Pada akhirnya, pertumbuhan Konsumen Cerdas bisa menjadi sinyal penting bagi masa depan eCommerce Indonesia. Ketika hampir setengah pasar sudah berada dalam kategori Savvy atau near-Savvy Shopper, persaingan marketplace tidak lagi hanya soal harga dan jumlah produk.
Kepercayaan, perlindungan, kualitas informasi, teknologi, serta kemampuan memberikan nilai terbaik akan semakin menentukan pilihan konsumen.
Baca Juga :
Bagi brand dan seller, perubahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang. Konsumen yang lebih cerdas mungkin membutuhkan lebih banyak pertimbangan sebelum membeli, tetapi ketika kepercayaan sudah terbentuk, mereka justru berpotensi memiliki nilai belanja yang lebih tinggi.
Studi Lazada dan Cube memperkirakan selisih belanja antara Konsumen Cerdas dan Konsumen Biasa mencapai Rp65 triliun pada 2026. Angka tersebut memperlihatkan satu hal penting: semakin cerdas konsumen dalam berbelanja, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat tercipta dari pasar eCommerce Indonesia.