Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

HP Trump Mobile T1 Alami Perubahan Desain dan Spesifikasi

15 April 2026 | 23:55

Pameran Busworld Southeast Asia 2026 Siap Digelar di JIExpo

15 April 2026 | 22:55

Strategi Game Gratis Epic Games Belum Mampu Tumbangkan Steam?

15 April 2026 | 21:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • HP Trump Mobile T1 Alami Perubahan Desain dan Spesifikasi
  • Pameran Busworld Southeast Asia 2026 Siap Digelar di JIExpo
  • Strategi Game Gratis Epic Games Belum Mampu Tumbangkan Steam?
  • Fitur Aksesibilitas Call of Duty Hadir Lewat Pilot Cephable
  • Bocoran Samsung Galaxy Z Flip 8: Desain Tipis dan Performa Gahar
  • Serangan rumah Sam Altman: Bos OpenAI Jadi Target Teror Bom
  • Penjualan Mobil Listrik Changan Pecahkan Rekor Baru di 2025
  • Bocoran DJI Osmo Pocket 4 Pro: Lensa Ganda dan Video 4K 240fps
Kamis, April 16
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Game » Strategi Game Gratis Epic Games Belum Mampu Tumbangkan Steam?
Game

Strategi Game Gratis Epic Games Belum Mampu Tumbangkan Steam?

Olin SianturiOlin Sianturi15 April 2026 | 21:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Strategi Game Gratis Epic Games
Strategi Game Gratis Epic Games (Foto: inet.detik.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Strategi game gratis Epic Games belakangan ini menjadi sorotan tajam di kalangan komunitas pemain PC global karena dianggap belum mampu menggeser dominasi Steam. Meskipun perusahaan telah menggelontorkan dana besar untuk membagikan judul-judul populer secara cuma-cuma, mayoritas pemain kabarnya tetap menjadikan platform milik Valve sebagai rumah utama mereka. Fenomena ini memicu perdebatan mengenai efektivitas akuisisi pengguna melalui pemberian insentif tanpa biaya.

Kabar mengenai ketidakefektifan ini muncul dari pernyataan dua mantan karyawan Epic Games yang memberikan bocoran kepada media. Berdasarkan laporan internal, mereka mengungkapkan bahwa pola perilaku pengguna menunjukkan tren yang cukup unik sekaligus menantang bagi perusahaan. Banyak pemain yang mengunjungi Epic Games Store hanya untuk melakukan klaim terhadap judul yang sedang digratiskan, namun segera menutup aplikasi tersebut setelahnya.

Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan secara gratis, para pengguna ini dilaporkan langsung kembali ke Steam untuk membeli atau memainkan koleksi game mereka yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa loyalitas pengguna terhadap ekosistem Steam masih sangat kuat, terutama karena fitur sosial dan perpustakaan yang sudah terbangun selama bertahun-tahun. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan strategi game gratis Epic Games dalam jangka panjang.

Baca Juga

  • Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator
  • Kebocoran Data Game IGRS Ungkap Plot 007: First Light

Advertisement

Data Pertumbuhan Pengguna Aktif Epic Games Store

Menanggapi isu yang beredar, pihak Epic Games tidak tinggal diam dan memberikan klarifikasi resmi mengenai performa platform mereka. Direktur Komunikasi Epic, Jake Jones, memaparkan data yang cukup mengejutkan terkait aktivitas pengguna sepanjang tahun 2025. Menurutnya, platform tersebut justru mencatatkan rekor pertumbuhan yang signifikan dan melampaui ekspektasi internal perusahaan.

Jones menyatakan bahwa Epic Games Store berhasil mencapai angka 78 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU) pada perangkat PC. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah berdirinya toko digital tersebut. Selain itu, pengeluaran pemain untuk judul-judul pihak ketiga juga mengalami lonjakan drastis sebesar 57 persen, dengan total nilai mencapai USD 400 juta atau sekitar Rp 6,4 triliun.

Pihak manajemen meyakini bahwa strategi game gratis Epic Games merupakan kunci utama dalam membangun skala ekosistem multi-platform yang mereka cita-citakan. Jones menegaskan bahwa aktivitas pengguna yang tinggi adalah fondasi penting bagi sebuah toko digital untuk bisa bersaing di industri yang sangat kompetitif ini. Dengan pertumbuhan transaksi yang nyata, Epic merasa jalur yang mereka ambil sudah berada di arah yang benar.

Baca Juga

  • Doki Doki Literature Club Dihapus dari Play Store, Gamer Geram
  • Misi Sampingan GTA 6 Rapper Terkenal Bocor, Fans Makin Heboh!

Advertisement

Mengapa Persaingan Steam vs Epic Begitu Sengit?

Persaingan di industri game PC memang tidak hanya seputar harga, tetapi juga kenyamanan ekosistem. Steam telah memimpin pasar selama lebih dari dua dekade dengan fitur-fitur unggulan seperti Steam Workshop, Community Hub, hingga integrasi perangkat keras seperti Steam Deck. Hal inilah yang membuat banyak gamer merasa enggan untuk berpindah ke platform lain, meskipun ada iming-iming hadiah menarik.

Di sisi lain, penerapan strategi game gratis Epic Games bertujuan untuk merusak status quo tersebut. Epic mencoba menawarkan pembagian keuntungan yang lebih adil bagi pengembang (88/12) dibandingkan standar industri (70/30) yang diterapkan Valve. Dengan menarik minat pengembang dan memberikan game gratis kepada pemain, Epic berharap bisa menciptakan gravitasi baru di pasar distribusi digital.

Namun, tantangan psikologis bagi gamer tetap ada. Memiliki ribuan game di satu perpustakaan (Steam) jauh lebih praktis daripada harus membagi koleksi di berbagai launcher yang berbeda. Inilah alasan mengapa meskipun strategi game gratis Epic Games berhasil menarik puluhan juta orang untuk membuat akun, mengubah mereka menjadi pembeli setia tetap membutuhkan waktu dan usaha ekstra yang tidak sebentar.

Baca Juga

  • Geek Fam vs RRQ MPL ID S17: Geek Libas Sang Raja 2-1
  • Klasemen MPL ID S17 Pekan 3: RRQ Hoshi Terpuruk di Dasar

Advertisement

Daftar Game Gratis dan Promo Menarik Pekan Ini

Meskipun diterpa isu miring mengenai loyalitas pemain, Epic Games Store terpantau tetap konsisten dengan rencana awalnya. Perusahaan ini seolah tidak terpengaruh oleh kritik dan terus memanjakan para penggunanya dengan berbagai konten cuma-cuma. Hingga pertengahan April ini, sudah ada beberapa judul menarik yang bisa diklaim oleh siapa saja tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Beberapa judul yang saat ini tersedia secara gratis antara lain adalah Tomak: Save the Earth Regeneration dan Prop Sumo. Kedua game ini bisa didapatkan secara cuma-cuma hingga tanggal 16 April mendatang. Setelah periode tersebut berakhir, Epic sudah menyiapkan kejutan berikutnya bagi para pemburu konten gratis, yaitu game berjudul The Stone of Madness yang dijadwalkan akan segera menyusul.

Selain memberikan game cuma-cuma, efektivitas strategi game gratis Epic Games juga didukung oleh program diskon besar-besaran setiap pekannya. Jika Anda mengunjungi menu Featured Discount di dalam aplikasi, Anda akan menemukan banyak judul populer yang harganya dipangkas hingga 90 persen. Ini merupakan upaya nyata perusahaan untuk mengonversi pengguna gratisan menjadi pembeli aktif di platform mereka.

Baca Juga

  • Kode Redeem ML 13 April 2026 Terbaru, Klaim Hadiah MLBB x Naruto
  • Film Metal Gear Solid Terbaru Disutradarai Duo Final Destination

Advertisement

Sebagai contoh, game FPS populer Metro Exodus – Gold Edition saat ini hanya dibanderol seharga Rp 64.050 dari harga normal Rp 427 ribu. Selain itu, ada juga Hell Let Loose – Deluxe Edition yang mendapatkan potongan harga signifikan menjadi Rp 167.144. Penawaran harga yang sangat kompetitif ini diharapkan dapat perlahan-lahan mengikis dominasi platform pesaing dan memperkuat posisi Epic di mata para gamer hardcore.

Pada akhirnya, perdebatan mengenai sukses atau tidaknya langkah yang diambil oleh Epic Games akan terus berlanjut seiring dengan dinamika pasar. Meskipun Steam masih memegang kendali atas komunitas, angka pertumbuhan pengguna dan transaksi di Epic Games Store menunjukkan potensi yang tidak bisa diremehkan. Semua mata kini tertuju pada bagaimana kelanjutan dari strategi game gratis Epic Games dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat ini.

Baca Juga

  • Biaya pengembangan GTA 6 Tembus Rp51 Triliun, Saingi Misi NASA
  • Kemenangan Bigetron atas ONIC: Rekor Win Streak Resmi Patah

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Berita Game PC Epic Games Store Promo Game Gratis Steam Strategi Bisnis Game
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleFitur Aksesibilitas Call of Duty Hadir Lewat Pilot Cephable
Next Article Pameran Busworld Southeast Asia 2026 Siap Digelar di JIExpo
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator

Ana Octarin14 April 2026 | 10:55

Kebocoran Data Game IGRS Ungkap Plot 007: First Light

Olin Sianturi14 April 2026 | 08:55

Doki Doki Literature Club Dihapus dari Play Store, Gamer Geram

Olin Sianturi13 April 2026 | 23:55

Misi Sampingan GTA 6 Rapper Terkenal Bocor, Fans Makin Heboh!

Olin Sianturi13 April 2026 | 18:55

Geek Fam vs RRQ MPL ID S17: Geek Libas Sang Raja 2-1

Olin Sianturi13 April 2026 | 17:55

Klasemen MPL ID S17 Pekan 3: RRQ Hoshi Terpuruk di Dasar

Olin Sianturi13 April 2026 | 13:55
Pilihan Redaksi
Otomotif

Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

Ana Octarin13 April 2026 | 09:55

Harga Mobil Sedan Toyota pada bulan April 2026 menunjukkan tren yang stabil meskipun pasar otomotif…

Ekosistem Jaringan Asus ProArt Hadirkan Router WiFi 7 dan Switch

15 April 2026 | 00:55

Dell Pro 5 Micro Panther Lake: Mini PC Workstation Terbaru

11 April 2026 | 04:55

Flashdisk ChromeOS Flex Google: Solusi Murah Laptop Lawas

10 April 2026 | 23:55

Krisis Biji Plastik Otomotif Mengintai, Honda Siaga Penuh

14 April 2026 | 09:55
Terbaru

Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator

Ana Octarin14 April 2026 | 10:55

Kebocoran Data Game IGRS Ungkap Plot 007: First Light

Olin Sianturi14 April 2026 | 08:55

Doki Doki Literature Club Dihapus dari Play Store, Gamer Geram

Olin Sianturi13 April 2026 | 23:55

Misi Sampingan GTA 6 Rapper Terkenal Bocor, Fans Makin Heboh!

Olin Sianturi13 April 2026 | 18:55

Geek Fam vs RRQ MPL ID S17: Geek Libas Sang Raja 2-1

Olin Sianturi13 April 2026 | 17:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.