Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rekomendasi HP Kamera 50MP Murah Januari 2026, Mulai Rp1 Jutaan

19 Januari 2026 | 01:57

Review Tecno Pova 7 5G: HP Gaming Baterai Gahar Mulai Rp 2 Jutaan

18 Januari 2026 | 22:54

Galaxy Tab A11 Plus 5G: Chipset Dimensity, Layar 11 Inci, dan 7 Tahun Update

6 Januari 2026 | 04:00
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Rekomendasi HP Kamera 50MP Murah Januari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
  • Review Tecno Pova 7 5G: HP Gaming Baterai Gahar Mulai Rp 2 Jutaan
  • Galaxy Tab A11 Plus 5G: Chipset Dimensity, Layar 11 Inci, dan 7 Tahun Update
  • 5 Alasan Tablet Android Murah RAM Besar di Bawah 2 Juta Gantikan Laptop
  • 7 Alasan Samsung Galaxy Tab A11 Jadi Tablet Entry Level Paling Awet
  • Waspada! 5 Fakta Ancaman Gempa Megathrust Dahsyat di Jawa-Sumatra
  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya
Rabu, Januari 21
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 5 Poin Krusial Aturan Baru Instagram Remaja: Anak di Bawah 16 Tahun Kena Tendang!
Berita Tekno

5 Poin Krusial Aturan Baru Instagram Remaja: Anak di Bawah 16 Tahun Kena Tendang!

Olin SianturiOlin Sianturi6 Desember 2025 | 13:18
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Aturan baru Instagram remaja, Pelarangan media sosial anak
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Australia menerapkan pelarangan media sosial anak di bawah 16 tahun. Simak 5 Poin krusial Aturan Baru Instagram Remaja yang wajib diketahui orang tua.

TechnonesiaID - Isu keamanan digital dan perlindungan anak di dunia maya kini menjadi topik yang sangat sensitif di seluruh dunia. Langkah radikal baru saja diambil oleh Australia, yang secara resmi mulai memberlakukan aturan ketat terkait usia pengguna media sosial.

Meta, perusahaan induk Instagram dan Facebook, telah mengambil tindakan tegas. Mereka mulai menutup akun-akun yang diketahui digunakan oleh remaja di bawah 16 tahun di Australia. Ini bukanlah kebijakan internal semata, melainkan respons langsung terhadap regulasi baru yang akan segera berlaku di negara tersebut.

Baca Juga

  • Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra
  • 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Advertisement

Kepatuhan ini dilakukan menjelang diberlakukannya undang-undang baru di Australia yang melarang penggunaan platform media sosial bagi anak dalam kelompok usia tersebut, efektif mulai 10 Desember 2025 mendatang.

Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang? Mengapa Meta Mulai ‘Menendang’ Akun Remaja

Keputusan Meta untuk menonaktifkan akun yang melanggar batas usia ini menunjukkan keseriusan raksasa teknologi tersebut dalam mematuhi hukum lokal. Bagi Meta, ini adalah langkah proaktif yang harus dilakukan sebelum tenggat waktu regulasi tiba.

Juru bicara Meta mengonfirmasi bahwa proses penghapusan akun ini adalah upaya berkelanjutan. “Meski kami berupaya menghapus seluruh pengguna yang kami tahu berusia di bawah 16 tahun paling lambat 10 Desember, kepatuhan pada hukum akan jadi proses yang berkelanjutan dan berlapis,” ujar juru bicara Meta, seperti yang dikutip dari The Guardian.

Baca Juga

  • 5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI
  • 3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Advertisement

Meta mengakui bahwa proses ini tidak mudah. Mengidentifikasi dan memverifikasi usia jutaan pengguna di platform adalah tantangan besar. Namun, demi melindungi anak-anak dari potensi risiko digital dan mematuhi undang-undang, langkah ini harus diambil.

Lalu, bagaimana Meta melakukan verifikasi usia? Dalam beberapa tahun terakhir, Meta telah berinvestasi besar pada teknologi kecerdasan buatan (AI) serta sistem pelaporan untuk mengidentifikasi pengguna yang melanggar batas usia minimal, yang pada umumnya adalah 13 tahun. Namun, regulasi Australia ini meningkatkan batas minimum tersebut menjadi 16 tahun, memaksa Meta untuk meninjau ulang seluruh basis pengguna di kawasan tersebut.

Upaya Keras Meta dalam Verifikasi Usia dan Kepatuhan Hukum

Bulan lalu, sebelum aksi ‘penendangan’ akun massal ini dilakukan, Meta telah mengumumkan peningkatan upaya mereka untuk menegakkan aturan batas usia. Salah satu fokus utama adalah penggunaan teknologi baru dan juga mendorong pengguna untuk secara sukarela membuktikan usia mereka.

Baca Juga

  • 3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026
  • 5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas

Advertisement

Dalam konteks aturan baru Instagram remaja ini, Meta mungkin menggunakan kombinasi metode. Ini termasuk verifikasi ID digital, penggunaan AI untuk menganalisis tanggal lahir yang dimasukkan saat pendaftaran, hingga fitur yang memungkinkan pengguna yang lebih dewasa untuk menjadi penjamin usia bagi remaja di bawah pengawasan mereka.

Langkah Australia ini menjadi preseden penting yang bisa mendorong negara-negara lain, termasuk di Asia, untuk mempertimbangkan batasan usia yang lebih tinggi demi keamanan digital generasi muda.

Apa Itu Aturan Baru Instagram Remaja di Australia?

Regulasi yang akan efektif pada 10 Desember 2025 ini merupakan bagian dari gelombang global legislasi yang bertujuan mengendalikan dampak buruk media sosial terhadap kesehatan mental dan privasi anak-anak.

Baca Juga

  • 3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta
  • 5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru

Advertisement

Australia menyadari bahwa usia 13 tahun, batas minimal global yang ditetapkan Meta, terlalu muda untuk menghadapi kompleksitas dan potensi bahaya di dunia maya, seperti perundungan siber, paparan konten yang tidak pantas, hingga risiko eksploitasi data pribadi.

Tujuan utama dari pelarangan media sosial anak di bawah 16 tahun ini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak memiliki lingkungan digital yang lebih aman dan terhindar dari manipulasi algoritma yang dirancang untuk menarik perhatian tanpa henti.

Perlu dicatat, aturan ini tidak hanya berlaku untuk Instagram atau Facebook, tetapi untuk semua platform media sosial yang beroperasi di Australia. Ini menandakan tekad pemerintah Australia untuk mengambil peran aktif dalam mengawasi ruang digital.

Baca Juga

  • 7 Bahaya Besar! Ancaman PHK Massal 2026 Diprediksi Bapak AI
  • 3 Fakta Mengejutkan Soal Data Pribadi Warga RI Ditukar Tarif Impor AS 19%

Advertisement

5 Poin Krusial Aturan Baru Instagram Remaja yang Wajib Diketahui

Bagi orang tua, pendidik, dan tentu saja para remaja itu sendiri, pemahaman mendalam tentang kebijakan ini sangat penting. Berikut adalah 5 poin krusial yang merangkum dampak dan implementasi dari regulasi baru ini:

  • Batasan Usia Ditingkatkan Menjadi 16 Tahun: Ini adalah perubahan paling signifikan. Semua pengguna di bawah usia 16 tahun kini secara hukum dilarang memiliki akun media sosial independen, kecuali platform tersebut dapat menjamin bahwa mekanisme perlindungan data dan keamanan anak telah diterapkan secara maksimal.
  • Verifikasi Ketat dan Berkelanjutan: Meta akan terus memperketat proses verifikasi usia, menjadikannya proses yang tidak hanya terjadi saat pendaftaran, tetapi juga secara periodik. Akun yang dicurigai atau dilaporkan berusia di bawah 16 tahun akan menghadapi penonaktifan sementara atau permanen.
  • Perubahan Pengaturan Privasi Default: Bahkan jika remaja 16 tahun ke atas diizinkan menggunakan platform, pengaturan privasi dan keamanan mereka akan diatur secara default ke level tertinggi. Ini termasuk pembatasan pesan dari orang asing dan penyembunyian aktivitas akun mereka dari publik.
  • Tanggung Jawab Platform Digital Diperbesar: Hukum ini meletakkan beban kepatuhan sepenuhnya pada platform (Meta, TikTok, X, dll.). Mereka harus membuktikan bahwa mereka telah mengambil “semua langkah yang wajar” untuk memastikan pengguna di bawah 16 tahun tidak menggunakan layanan mereka secara independen.
  • Implikasi Global terhadap Data Anak: Regulasi ini menyoroti bagaimana data pribadi anak-anak diperlakukan oleh perusahaan teknologi. Hukum Australia ini mendesak agar praktik pengumpulan data dan penargetan iklan kepada anak di bawah 16 tahun harus dihentikan atau dibatasi secara drastis.

Dampak Global: Akankah Pelarangan Media Sosial Anak Menyebar ke Indonesia?

Indonesia saat ini belum memiliki undang-undang setegas Australia terkait batasan usia penggunaan media sosial. Namun, tren global menunjukkan adanya pergeseran fokus pada keamanan digital anak.

Di Amerika Serikat dan Uni Eropa, tekanan regulasi terhadap Meta dan platform lainnya terus meningkat. Kasus Australia ini bisa menjadi studi kasus sukses yang kemudian dipertimbangkan oleh pemerintah di negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia.

Baca Juga

  • 5 Bocoran Heboh Spesifikasi Realme Neo8 Infinite: Layar Realme Neo8 165Hz!
  • 7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul

Advertisement

Meskipun usia minimum resmi untuk memiliki akun media sosial di Indonesia adalah 13 tahun, pengawasan di lapangan sering kali longgar. Banyak anak di bawah usia tersebut sudah mahir menggunakan platform seperti Instagram dan TikTok, seringkali dengan izin atau tanpa sepengetahuan orang tua.

Jika Indonesia mengadopsi kebijakan serupa pelarangan media sosial anak di bawah usia tertentu, ini akan memaksa perusahaan teknologi untuk menerapkan sistem verifikasi usia yang jauh lebih canggih dan tidak mudah diakali.

Pemerintah dan pemangku kepentingan di Indonesia perlu mulai mendiskusikan sejauh mana perlindungan digital bagi anak perlu diperkuat, mengingat tingginya penetrasi internet di kalangan usia muda.

Baca Juga

  • Fakta 1 Penemuan Botol Palung Mariana: Sampah Terdalam Dunia 10,7 KM
  • 5 Fakta Pemulihan Jaringan Telkomsel Aceh dan Paket Gratis Diteruskan

Advertisement

Kesimpulan

Langkah tegas Meta di Australia terkait aturan baru Instagram remaja merupakan lonceng peringatan bagi seluruh dunia. Era di mana perusahaan teknologi bebas menentukan aturan bagi pengguna muda mungkin akan segera berakhir.

Perlindungan anak dari bahaya digital kini menjadi prioritas legislatif global. Bagi orang tua di Indonesia, meskipun regulasi serupa belum berlaku, ini adalah momen yang tepat untuk memulai diskusi serius dengan anak-anak mengenai penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dan batasan usia yang sehat.

Baca Juga

  • 4 Cara Ampuh Lindungi Anak dari Bahaya Radikalisme Media Sosial
  • 7 Alasan Samsung Pilih Pameran Mandiri di CES 2024

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Instagram Keamanan Digital Media Sosial Anak Meta Regulasi Australia
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleBocoran Awal Redmi Note 15 Pro 4G: 5 Alasan Kamera 200MP Wajib Ditunggu
Next Article Regulasi Media Sosial Australia: 5 Efek Domino Perubahan Digital Global
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

7 Tanda WhatsApp Disadap dari Jauh dan Cara Ampuh Hentikan

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 14:00

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00

3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 20:00

3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 06:00
Pilihan Redaksi
Gadget

Samsung Galaxy A16 5G vs Xiaomi Poco X7 5G: Mana yang Lebih Worth It Dibeli?

Olin Sianturi30 Maret 2025 | 04:21

Samsung Galaxy A16 5G vs Xiaomi Poco X7 5G, mana yang lebih worth it? Simak…

Review Tecno Pova 7 5G: HP Gaming Baterai Gahar Mulai Rp 2 Jutaan

18 Januari 2026 | 22:54

5 Alasan Tablet Android Murah RAM Besar di Bawah 2 Juta Gantikan Laptop

6 Januari 2026 | 02:00

Honda Vario 160 Street Edition 2025, Desain Berani Bakal Hadir dengan Setang Telanjang

23 Agustus 2025 | 20:56

8 Cara Ampuh Membuka Pola HP yang Lupa, Jamin Berhasil!

23 Maret 2025 | 23:44
Terbaru

7 Tanda WhatsApp Disadap dari Jauh dan Cara Ampuh Hentikan

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 14:00

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00

3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 20:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.