Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

iPhone 15 Masih Layak Dibeli: Ini Alasan dan Spek Unggulannya

6 April 2026 | 10:44

Teknologi Penyimpanan Data DNA China Mampu Simpan Miliaran Foto

6 April 2026 | 09:59

Rating IGRS di Steam Belum Resmi: Komdigi Beri Penjelasan

6 April 2026 | 09:14
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • iPhone 15 Masih Layak Dibeli: Ini Alasan dan Spek Unggulannya
  • Teknologi Penyimpanan Data DNA China Mampu Simpan Miliaran Foto
  • Rating IGRS di Steam Belum Resmi: Komdigi Beri Penjelasan
  • Produk Terbaik Apple Sepanjang Masa: Kilas Balik 50 Tahun
  • Tablet Menggambar Terbaik 2026: Rekomendasi Kreator Profesional
  • Pekerjaan Kreatif Era AI Lebih Mahal dari Insinyur?
  • Promo Sepeda Listrik Transmart Hadir Lagi dengan Diskon 70%
  • Tablet 2 jutaan rasa laptop Terbaik 2026, Performa Kencang!
Senin, April 6
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Teknologi Penyimpanan Data DNA China Mampu Simpan Miliaran Foto
Berita Tekno

Teknologi Penyimpanan Data DNA China Mampu Simpan Miliaran Foto

Iphan SIphan S6 April 2026 | 09:59
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Teknologi penyimpanan data DNA
Teknologi penyimpanan data DNA (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Teknologi penyimpanan data DNA kini memasuki babak baru setelah ilmuwan asal China berhasil menciptakan terobosan revolusioner berupa “kaset” DNA yang mampu menampung informasi dalam skala masif. Penemuan ini menjadi jawaban atas kekhawatiran dunia mengenai keterbatasan lahan dan energi untuk pusat data (data center) konvensional yang kian membengkak. Para peneliti mengembangkan sistem bernama DNA Cassette Tape, sebuah metode yang menggabungkan biologi molekuler dengan mekanisme penyimpanan mekanis tradisional.

Sistem inovatif ini menggunakan untaian DNA yang menyatu dengan strip plastik sepanjang 100 meter. Kapasitasnya sangat mencengangkan, di mana satu gulungan pita tersebut mampu menyimpan hingga 3 miliar lagu. Jika ilmuwan memperpanjang pita tersebut hingga 1 kilometer, maka teknologi penyimpanan data DNA ini sanggap menampung sekitar 362 ribu terabyte data atau setara dengan 60 miliar foto berkualitas tinggi.

Angka tersebut jauh melampaui kemampuan perangkat keras yang kita gunakan saat ini. Sebagai perbandingan, mayoritas laptop kelas atas hanya memiliki kapasitas penyimpanan antara 0,5 hingga 2 TB. Sementara itu, smartphone yang umum beredar di pasaran hanya berkisar pada kapasitas 125 GB atau 256 GB. Dengan kata lain, satu gulungan pita DNA ini bisa menggantikan jutaan perangkat penyimpanan silikon yang ada di dunia saat ini.

Baca Juga

  • Pekerjaan Kreatif Era AI Lebih Mahal dari Insinyur?
  • Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan

Advertisement

Keunggulan Teknologi Penyimpanan Data DNA Dibandingkan Media Konvensional

Para penulis penelitian dalam jurnal Live Science menegaskan bahwa DNA memiliki potensi besar sebagai media informasi generasi berikutnya. Hal ini karena DNA menawarkan kepadatan penyimpanan yang sangat tinggi dalam ruang yang sangat minim. Struktur heliks ganda DNA memungkinkan informasi tersimpan dalam unit molekuler yang jauh lebih kecil daripada transistor pada chip komputer mana pun.

Penggunaan teknologi penyimpanan data DNA dengan konfigurasi gulungan pita bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang material. Tim peneliti menjelaskan bahwa desain ini memperluas area fisik dan kapasitas penyimpanan hanya dengan meningkatkan panjang pita, tanpa memerlukan ruang penyimpanan yang luas secara horizontal. Ini adalah solusi cerdas untuk mengatasi krisis ruang di pusat data global yang saat ini mengonsumsi lahan luas dan energi listrik dalam jumlah besar.

Selain kapasitas, aspek keberlanjutan menjadi nilai tambah utama. Pusat data berbasis silikon memerlukan pendinginan aktif terus-menerus agar tidak mengalami overheating. Sebaliknya, teknologi penyimpanan data DNA bekerja secara pasif dan tidak membutuhkan daya listrik saat data hanya disimpan, sehingga jauh lebih ramah lingkungan dan hemat biaya operasional jangka panjang.

Baca Juga

  • Potensi Gempa Sesar Lembang Mengintai, BRIN Ungkap Buktinya
  • Foto Bumi Misi Artemis II: Gambaran Dramatis dari Luar Angkasa

Advertisement

Ketahanan Luar Biasa Hingga Puluhan Ribu Tahun

Salah satu tantangan terbesar dalam penyimpanan data digital adalah usia pakai media penyimpanan. Hard disk dan SSD biasanya hanya bertahan sekitar 5 hingga 10 tahun sebelum risiko kerusakan data meningkat. Namun, tim peneliti China membuktikan bahwa penyimpanan di DNA memiliki kemampuan untuk diawetkan dalam waktu yang sangat lama. Mereka menyimpan untaian DNA pada kerangka organik logam yang disebut MOF (Metal-Organic Framework).

Lapisan perlindungan MOF ini bertindak sebagai perisai terhadap faktor lingkungan yang merusak. Berdasarkan hasil pengujian, pita teknologi penyimpanan data DNA ini mampu bertahan lebih dari 345 tahun jika disimpan pada suhu ruangan. Jika suhu diturunkan hingga 0 derajat Celcius, masa pakainya melonjak drastis hingga 20.000 tahun. Ketahanan ini memastikan informasi penting umat manusia dapat tersimpan melintasi peradaban tanpa takut kehilangan data akibat degradasi material.

Keunikan lainnya terletak pada kemudahan pemeliharaan. Jika pita fisik mengalami kerusakan atau terputus, para peneliti mengklaim bahwa pita tersebut bisa diperbaiki hanya dengan menggunakan perekat transparan biasa tanpa merusak integritas data di dalamnya. Hal ini hampir mustahil dilakukan pada cakram optik atau piringan magnetik hard disk yang sangat sensitif terhadap goresan sekecil apa pun.

Baca Juga

  • Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030
  • Tas dari kolagen T-rex ini dijual seharga Rp8,5 miliar

Advertisement

Mekanisme Kerja dan Proses Pengambilan Data

Untuk mengelola data yang sangat padat, peneliti menerapkan sistem pelabelan yang canggih. Tiap bagian pita dicetak dengan kode batang (barcode) khusus yang berfungsi sebagai indeks. Kode batang ini menunjukkan file mana saja yang tersimpan di bagian pita tersebut, sehingga proses pencarian data menjadi lebih terorganisir dan cepat.

Cara kerja perangkat pembacanya pun sangat unik, menyerupai pemutar kaset lawas (walkman). Kamera khusus ditempatkan pada mesin pemutar yang memiliki dua rol penggerak. Saat pita bergerak di antara dua rol, kamera akan memindai kode batang untuk menemukan file yang diminta. Setelah posisi file ditemukan, bagian pita tersebut akan dicelupkan ke dalam larutan basa untuk melepaskan untaian DNA dari kerangka pelindungnya.

Setelah DNA terlepas, mesin akan melakukan proses pengurutan (sequencing). Urutan basa nitrogen yang terdiri dari Adenin (A), Sitosin (C), Guanin (G), dan Timin (T) kemudian diterjemahkan kembali oleh algoritma komputer menjadi kode biner (0 dan 1). Hasil akhirnya adalah file digital utuh, baik itu berupa lagu, foto, maupun dokumen teks, yang memiliki kualitas persis sama dengan aslinya.

Baca Juga

  • Petinggi OpenAI Cuti Panjang di Tengah Rencana Go Public
  • Cara Cek NIK KTP Dipakai Pinjol atau Tidak Secara Online

Advertisement

Meskipun saat ini proses membaca dan menulis data DNA masih memerlukan waktu lebih lama dibandingkan akses ke SSD, para ilmuwan optimis bahwa kecepatan ini akan meningkat seiring perkembangan teknologi bioteknologi. Implementasi teknologi penyimpanan data DNA di masa depan diprediksi akan menjadi standar baru bagi pengarsipan data jangka panjang bagi pemerintah, perpustakaan nasional, hingga perusahaan teknologi raksasa.

Dunia kini sedang memperhatikan bagaimana China memimpin perlombaan penyimpanan data biologis ini. Dengan keberhasilan menciptakan sistem kaset DNA, impian untuk menyimpan seluruh pengetahuan manusia dalam satu ruangan kecil bukan lagi sekadar fiksi ilmiah. Kemajuan teknologi penyimpanan data DNA ini menandai era di mana biologi dan informatika menyatu demi menjaga warisan digital manusia tetap abadi.

Baca Juga

  • Obat Penyakit Autoimun Terbaru Ditemukan pada Protein Kutu
  • Masa Depan Matahari dan Bumi: Ancaman Kiamat dalam 1 Miliar Tahun

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
DNA Cassette Inovasi Digital Penyimpanan Data Sains teknologi China
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleRating IGRS di Steam Belum Resmi: Komdigi Beri Penjelasan
Next Article iPhone 15 Masih Layak Dibeli: Ini Alasan dan Spek Unggulannya
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Pekerjaan Kreatif Era AI Lebih Mahal dari Insinyur?

Iphan S6 April 2026 | 06:59

Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan

Iphan S6 April 2026 | 04:44

Potensi Gempa Sesar Lembang Mengintai, BRIN Ungkap Buktinya

Iphan S6 April 2026 | 02:30

Foto Bumi Misi Artemis II: Gambaran Dramatis dari Luar Angkasa

Ana Octarin6 April 2026 | 00:14

Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030

Iphan S5 April 2026 | 21:59

Tas dari kolagen T-rex ini dijual seharga Rp8,5 miliar

Ana Octarin5 April 2026 | 19:44
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

Iphan S31 Maret 2026 | 02:22

Investasi Softbank di OpenAI kini memasuki babak baru yang sangat ambisius setelah perusahaan modal ventura…

Harga AC Split 1 PK Polytron Diskon Gede di Transmart

5 April 2026 | 10:54

Rekomendasi Tablet Baterai Awet Terbaik 2026 untuk Kerja

4 April 2026 | 03:53

Produk Terbaik Apple Sepanjang Masa: Kilas Balik 50 Tahun

6 April 2026 | 08:30

Tablet 2 jutaan rasa laptop Terbaik 2026, Performa Kencang!

6 April 2026 | 05:30
Terbaru

Pekerjaan Kreatif Era AI Lebih Mahal dari Insinyur?

Iphan S6 April 2026 | 06:59

Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan

Iphan S6 April 2026 | 04:44

Potensi Gempa Sesar Lembang Mengintai, BRIN Ungkap Buktinya

Iphan S6 April 2026 | 02:30

Foto Bumi Misi Artemis II: Gambaran Dramatis dari Luar Angkasa

Ana Octarin6 April 2026 | 00:14

Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030

Iphan S5 April 2026 | 21:59
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.