TechnonesiaID - Krisis Cip Global: Para pembeli perangkat keras, mulai dari konsumen komputer pribadi (PC) hingga operator pusat data berskala besar, kini menghadapi gelombang kenaikan harga komponen vital yang signifikan. Situasi ini dipicu oleh kelangkaan pasokan yang menciptakan “pukulan ganda” pada industri teknologi global.
Laporan dari berbagai firma analisis pasar menyoroti adanya kendala pasokan gabungan antara Unit Pemrosesan Pusat (CPU) dan memori. Kondisi ini memaksa para vendor perangkat keras untuk membebankan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen dan korporasi, yang kini bersaing sengit memperebutkan kapasitas produksi yang terbatas.
Krisis Cip Global: Dampak pada Infrastruktur Pusat Data
Sektor pusat data menjadi salah satu yang paling terdampak oleh volatilitas pasokan. Data terbaru menunjukkan bahwa server pusat data menghadapi tantangan berat akibat kendala pasokan CPU yang terjadi bersamaan dengan kekurangan memori.
Baca Juga
Advertisement
Sebagai konsekuensi langsung dari kelangkaan pasokan ini, harga CPU server diperkirakan berpotensi meningkat drastis, dengan estimasi kenaikan antara 11% hingga 15% pada tahun ini. Kenaikan harga ini bukan hanya masalah kuantitas, melainkan juga kompleksitas teknis.
Para analis industri menilai kendala pasokan ini sebagian besar disebabkan oleh kompleksitas teknis dalam memindahkan volume produksi melintasi node proses yang berbeda, seperti node 3 nm atau 5 nm. Selain itu, hasil produksi (yield) yang lebih rendah dari perkiraan turut memperburuk ketersediaan komponen semikonduktor di pasar global.
Namun, meskipun kenaikan harga CPU server cukup mengkhawatirkan, risiko terbesar bagi struktur biaya operasional pusat data justru datang dari sektor memori.
Baca Juga
Advertisement
Meroketnya Biaya Memori: DRAM dan NAND
Kelangkaan memori telah menjadi faktor pendorong inflasi biaya operasional yang paling dominan. Biaya DRAM, komponen memori utama, diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat dalam kuartal ini. Sementara itu, memori flash NAND yang esensial dalam penyimpanan solid-state (SSD) diproyeksikan naik lebih dari 30%.
Laporan menunjukkan bahwa produsen semikonduktor raksasa seperti Samsung Electronics dan SK hynix telah menaikkan harga memori server hingga 70% pada kuartal berjalan. Lonjakan harga ini dipicu oleh pergeseran prioritas produksi dari komponen kelas konsumen menuju produk bermargin tinggi yang dibutuhkan oleh infrastruktur Kecerdasan Buatan
- DRAM: Diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat.
- NAND Flash: Diproyeksikan naik lebih dari 30%.
- Kenaikan Harga Server Memori: Mencapai 70% dari pemasok utama.
Fenomena ini terjadi karena manufaktur memprioritaskan produksi untuk infrastruktur pusat data AI. Kapasitas produksi dialihkan secara masif dari komponen standar menuju memori canggih.
Baca Juga
Advertisement
Seorang analis ritel senior menjelaskan bahwa produsen kini mengalihkan kapasitas dari memori dan penyimpanan kelas konsumen menuju High-Bandwidth Memory (HBM) dan penyimpanan canggih yang sangat diperlukan untuk menopang beban kerja AI berskala besar. Permintaan untuk server AI secara khusus terlihat sangat masif, didorong oleh kebutuhan sistem terintegrasi berdaya tinggi.
Data riset pasar mencatat bahwa harga memori telah melonjak antara 80% hingga 90% tahun ini dibandingkan kuartal IV tahun sebelumnya. Komponen kunci seperti DRAM, NAND, dan HBM tercatat mencapai rekor harga tertinggi baru, memperburuk dampak dari Krisis Cip Global ini.
Efek Domino dan Respons Industri
Dampak dari kelangkaan pasokan dan kenaikan harga mulai terasa seiring menipisnya inventaris lama di tingkat distributor. Data pasar menunjukkan bahwa harga rata-rata desktop konsumen di tingkat distributor telah naik hampir 8% secara tahunan. Ini adalah indikasi jelas bahwa biaya produksi yang lebih tinggi telah diteruskan langsung ke pasar ritel.
Baca Juga
Advertisement
Efek domino dari krisis cip ini juga mulai menghantam industri ponsel pintar. Para analis memperkirakan potensi kenaikan harga perangkat seluler sebesar 6% hingga 8%. Perusahaan pemasok komponen utama, seperti Qualcomm dan Arm, telah memperingatkan potensi perlambatan penjualan dan pendapatan royalti akibat kurangnya pasokan memori yang memadai untuk perangkat konsumen.
Strategi Diversifikasi Pasokan
Situasi pasokan yang kritis ini memaksa merek-merek PC besar untuk mempertimbangkan langkah strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk mengantisipasi jika prospek pasar tidak membaik pada pertengahan tahun ini, sejumlah produsen ternama seperti HP, Dell, Acer, dan Asus, dilaporkan sedang menjajaki opsi untuk mengambil pasokan cip memori dari produsen di luar rantai pasokan tradisional mereka.
HP dan Dell, misalnya, dilaporkan telah mulai melakukan kualifikasi cip dari perusahaan teknologi memori asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT). Langkah diversifikasi ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman kelangkaan memori terhadap lini produksi global.
Baca Juga
Advertisement
Permintaan yang didorong oleh AI adalah akar masalah utama yang memperparah Krisis Cip Global ini. Pusat data di seluruh dunia berlomba-lomba membangun infrastruktur yang mampu menampung model-model AI yang haus daya komputasi.
Diperkirakan setidaknya puluhan ribu rak server dengan beban IT lebih dari 100 kW akan dikirimkan tahun ini, sebagian besar didorong oleh permintaan untuk sistem AI terintegrasi, yang secara fundamental mengubah peta persaingan dalam industri semikonduktor dan memori.
Baca Juga
Advertisement
- Instagram : @technonesia_id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA