TechnonesiaID - Kenaikan harga Steam Deck yang diumumkan Valve baru-baru ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk kompetitor utamanya. CEO Epic Games, Tim Sweeney, melontarkan sindiran pedas yang mengaitkan kebijakan baru tersebut dengan gaya hidup mewah bos Valve, Gabe Newell. Langkah Valve menaikkan harga perangkat genggam populer ini dinilai sebagai cara halus untuk mendanai koleksi kapal pesiar super mewah milik Newell.
Kebijakan penyesuaian harga ini resmi berlaku pada akhir Mei 2026. Konsol PC genggam Valve dengan kapasitas penyimpanan 1TB mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan. Harganya kini melambung sebesar USD 300 atau sekitar Rp 5,3 juta, dari harga eceran awal sebesar USD 649 (sekitar Rp 11,5 juta) menjadi USD 949 (sekitar Rp 16,8 juta). Banyak analis memprediksi bahwa kenaikan harga Steam Deck ini dapat memengaruhi minat beli konsumen baru di kuartal kedua tahun ini.
Alasan di Balik Kenaikan Harga Steam Deck Menurut Tim Sweeney
Satu hari setelah Valve mempublikasikan kebijakan tersebut, Tim Sweeney langsung memanfaatkan media sosial X untuk menyuarakan opininya. Alih-alih memberikan kritik teknis yang membosankan, Sweeney memilih pendekatan satir yang tajam. Ia menyindir bahwa para pelanggan Valve secara tidak langsung sedang patungan untuk membiayai perawatan kapal pesiar raksasa milik Gabe Newell.
Baca Juga
Advertisement
Sweeney menuliskan bahwa publik terlalu keras dalam memberikan penilaian terhadap kebijakan Valve. Ia berseloroh bahwa gangguan rantai pasokan global saat ini tidak hanya berdampak pada industri teknologi, melainkan juga mengganggu biaya operasional kapal pesiar mewah. Melalui sindiran tersebut, Sweeney menyoroti kenaikan harga Steam Deck versi 1TB yang melonjak drastis dan membebankannya langsung kepada konsumen.
Perseteruan antara Epic Games dan Valve sebenarnya bukan barang baru di industri game. Sejak meluncurkan Epic Games Store pada tahun 2018, Sweeney terus mengkritik potongan komisi 30 persen yang diterapkan Steam pada setiap penjualan game. Epic Games mencoba mendisrupsi pasar dengan hanya mengambil potongan 12 persen, sebuah perang dingin yang kini merembet hingga ke ranah perangkat keras.
Koleksi Megayacht Mewah Gabe Newell Senilai Triliunan Rupiah
Sindiran Sweeney mengenai kapal pesiar mewah bukan sekadar isapan jempol belaka. Gabe Newell, pendiri sekaligus bos besar Valve, memang terkenal memiliki kecintaan mendalam terhadap dunia maritim dan kapal pesiar kelas dunia. Berdasarkan laporan industri perkapalan, Newell saat ini memiliki setidaknya enam kapal pesiar mewah dengan nilai total mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 16,3 triliun.
Baca Juga
Advertisement
Armada laut milik Newell dipimpin oleh Leviathan, sebuah kapal pesiar megah sepanjang 111 meter yang selesai dibangun oleh galangan kapal Oceanco pada tahun 2025. Kapal super mewah ini diperkirakan menelan biaya pembuatan antara USD 350 juta hingga USD 500 juta. Leviathan dilengkapi dengan berbagai fasilitas kelas atas yang sangat fantastis.
Berikut adalah beberapa fasilitas mewah yang ada di dalam kapal pesiar Leviathan milik Gabe Newell:
- Laboratorium sains mutakhir untuk penelitian kelautan pribadi.
- Fasilitas medis dan rumah sakit mini dengan peralatan lengkap.
- Pusat spa mewah dan area relaksasi eksklusif.
- Pusat penyelaman profesional untuk eksplorasi bawah laut.
Selain Leviathan, Newell juga memiliki Tranquility sepanjang 91 meter yang bernilai USD 250 juta, serta Rocinante, kapal buatan Lürssen sepanjang 79 meter seharga USD 100 juta. Skala kemewahan yang luar biasa inilah yang memicu Sweeney untuk mengaitkan pengeluaran pribadi Newell dengan keputusan bisnis korporat Valve.
Baca Juga
Advertisement
Reaksi Keras Netizen terhadap Sindiran Tim Sweeney
Meskipun banyak pihak yang menyayangkan keputusan Valve, sindiran satir dari Tim Sweeney tidak sepenuhnya mendapatkan simpati dari komunitas gamer. Sebagian besar warganet justru berbalik menyerang bos Epic Games tersebut. Mereka meminta Sweeney untuk lebih fokus memperbaiki kualitas platform miliknya sendiri daripada mengurusi kekayaan kompetitor.
Para pengguna media sosial mengingatkan bahwa Epic Games Launcher masih memiliki banyak kekurangan teknis dibandingkan dengan ekosistem Steam yang sudah sangat matang. Beberapa pengguna mengeluhkan performa aplikasi Epic Games yang lambat, sering mengalami kendala sistem, serta sistem keamanan yang memaksa pengguna untuk melakukan login berulang kali secara mengesalkan.
Meskipun menuai kritik, kenaikan harga Steam Deck ini tetap berjalan efektif sejak akhir Mei 2026. Valve beralasan bahwa inflasi global dan peningkatan biaya produksi komponen menjadi faktor utama di balik penyesuaian harga ini. Namun, penjelasan tersebut tampaknya sulit diterima oleh sebagian gamer yang telanjur kecewa.
Baca Juga
Advertisement
Para gamer menyayangkan kenaikan harga Steam Deck yang dinilai terlalu mendadak tanpa adanya peningkatan spesifikasi hardware yang signifikan pada model yang sama. Hal ini membuat sebagian calon pembeli mulai melirik konsol kompetitor seperti ASUS ROG Ally atau Lenovo Legion Go yang menawarkan spesifikasi serupa dengan harga yang lebih kompetitif di pasar saat ini.
Pada akhirnya, dinamika persaingan antara Valve dan Epic Games akan terus berlanjut seiring berkembangnya pasar PC genggam. Perseteruan dingin ini membuktikan bahwa kenaikan harga Steam Deck tidak hanya berdampak pada dompet gamer, tetapi juga memanaskan tensi persaingan bisnis platform PC gaming global.
Baca Juga
Advertisement
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA