Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

13 Februari 2026 | 16:01

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

10 Februari 2026 | 16:34

Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K

10 Februari 2026 | 15:25
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba
  • Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds
  • Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K
  • Jam Tangan Casio Baby-G BGD-10KH: Unik, Bisa Jadi Gantungan!
  • Jam Tangan G-Shock Origami Resmi Meluncur, Ini Harga dan Speknya
  • Wireless Charging Galaxy S26 Meningkat Pesat Berkat Qi 2.2.1
  • Diskon Game PS4 dan PS5 Hingga 90%: Cek Harga PS5 Terbaru!
  • Harga PS5 Turun Signifikan di Indonesia, Cek Daftar Diskon 2026
Jumat, Februari 27
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 5 Fakta Serangan Hacker Oracle Fatal, Ratusan Perusahaan Terkena Dampak
Berita Tekno

5 Fakta Serangan Hacker Oracle Fatal, Ratusan Perusahaan Terkena Dampak

Olin SianturiOlin Sianturi11 Oktober 2025 | 11:08
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Serangan hacker Oracle fatal, Dampak peretasan data pelanggan
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Google mengonfirmasi Serangan Hacker Oracle Fatal yang menargetkan data pelanggan e-Business Suite, menyebabkan Dampak Peretasan Data Pelanggan luas pada 100 perusahaan.

Dunia teknologi dan bisnis global baru saja diguncang oleh berita mengenai insiden keamanan siber yang luar biasa. Salah satu raksasa teknologi, Oracle, menjadi sasaran peretasan masif yang dampaknya menjangkau ratusan entitas bisnis di seluruh dunia. Kabar buruk ini dikonfirmasi langsung oleh Google, yang turut menyoroti kompleksitas dan tingkat keparahan serangan tersebut.

Insiden ini bukan sekadar kebocoran data biasa. Para ahli menyebutnya sebagai operasi intelijen siber yang terorganisir, menunjukkan bahwa para aktor ancaman telah mengalokasikan sumber daya yang signifikan untuk melakukan riset pra-serangan selama berbulan-bulan. Kita akan membahas secara mendalam mengapa serangan ini disebut sebagai ‘fatal’ dan apa saja konsekuensi yang ditimbulkannya.

Baca Juga

  • Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026
  • Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Advertisement

Mengapa Serangan Hacker Oracle Fatal Ini Begitu Mengkhawatirkan?

Serangan siber kali ini mendapatkan perhatian serius karena dua alasan utama: target yang dipilih dan durasi operasi. Penargetan dilakukan pada aplikasi penting Oracle, yang berfungsi sebagai jantung operasional banyak perusahaan besar.

Menurut konfirmasi dari Google, peretasan ini telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan sebelum akhirnya terungkap. Durasi yang panjang ini memungkinkan para peretas untuk bergerak bebas dan mencuri sejumlah besar data krusial tanpa terdeteksi.

Skala dampaknya juga fantastis. Diperkirakan Serangan Hacker Oracle Fatal ini telah mempengaruhi sekitar 100 perusahaan di berbagai sektor industri. Angka ini menekankan bahwa kerentanan pada satu sistem utama dapat memicu efek domino yang merusak ekosistem bisnis global.

Baca Juga

  • Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra
  • 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Advertisement

Target Utama: Oracle e-Business Suite

Jantung dari serangan ini adalah Oracle e-Business Suite. Bagi perusahaan yang menggunakannya, sistem ini adalah tulang punggung operasional mereka. Aplikasi ini berfungsi mengelola berbagai proses bisnis yang sangat sensitif dan krusial.

Sistem tersebut mencakup manajemen pelanggan, rantai pasokan (supplier), proses manufaktur, logistik, hingga proses bisnis internal lainnya. Data yang tersimpan di dalamnya meliputi informasi pribadi pelanggan, data keuangan, hingga strategi bisnis perusahaan.

Oleh karena itu, ketika peretasan menargetkan e-Business Suite, peretas tidak hanya mendapatkan satu jenis data, tetapi akses menyeluruh ke seluruh rantai nilai perusahaan yang terdampak. Ini menjelaskan mengapa Dampak Peretasan Data Pelanggan kali ini dinilai sangat ekstrem.

Baca Juga

  • 5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI
  • 3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Advertisement

5 Fakta Kunci Serangan Hacker Oracle Fatal yang Wajib Anda Ketahui

Untuk memahami sepenuhnya besarnya insiden ini, penting untuk mengulas beberapa fakta kunci yang dikonfirmasi oleh Google dan para peneliti keamanan siber.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait Serangan Hacker Oracle Fatal:

  • Skala dan Durasi yang Masif: Operasi peretasan telah terjadi sejak tiga bulan lalu, bukan hanya serangan sporadis satu kali. Ini menunjukkan perencanaan jangka panjang oleh aktor ancaman.
  • Fokus pada Data Pelanggan Krusial: Tujuan utama peretas adalah mendapatkan data dari modul-modul yang mengelola pelanggan dan operasional bisnis, termasuk PII (Personally Identifiable Information) dan data sensitif pemasok.
  • Konfirmasi dari Pihak Google: Google, melalui tim keamanannya, berperan dalam mengidentifikasi dan mengonfirmasi pola serangan ini, menambah kredibilitas laporan dan urgensi respons.
  • Riset Pra-Serangan yang Signifikan: Laporan menyebutkan bahwa aktor ancaman mengalokasikan sumber daya signifikan pada riset pra-serangan. Ini berarti mereka telah mempelajari kerentanan sistem Oracle secara mendalam sebelum melancarkan aksi.
  • Dampak Global pada 100 Perusahaan: Kerentanan ini tidak terbatas pada satu wilayah geografis saja, melainkan menyebar, mempengaruhi operasional dan keamanan data di ratusan perusahaan global.

Menghitung Dampak Peretasan Data Pelanggan dan Risiko Bisnis

Ketika data penting dicuri dari sistem manajemen bisnis, konsekuensinya jauh melampaui kerugian finansial langsung. Dampak Peretasan Data Pelanggan yang disebabkan oleh serangan ini memiliki dimensi hukum, reputasi, dan operasional.

Baca Juga

  • 3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026
  • 5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas

Advertisement

Secara finansial, perusahaan yang terdampak mungkin harus menanggung biaya pemulihan sistem, investigasi forensik, notifikasi pelanggan, dan potensi denda regulasi (misalnya, jika melanggar GDPR atau undang-undang perlindungan data lainnya).

Namun, kerugian terburuk seringkali adalah hilangnya kepercayaan. Ketika data pelanggan atau mitra bisnis terekspos, reputasi perusahaan dapat hancur dalam semalam. Mengingat bahwa 100 perusahaan terdampak, krisis kepercayaan ini menjadi masalah berskala industri.

Langkah Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan?

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi semua perusahaan—terutama yang mengandalkan infrastruktur bisnis pihak ketiga seperti Oracle e-Business Suite—untuk segera meningkatkan postur keamanan siber mereka. Berikut adalah beberapa langkah proaktif yang wajib dipertimbangkan:

Baca Juga

  • 3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta
  • 5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru

Advertisement

Pertama, audit keamanan ekstensif harus dilakukan pada semua sistem e-Business Suite yang digunakan. Pastikan semua patch dan pembaruan keamanan terbaru telah diterapkan. Pembaruan ini adalah garis pertahanan pertama.

Kedua, implementasikan autentikasi multifaktor (MFA) yang ketat, bahkan untuk akses internal ke sistem manajemen bisnis. Peretas sering kali memanfaatkan kredensial yang lemah atau dicuri.

Ketiga, perusahaan harus berinvestasi pada solusi pemantauan ancaman secara real-time. Dalam kasus Serangan Hacker Oracle Fatal ini, serangan berlangsung selama tiga bulan. Deteksi dini adalah kunci untuk membatasi kerusakan.

Baca Juga

  • 7 Bahaya Besar! Ancaman PHK Massal 2026 Diprediksi Bapak AI
  • 3 Fakta Mengejutkan Soal Data Pribadi Warga RI Ditukar Tarif Impor AS 19%

Advertisement

Keempat, lakukan pelatihan keamanan siber secara berkala untuk karyawan, terutama yang memiliki akses ke data sensitif. Kebanyakan peretasan besar masih dimulai dari kesalahan manusia atau skema phishing.

Kesimpulan: Waktu untuk Memprioritaskan Keamanan Siber

Konfirmasi dari Google mengenai Serangan Hacker Oracle Fatal ini adalah alarm keras bagi seluruh ekosistem bisnis global. Ini menunjukkan bahwa aktor ancaman modern memiliki kemampuan dan kesabaran untuk melakukan infiltrasi jangka panjang, menargetkan data yang paling sensitif.

Bagi perusahaan yang bergantung pada Oracle atau sistem ERP lainnya, memandang remeh keamanan siber bukan lagi pilihan. Dampak Peretasan Data Pelanggan yang meluas pada 100 perusahaan ini membuktikan bahwa risiko kehilangan data dan reputasi adalah nyata dan fatal. Keamanan siber harus ditempatkan sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap operasional.

Baca Juga

  • 5 Bocoran Heboh Spesifikasi Realme Neo8 Infinite: Layar Realme Neo8 165Hz!
  • 7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Google Keamanan Siber Oracle e-Business peretasan data serangan siber
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Fakta Skandal Diskon Palsu: Denda E-Commerce Terbesar Triliunan!
Next Article 4 Faktor Utama Bencana Chernobyl: Pelajaran Tragedi Nuklir Paling Penting
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:03

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00

3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 20:00
Pilihan Redaksi
Aplikasi

4 Fitur WhatsApp Tahun Baru 2026: Cara Rayakan dengan Pembaruan Terbaru

Olin Sianturi31 Desember 2025 | 20:00

Rayakan 2026 dengan gaya! Simak 4 Fitur WhatsApp Tahun Baru 2026 yang baru diluncurkan. Panggilan…

5 Pilihan Terbaik Tema iOS Xiaomi HyperOS, Gratis! Tampilan Jadi Mirip iPhone

26 Februari 2025 | 06:29

5 Aplikasi Penyebab Memori Penuh Ini Bikin HP Lemot, Cek Daftarnya!

2 Januari 2026 | 14:00

10 Aplikasi Edit Foto Jadi Kartun Terbaik: Ubah Fotomu Jadi Menarik!

17 April 2025 | 17:01

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

10 Februari 2026 | 16:34
Terbaru

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:03

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.