Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar

4 Juni 2026 | 07:27
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar
  • HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa
  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel
  • Inovasi Gigabyte Computex 2026: Era Baru Teknologi AI
  • HP Gaming Terbaik 2026: 6 Pilihan Performa Monster Rp2 Jutaan
Sabtu, Juli 25
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Fosil Gajah Purba Bumiayu Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan
Berita Tekno

Fosil Gajah Purba Bumiayu Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan

Ana OctarinAna Octarin13 April 2026 | 06:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Fosil gajah purba Bumiayu
Fosil gajah purba Bumiayu (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Fosil gajah purba Bumiayu yang diperkirakan telah berusia 1,8 juta tahun baru-baru ini ditemukan oleh tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Temuan fenomenal ini berlokasi di kawasan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang memang tersohor sebagai salah satu situs paleontologi tertua di Pulau Jawa. Penemuan ini memberikan titik terang baru mengenai kronologi migrasi fauna dan manusia purba di Nusantara.

Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) BRIN, Herry Yogaswara, menegaskan bahwa wilayah Bumiayu menyimpan kekayaan ilmiah yang luar biasa. Menurutnya, kawasan ini memiliki nilai strategis yang mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari geologi, paleontologi, hingga arkeologi. Herry menyebutkan bahwa situs ini merupakan laboratorium alam yang menyimpan jejak evolusi lingkungan selama jutaan tahun.

Pentingnya penemuan fosil gajah purba Bumiayu ini tidak lepas dari posisi geografisnya dalam sejarah geologi Jawa. Pada masa Pleistosen awal, wilayah ini merupakan zona transisi yang sangat dinamis. Melalui hasil ekskavasi terbaru, tim peneliti berhasil mengidentifikasi berbagai macam sisa kehidupan masa lampau yang terkubur di lapisan tanah dalam.

Baca Juga

  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Advertisement

Kekayaan Arkeologi di Balik Fosil Gajah Purba Bumiayu

Ekskavasi yang dilakukan tim BRIN tidak hanya mengamankan sisa-sisa dari gajah purba. Para peneliti juga menemukan beragam fosil hewan lain seperti kuda nil, buaya, kura-kura, ikan, hingga moluska. Keberadaan spesies-spesies ini menjadi bukti otentik bahwa lingkungan Bumiayu di masa lalu merupakan daerah perairan dangkal yang subur sebelum akhirnya bertransformasi menjadi daratan seperti sekarang.

Koleksi fosil gajah purba Bumiayu yang ditemukan menunjukkan kemiripan dengan fauna dari Formasi Kali Glagah. Fauna ini mencakup spesies gajah purba jenis Sinomastodon atau Stegodon yang hidup jauh sebelum manusia modern mendominasi daratan. Keanekaragaman fosil vertebrata dan invertebrata di lokasi ini memungkinkan para ilmuwan untuk merekonstruksi ekosistem masa lalu secara lebih mendetail.

Selain sisa-sisa fauna, tim peneliti juga menemukan benda-benda yang sangat berharga bagi ilmu paleoantropologi. Artefak berupa alat batu dan fragmen tulang yang diduga kuat sebagai alat kerja manusia purba ditemukan di lapisan yang sama. Temuan alat-alat ini memperkuat indikasi bahwa aktivitas awal manusia di Pulau Jawa sudah dimulai sejak masa yang sangat tua di kawasan Bumiayu.

Baca Juga

  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Advertisement

Jejak Aktivitas Manusia Purba di Brebes

Penemuan artefak di sekitar lokasi fosil gajah purba Bumiayu mengisyaratkan bahwa manusia purba pada masa itu telah mampu memanfaatkan sumber daya alam untuk bertahan hidup. Alat batu yang ditemukan menunjukkan teknik pengerjaan yang sederhana namun fungsional, khas dari periode Paleolitikum awal. Hal ini memberikan petunjuk penting mengenai pola adaptasi manusia terhadap lingkungan perairan purba.

Para ahli berpendapat bahwa manusia purba kemungkinan besar menetap atau setidaknya berburu di sekitar pinggiran danau atau sungai purba yang ada di Bumiayu. Kelimpahan sumber makanan dari hewan-hewan air dan darat menjadikan kawasan ini sebagai habitat yang ideal. Seiring dengan perubahan iklim dan pergeseran tektonik, lingkungan ini perlahan mengering dan meninggalkan lapisan sedimen yang kaya akan jejak sejarah.

Herry Yogaswara menambahkan bahwa penguatan riset di masa mendatang akan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Ia optimis bahwa Situs Bumiayu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan unggulan di bidang arkeologi. Selain menjadi pusat penelitian dunia, situs ini juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan prasejarah.

Baca Juga

  • Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA
  • Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Advertisement

Pengembangan infrastruktur penelitian di lokasi temuan fosil gajah purba Bumiayu diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi dan konservasi artefak yang masih tertanam. BRIN berkomitmen untuk terus menggali potensi ilmiah di wilayah Brebes guna melengkapi kepingan teka-teki sejarah evolusi manusia di Asia Tenggara.

Masyarakat setempat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga area temuan dari aktivitas penggalian liar. Kesadaran kolektif untuk melindungi benda cagar budaya sangat diperlukan agar data sejarah yang terkandung di dalamnya tidak hilang begitu saja. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat, masa depan Situs Bumiayu sebagai pusat peradaban purba akan semakin diakui secara internasional.

Secara keseluruhan, temuan ini membuktikan bahwa Indonesia tetap menjadi pusat perhatian para peneliti dunia dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Keberadaan fosil gajah purba Bumiayu bukan sekadar tumpukan tulang tua, melainkan sebuah narasi panjang tentang bagaimana alam dan makhluk hidup berinteraksi selama jutaan tahun di tanah Jawa.

Baca Juga

  • Potensi Gempa Besar Ciremai Terlacak dari Struktur Tanah Terbalik
  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Arkeologi Brebes BRIN Fosil Bumiayu Paleontologi Indonesia Sejarah Purba
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePromo TV LED 43 Inch Transmart Full Day Sale April 2026
Next Article Lini Produk OPPO April 2026: Find X9 Ultra & Tablet Baru Rilis
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37

Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Iphan S2 Juni 2026 | 19:37
Pilihan Redaksi
Otomotif

Konsumsi Bensin Toyota Voxy: Benarkah Boros atau Justru Irit?

Ana Octarin2 April 2026 | 12:22

Konsumsi bensin Toyota Voxy sering menjadi bahan perdebatan hangat di kalangan pecinta otomotif tanah air,…

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

3 Juli 2026 | 09:38

Instagram Basic Mode Telkomsel Resmi Rilis, Tetap Online!

3 April 2026 | 04:22

Tablet Terbaik 8 Jutaan Paling Worth It di 2026

31 Mei 2026 | 19:11

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02
Terbaru

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.