Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Paket Internet Gratis Korea Selatan Resmi Berlaku Bagi Warga

15 April 2026 | 10:55

SUV untuk Pengemudi Tinggi: 5 Pilihan Kabin Paling Lega

15 April 2026 | 09:55

Alasan Mengaktifkan Mode Pesawat Saat Terbang, Bukan Biar Tak Jatuh!

15 April 2026 | 08:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Paket Internet Gratis Korea Selatan Resmi Berlaku Bagi Warga
  • SUV untuk Pengemudi Tinggi: 5 Pilihan Kabin Paling Lega
  • Alasan Mengaktifkan Mode Pesawat Saat Terbang, Bukan Biar Tak Jatuh!
  • Sistem Keamanan Anak Roblox Resmi Diperketat Mulai Juni 2026
  • Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia
  • Pameran Kendaraan Komersial GIICOMVEC 2026 Catat Lonjakan Pengunjung
  • Smartphone Lipat Huawei Pura X Max Siap Jegal iPhone Fold
  • Serangan Molotov Sam Altman: Teror Anti-AI Guncang San Francisco
Rabu, April 15
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Game » Rating IGRS di Steam Belum Resmi: Komdigi Beri Penjelasan
Game

Rating IGRS di Steam Belum Resmi: Komdigi Beri Penjelasan

Olin SianturiOlin Sianturi6 April 2026 | 09:14
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Rating IGRS di Steam Belum Resmi
Rating IGRS di Steam Belum Resmi (Foto: inet.detik.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Rating IGRS di Steam Belum Resmi dan bukan merupakan hasil verifikasi langsung dari pemerintah Indonesia. Penegasan ini muncul setelah gelombang protes dari komunitas gamer di tanah air yang menemukan banyak ketidaksesuaian label usia pada platform distribusi game milik Valve tersebut. Para pengguna media sosial menyoroti bagaimana sejumlah judul game dengan konten kekerasan eksplisit justru mendapatkan label “3+” atau ramah anak, sementara game sederhana untuk semua umur justru terjerat label “18+”.

Kekacauan informasi ini memicu kekhawatiran besar, terutama bagi para orang tua yang mengandalkan sistem klasifikasi untuk memantau konsumsi konten digital anak-anak mereka. Menanggapi polemik yang semakin memanas, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan klarifikasi bahwa sistem yang muncul di etalase Steam saat ini tidak melewati proses validasi otoritas nasional.

Penyebab Label Usia di Steam Tidak Akurat

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Ditjen Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa kemunculan label tersebut berasal dari mekanisme internal platform. Ia menyebutkan bahwa Rating IGRS di Steam Belum Resmi karena statusnya masih bersifat self-declare atau pernyataan mandiri dari pihak pengembang maupun pengelola platform tanpa adanya peninjauan dari tim verifikator IGRS.

Baca Juga

  • Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator
  • Kebocoran Data Game IGRS Ungkap Plot 007: First Light

Advertisement

Mekanisme pernyataan mandiri ini sering kali hanya mengandalkan kuesioner otomatis yang diisi oleh pengembang saat mengunggah produk mereka. Akibatnya, interpretasi terhadap kriteria kekerasan, penggunaan bahasa, atau konten dewasa bisa berbeda dengan standar hukum yang berlaku di Indonesia. “Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu game,” ujar Sonny dalam keterangan resminya.

Komdigi menekankan bahwa sistem nasional mewajibkan setiap judul game melalui proses verifikasi yang ketat sebelum mendapatkan sertifikasi resmi. Tanpa adanya verifikasi ini, label yang tertera pada platform global seperti Steam dianggap ilegal dan tidak memiliki kekuatan hukum di wilayah Indonesia. Hal ini menjadi catatan penting mengingat Rating IGRS di Steam Belum Resmi dan dapat menyesatkan konsumen dalam mengambil keputusan pembelian.

Regulasi Ketat bagi Penyelenggara Sistem Elektronik

Pemerintah Indonesia sebenarnya memiliki regulasi yang sangat jelas mengenai klasifikasi konten digital. Penayangan informasi yang tidak akurat di platform publik dapat dianggap melanggar kewajiban pelaku usaha digital dalam menyampaikan informasi yang benar dan transparan. Dasar hukum utama yang mengatur hal ini adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan UU ITE.

Baca Juga

  • Doki Doki Literature Club Dihapus dari Play Store, Gamer Geram
  • Misi Sampingan GTA 6 Rapper Terkenal Bocor, Fans Makin Heboh!

Advertisement

Selain itu, terdapat aturan turunan yang lebih spesifik, yakni Permen Kominfo Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim dan Permen Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat. Aturan-aturan ini mewajibkan platform global untuk mematuhi standar lokal jika mereka beroperasi dan mengambil keuntungan dari pasar Indonesia. Sonny menegaskan bahwa masalah Rating IGRS di Steam Belum Resmi ini bukan sekadar masalah teknis label, melainkan bentuk tanggung jawab moral dalam melindungi generasi muda dari paparan konten yang tidak sesuai umur.

Langkah Tegas Komdigi Terhadap Steam

Sebagai tindak lanjut dari protes masyarakat, Komdigi berencana segera melayangkan surat permintaan klarifikasi resmi kepada pihak Steam atau Valve Corporation. Pemerintah ingin memastikan mengapa label IGRS digunakan secara sepihak tanpa koordinasi dengan institusi terkait di Indonesia. Jika Steam tidak segera memperbaiki sistem klasifikasi mereka agar sesuai dengan standar nasional, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk menjatuhkan sanksi administratif.

Langkah ini diambil demi menjaga integritas sistem klasifikasi nasional. Pemerintah juga tengah memperkuat infrastruktur teknologi pada situs resmi IGRS agar proses verifikasi bagi pengembang lokal maupun internasional dapat berjalan lebih cepat dan akurat. Harapannya, ke depan tidak ada lagi kasus di mana Rating IGRS di Steam Belum Resmi muncul di hadapan publik secara menyesatkan.

Baca Juga

  • Geek Fam vs RRQ MPL ID S17: Geek Libas Sang Raja 2-1
  • Klasemen MPL ID S17 Pekan 3: RRQ Hoshi Terpuruk di Dasar

Advertisement

Edukasi untuk Orang Tua dan Komunitas Gamer

Selain melakukan langkah diplomasi dengan platform global, Komdigi juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam melihat label usia. Masyarakat harus memahami bahwa sistem rating internasional seperti ESRB atau PEGI mungkin memiliki standar yang berbeda dengan IGRS yang sudah disesuaikan dengan norma dan budaya di Indonesia. Oleh karena itu, pengecekan mandiri melalui kanal resmi pemerintah sangat disarankan.

Para orang tua diimbau untuk selalu merujuk pada situs igrs.id untuk mendapatkan informasi klasifikasi yang valid. Situs tersebut menyediakan basis data lengkap mengenai game apa saja yang sudah tersertifikasi secara resmi oleh tim ahli dari Komdigi. Jika ditemukan kejanggalan serupa di platform lain, publik dapat melaporkannya melalui layanan pengaduan atau helpdesk IGRS yang tersedia selama 24 jam.

Sebagai penutup, pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal ekosistem digital agar tetap aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Perlu diingat kembali oleh para pengguna bahwa status Rating IGRS di Steam Belum Resmi, sehingga kewaspadaan dalam memilih konten tetap menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, penyedia layanan, dan orang tua.

Baca Juga

  • Kode Redeem ML 13 April 2026 Terbaru, Klaim Hadiah MLBB x Naruto
  • Film Metal Gear Solid Terbaru Disutradarai Duo Final Destination

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Game Indonesia IGRS Komdigi regulasi digital Steam
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleProduk Terbaik Apple Sepanjang Masa: Kilas Balik 50 Tahun
Next Article Teknologi Penyimpanan Data DNA China Mampu Simpan Miliaran Foto
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia

Iphan S15 April 2026 | 06:55

Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif

Iphan S14 April 2026 | 22:55

Kebijakan PP Tunas Indonesia Jadi Acuan 19 Negara Dunia

Iphan S14 April 2026 | 18:55

Kasus Sextortion di Indonesia Melonjak, Komdigi Gandeng Polri

Ana Octarin14 April 2026 | 14:55

Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator

Ana Octarin14 April 2026 | 10:55

Kebocoran Data Game IGRS Ungkap Plot 007: First Light

Olin Sianturi14 April 2026 | 08:55
Pilihan Redaksi
Otomotif

Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

Ana Octarin13 April 2026 | 09:55

Harga Mobil Sedan Toyota pada bulan April 2026 menunjukkan tren yang stabil meskipun pasar otomotif…

Ekosistem Jaringan Asus ProArt Hadirkan Router WiFi 7 dan Switch

15 April 2026 | 00:55

Dell Pro 5 Micro Panther Lake: Mini PC Workstation Terbaru

11 April 2026 | 04:55

Flashdisk ChromeOS Flex Google: Solusi Murah Laptop Lawas

10 April 2026 | 23:55

Krisis Biji Plastik Otomotif Mengintai, Honda Siaga Penuh

14 April 2026 | 09:55
Terbaru

Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia

Iphan S15 April 2026 | 06:55

Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif

Iphan S14 April 2026 | 22:55

Kebijakan PP Tunas Indonesia Jadi Acuan 19 Negara Dunia

Iphan S14 April 2026 | 18:55

Kasus Sextortion di Indonesia Melonjak, Komdigi Gandeng Polri

Ana Octarin14 April 2026 | 14:55

Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator

Ana Octarin14 April 2026 | 10:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.