faktor antropogenik ini sama saja dengan meremehkan bencana besar yang sedang mengintai.

Beberapa penyebab utama penurunan permukaan tanah Jawa meliputi pengambilan air tanah secara masif di kawasan perkotaan. Selain itu, penggunaan air tanah untuk sektor pertanian yang tidak teregulasi serta ekstraksi besar-besaran untuk kebutuhan industri turut memperparah keadaan. Faktor pemadatan tanah secara alami di wilayah delta juga memberikan kontribusi, meski tidak sebesar dampak aktivitas manusia.

Manoochehr Shirzaei, salah satu penulis studi dari Virginia Tech, menyatakan bahwa risiko ini sering kali tidak terdeteksi oleh pembuat kebijakan hingga dampaknya benar-benar terasa. Ia menekankan bahwa jika otoritas terkait terus mengabaikan data ini, maka risiko banjir rob dan tenggelamnya wilayah pesisir akan meningkat berlipat ganda dalam waktu singkat.

Baca Juga

  • Pasar CPU Nvidia Vera Jadi Senjata Baru Kuasai AI
  • Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan

Advertisement

Dampak Luas Bagi Ekosistem Pesisir

Data menunjukkan bahwa lebih dari 75 persen garis pantai di Pulau Jawa kini berada dalam risiko tinggi terkena banjir kronis. Hal ini terjadi karena daratan yang semakin rendah tidak lagi mampu membendung pasang air laut. Proyeksi tahun 2050 menunjukkan bahwa wilayah-wilayah produktif di sepanjang pantai utara bisa berubah menjadi lautan jika tidak ada intervensi yang serius dari sekarang.

Fenomena penurunan permukaan tanah Jawa ini juga menciptakan efek domino terhadap infrastruktur publik. Jalan raya, jembatan, hingga bangunan pemukiman mengalami kerusakan struktural akibat pergeseran tanah di bawahnya. Biaya ekonomi yang harus ditanggung akibat kerusakan ini diperkirakan mencapai angka triliunan rupiah setiap tahunnya.

Meskipun situasi ini terlihat suram, Shirzaei menambahkan bahwa penurunan tanah sebenarnya lebih mudah diatasi dibandingkan kenaikan permukaan laut global yang bersifat makro. Kuncinya terletak pada pengelolaan sumber daya air secara lokal. Kebijakan yang ketat mengenai penggunaan air tanah dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dapat menjadi solusi efektif untuk mengerem laju penurunan tersebut.

Baca Juga

  • Pendapatan dari Konten Pertanian Melebihi Hasil Kebun
  • PHK Karyawan Standard Chartered: Dampak AI di Sektor Finansial

Advertisement

Penelitian yang berfokus di Jawa ini diharapkan menjadi cermin bagi wilayah pesisir lain di seluruh dunia. Leonard Ohenhen, penulis utama penelitian tersebut, menjelaskan bahwa banyak wilayah pesisir global mengalami nasib serupa namun sering kali luput dari pantauan radar pemerintah setempat.

Apa yang saat ini terjadi di Jawa merupakan gambaran nyata dari apa yang akan menimpa wilayah lain jika manajemen lahan dan air tidak dikelola dengan benar. Pengawasan yang ketat dan kebijakan berbasis data menjadi harga mati untuk menyelamatkan daratan yang tersisa. Tanpa langkah konkret, eksistensi kota-kota pesisir di Jawa hanya tinggal menunggu waktu.

Pemerintah dan masyarakat harus segera bersinergi dalam melakukan konservasi air dan menghentikan eksploitasi air tanah secara liar. Kesadaran kolektif mengenai bahaya penurunan permukaan tanah Jawa adalah langkah awal yang krusial untuk memastikan pulau ini tetap layak huni bagi generasi mendatang.

Baca Juga

  • Gelombang Panas Ekstrem Eropa Pecah Rekor, PBB Beri Warning
  • Komisaris Baru Telkomsel: Muhammad Yusuf Ateh Resmi Menjabat

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Geologi Krisis Air Tanah Lingkungan Perubahan Iklim Pulau Jawa
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePerawatan Baterai Toyota Veloz Hybrid: Tips Agar Awet & Irit
Next Article Inovasi Kesehatan Perempuan Indonesia Lewat Forum AOFOG 2026
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik

Iphan S1 Juni 2026 | 18:07

Ekspor Chip Canggih AS Diperketat, Washington Tambal Celah Bocor ke China

Ana Octarin1 Juni 2026 | 14:22

Pasar CPU Nvidia Vera Jadi Senjata Baru Kuasai AI

Ana Octarin1 Juni 2026 | 10:37

Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan

Iphan S1 Juni 2026 | 07:37

Pendapatan dari Konten Pertanian Melebihi Hasil Kebun

Ana Octarin1 Juni 2026 | 02:28

PHK Karyawan Standard Chartered: Dampak AI di Sektor Finansial

Ana Octarin1 Juni 2026 | 01:19
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

HP Ojol Terbaik 2026 Harga 2 Jutaan: Baterai Jumbo & Awet

31 Mei 2026 | 05:23

Infinix HOT 50 Pro+ Jadi HP Gaming Layar Lengkung Termurah

30 Mei 2026 | 22:52

Cara Cek SLIK Online Terbaru Lewat HP, Bebas BI Checking!

28 Mei 2026 | 22:57
Terbaru

Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik

Iphan S1 Juni 2026 | 18:07

Ekspor Chip Canggih AS Diperketat, Washington Tambal Celah Bocor ke China

Ana Octarin1 Juni 2026 | 14:22

Pasar CPU Nvidia Vera Jadi Senjata Baru Kuasai AI

Ana Octarin1 Juni 2026 | 10:37

Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan

Iphan S1 Juni 2026 | 07:37

Pendapatan dari Konten Pertanian Melebihi Hasil Kebun

Ana Octarin1 Juni 2026 | 02:28
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.