Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Harga Samsung Galaxy Tab A7 Terbaru, Masih Layak Dibeli?

2 Juni 2026 | 13:37

Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

2 Juni 2026 | 12:54

Turnamen Padel HUT FORWOT Pererat Insan Otomotif Nasional

2 Juni 2026 | 12:07
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Harga Samsung Galaxy Tab A7 Terbaru, Masih Layak Dibeli?
  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu
  • Turnamen Padel HUT FORWOT Pererat Insan Otomotif Nasional
  • tablet Redmi Pad 2 9.7 Resmi di Indonesia, Harga 2 Jutaan
  • HP Samsung 2 Jutaan Terbaik Pertengahan 2026, Cek Daftarnya
  • Penyebab Manusia Jarang Kidal Menurut Penelitian Terbaru
  • Insentif Motor Listrik Tepat Sasaran ke Daerah Terpencil
  • Ponsel Layar Lipat Mewah Vertu AlphaFold Resmi Dirilis
Selasa, Juni 2
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Kota Terpadat di Dunia: Jakarta Lampaui Tokyo dan Seoul
Berita Tekno

Kota Terpadat di Dunia: Jakarta Lampaui Tokyo dan Seoul

Iphan SIphan S18 April 2026 | 10:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Kota terpadat di dunia
Kota terpadat di dunia (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Kota terpadat di dunia kini secara resmi disandang oleh Jakarta berdasarkan laporan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ibu kota Indonesia ini tercatat memiliki jumlah penduduk yang sangat masif, bahkan melampaui kota-kota besar lainnya seperti Tokyo di Jepang hingga Seoul di Korea Selatan. Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam peta demografi global, di mana pusat kepadatan manusia kini bergeser ke Asia Tenggara.

Data PBB menunjukkan bahwa Jakarta saat ini dihuni oleh hampir 42 juta orang, atau tepatnya sekitar 41,9 juta jiwa. Angka ini menempatkan Jakarta di posisi puncak, jauh meninggalkan Dhaka di Bangladesh dan Tokyo di Jepang yang selama puluhan tahun dikenal sebagai wilayah paling sesak di bumi. Sebagai perbandingan, Dhaka kini menempati urutan kedua dengan 36,6 juta penduduk, disusul Tokyo dengan 33,4 juta orang.

Faktor Utama Jakarta Menjadi Kota Terpadat di Dunia

Kenaikan peringkat Jakarta menjadi kota terpadat di dunia bukanlah tanpa alasan. PBB menggunakan metodologi definisi baru yang menyelaraskan ukuran kota di berbagai negara melalui pendekatan aglomerasi. Kota kini didefinisikan sebagai wilayah sel grid satu kilometer yang berdekatan dengan kepadatan minimal 1.500 orang per kilometer persegi serta total populasi minimal 50 ribu jiwa.

Baca Juga

  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu
  • Penyebab Manusia Jarang Kidal Menurut Penelitian Terbaru

Advertisement

Dengan standar ini, wilayah yang dihitung bukan hanya batas administratif DKI Jakarta semata, melainkan seluruh kawasan penyangga yang saling terhubung secara ekonomi dan geografis. Arus migrasi dari pedesaan ke perkotaan menjadi mesin utama pertumbuhan ini. Banyak warga dari berbagai daerah di Indonesia yang mengadu nasib ke Jakarta demi mencari peluang ekonomi yang lebih baik, mengingat perputaran uang nasional masih berpusat di wilayah ini.

Pertumbuhan ini juga mencerminkan tantangan besar bagi pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang memadai. Dengan status sebagai kota terpadat di dunia, Jakarta harus bergelut dengan masalah klasik seperti kemacetan, polusi udara, hingga ketersediaan hunian layak bagi puluhan juta penduduknya yang terus bertambah setiap tahun.

Ancaman Lingkungan dan Krisis Iklim

Di balik predikat mentereng sebagai kota terpadat di dunia, Jakarta menyimpan ancaman lingkungan yang sangat serius. Laporan PBB menyoroti adanya penurunan muka tanah yang dibarengi dengan kenaikan permukaan air laut. Para ahli memperkirakan bahwa sekitar seperempat wilayah Jakarta berpotensi berada di bawah permukaan air pada tahun 2050 mendatang jika tidak ada langkah mitigasi yang drastis.

Baca Juga

  • Penyelundupan Chip AI Nvidia ke China Diselidiki Taiwan
  • Krisis Chip Smartphone Global Bikin Penjualan HP Anjlok

Advertisement

Kondisi serupa juga dialami oleh Dhaka di Bangladesh. Kota tersebut mengalami lonjakan populasi yang sangat agresif karena faktor bencana iklim. Banyak warga desa di Bangladesh terpaksa pindah ke kota akibat banjir besar dan kenaikan air laut yang merusak lahan pertanian mereka. PBB memprediksi Dhaka bisa saja mengambil alih posisi Jakarta sebagai kota terbesar di masa depan seiring dengan memburuknya krisis iklim global.

Meskipun Jakarta menghadapi ancaman tenggelam, laju pertumbuhan penduduknya diprediksi tidak akan melambat dalam waktu dekat. PBB memperkirakan populasi di kawasan aglomerasi Jakarta masih akan bertambah sekitar 10 juta orang dalam 25 tahun ke depan. Hal ini tentu menjadi alarm bagi perencanaan tata kota agar mampu menampung ledakan penduduk tersebut tanpa mengorbankan kualitas hidup.

Daftar Kota dengan Populasi Tertinggi Versi PBB

Metodologi baru PBB ini telah mengubah peringkat sejumlah kota besar di dunia. Selain Jakarta dan Dhaka, beberapa kota di China dan India juga mendominasi daftar sepuluh besar. Berikut adalah daftar lengkap kota dengan jumlah penduduk terbanyak menurut laporan tersebut:

Baca Juga

  • Cara Cetak Kartu Keluarga Online Tanpa Antre di Dukcapil
  • Sistem Peringatan Dini Gempa: Rahasia Jepang Hadapi Bencana

Advertisement

  • Jakarta, Indonesia: 41,9 juta penduduk
  • Dhaka, Bangladesh: 36,6 juta penduduk
  • Tokyo, Jepang: 33,4 juta penduduk
  • New Delhi, India: 30,2 juta penduduk
  • Shanghai, China: 29,6 juta penduduk
  • Guangzhou, China: 27,6 juta penduduk
  • Manila, Filipina: 24,7 juta penduduk
  • Kolkata, India: 22,5 juta penduduk
  • Seoul, Korea Selatan: 22,5 juta penduduk

Menariknya, kota-kota seperti Teheran di Iran kini harus menghadapi tantangan distribusi sumber daya yang berat akibat kepadatan ini. Teheran yang dihuni 9 juta orang kini mulai memberlakukan pembatasan distribusi air karena krisis kekeringan yang berkepanjangan. Hal ini menjadi pengingat bahwa kepadatan penduduk yang tinggi selalu berbanding lurus dengan beban daya dukung lingkungan.

Di masa depan, pemerintah Indonesia berharap pemindahan ibu kota ke Nusantara (IKN) dapat sedikit mengurangi beban Jakarta. Namun, para pakar meyakini bahwa Jakarta akan tetap menjadi magnet ekonomi utama yang sulit tergantikan. Predikat Jakarta sebagai kota terpadat di dunia kemungkinan besar masih akan bertahan dalam waktu yang cukup lama, mengingat daya tarik ekonominya yang belum tertandingi oleh wilayah lain di Indonesia.

Baca Juga

  • Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik
  • Ekspor Chip Canggih AS Diperketat, Washington Tambal Celah Bocor ke China

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Jakarta Kependudukan Kota Megapolitan PBB Urbanisasi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleHarga Audi S3 Terbaru: Spesifikasi Mewah dan Performa Gahar
Next Article Fitur Tap to Share Android Segera Rilis, Berbagi File Lebih Cepat
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

Ana Octarin2 Juni 2026 | 12:54

Penyebab Manusia Jarang Kidal Menurut Penelitian Terbaru

Ana Octarin2 Juni 2026 | 09:54

Penyelundupan Chip AI Nvidia ke China Diselidiki Taiwan

Ana Octarin2 Juni 2026 | 06:54

Krisis Chip Smartphone Global Bikin Penjualan HP Anjlok

Iphan S2 Juni 2026 | 03:54

Cara Cetak Kartu Keluarga Online Tanpa Antre di Dukcapil

Iphan S2 Juni 2026 | 00:53

Sistem Peringatan Dini Gempa: Rahasia Jepang Hadapi Bencana

Ana Octarin1 Juni 2026 | 21:07
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

HP Ojol Terbaik 2026 Harga 2 Jutaan: Baterai Jumbo & Awet

31 Mei 2026 | 05:23

Tablet Murah untuk Mahasiswa, Xiaomi Redmi Pad SE Juara!

27 Mei 2026 | 10:55

Infinix HOT 50 Pro+ Jadi HP Gaming Layar Lengkung Termurah

30 Mei 2026 | 22:52

Cara Cek SLIK Online Terbaru Lewat HP, Bebas BI Checking!

28 Mei 2026 | 22:57
Terbaru

Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

Ana Octarin2 Juni 2026 | 12:54

Penyebab Manusia Jarang Kidal Menurut Penelitian Terbaru

Ana Octarin2 Juni 2026 | 09:54

Penyelundupan Chip AI Nvidia ke China Diselidiki Taiwan

Ana Octarin2 Juni 2026 | 06:54

Krisis Chip Smartphone Global Bikin Penjualan HP Anjlok

Iphan S2 Juni 2026 | 03:54

Cara Cetak Kartu Keluarga Online Tanpa Antre di Dukcapil

Iphan S2 Juni 2026 | 00:53
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.