Karena itu, brand dan seller perlu memberikan informasi yang jelas sekaligus membangun kredibilitas. Bagi konsumen yang semakin cerdas, kualitas pengalaman sebelum hingga sesudah transaksi ikut menentukan apakah sebuah pembelian dianggap bernilai.
Gen Z Makin Cerdas Mengoptimalkan Belanja
Perubahan perilaku tersebut juga terlihat jelas pada kelompok konsumen muda. Gen Z menjadi salah satu kelompok yang cukup aktif dalam mencari cara untuk mendapatkan nilai lebih dari setiap pembelian.
Dalam laporan Lazada dan Cube, sebanyak 65% konsumen Gen Z mengisi keranjang belanja dengan paket bundling dan promo untuk mendapatkan nilai terbaik.
Baca Juga :
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan konsumen Gen X yang berada di angka 37%.
Perbedaan ini menunjukkan adanya pendekatan berbeda antargenerasi dalam memanfaatkan ekosistem eCommerce.
Gen Z terlihat lebih aktif menggabungkan berbagai promo dan penawaran sebelum menyelesaikan transaksi. Dengan begitu, teknologi dan fitur yang tersedia di platform tidak hanya digunakan untuk menemukan produk, tetapi juga membantu mengoptimalkan nilai pembelian.
Baca Juga :
Pada akhirnya, pola tersebut dapat menjadi gambaran bagaimana perilaku konsumen masa depan akan berkembang. Konsumen semakin terbiasa membandingkan informasi dan memanfaatkan fitur digital sebelum mengeluarkan uang.
Konsumen Cerdas Buka Peluang Baru untuk eCommerce Indonesia
Meningkatnya jumlah Konsumen Cerdas sekaligus menjadi peluang baru bagi industri eCommerce Indonesia.
Ketika konsumen semakin teliti, platform, brand, dan seller perlu memberikan pengalaman yang mampu menjawab kebutuhan tersebut. Mulai dari informasi produk yang lebih lengkap, jaminan keaslian, perlindungan transaksi, hingga fitur digital yang membantu konsumen mengambil keputusan.
Baca Juga :
Dalam konteks ini, teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menjual lebih banyak produk. Teknologi juga dapat digunakan untuk membuat konsumen merasa lebih yakin ketika bertransaksi.
Bagi Lazada, hasil studi tersebut memperkuat fokus perusahaan dalam membangun ekosistem eCommerce yang tepercaya. Upaya tersebut dilakukan melalui produk autentik dari brand resmi, nilai lebih bagi konsumen, perlindungan pembelian, serta teknologi cerdas.
Carlos Otermin Barrera, CEO Lazada Indonesia, mengatakan fase pertumbuhan berikutnya bagi eCommerce Asia Tenggara akan ditentukan oleh kemampuan platform membantu konsumen berbelanja secara lebih mendalam dan percaya diri.
Baca Juga :
Menurutnya, Konsumen Cerdas menggambarkan masa depan eCommerce ketika konsumen semakin dekat dengan platform dan mampu menilai nilai belanja, kepercayaan, perlindungan konsumen, serta teknologi secara lebih baik.
Sementara itu, Simon Torring, Co-Founder Cube, menilai kecerdasan konsumen menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kematangan pasar.
Menurutnya, Konsumen Cerdas mampu memastikan keaslian produk, menilai nilai belanja, mengelola risiko, serta menggunakan teknologi secara optimal.
Baca Juga :
Dengan demikian, belanja cerdas tidak semata-mata berkaitan dengan sensitivitas terhadap harga. Lebih jauh, perilaku tersebut mencerminkan konsumen yang mengambil keputusan berdasarkan informasi dan merasa lebih percaya diri ketika memanfaatkan ekosistem eCommerce.