Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar

4 Juni 2026 | 07:27
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar
  • HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa
  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel
  • Inovasi Gigabyte Computex 2026: Era Baru Teknologi AI
  • HP Gaming Terbaik 2026: 6 Pilihan Performa Monster Rp2 Jutaan
Kamis, Juli 16
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Asteroid Apophis Menuju Bumi: NASA Pantau Jarak Paling Dekat
Berita Tekno

Asteroid Apophis Menuju Bumi: NASA Pantau Jarak Paling Dekat

Ana OctarinAna Octarin16 April 2026 | 08:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Asteroid Apophis Menuju Bumi
Asteroid Apophis Menuju Bumi (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Asteroid Apophis Menuju Bumi dengan kecepatan tinggi dan diprediksi akan mencapai titik terdekatnya dengan planet kita pada April 2029 mendatang. Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, melaporkan bahwa objek luar angkasa yang mendapat julukan “God of Chaos” ini akan melintas hanya dalam jarak sekitar 32 ribu kilometer dari permukaan Bumi. Jarak tersebut tergolong sangat ekstrem dalam skala astronomi, karena 12 kali lebih dekat daripada jarak rata-rata Bulan ke Bumi.

Kedekatan lintasan ini bahkan melampaui posisi beberapa satelit geostasioner yang mengorbit planet kita. Fenomena pergerakan Asteroid Apophis Menuju Bumi menjadi salah satu peristiwa paling langka dalam sejarah pengamatan antariksa modern. Para ahli menyebutkan bahwa objek sebesar ini sangat jarang melintas sedekat itu dengan Bumi dalam siklus waktu yang sangat panjang.

Nama Apophis sendiri diambil dari mitologi Mesir kuno yang melambangkan kegelapan dan kehancuran. Meskipun namanya terdengar mengerikan, para astronom memastikan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Pendekatan ini justru menjadi kesempatan emas bagi dunia ilmu pengetahuan untuk mempelajari sisa-sisa pembentukan tata surya yang berusia miliaran tahun tanpa harus mengirim wahana ke tempat yang jauh.

Baca Juga

  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Advertisement

Risiko Jalur Asteroid Apophis Menuju Bumi dalam 100 Tahun

Sejak pertama kali terdeteksi pada tahun 2004, para ilmuwan terus memantau pergerakan Asteroid Apophis Menuju Bumi secara intensif. Pada awal penemuannya, asteroid ini sempat memicu kekhawatiran global karena kalkulasi awal menunjukkan adanya peluang tabrakan pada tahun 2029, 2036, hingga 2068. Ketidakpastian orbit saat itu membuat Apophis masuk dalam daftar asteroid paling berbahaya bagi peradaban.

Namun, berkat kemajuan teknologi teleskop optik dan radar berbasis darat, para astronom kini memiliki data yang jauh lebih akurat. Analisis terbaru memastikan bahwa Asteroid Apophis Menuju Bumi tidak akan menabrak planet kita setidaknya untuk kurun waktu 100 tahun ke depan. Kepastian ini memberikan kelegaan bagi komunitas internasional yang sebelumnya sempat merencanakan misi pengalihan jalur asteroid.

Meski risiko tabrakan telah dikesampingkan, gravitasi Bumi tetap akan memberikan dampak pada asteroid tersebut. Saat melintas nanti, tarikan gravitasi planet kita diprediksi akan sedikit mengubah lintasan orbit Apophis saat mengelilingi Matahari. Perubahan orbit ini justru menjadi fokus penelitian para ahli untuk memahami bagaimana interaksi gravitasi antar benda langit bekerja secara dinamis.

Baca Juga

  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Advertisement

Karakteristik Unik Sang “Dewa Kekacauan”

Apophis bukan sekadar bongkahan batu biasa. Asteroid ini merupakan material purba yang terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu, bersamaan dengan lahirnya tata surya. Karena tidak pernah bergabung menjadi planet atau bulan, Apophis menyimpan rahasia kimiawi dari masa lalu yang sangat berharga bagi para peneliti di NASA dan badan antariksa lainnya.

Secara fisik, asteroid ini memiliki dimensi yang cukup masif dengan ukuran rata-rata sekitar 340 meter. Beberapa bagian tubuhnya bahkan mencapai panjang lebih dari 450 meter. Dengan ukuran sebesar itu, jika terjadi tabrakan, dampaknya bisa setara dengan ledakan ribuan bom atom. Itulah alasan mengapa pemantauan Asteroid Apophis Menuju Bumi tetap menjadi prioritas utama pertahanan planet.

  • Ukuran: Sekitar 340 hingga 450 meter.
  • Klasifikasi: Kelompok Apollo (orbit memotong orbit Bumi).
  • Komposisi: Material silikat dan nikel-besi (S-type asteroid).
  • Periode Orbit: Mengelilingi Matahari dalam lintasan yang lebih luas dari Bumi.

Misi Internasional dan Pengamatan Mata Telanjang

Menjelang tahun 2029, sejumlah lembaga antariksa dunia sudah menyiapkan misi khusus. NASA sendiri telah menjadwalkan wahana antariksa OSIRIS-APEX untuk bertemu dengan Apophis segera setelah asteroid tersebut melakukan flyby atau terbang lintas. Sementara itu, Badan Antariksa Eropa (ESA) juga tengah menyiapkan misi RAMSES guna meneliti struktur permukaan dan kepadatan interior asteroid tersebut secara mendalam.

Baca Juga

  • Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA
  • Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Advertisement

Bagi masyarakat umum, fenomena ini akan menjadi pemandangan langit yang spektakuler. Penduduk di belahan Bumi timur, termasuk sebagian wilayah Asia dan Afrika, berpeluang menyaksikan Asteroid Apophis Menuju Bumi secara langsung. Jika kondisi cuaca cerah dan minim polusi cahaya, asteroid ini akan tampak cukup terang sehingga bisa diamati tanpa bantuan teleskop atau teropong canggih.

Setelah melintasi Bumi pada 13 April 2029, Apophis akan terus melanjutkan perjalanannya dan diklasifikasikan kembali ke dalam kelompok asteroid Apollo. Ilmuwan berharap data yang terkumpul dari peristiwa ini dapat membantu umat manusia dalam menghadapi potensi ancaman asteroid lain di masa depan. Momen Asteroid Apophis Menuju Bumi ini pada akhirnya bukan lagi menjadi ancaman kiamat, melainkan laboratorium alam yang luar biasa bagi kemajuan sains.

Baca Juga

  • Potensi Gempa Besar Ciremai Terlacak dari Struktur Tanah Terbalik
  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Asteroid Apophis astronomi fenomena langit Luar Angkasa NASA
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePengurangan Pajak Mobil Baru Bisa Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Next Article Tablet gaming RedMagic Astra 2: Layar 185Hz & Chipset Elite
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37

Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Iphan S2 Juni 2026 | 19:37
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

5 Fakta Temuan HP Ilegal di Bea Cukai Soetta, Cek Dampak IMEI Ponsel!

Olin Sianturi9 Oktober 2025 | 11:08

Menkeu Purbaya mengungkap temuan HP Ilegal di Bea Cukai Soetta dengan IMEI tidak terdaftar. Kenali…

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

3 Juli 2026 | 09:38

Tablet SIM Card untuk Arsitek 2026: Kerja Cepat Tanpa WiFi

10 April 2026 | 17:55

5 Perbedaan Region HyperOS Terbaik: ROM Global Mana yang Paling Unggul?

28 November 2025 | 23:38

3 Cara Melihat Tanggal Pembuatan Akun Facebook, Auto Nostalgia

3 Oktober 2025 | 23:19
Terbaru

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.