Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

27 Februari 2026 | 09:03

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

13 Februari 2026 | 16:01

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

10 Februari 2026 | 16:34
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya
  • Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba
  • Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds
  • Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K
  • Jam Tangan Casio Baby-G BGD-10KH: Unik, Bisa Jadi Gantungan!
  • Jam Tangan G-Shock Origami Resmi Meluncur, Ini Harga dan Speknya
  • Wireless Charging Galaxy S26 Meningkat Pesat Berkat Qi 2.2.1
  • Diskon Game PS4 dan PS5 Hingga 90%: Cek Harga PS5 Terbaru!
Jumat, Februari 27
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » 3 Nasib Astronaut China Terdampar di Antariksa: 5 Fakta Krusial
Tech

3 Nasib Astronaut China Terdampar di Antariksa: 5 Fakta Krusial

Olin SianturiOlin Sianturi22 November 2025 | 01:38
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Nasib Astronaut China, Terdampar di Antariksa
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Nasib astronaut China terdampar di antariksa menjadi sorotan. Cari tahu bagaimana 3 taikonaut ini bertahan di Stasiun Tiangong & 5 fakta krusial biang keroknya!

Kisah ketegangan di luar angkasa kembali menghiasi berita global. Tiga awak luar angkasa (taikonaut) China yang sedang bertugas di stasiun luar angkasa Tiangong dilaporkan terpaksa menunda kepulangan mereka ke Bumi.

Penundaan ini bukan disebabkan oleh cuaca buruk di Bumi atau masalah teknis sepele. Biang keroknya adalah hantaman sampah luar angkasa atau space debris yang merusak wahana kepulangan mereka, pesawat Shenzhou.

Baca Juga

  • Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba
  • 7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Advertisement

Insiden ini sontak memicu kekhawatiran besar. Meskipun taikonaut dalam keadaan aman di dalam Stasiun Tiangong yang kokoh, ketidakpastian kapan mereka bisa kembali menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan misi luar angkasa jangka panjang, khususnya ancaman dari sampah antariksa.

Nasib 3 Astronaut China Terdampar di Antariksa: Kronologi Insiden

Tiga taikonaut yang kini berada di orbit Bumi adalah bagian dari misi Shenzhou 21. Mereka telah menjalankan tugas rutin mereka di stasiun Tiangong, yang merupakan kebanggaan program luar angkasa China.

Menurut laporan dari Lembaga Antariksa China (CMSA), rencana kepulangan mereka yang seharusnya dilaksanakan awal November 2025 harus dibatalkan. Wahana antariksa Shenzhou yang berfungsi sebagai “sekoci” kembali ke Bumi mengalami kerusakan signifikan.

Baca Juga

  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Advertisement

Misi Shenzhou 21 dan Kendala Kepulangan

Setiap misi jangka panjang ke stasiun luar angkasa selalu dilengkapi dengan kapal atau kapsul darurat yang disiapkan untuk evakuasi cepat. Dalam kasus Tiangong, kapsul Shenzhou ini selalu ditambatkan dan siap digunakan.

Namun, sebuah fragmen sampah luar angkasa berkecepatan tinggi menghantam bagian penting dari kapsul Shenzhou yang ditambatkan. Meskipun ukuran fragmennya mungkin kecil, kecepatan ekstrem di orbit membuat tabrakan tersebut fatal bagi fungsi kendaraan untuk masuk kembali ke atmosfer.

Para taikonaut saat ini dilaporkan dalam kondisi baik dan memiliki persediaan makanan serta oksigen yang cukup di Tiangong. Prioritas utama CMSA adalah memastikan keselamatan mereka sembari mencari solusi terbaik untuk membawa mereka pulang.

Baca Juga

  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim
  • 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Advertisement

Biang Kerok Utama: Ancaman Sampah Antariksa

Insiden yang membuat nasib astronaut China terdampar di antariksa ini kembali menyoroti isu global yang semakin mendesak: kepadatan sampah antariksa.

Sampah antariksa adalah segala puing buatan manusia di orbit Bumi yang tidak lagi berfungsi, mulai dari pecahan satelit, bagian roket bekas, hingga peralatan yang hilang. Jumlahnya diperkirakan mencapai jutaan, dan mereka bergerak dengan kecepatan fantastis—mencapai puluhan ribu kilometer per jam.

Benda sekecil cat saja sudah mampu menembus pakaian antariksa, apalagi benda yang lebih besar yang mampu merusak badan kapsul antariksa. Keadaan ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur luar angkasa kita terhadap ancaman yang tak terlihat ini.

Baca Juga

  • 7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak
  • 5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!

Advertisement

Strategi Darurat China dan Misi Penyelamat (Shenzhou 22)

Menanggapi situasi darurat ini, CMSA langsung bergerak cepat. Mereka mengumumkan rencana untuk mengirimkan wahana antariksa pengganti sebagai misi penyelamat. Wahana ini adalah kapsul Shenzhou berikutnya, yang diperkirakan akan menjadi Shenzhou 22.

Misi pengganti ini membawa tantangan logistik dan teknis yang besar. Pesawat harus dipersiapkan, diluncurkan, dan berlabuh di Tiangong dengan presisi tinggi, semuanya dilakukan di bawah tekanan waktu.

Peluncuran Pesawat Pengganti

CMSA menjadwalkan peluncuran pesawat pengganti pada 25 November 2025. Proses ini melibatkan pengamanan jalur peluncuran dan penyesuaian orbit yang rumit agar dapat bertemu dengan Stasiun Tiangong di orbit Bumi.

Baca Juga

  • 5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!
  • 7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026

Advertisement

Jika peluncuran berjalan sesuai rencana, pertanyaan selanjutnya adalah kapan taikonaut tersebut dapat pulang. Setelah Shenzhou pengganti berlabuh, para taikonaut perlu melakukan persiapan transfer dan pengecekan akhir sebelum memulai perjalanan pulang yang berbahaya.

Meskipun tanggal pasti kepulangan belum diumumkan, targetnya adalah sebelum akhir tahun. Keberhasilan misi ini akan menjadi demonstrasi penting dari kemampuan tanggap darurat China dalam program luar angkasa mereka yang ambisius.

5 Fakta Krusial Mengapa Sampah Antariksa Sangat Berbahaya

Insiden hantaman sampah yang membuat nasib astronaut China terdampar di antariksa bukan hanya masalah China, melainkan masalah global. Berikut adalah lima fakta krusial tentang bahaya sampah antariksa:

Baca Juga

  • 5 Fakta Mesin Chip Canggih China: Rahasia EUV Bikin AS Panik
  • 4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah

Advertisement

  • Kecepatan Ekstrem: Di orbit rendah Bumi (LEO), puing-puing bergerak hingga 28.000 km/jam. Pada kecepatan ini, benda kecil seperti kacang dapat memiliki energi kinetik setara dengan granat tangan yang meledak.
  • Ancaman bagi Semua Aset: Sampah ini tidak hanya mengancam Stasiun Tiangong, tetapi juga Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), serta ribuan satelit komunikasi dan navigasi yang kita andalkan sehari-hari.
  • Efek Domino (Sindrom Kessler): Para ilmuwan khawatir tentang skenario yang dikenal sebagai Sindrom Kessler. Ini adalah titik di mana kepadatan puing-puing begitu tinggi sehingga setiap tabrakan menghasilkan lebih banyak puing, memicu serangkaian tabrakan tak terkendali. Jika ini terjadi, orbit tertentu bisa menjadi tidak dapat digunakan selama puluhan tahun.
  • Sulit Dideteksi dan Dihindari: Meskipun lembaga seperti NASA dan ESA melacak puing-puing yang lebih besar, jutaan puing kecil berukuran milimeter sulit dilacak. Ini adalah puing-puing kecil yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada pesawat luar angkasa, seperti yang terjadi pada kapsul Shenzhou.
  • Biaya Penanggulangan Mahal: Upaya untuk mengurangi atau membersihkan sampah antariksa membutuhkan teknologi yang sangat mahal dan belum sepenuhnya teruji. Saat ini, pencegahan (desain satelit yang lebih baik) adalah strategi utama, namun tidak menyelesaikan masalah puing yang sudah ada.

Oleh karena itu, insiden yang menimpa taikonaut China ini berfungsi sebagai peringatan keras bagi seluruh komunitas antariksa global. Perlindungan aset vital di orbit harus menjadi prioritas utama.

Upaya Global untuk Mengamankan Orbit

Meskipun insiden ini mendebarkan, ini bukanlah kali pertama astronaut menghadapi ancaman serius dari puing luar angkasa. Baik Amerika Serikat, Rusia, Eropa, maupun China, semuanya memiliki prosedur darurat untuk mengatasi tabrakan yang mungkin terjadi.

Penting untuk dicatat bahwa para taikonaut yang terdampar kini berada dalam posisi yang relatif aman di Tiangong. Stasiun ini dirancang untuk menahan dampak kecil dan memiliki modul tambahan untuk tempat berlindung jika terjadi tabrakan yang lebih besar.

Baca Juga

  • 3 Tanda Gejala Demensia Lewat HP: Revolusi Deteksi Dini (58 karakter)
  • 7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer

Advertisement

Program luar angkasa China dikenal sangat terukur dan berhati-hati. Fakta bahwa mereka langsung menyiagakan kapal penyelamat menunjukkan kesiapan mereka menghadapi risiko yang melekat pada eksplorasi ruang angkasa.

Insiden ini mempertegas perlunya kerja sama internasional dalam mitigasi sampah antariksa. Langkah-langkah seperti memindahkan satelit yang sudah mati ke orbit kuburan (graveyard orbit) atau deorbiting yang terkendali harus menjadi praktik standar global, tidak hanya untuk melindungi misi masa depan, tetapi juga untuk menjamin keselamatan para pahlawan yang mempertaruhkan hidup mereka di orbit.

Kita semua berharap misi penyelamat Shenzhou 22 dapat berjalan lancar. Keberhasilan operasi ini akan menjadi akhir bahagia bagi kisah mendebarkan tentang tiga astronaut China yang menanti kepulangan mereka dari pinggiran angkasa.

Baca Juga

  • SoftBank ‘BU’ Jual Saham, 4 Pemicu Kejar Dana Investasi OpenAI Terbaru
  • 3 Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi, Sangat Mudah!

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Astronaut China Program Luar Angkasa China Sampah Antariksa Shenzhou Stasiun Tiangong
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Alasan Mengapa Ajang Film Pendek Telkomsel SISI 2024 Wajib Diikuti
Next Article 4 Masalah Besar Kebijakan Penebusan Ijazah KDM yang Diprotes DPRD
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

Ana Octarin13 Februari 2026 | 16:01

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00
Pilihan Redaksi
Aplikasi

4 Fitur WhatsApp Tahun Baru 2026: Cara Rayakan dengan Pembaruan Terbaru

Olin Sianturi31 Desember 2025 | 20:00

Rayakan 2026 dengan gaya! Simak 4 Fitur WhatsApp Tahun Baru 2026 yang baru diluncurkan. Panggilan…

5 Pilihan Terbaik Tema iOS Xiaomi HyperOS, Gratis! Tampilan Jadi Mirip iPhone

26 Februari 2025 | 06:29

5 Aplikasi Penyebab Memori Penuh Ini Bikin HP Lemot, Cek Daftarnya!

2 Januari 2026 | 14:00

10 Aplikasi Edit Foto Jadi Kartun Terbaik: Ubah Fotomu Jadi Menarik!

17 April 2025 | 17:01

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

10 Februari 2026 | 16:34
Terbaru

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

Ana Octarin13 Februari 2026 | 16:01

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.