Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

5 Perbedaan Region HyperOS Terbaik: ROM Global Mana yang Paling Unggul?

28 November 2025 | 23:38

Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning untuk Tangkal Serangan Siber di Indonesia

28 November 2025 | 23:27

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • 5 Perbedaan Region HyperOS Terbaik: ROM Global Mana yang Paling Unggul?
  • Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning untuk Tangkal Serangan Siber di Indonesia
  • The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu
  • Festival Nyasar ke Dimensi Facebook: Bawa Keseruan Komedi dan Horor, Anak Muda Auto Nyasar!
  • 5 Fakta BMKG: Mengapa Siklon Tropis Senyar Adalah Fenomena Cuaca Tidak Umum
  • 4 Alasan Penting Telkom Raih Sertifikasi ISO 14001 untuk Bisnis Berkelanjutan
  • 5 Strategi HSBC: Optimasi Pengelolaan Aset Digital dan Keuangan Perusahaan
  • 5 Dampak Positif Digitalisasi AI Terhadap Strategi Keuangan Perusahaan
Sabtu, November 29
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » 10.000 Pendaftar! Begini Cara Daftar Uji Coba Neuralink Implan Chip Otak
Tech

10.000 Pendaftar! Begini Cara Daftar Uji Coba Neuralink Implan Chip Otak

Olin SianturiOlin Sianturi14 Oktober 2025 | 16:08
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Neuralink implan chip otak, Daftar uji coba Neuralink
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Minat publik meledak! Lebih dari 10.000 orang telah mendaftar untuk uji coba Neuralink implan chip otak milik Elon Musk. Simak cara daftar dan tujuan besarnya di sini.

TechnonesiaID - Dunia teknologi kembali dihebohkan oleh perkembangan terbaru dari Neuralink. Startup ambisius milik Elon Musk ini baru saja mengumumkan bahwa mereka telah menerima gelombang antusiasme luar biasa dari masyarakat global.

Hingga saat ini, lebih dari 10.000 orang dari berbagai negara telah resmi mendaftarkan diri untuk menjadi calon peserta uji coba implan chip otak. Pendaftaran massal ini dilakukan melalui program yang disebut “Patient Registry” yang dibuka di situs resmi Neuralink sejak awal tahun ini.

Baca Juga

  • 5 Perbedaan Region HyperOS Terbaik: ROM Global Mana yang Paling Unggul?
  • 5 Strategi HSBC: Optimasi Pengelolaan Aset Digital dan Keuangan Perusahaan

Advertisement

Kabar ini menegaskan bahwa masa depan Brain-Computer Interface (BCI) tidak lagi sebatas fiksi ilmiah. Teknologi yang memungkinkan manusia mengendalikan perangkat digital hanya dengan pikiran kini semakin mendekati realitas sehari-hari.

Mengapa Neuralink Begitu Dinanti?

Neuralink didirikan dengan misi ganda: memulihkan fungsi sensorik dan motorik pada orang yang mengalami kelumpuhan atau penyakit neurologis, serta, dalam jangka panjang, meningkatkan kemampuan kognitif manusia.

Implan yang dikembangkan oleh Neuralink, yang dikenal sebagai ‘Link’, adalah perangkat seukuran koin yang ditanamkan di tengkorak. Perangkat ini memiliki benang elektroda ultra-halus yang dimasukkan ke permukaan otak.

Baca Juga

  • 5 Dampak Positif Digitalisasi AI Terhadap Strategi Keuangan Perusahaan
  • 5 Temuan Aneh 3I/ATLAS: Profesor Harvard Curiga Wahana Mata-Mata Alien

Advertisement

Teknologi ini bekerja dengan membaca sinyal neuron, lalu menerjemahkannya menjadi perintah digital. Hasilnya, pasien bisa mengontrol kursor, mengetik, atau bahkan bermain video game hanya dengan memikirkan gerakan tersebut.

Elon Musk selalu menekankan bahwa tujuan akhir Neuralink adalah menciptakan simbiosis antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan bahwa manusia dapat bersaing dengan super-AI di masa depan.

Antusiasme Global: Pendaftaran Uji Coba Neuralink Membludak

Angka 10.000 pendaftar menunjukkan tingginya kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap inovasi medis yang dibawa oleh Neuralink. Meskipun uji coba saat ini masih bersifat klinis dan sangat selektif, daya tarik untuk berpartisipasi sangat besar.

Baca Juga

  • Kekayaan Satoshi Nakamoto Raib Rp 712 T: 5 Fakta Harga Bitcoin Terjun Bebas
  • 7 Bukti Lubang Kawah Bulan Terbaru Akibat Dampak Roket China

Advertisement

Saat ini, Neuralink sedang fokus pada pasien yang mengalami kondisi medis spesifik. Mereka mencari individu yang menderita kelumpuhan akibat cedera tulang belakang serviks atau Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

Keberhasilan awal yang paling menonjol adalah Noland Arbaugh, pasien pertama yang menerima Neuralink implan chip otak. Arbaugh, yang lumpuh dari leher ke bawah, kini dapat menggerakkan kursor di layar dan bermain catur digital menggunakan pikirannya. Ini adalah bukti nyata bahwa teknologi ini berhasil mengubah kehidupan.

Kemajuan Uji Klinis: Dari 12 Menjadi Puluhan Pasien

Sejak uji coba klinis pertama yang disetujui FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat, Neuralink telah menunjukkan progres yang cepat. Hingga laporan terbaru, sudah ada 12 pasien yang sukses menjalani penanaman chip.

Baca Juga

  • Galaxy S25 FE dengan Gemini AI Hadirkan Cara Pintar Lolos Interview Kerja!
  • 5 Hal Penting Snapdragon 8 Gen 5 Terbaru: Performa Flagship Terjangkau

Advertisement

Keberhasilan ini memberikan landasan kuat bagi ekspansi uji coba. Perusahaan telah menjadwalkan 13 pasien tambahan akan menjalani prosedur implan dalam waktu dekat, meningkatkan total partisipan menjadi 25 orang.

Ekspansi ini menunjukkan bahwa Neuralink tidak hanya berfokus pada kemajuan teknis, tetapi juga pada proses logistik dan keamanan penanaman perangkat medis di tubuh manusia.

Prosedur penanaman chip otak Neuralink dilakukan menggunakan robot bedah R1, yang dirancang khusus untuk menempatkan benang-benang elektroda secara presisi tanpa merusak jaringan otak yang vital.

Baca Juga

  • 5 Alasan Wajib Beli Poco F8 Ultra 5G: Review Spesifikasi Terbaik
  • 5 Cara Algoritma Personalisasi Mengganggu Efektivitas Proses Belajar

Advertisement

Bagaimana Mekanisme Pendaftaran Uji Coba Neuralink?

Untuk mereka yang tertarik menjadi bagian dari revolusi ini, proses pendaftaran dilakukan melalui ‘Patient Registry’ di situs resmi Neuralink. Perlu dicatat, proses pendaftaran ini adalah langkah awal dan bukan jaminan penerimaan sebagai peserta uji coba.

Berikut adalah langkah umum dan persyaratan utama untuk dapat daftar uji coba Neuralink:

  • Akses Situs Resmi: Calon pendaftar harus mengunjungi laman “Patient Registry” Neuralink.
  • Pengisian Data Medis: Pendaftar wajib memberikan informasi medis rinci mengenai kondisi kesehatan dan riwayat penyakit neurologis.
  • Kriteria Kelayakan: Saat ini, kriteria utama yang dicari adalah pasien dengan kelumpuhan parah atau kondisi neurodegeneratif (seperti ALS) yang memengaruhi kemampuan mereka berkomunikasi atau bergerak.

Proses seleksi dilakukan dengan sangat ketat dan mengutamakan keselamatan pasien. Tim medis Neuralink akan meninjau setiap kasus untuk memastikan bahwa pasien memenuhi kriteria klinis yang telah ditetapkan dan bahwa prosedur ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi mereka.

Baca Juga

  • 5 Langkah Mudah Cara Daftar Xiaomi HyperOS Beta & Dapatkan Update HyperOS 3 Lebih Awal
  • AI Gantikan Nuklir? 3 Bukti Rusia Bangun Kecerdasan Buatan Senjata Baru

Advertisement

Tantangan dan Risiko Besar di Balik Antusiasme

Meski menjanjikan, teknologi Neuralink implan chip otak tidak luput dari tantangan dan kontroversi. Setiap uji klinis melibatkan risiko, dan implan otak adalah salah satu prosedur bedah paling invasif.

Isu utama yang menjadi perhatian adalah stabilitas jangka panjang dari benang elektroda di dalam otak, potensi infeksi, dan pertanyaan etika tentang modifikasi otak manusia.

Regulator, seperti FDA, sangat berhati-hati dalam memantau uji coba ini untuk memastikan bahwa protokol keamanan tertinggi selalu dipatuhi. Keselamatan pasien adalah prioritas utama sebelum teknologi ini dapat diluncurkan ke pasar secara luas.

Baca Juga

  • Skandal Aplikasi Meta Terkuak: 3 Poin Penting Keuntungan Iklan Penipuan
  • 7 Alasan Pentingnya Cyber Self-Assessment: Lindungi Bisnis Anda!

Advertisement

Selain itu, pengembangan teknologi BCI juga memunculkan perdebatan filosofis. Jika manusia dapat mengendalikan perangkat digital dengan pikiran, bagaimana batasan antara pikiran pribadi dan interaksi digital?

Visi Jangka Panjang: Melampaui Pemulihan Medis

Produk pertama Neuralink untuk pasar komersial, yang dijuluki ‘Telepathy’, ditujukan untuk memungkinkan komunikasi bagi orang-orang dengan kelumpuhan. Namun, Elon Musk memiliki ambisi yang jauh lebih besar.

Di masa depan, Musk membayangkan Neuralink digunakan tidak hanya untuk mengobati penyakit seperti Parkinson, Alzheimer, atau depresi, tetapi juga untuk tujuan peningkatan kognitif (cognitive enhancement).

Baca Juga

  • 4 Fakta Misteri Supernova 1006 Dilihat Ilmuwan Muslim 1000 Tahun Lalu
  • 5 Langkah Pilih HP Gaming Xiaomi Terbaik 2025, Dijamin Anti Ngelag!

Advertisement

Bayangkan sebuah dunia di mana Anda tidak perlu lagi mengetik atau berbicara untuk mengakses informasi. Informasi digital bisa disalurkan langsung ke pikiran Anda. Ini adalah lompatan besar dari sekadar mengendalikan kursor.

Untuk mencapai visi ini, Neuralink perlu terus melakukan penyempurnaan pada perangkat keras (chip) dan perangkat lunak (algoritma penerjemah sinyal otak) mereka.

Neuralink implan chip otak adalah lompatan teknologi yang revolusioner. Dengan 10.000 lebih pendaftar yang mengantre, jelas bahwa dunia siap untuk menyambut era baru interaksi antara manusia dan mesin.

Baca Juga

  • 5 Alasan Pilih OnePlus 13 atau Pixel 9 Pro di Harga Black Friday
  • 5 Alasan Realme GT 8 Pro Jadi Flagship Killer Terbaik Tahun Ini

Advertisement

Walaupun masih berada dalam fase uji coba klinis yang ketat, kemajuan yang ditunjukkan sejauh ini memberikan harapan besar bagi jutaan orang yang menderita kondisi neurologis yang melemahkan. Ini adalah bukti bahwa inovasi teknologi yang didorong oleh visi ambisius, seperti yang dimiliki Elon Musk, mampu mengubah batas-batas ilmu kedokteran dan teknologi.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Brain-Computer Interface chip otak Elon Musk Neuralink teknologi medis
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Fakta Dampak Lubang Korona Matahari & Badai Geomagnetik Terbaru
Next Article 7 Tanda Rekening Dipakai Judi Online Menurut BI, Cek Sekarang!
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

5 Perbedaan Region HyperOS Terbaik: ROM Global Mana yang Paling Unggul?

Olin Sianturi28 November 2025 | 23:38

5 Strategi HSBC: Optimasi Pengelolaan Aset Digital dan Keuangan Perusahaan

Olin Sianturi28 November 2025 | 17:38

5 Dampak Positif Digitalisasi AI Terhadap Strategi Keuangan Perusahaan

Olin Sianturi28 November 2025 | 15:38

5 Temuan Aneh 3I/ATLAS: Profesor Harvard Curiga Wahana Mata-Mata Alien

Olin Sianturi28 November 2025 | 09:38

Kekayaan Satoshi Nakamoto Raib Rp 712 T: 5 Fakta Harga Bitcoin Terjun Bebas

Olin Sianturi28 November 2025 | 07:38

7 Bukti Lubang Kawah Bulan Terbaru Akibat Dampak Roket China

Olin Sianturi28 November 2025 | 03:38
Pilihan Redaksi
Trending

4 Fakta Menarik The Blackman Family Sebelum Berpisah, Keluarga Viral yang Bikin Heboh!

Olin Sianturi25 Februari 2025 | 07:50

Mengungkap 4 fakta menarik The Blackman Family tentang perjalanan mereka sebagai keluarga viral. Simak selengkapnya…

Jepang vs OpenAI: 3 Kontroversi Sora 2 Ancam Perlindungan Hak Cipta Anime

16 Oktober 2025 | 08:08

Galaxy Z Fold7 Mengubah Cara Riset dan Eksekusi Bisnis, Lebih Cepat dan Cerdas

25 November 2025 | 16:13

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

5 Alasan Realme GT 8 Pro Jadi Flagship Killer Terbaik Tahun Ini

24 November 2025 | 05:38
Terbaru

5 Perbedaan Region HyperOS Terbaik: ROM Global Mana yang Paling Unggul?

Olin Sianturi28 November 2025 | 23:38

5 Strategi HSBC: Optimasi Pengelolaan Aset Digital dan Keuangan Perusahaan

Olin Sianturi28 November 2025 | 17:38

5 Dampak Positif Digitalisasi AI Terhadap Strategi Keuangan Perusahaan

Olin Sianturi28 November 2025 | 15:38

5 Temuan Aneh 3I/ATLAS: Profesor Harvard Curiga Wahana Mata-Mata Alien

Olin Sianturi28 November 2025 | 09:38

Kekayaan Satoshi Nakamoto Raib Rp 712 T: 5 Fakta Harga Bitcoin Terjun Bebas

Olin Sianturi28 November 2025 | 07:38
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
© TechnoNesia.ID 2025 | All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.