Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fitur Tap to Share Android Segera Rilis, Berbagi File Lebih Cepat

18 April 2026 | 11:55

Kota Terpadat di Dunia: Jakarta Lampaui Tokyo dan Seoul

18 April 2026 | 10:55

Harga Audi S3 Terbaru: Spesifikasi Mewah dan Performa Gahar

18 April 2026 | 09:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Fitur Tap to Share Android Segera Rilis, Berbagi File Lebih Cepat
  • Kota Terpadat di Dunia: Jakarta Lampaui Tokyo dan Seoul
  • Harga Audi S3 Terbaru: Spesifikasi Mewah dan Performa Gahar
  • Jadwal Rilis Game Fable Resmi Dikonfirmasi, Tak Takut GTA 6
  • DJI Osmo Pocket 4 Indonesia Resmi Rilis, Cek Harga & Spek!
  • Pencairan Dana Konsinyasi PN Sumedang Picu Demo Ahli Waris
  • Pengganti HP Masa Depan Mulai Bermunculan, Era Smartphone Berakhir?
  • TKDN Mobil Listrik China Wajib Dipenuhi Produsen di Indonesia
Sabtu, April 18
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Kota Terpadat di Dunia: Jakarta Lampaui Tokyo dan Seoul
Berita Tekno

Kota Terpadat di Dunia: Jakarta Lampaui Tokyo dan Seoul

Iphan SIphan S18 April 2026 | 10:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Kota terpadat di dunia
Kota terpadat di dunia (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Kota terpadat di dunia kini secara resmi disandang oleh Jakarta berdasarkan laporan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ibu kota Indonesia ini tercatat memiliki jumlah penduduk yang sangat masif, bahkan melampaui kota-kota besar lainnya seperti Tokyo di Jepang hingga Seoul di Korea Selatan. Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam peta demografi global, di mana pusat kepadatan manusia kini bergeser ke Asia Tenggara.

Data PBB menunjukkan bahwa Jakarta saat ini dihuni oleh hampir 42 juta orang, atau tepatnya sekitar 41,9 juta jiwa. Angka ini menempatkan Jakarta di posisi puncak, jauh meninggalkan Dhaka di Bangladesh dan Tokyo di Jepang yang selama puluhan tahun dikenal sebagai wilayah paling sesak di bumi. Sebagai perbandingan, Dhaka kini menempati urutan kedua dengan 36,6 juta penduduk, disusul Tokyo dengan 33,4 juta orang.

Faktor Utama Jakarta Menjadi Kota Terpadat di Dunia

Kenaikan peringkat Jakarta menjadi kota terpadat di dunia bukanlah tanpa alasan. PBB menggunakan metodologi definisi baru yang menyelaraskan ukuran kota di berbagai negara melalui pendekatan aglomerasi. Kota kini didefinisikan sebagai wilayah sel grid satu kilometer yang berdekatan dengan kepadatan minimal 1.500 orang per kilometer persegi serta total populasi minimal 50 ribu jiwa.

Baca Juga

  • Temuan Jamur Pemakan Emas: Revolusi Baru Dunia Pertambangan
  • Blokir Iklan Penipuan Google Capai 8,3 Miliar, Ini Faktanya

Advertisement

Dengan standar ini, wilayah yang dihitung bukan hanya batas administratif DKI Jakarta semata, melainkan seluruh kawasan penyangga yang saling terhubung secara ekonomi dan geografis. Arus migrasi dari pedesaan ke perkotaan menjadi mesin utama pertumbuhan ini. Banyak warga dari berbagai daerah di Indonesia yang mengadu nasib ke Jakarta demi mencari peluang ekonomi yang lebih baik, mengingat perputaran uang nasional masih berpusat di wilayah ini.

Pertumbuhan ini juga mencerminkan tantangan besar bagi pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang memadai. Dengan status sebagai kota terpadat di dunia, Jakarta harus bergelut dengan masalah klasik seperti kemacetan, polusi udara, hingga ketersediaan hunian layak bagi puluhan juta penduduknya yang terus bertambah setiap tahun.

Ancaman Lingkungan dan Krisis Iklim

Di balik predikat mentereng sebagai kota terpadat di dunia, Jakarta menyimpan ancaman lingkungan yang sangat serius. Laporan PBB menyoroti adanya penurunan muka tanah yang dibarengi dengan kenaikan permukaan air laut. Para ahli memperkirakan bahwa sekitar seperempat wilayah Jakarta berpotensi berada di bawah permukaan air pada tahun 2050 mendatang jika tidak ada langkah mitigasi yang drastis.

Baca Juga

  • Ancaman Ranjau Laut Iran Hantui Jalur Logistik Selat Hormuz
  • Modus Pencucian Uang Rekening Bank Pakai Kamera Virtual Marak

Advertisement

Kondisi serupa juga dialami oleh Dhaka di Bangladesh. Kota tersebut mengalami lonjakan populasi yang sangat agresif karena faktor bencana iklim. Banyak warga desa di Bangladesh terpaksa pindah ke kota akibat banjir besar dan kenaikan air laut yang merusak lahan pertanian mereka. PBB memprediksi Dhaka bisa saja mengambil alih posisi Jakarta sebagai kota terbesar di masa depan seiring dengan memburuknya krisis iklim global.

Meskipun Jakarta menghadapi ancaman tenggelam, laju pertumbuhan penduduknya diprediksi tidak akan melambat dalam waktu dekat. PBB memperkirakan populasi di kawasan aglomerasi Jakarta masih akan bertambah sekitar 10 juta orang dalam 25 tahun ke depan. Hal ini tentu menjadi alarm bagi perencanaan tata kota agar mampu menampung ledakan penduduk tersebut tanpa mengorbankan kualitas hidup.

Daftar Kota dengan Populasi Tertinggi Versi PBB

Metodologi baru PBB ini telah mengubah peringkat sejumlah kota besar di dunia. Selain Jakarta dan Dhaka, beberapa kota di China dan India juga mendominasi daftar sepuluh besar. Berikut adalah daftar lengkap kota dengan jumlah penduduk terbanyak menurut laporan tersebut:

Baca Juga

  • Transformasi Bisnis ke AI Picu Saham Allbirds Naik 6 Kali Lipat
  • Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama

Advertisement

  • Jakarta, Indonesia: 41,9 juta penduduk
  • Dhaka, Bangladesh: 36,6 juta penduduk
  • Tokyo, Jepang: 33,4 juta penduduk
  • New Delhi, India: 30,2 juta penduduk
  • Shanghai, China: 29,6 juta penduduk
  • Guangzhou, China: 27,6 juta penduduk
  • Manila, Filipina: 24,7 juta penduduk
  • Kolkata, India: 22,5 juta penduduk
  • Seoul, Korea Selatan: 22,5 juta penduduk

Menariknya, kota-kota seperti Teheran di Iran kini harus menghadapi tantangan distribusi sumber daya yang berat akibat kepadatan ini. Teheran yang dihuni 9 juta orang kini mulai memberlakukan pembatasan distribusi air karena krisis kekeringan yang berkepanjangan. Hal ini menjadi pengingat bahwa kepadatan penduduk yang tinggi selalu berbanding lurus dengan beban daya dukung lingkungan.

Di masa depan, pemerintah Indonesia berharap pemindahan ibu kota ke Nusantara (IKN) dapat sedikit mengurangi beban Jakarta. Namun, para pakar meyakini bahwa Jakarta akan tetap menjadi magnet ekonomi utama yang sulit tergantikan. Predikat Jakarta sebagai kota terpadat di dunia kemungkinan besar masih akan bertahan dalam waktu yang cukup lama, mengingat daya tarik ekonominya yang belum tertandingi oleh wilayah lain di Indonesia.

Baca Juga

  • Ancaman Keamanan AI Mythos Intai Perbankan, Bos Bank Siaga
  • Asteroid Apophis Menuju Bumi: NASA Pantau Jarak Paling Dekat

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Jakarta Kependudukan Kota Megapolitan PBB Urbanisasi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleHarga Audi S3 Terbaru: Spesifikasi Mewah dan Performa Gahar
Next Article Fitur Tap to Share Android Segera Rilis, Berbagi File Lebih Cepat
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Temuan Jamur Pemakan Emas: Revolusi Baru Dunia Pertambangan

Iphan S18 April 2026 | 01:55

Blokir Iklan Penipuan Google Capai 8,3 Miliar, Ini Faktanya

Iphan S17 April 2026 | 21:55

Ancaman Ranjau Laut Iran Hantui Jalur Logistik Selat Hormuz

Iphan S17 April 2026 | 11:55

Modus Pencucian Uang Rekening Bank Pakai Kamera Virtual Marak

Ana Octarin17 April 2026 | 06:55

Transformasi Bisnis ke AI Picu Saham Allbirds Naik 6 Kali Lipat

Iphan S17 April 2026 | 01:55

Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama

Iphan S16 April 2026 | 20:55
Pilihan Redaksi
Elektronik

Ekosistem Jaringan Asus ProArt Hadirkan Router WiFi 7 dan Switch

Olin Sianturi15 April 2026 | 00:55

Ekosistem Jaringan Asus ProArt kini semakin lengkap dengan kehadiran dua perangkat infrastruktur terbaru yang dirancang…

Review Realme 16 Pro Plus 5G: Raja Baru Mid-Range April 2026

17 April 2026 | 22:55

Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

13 April 2026 | 09:55

Xiaomi Robot Vacuum H50 Series Resmi Hadir di Indonesia

17 April 2026 | 08:55

TKDN Mobil Listrik China Wajib Dipenuhi Produsen di Indonesia

18 April 2026 | 04:55
Terbaru

Temuan Jamur Pemakan Emas: Revolusi Baru Dunia Pertambangan

Iphan S18 April 2026 | 01:55

Blokir Iklan Penipuan Google Capai 8,3 Miliar, Ini Faktanya

Iphan S17 April 2026 | 21:55

Ancaman Ranjau Laut Iran Hantui Jalur Logistik Selat Hormuz

Iphan S17 April 2026 | 11:55

Modus Pencucian Uang Rekening Bank Pakai Kamera Virtual Marak

Ana Octarin17 April 2026 | 06:55

Transformasi Bisnis ke AI Picu Saham Allbirds Naik 6 Kali Lipat

Iphan S17 April 2026 | 01:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.