Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Alasan Mengaktifkan Mode Pesawat Saat Terbang, Bukan Biar Tak Jatuh!

15 April 2026 | 08:55

Sistem Keamanan Anak Roblox Resmi Diperketat Mulai Juni 2026

15 April 2026 | 07:55

Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia

15 April 2026 | 06:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Alasan Mengaktifkan Mode Pesawat Saat Terbang, Bukan Biar Tak Jatuh!
  • Sistem Keamanan Anak Roblox Resmi Diperketat Mulai Juni 2026
  • Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia
  • Pameran Kendaraan Komersial GIICOMVEC 2026 Catat Lonjakan Pengunjung
  • Smartphone Lipat Huawei Pura X Max Siap Jegal iPhone Fold
  • Serangan Molotov Sam Altman: Teror Anti-AI Guncang San Francisco
  • Cara Matikan Dering WhatsApp Nomor Tak Dikenal Tanpa Aplikasi
  • Ducati Panigale V4 R Indonesia Resmi Hadir dengan Teknologi MotoGP
Rabu, April 15
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Terungkap! 99% Emas Bumi Terkubur di Satu Lokasi, Ini 3 Faktanya
Berita Tekno

Terungkap! 99% Emas Bumi Terkubur di Satu Lokasi, Ini 3 Faktanya

Olin SianturiOlin Sianturi4 Oktober 2025 | 02:18
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Emas Bumi Terkubur di Satu Lokasi
Emas Bumi Terkubur di Satu Lokasi
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Mengejutkan! Peneliti mengungkap 99% emas terkubur di inti Bumi, jauh di bawah permukaan. Ketahui fakta ilmiah lokasi 99% emas Bumi yang tak terjangkau ini.

Emas, logam mulia yang nilainya stabil, sering dianggap sebagai instrumen investasi paling aman saat gejolak ekonomi melanda. Kelangkaannya di permukaan Bumi menjadikannya harta karun yang sangat berharga dan dicari-cari oleh manusia selama ribuan tahun.

Namun, bagaimana jika kelangkaan tersebut hanya ilusi? Ilmuwan geofisika baru-baru ini membuat pernyataan yang mengejutkan: mayoritas emas di planet kita ternyata tidak langka sama sekali. Sebaliknya, 99% emas tersebut terkumpul di satu lokasi tunggal.

Baca Juga

  • Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia
  • Cara Matikan Dering WhatsApp Nomor Tak Dikenal Tanpa Aplikasi

Advertisement

Masalahnya, lokasi tersebut berada jauh di bawah jangkauan teknologi manusia. Penemuan ini mengubah cara pandang kita terhadap sumber daya Bumi, tetapi juga menggarisbawahi tantangan geologis yang mustahil diatasi.

Mengapa Emas Begitu Berharga dan Sulit Ditemukan?

Sebelum kita membahas tentang lokasi 99% emas Bumi, penting untuk memahami mengapa emas (Au) dan kelompok elemen siderofil lainnya sangat sulit ditemukan di kerak (crust) tempat kita tinggal.

Emas berharga karena dua alasan utama: daya tahan (tidak berkarat) dan kelangkaan akses. Meskipun ada miliaran ton emas di Bumi, jumlah yang tersedia untuk ditambang sangat kecil. Selama ini, para penambang hanya berburu sisa-sisa yang tersisa di permukaan dan lapisan dangkal planet.

Baca Juga

  • Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif
  • Keamanan Data di Era AI: Waspadai Serangan Siber yang Makin Canggih

Advertisement

Penemuan ilmiah mengenai potensi cadangan emas ini pertama kali disampaikan oleh peneliti terkemuka, termasuk Bernard Wood dari Macquarie University, yang menyatakan bahwa sebagian besar cadangan logam mulia Bumi tersembunyi jauh di pusat planet.

“Apa yang bisa kami simpulkan adalah 99% dari kandungan emas Bumi ada di intinya,” kata Bernard Wood.

Pernyataan ini bukan sekadar perkiraan, melainkan hasil dari pemodelan geokimia mendalam yang mencoba menjelaskan komposisi interior Bumi. Hasil penelitian ini menjelaskan mengapa operasi penambangan emas selalu menjadi perjuangan mahal dan berisiko.

Baca Juga

  • Kebijakan PP Tunas Indonesia Jadi Acuan 19 Negara Dunia
  • Layanan internet MyRepublic Air Meluncur, Ini Harga & Kotanya

Advertisement

Terungkap: Lokasi 99% Emas Terkubur Bumi yang Tak Terjamah

Jadi, di manakah sebenarnya 99% emas terkubur itu? Jawabannya sederhana, namun skalanya monumental: inti (core) Bumi.

Inti Bumi adalah lapisan paling dalam dan terpanas, terdiri dari logam padat (inti dalam) dan cairan yang bergerak cepat (inti luar). Inti ini sangat kaya akan besi dan nikel.

Pada tahap awal pembentukan Bumi, sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, planet kita adalah bola magma yang panas. Elemen-elemen dengan kepadatan tinggi (disebut elemen siderofil atau ‘pecinta besi’), termasuk emas, platinum, dan paladium, dengan cepat tenggelam melalui lautan magma.

Baca Juga

  • Kasus Sextortion di Indonesia Melonjak, Komdigi Gandeng Polri
  • Chip AI Sel Otak Manusia: Inovasi Startup TBC Atasi Krisis Energi

Advertisement

Proses ini, yang dikenal sebagai diferensiasi planet, menyebabkan elemen-elemen berat ini tertarik ke pusat gravitasi dan larut bersama besi dan nikel yang membentuk inti.

Inti Bumi bertindak seperti brankas raksasa yang mengunci hampir seluruh cadangan emas planet, jauh di bawah mantel (mantle) dan kerak Bumi. Diperkirakan, jika seluruh emas ini ditarik ke permukaan, jumlahnya akan cukup untuk menutupi seluruh permukaan Bumi dengan lapisan setebal setengah meter!

Bagaimana Emas Bisa Terperangkap Permanen di Inti Bumi?

Sangat sulit bagi logam berat untuk “melarikan diri” dari inti setelah proses diferensiasi selesai. Berikut adalah tiga fakta geologis penting yang menjelaskan mengapa lokasi 99% emas Bumi ini bersifat permanen:

Baca Juga

  • Ancaman Siber Model AI Mythos Picu Peringatan Darurat Global
  • Penanganan Kejahatan Digital Dipercepat Lewat Sinergi Komdigi-Polri

Advertisement

  1. Sifat Siderofil: Emas memiliki afinitas yang kuat terhadap besi. Karena inti Bumi didominasi oleh besi dan nikel cair, emas dan logam mulia lainnya larut sempurna di dalamnya selama tahap awal pendinginan planet.
  2. Perbedaan Kepadatan: Inti Bumi memiliki kepadatan yang jauh lebih tinggi daripada mantel dan kerak. Setelah elemen berat tenggelam ke sana, mereka tidak mungkin kembali ke permukaan secara alami.
  3. Jarak dan Temperatur Ekstrem: Inti luar terletak sekitar 2.900 km di bawah permukaan. Temperatur di sana mencapai ribuan derajat Celsius, dan tekanannya sangat besar, menjadikannya mustahil untuk dijangkau dengan teknologi pengeboran saat ini maupun di masa depan yang dapat dibayangkan.

Krisis Emas dan Hipotesis Late Veneer

Jika 99% emas terkubur di inti, lantas dari mana semua emas yang kita tambang dan investasikan saat ini berasal?

Inilah yang disebut ilmuwan sebagai “Krisis Emas” di awal pemodelan geologis. Berdasarkan perhitungan model, kerak Bumi seharusnya memiliki jumlah emas yang jauh, jauh lebih sedikit—praktis nol—daripada yang sebenarnya kita temukan. Perbedaan ini memunculkan hipotesis penting yang menjelaskan sumber emas di permukaan.

Para ilmuwan meyakini bahwa emas dan logam mulia yang kita akses saat ini berasal dari peristiwa geologis yang dikenal sebagai “Late Veneer” (Lapisan Akhir).

Baca Juga

  • Proyek Golden Dome Trump: Perisai Rudal AS Mulai Dibangun
  • Bocoran desain kacamata pintar Apple terungkap, siap tantang Meta

Advertisement

Late Veneer adalah periode setelah diferensiasi inti selesai, sekitar 3,8 miliar tahun yang lalu, di mana Bumi dibombardir oleh hujan meteorit raksasa. Meteorit-meteorit ini, yang kaya akan emas dan platinum, tidak tenggelam sepenuhnya ke inti karena inti sudah memadat atau proses diferensiasi sudah melambat drastis.

Sebaliknya, meteorit-meteorit ini menabrak permukaan dan “mengisi ulang” mantel dan kerak Bumi dengan elemen-elemen siderofil. Inilah yang menjadi sumber dari seluruh cadangan emas, perak, dan platinum yang dapat ditambang manusia sampai hari ini.

Secara matematis, jumlah emas dari Late Veneer hanya menyumbang sekitar 1% dari total emas yang ada di Bumi. Namun, 1% ini sudah merupakan jumlah yang sangat besar dan tersebar di lokasi-lokasi strategis yang bisa kita gali, seperti deposit di Afrika Selatan, Australia, atau Indonesia.

Baca Juga

  • Fosil Gajah Purba Bumiayu Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan
  • Penemuan Spesies Langka di Papua yang Dikira Punah 6.000 Tahun

Advertisement

Implikasi Ilmiah dan Investasi dari Penemuan Ini

Penemuan mengenai lokasi 99% emas Bumi ini memiliki implikasi besar, baik dari sudut pandang ilmiah maupun ekonomi global.

Secara ilmiah, ini memvalidasi model pembentukan planet dan evolusi geokimia Bumi. Ini membantu para geolog memahami pergerakan elemen selama pembentukan inti. Selain itu, temuan ini juga menjadi pengingat akan seberapa berbedanya komposisi planet kita di berbagai lapisan.

Dari sisi investasi dan ekonomi, berikut adalah beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan:

Baca Juga

  • Pendaftaran Chip Otak Neuralink Resmi Dibuka untuk Umum
  • Orangutan Tapanuli Terancam Punah Akibat Habitat yang Menyusut

Advertisement

  • Kelangkaan Tetap Terjaga: Meskipun total cadangan emas Bumi melimpah, kelangkaan yang kita rasakan di permukaan tetap berlaku. Tidak ada teknologi yang memungkinkan penambangan inti Bumi dalam waktu dekat, sehingga pasokan yang dapat ditambang akan terus terbatas.
  • Emas sebagai Aset Aman: Fakta bahwa pasokan emas di permukaan adalah hasil dari peristiwa geologis unik (Late Veneer) mengukuhkan status emas sebagai aset yang secara inheren langka dan sulit digantikan. Nilainya cenderung stabil karena penemuan deposit baru sangat jarang terjadi.
  • Fokus pada 1%: Perusahaan pertambangan akan terus fokus pada penelitian geologi yang sangat spesifik, mencari sisa-sisa kecil dari 1% emas yang diyakini masih tersebar di kerak dan mantel atas Bumi.

Penelitian mendalam seperti yang dilakukan oleh tim Bernard Wood bukan hanya tentang emas, tetapi juga tentang memahami proses yang membuat Bumi menjadi seperti sekarang. Ini menegaskan bahwa sebagian besar harta karun terbesar planet kita akan selamanya tersimpan di bawah lapisan terkuat, menjadikannya misteri geologis yang indah namun tak terjangkan.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Emas Geologi Ilmu Pengetahuan Inti Bumi Logam Mulia
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article7 Fakta Instant Checkout ChatGPT: Revolusi Belanja Langsung dari Chat
Next Article 5 Fakta Komet Paling Menarik: Penjelasan Lengkap Komet dan Struktur Inti
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia

Iphan S15 April 2026 | 06:55

Cara Matikan Dering WhatsApp Nomor Tak Dikenal Tanpa Aplikasi

Iphan S15 April 2026 | 02:55

Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif

Iphan S14 April 2026 | 22:55

Keamanan Data di Era AI: Waspadai Serangan Siber yang Makin Canggih

Olin Sianturi14 April 2026 | 20:55

Kebijakan PP Tunas Indonesia Jadi Acuan 19 Negara Dunia

Iphan S14 April 2026 | 18:55

Layanan internet MyRepublic Air Meluncur, Ini Harga & Kotanya

Olin Sianturi14 April 2026 | 16:55
Pilihan Redaksi
Otomotif

Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

Ana Octarin13 April 2026 | 09:55

Harga Mobil Sedan Toyota pada bulan April 2026 menunjukkan tren yang stabil meskipun pasar otomotif…

Ekosistem Jaringan Asus ProArt Hadirkan Router WiFi 7 dan Switch

15 April 2026 | 00:55

Dell Pro 5 Micro Panther Lake: Mini PC Workstation Terbaru

11 April 2026 | 04:55

Flashdisk ChromeOS Flex Google: Solusi Murah Laptop Lawas

10 April 2026 | 23:55

Krisis Biji Plastik Otomotif Mengintai, Honda Siaga Penuh

14 April 2026 | 09:55
Terbaru

Aturan Batas Usia Media Sosial RI Jadi Kiblat 19 Negara Dunia

Iphan S15 April 2026 | 06:55

Cara Matikan Dering WhatsApp Nomor Tak Dikenal Tanpa Aplikasi

Iphan S15 April 2026 | 02:55

Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif

Iphan S14 April 2026 | 22:55

Keamanan Data di Era AI: Waspadai Serangan Siber yang Makin Canggih

Olin Sianturi14 April 2026 | 20:55

Kebijakan PP Tunas Indonesia Jadi Acuan 19 Negara Dunia

Iphan S14 April 2026 | 18:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.