Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

5 Alasan Huawei MatePad 11.5S PaperMatte Jadi Tablet Setara Laptop

29 Desember 2025 | 20:00

6 Poin Penting Evaluasi Kinerja Oppo 2025: Find X9 Pro Terbaik?

29 Desember 2025 | 18:00

5 Fitur Terbaik HyperOS 3 untuk Redmi Note 13 Pro & POCO M6 Pro

29 Desember 2025 | 16:00
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • 5 Alasan Huawei MatePad 11.5S PaperMatte Jadi Tablet Setara Laptop
  • 6 Poin Penting Evaluasi Kinerja Oppo 2025: Find X9 Pro Terbaik?
  • 5 Fitur Terbaik HyperOS 3 untuk Redmi Note 13 Pro & POCO M6 Pro
  • 5 Fitur Keren POCO Launcher HyperOS 3: Update Terbaru Wajib Coba!
  • 5 Penemuan Bawah Laut Sulut di 4.500 M: Hasil Riset BRIN Tak Terduga
  • 5 Fakta: 16.600 Jejak Kaki Dinosaurus Bolivia, Situs Terbesar Dunia
  • Top 5 Strategi Pemasaran Xiaomi Kontroversial yang Bikin Pengguna Kesal
  • 8 Trik Rahasia Cara Mempercepat HP Xiaomi, Redmi, dan POCO
Senin, Desember 29
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » 3 Kota Jadi Saksi: Ancaman Driver Online Global Meluas Lewat Ekspansi Robotaxi Waymo
Tech

3 Kota Jadi Saksi: Ancaman Driver Online Global Meluas Lewat Ekspansi Robotaxi Waymo

Olin SianturiOlin Sianturi17 November 2025 | 05:38
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Ancaman Driver Online Global, Ekspansi Robotaxi Waymo
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ekspansi Robotaxi Waymo ke jalan tol 3 kota besar AS memperjelas Ancaman Driver Online Global. Simak 3 dampak utama invasi mobil tanpa pengemudi ini!

TechnonesiaID - Kekhawatiran yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik kini semakin nyata: pekerjaan sebagai pengemudi daring (driver online) menghadapi tantangan eksistensial. Tanda-tanda petaka ini tidak datang dari pasar lokal, melainkan dari Amerika Serikat, jantung inovasi teknologi otonom.

Waymo, unit bisnis kendaraan otonom milik Alphabet (induk Google), baru-baru ini mengambil langkah monumental yang secara efektif mempercepat laju robot untuk menggantikan manusia di belakang kemudi.

Baca Juga

  • Top 5 Strategi Pemasaran Xiaomi Kontroversial yang Bikin Pengguna Kesal
  • 5 Strategi Indosat Business Tingkatkan Mutu Pendidikan Digital Sampoerna

Advertisement

Perusahaan tersebut telah memperluas jangkauan operasi Robotaxi Waymo ke jalan tol (freeway) di tiga metropolitan utama AS: San Francisco, Phoenix, dan Los Angeles. Ini bukan sekadar jalanan biasa; ini adalah tulang punggung transportasi yang menuntut kecepatan, presisi, dan keandalan tinggi.

Langkah ini menandai babak baru dalam persaingan transportasi global, di mana kematangan teknologi otonom semakin sulit untuk diabaikan.

Ancaman Driver Online Global: Waymo Menaklukkan Jalan Tol

Selama bertahun-tahun, mobil tanpa pengemudi (autonomous vehicle) seringkali terbatas pada jalanan perkotaan yang lebih lambat. Jalan tol, dengan kecepatan tinggi, kepadatan lalu lintas, dan kebutuhan pengambilan keputusan yang cepat, dianggap sebagai tantangan terakhir yang harus ditaklukkan.

Baca Juga

  • 5 Fakta Virus Mematikan Mamalia Laut: Cetacean Morbillivirus Mengancam Arktik
  • 5 Strategi AI Meta Business Teratas: Potensi & Peluang Bisnis di 2026

Advertisement

Dengan mengizinkan robotaxi Waymo membawa penumpang melalui rute freeway di tiga kota besar tersebut, Waymo secara resmi menyatakan bahwa teknologi mereka sudah “matang” untuk beroperasi pada kecepatan tinggi dan kompleksitas jalan raya.

Co-CEO Waymo, Dmitri Dolgov, menegaskan bahwa kemampuan teknologi autonomous driving mereka telah mencapai tingkat kematangan yang memadai untuk menangani skenario kecepatan tinggi. Ini bukan uji coba; ini adalah layanan komersial yang diperluas.

Mengapa langkah ini menjadi Ancaman Driver Online Global yang signifikan?

Baca Juga

  • 5 Alasan Investor Global Beralih ke Perusahaan AI China
  • 3 Masalah Krusial Pengembangan iPhone Lipat Apple, Ambisi 2026 Terancam

Advertisement

Jalan tol adalah rute utama untuk perjalanan jarak jauh, perjalanan dari pinggiran kota ke pusat kota (komuter), dan layanan bandara. Ketika robotaxi mampu menguasai rute-rute ini, mereka tidak lagi hanya menjadi pesaing untuk perjalanan singkat di pusat kota, tetapi mengambil alih segmen pasar yang paling menguntungkan.

Robotaxi menawarkan efisiensi tanpa batas—tidak ada jam istirahat, tidak ada gaji, dan operasional 24/7. Dalam jangka panjang, model bisnis ini jauh lebih menguntungkan bagi penyedia layanan seperti Uber atau Grab, yang mau tidak mau harus mempertimbangkan adopsi armada otonom.

Mengapa Ekspansi Robotaxi Waymo Ini Sangat Penting?

Ekspansi ini bukan sekadar berita teknologi, melainkan indikator penting mengenai arah pergeseran tenaga kerja global. Ada tiga dampak utama yang membuat Ekspansi Robotaxi Waymo ini layak disoroti.

Baca Juga

  • 5 Fakta Gila Xiaomi 17 Ultra: Kamera 200MP Leica Zoom Optik Penuh
  • Bocoran Gila: 25 Daftar Perangkat HyperOS 3 Meluncur Sebelum 2026

Advertisement

1. Validasi Teknologi untuk Kecepatan Tinggi

Beroperasi di jalan tol pada kecepatan 65 hingga 75 mil per jam (sekitar 100-120 km/jam) memerlukan sistem sensor dan perangkat lunak prediksi yang sangat andal. Pengumuman Waymo menunjukkan bahwa, setidaknya di lingkungan terkendali di AS, standar keamanan ini telah tercapai.

Ini membuka pintu bagi adopsi teknologi otonom di berbagai negara dengan infrastruktur jalan tol yang maju, termasuk di Asia.

2. Peningkatan Skalabilitas Layanan

Dengan akses ke freeway, robotaxi dapat menghubungkan area yang sebelumnya sulit dijangkau. Misalnya, perjalanan dari pinggiran Los Angeles ke bandara LAX menjadi lebih cepat dan lebih efisien tanpa perlu melewati kemacetan jalan arteri yang rumit.

Baca Juga

  • Badai PHK Pecah Rekor 2025: 5 Alasan Perusahaan Global Pecat Karyawan
  • 4 Bangunan Terlihat dari Luar Angkasa, Tembok China Mitos!

Advertisement

Skalabilitas ini memungkinkan Waymo untuk menyaingi layanan taksi dan ride-hailing konvensional secara langsung dalam hal jangkauan dan waktu tempuh. Ini meningkatkan tekanan harga, yang pada akhirnya menekan pendapatan pengemudi manusia.

3. Jeda Pesaing Memberi Keuntungan

Sementara Waymo melesat maju, salah satu pesaing utamanya, Cruise (milik General Motors), sedang mengalami hambatan signifikan. Cruise sempat menghentikan operasionalnya secara nasional di AS setelah serangkaian insiden keamanan yang melibatkan teknologi mereka.

Jeda yang dialami pesaing utama ini memberikan Waymo keunggulan luar biasa dalam mengumpulkan data, menguasai pasar, dan membangun kepercayaan publik, yang merupakan kunci untuk mengatasi keraguan regulasi global.

Baca Juga

  • 5 Fakta Biaya Ganti Layar Galaxy Z TriFold: Setara 1 Galaxy S25 Ultra
  • 5 Alasan Utama Gen Z Tinggalkan Kuliah: Dampak AI pada Pendidikan

Advertisement

  • San Francisco: Waymo memperluas rute di jalan tol utama yang menghubungkan area perkantoran teknologi.
  • Phoenix: Kota yang menjadi tempat uji coba paling awal Waymo, kini semakin diperkuat dengan rute berkecepatan tinggi.
  • Los Angeles: Salah satu kota dengan jaringan jalan tol paling kompleks di dunia, validasi terbesar bagi kemampuan Waymo.

Apa yang Harus Dilakukan Driver Online di Tengah Ancaman Ini?

Meskipun adopsi robotaxi di Indonesia dan negara berkembang lainnya masih membutuhkan waktu karena faktor infrastruktur dan regulasi yang berbeda, gelombang teknologi ini tidak dapat dihentikan. Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar untuk layanan ride-hailing berbasis aplikasi harus bersiap.

Lalu, apa respons terbaik bagi para driver online yang menghadapi Ancaman Driver Online Global ini?

Fokus utama harus beralih ke layanan yang sulit diotomatisasi. Saat ini, otonomi penuh masih kesulitan dalam menangani skenario yang membutuhkan interaksi manusia atau logistik kompleks.

Baca Juga

  • 5 Alasan Utama Teknologi Sidik Jari LCD Redmi Note 8 Pro Menghilang
  • 5 Rekomendasi Hadiah Akhir Tahun Seagate: Storage Terbaik Gamer & Pro

Advertisement

Strategi Adaptasi Masa Depan

Driver perlu mempertimbangkan diversifikasi layanan. Pergeseran ke segmen logistik barang dan pengiriman makanan mungkin menjadi kunci, terutama di rute-rute yang menuntut negosiasi, interaksi dengan penerima, atau penanganan barang sensitif.

Pertimbangkan hal ini: Waymo saat ini fokus pada pengangkutan penumpang. Sektor pengiriman barang, terutama yang membutuhkan penanganan multi-titik dan interaksi, masih memiliki margin yang cukup besar bagi pengemudi manusia.

Selain itu, peran sebagai “safety operator” atau teknisi perawatan untuk armada robotaxi di masa depan bisa menjadi jalur karir baru bagi mereka yang memiliki pemahaman teknis yang kuat tentang kendaraan.

Baca Juga

  • Terungkap! 5 Poin Penting Penjualan TikTok ke AS ke Orang Dekat Trump
  • 3 Teori Ilmiah NASA Ungkap Misteri Bintang Timur Kelahiran Yesus

Advertisement

Ekspansi Waymo di AS hanyalah awal dari gelombang otomatisasi yang akan datang. Perusahaan teknologi terus berinvestasi besar-besaran karena potensi keuntungan tanpa biaya SDM terlalu menggiurkan untuk diabaikan. Ini memberikan tekanan besar pada pasar tenaga kerja, mendorong pengemudi untuk segera beradaptasi atau berisiko terlibas oleh kemajuan otonom.

Waktu yang tersisa harus digunakan untuk meningkatkan keterampilan (upskilling) dan mencari peluang di ceruk pasar yang belum mampu dijangkau oleh kecerdasan buatan.

Baca Juga

  • 5 Ancaman Krisis Lingkungan AI Paling Serius di Depan Mata
  • 5 Alasan Utama Industri Chip China Sulit Raih Kemandirian Teknologi

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Alphabet autonomous driving Driver Online robotaxi Waymo
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleDeretan 7 Merek HP yang Tidak Dijual di Indonesia Secara Resmi
Next Article 7 Barang Elektronik Vampir Listrik Ini Bikin Tagihan Naik 10%
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Top 5 Strategi Pemasaran Xiaomi Kontroversial yang Bikin Pengguna Kesal

Olin Sianturi29 Desember 2025 | 08:00

5 Strategi Indosat Business Tingkatkan Mutu Pendidikan Digital Sampoerna

Olin Sianturi25 Desember 2025 | 16:43

5 Fakta Virus Mematikan Mamalia Laut: Cetacean Morbillivirus Mengancam Arktik

Olin Sianturi25 Desember 2025 | 14:43

5 Strategi AI Meta Business Teratas: Potensi & Peluang Bisnis di 2026

Olin Sianturi25 Desember 2025 | 10:43

5 Alasan Investor Global Beralih ke Perusahaan AI China

Olin Sianturi25 Desember 2025 | 08:43

3 Masalah Krusial Pengembangan iPhone Lipat Apple, Ambisi 2026 Terancam

Olin Sianturi25 Desember 2025 | 06:43
Pilihan Redaksi

Samsung Galaxy Tab A11 Resmi Meluncur: 5 Keunggulan Tablet 8 Inci Murah

Olin Sianturi23 Desember 2025 | 10:43

Cari tablet 8 inci terjangkau? Simak ulasan lengkap Harga Samsung Galaxy Tab A11 dan Spesifikasi…

5 Keunggulan Realme C85: Smartphone Baterai Ultra Tahan Air yang Lagi Diskon

22 Desember 2025 | 18:27

5 Detail Bocoran Xiaomi 17 Ultra Kamera: Sensor 1-Inci & Branding Baru

17 Desember 2025 | 23:27

Moto Pad 60 Pro vs iPad Gen 11: 7 Perbedaan Kunci Tablet Menggambar Presisi

24 Desember 2025 | 22:43

5 Alasan Strategi Xiaomi Leitz Phone Kembali & Masa Depan Leica

20 Desember 2025 | 08:27
Terbaru

Top 5 Strategi Pemasaran Xiaomi Kontroversial yang Bikin Pengguna Kesal

Olin Sianturi29 Desember 2025 | 08:00

5 Strategi Indosat Business Tingkatkan Mutu Pendidikan Digital Sampoerna

Olin Sianturi25 Desember 2025 | 16:43

5 Fakta Virus Mematikan Mamalia Laut: Cetacean Morbillivirus Mengancam Arktik

Olin Sianturi25 Desember 2025 | 14:43

5 Strategi AI Meta Business Teratas: Potensi & Peluang Bisnis di 2026

Olin Sianturi25 Desember 2025 | 10:43

5 Alasan Investor Global Beralih ke Perusahaan AI China

Olin Sianturi25 Desember 2025 | 08:43
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2025 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.