Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

13 Februari 2026 | 16:01

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

10 Februari 2026 | 16:34

Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K

10 Februari 2026 | 15:25
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba
  • Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds
  • Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K
  • Jam Tangan Casio Baby-G BGD-10KH: Unik, Bisa Jadi Gantungan!
  • Jam Tangan G-Shock Origami Resmi Meluncur, Ini Harga dan Speknya
  • Wireless Charging Galaxy S26 Meningkat Pesat Berkat Qi 2.2.1
  • Diskon Game PS4 dan PS5 Hingga 90%: Cek Harga PS5 Terbaru!
  • Harga PS5 Turun Signifikan di Indonesia, Cek Daftar Diskon 2026
Jumat, Februari 13
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 2 Minggu Lumpuh! Ini 5 Dampak Kebakaran Data Center Pemerintah Korsel
Berita Tekno

2 Minggu Lumpuh! Ini 5 Dampak Kebakaran Data Center Pemerintah Korsel

Olin SianturiOlin Sianturi30 September 2025 | 19:04
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Dampak Kebakaran Data Center Pemerintah Korsel
Dampak Kebakaran Data Center Pemerintah Korsel
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Kebakaran data center pemerintah Korea Selatan melumpuhkan ratusan layanan. Apa saja 5 dampak terburuknya dan pelajaran penting bagi kita semua?

Sebuah insiden dahsyat mengguncang Korea Selatan dan menjadi sorotan dunia teknologi global. Fasilitas data center raksasa milik pemerintah, National Information Resources Service (NIRS), dilahap si jago merah. Peristiwa ini bukan sekadar kebakaran gedung biasa, melainkan pemicu kelumpuhan digital yang masif.

Akibatnya, ratusan layanan publik yang menjadi tulang punggung aktivitas warga sehari-hari mendadak mati suri. Insiden ini menjadi pengingat keras betapa rapuhnya infrastruktur digital kita jika tidak dilengkapi dengan sistem mitigasi bencana yang mumpuni. Mari kita bedah lebih dalam kronologi, dampak, dan pelajaran berharga dari peristiwa ini.

Baca Juga

  • Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026
  • Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Advertisement

Kronologi Kebakaran yang Melumpuhkan Negara

Insiden kebakaran terjadi pada hari Jumat, yang sontak membuat akhir pekan warga Korea Selatan menjadi kelabu. Api dengan cepat melahap bagian vital dari fasilitas NIRS, yang merupakan salah satu pusat data utama untuk berbagai layanan pemerintah.

Tim pemadam kebakaran berjuang memadamkan api, sementara tim teknis berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan data yang tak ternilai harganya. Dua hari setelahnya, otoritas kepolisian dan tim dari National Forensic Service langsung turun tangan untuk melakukan investigasi mendalam terhadap penyebab kebakaran.

Meskipun Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan mengumumkan bahwa infrastruktur kritis telah diperbaiki, mereka mengakui bahwa pemulihan sistem secara penuh akan memakan waktu hingga dua minggu. Sebuah jeda waktu yang sangat panjang di era digital saat ini.

Baca Juga

  • Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra
  • 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Advertisement

Apa Itu Data Center dan Mengapa Begitu Vital?

Bagi sebagian orang, istilah ‘data center’ mungkin terdengar asing. Sederhananya, data center adalah “otak” dari dunia digital. Ini adalah sebuah fasilitas fisik yang menampung ribuan server, sistem penyimpanan data, dan komponen jaringan komputer.

Data center pemerintah seperti NIRS bertanggung jawab untuk:

  • Menyimpan data kependudukan warga negara.
  • Menjalankan aplikasi layanan publik (pajak, jaminan sosial, dll).
  • Mengelola situs web resmi pemerintah.
  • Memastikan keamanan siber nasional.

Ketika “otak” ini terbakar, seluruh “tubuh” layanan digital pemerintah praktis tidak bisa bergerak. Inilah yang menjelaskan mengapa dampaknya begitu meluas dan terasa langsung oleh masyarakat.

Baca Juga

  • 5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI
  • 3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Advertisement

5 Dampak Lumpuhnya Layanan Publik Akibat Insiden Ini

Kelumpuhan sistem pasca-insiden kebakaran data center pemerintah ini menciptakan efek domino yang merugikan. Berikut adalah lima dampak utama yang paling dirasakan oleh warga Korea Selatan:

  1. Layanan Identitas dan Kependudukan Terganggu

    Banyak layanan modern memerlukan verifikasi identitas digital yang terhubung ke data kependudukan pusat. Dengan lumpuhnya sistem ini, warga kesulitan mengakses layanan perbankan, masuk ke portal pemerintah, atau bahkan melakukan registrasi yang membutuhkan data diri resmi.

  2. Akses ke Situs Web Pemerintah Tidak Bisa Dilakukan

    Situs-situs web kementerian, lembaga, dan layanan informasi publik menjadi tidak dapat diakses. Ini menghambat penyebaran informasi resmi dan membuat warga kesulitan mencari pembaruan terkait kebijakan atau pengumuman penting.

  3. Sistem Administrasi Publik Mandek

    Proses administrasi seperti pendaftaran pajak, pengajuan izin, hingga layanan jaminan sosial terhenti total. Hal ini tidak hanya menunda urusan personal warga tetapi juga dapat menghambat roda perekonomian jika berlangsung lama.

  4. Layanan Transportasi dan Logistik Terimbas

    Beberapa sistem yang mengatur transportasi publik atau logistik yang terintegrasi dengan data pemerintah juga mengalami gangguan. Meskipun tidak semua, ketergantungan pada data terpusat membuat beberapa sektor vital ikut merasakan imbasnya.

  5. Potensi Kehilangan Data dan Ancaman Keamanan

    Meskipun ada sistem backup, insiden sebesar ini selalu memunculkan kekhawatiran akan kehilangan data permanen. Selain itu, selama masa pemulihan, sistem menjadi lebih rentan terhadap serangan siber yang dapat memanfaatkan kekacauan yang terjadi.

Pelajaran Penting: Urgensi Disaster Recovery Plan

Bencana di Korea Selatan ini adalah sebuah studi kasus yang sangat mahal bagi negara mana pun di dunia, termasuk Indonesia. Dampak lumpuhnya layanan publik menunjukkan betapa vitalnya memiliki Disaster Recovery Plan (DRP) atau Rencana Pemulihan Bencana yang solid.

Sebuah DRP yang baik tidak hanya tentang memiliki data cadangan (backup), tetapi juga mencakup:

Baca Juga

  • 3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026
  • 5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas

Advertisement

  • Redundansi Geografis: Memiliki data center sekunder di lokasi yang berbeda secara geografis. Jika satu fasilitas lumpuh, fasilitas lainnya bisa langsung mengambil alih operasional (failover).
  • Protokol Pemulihan Cepat: Latihan dan simulasi rutin untuk memastikan tim dapat memulihkan sistem dalam hitungan jam, bukan minggu.
  • Sistem Pencegahan Fisik: Investasi pada sistem pemadam api canggih (seperti gas inert), sistem pendingin yang andal, dan keamanan fisik berlapis untuk mencegah insiden sejak awal.

Peristiwa kebakaran data center pemerintah di Korea Selatan adalah alarm keras bagi kita semua. Di tengah percepatan transformasi digital, keandalan dan ketahanan infrastruktur menjadi harga mati. Insiden ini membuktikan bahwa satu titik kegagalan dapat menyebabkan kelumpuhan berskala nasional.

Semoga insiden ini menjadi pemicu bagi semua pihak, terutama pemerintah, untuk meninjau kembali dan memperkuat strategi keamanan serta pemulihan bencana infrastruktur digitalnya. Karena di dunia yang serba terhubung, data adalah nyawa, dan melindunginya adalah sebuah keharusan mutlak.

Baca Juga

  • 3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta
  • 5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Data Center disaster recovery kebakaran korea selatan layanan publik
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleHP Mahal Laku Keras di 2025? Ini 5 Alasan Utamanya!
Next Article Monitor Gaming Samsung Odyssey OLED G5 Hadir dengan Fitur Spektakuler
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Kesalahan Transfer Bitcoin Bithumb Senilai Rp 672T Guncang Pasar Kripto Global

Iphan S10 Februari 2026 | 01:33

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:03

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00
Pilihan Redaksi
Gadget

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

Olin Sianturi10 Februari 2026 | 16:34

Jakarta, 9 Februari 2026 — Audio jadi gaya hidup modern kini makin penting. Samsung Galaxy…

Wireless Charging Galaxy S26 Meningkat Pesat Berkat Qi 2.2.1

10 Februari 2026 | 06:07

Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K

10 Februari 2026 | 15:25

Pilihan Warna Yamaha Aerox 2026 Tampil Lebih Agresif di IIMS

7 Februari 2026 | 18:04

Xpeng The Next P7 IIMS 2026: Mengintip Evolusi AI Otomotif

8 Februari 2026 | 02:37
Terbaru

Kesalahan Transfer Bitcoin Bithumb Senilai Rp 672T Guncang Pasar Kripto Global

Iphan S10 Februari 2026 | 01:33

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:03

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.