Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Beralih ke Mobil Listrik Jadi Solusi Saat Harga BBM Melambung

21 Maret 2026 | 23:49

Facebook Tawarkan Insentif Rp50 Juta untuk Bajak Kreator TikTok

21 Maret 2026 | 22:30

Jaga Stok BBM, Bahlil Pastikan RI Siap Impor Minyak dari Rusia

21 Maret 2026 | 22:16
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Beralih ke Mobil Listrik Jadi Solusi Saat Harga BBM Melambung
  • Facebook Tawarkan Insentif Rp50 Juta untuk Bajak Kreator TikTok
  • Jaga Stok BBM, Bahlil Pastikan RI Siap Impor Minyak dari Rusia
  • HP Kamera Mid-range Terbaik untuk Foto Lebaran Ciamik
  • Promo PC Game Pass Ramadan Cuma Rp 14.999, Cek Cara Belinya!
  • Penyebab Motor Keluar Asap Putih: Kenali Gejala dan Solusinya
  • Kartu Lebaran Galaxy S26: Cara Praktis Bikin Ucapan Unik
  • Prompt AI Kartu Lebaran Unik untuk Ucapan Idulfitri Estetik
Minggu, Maret 22
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » Terungkap! 5 Poin Penting Penjualan TikTok ke AS ke Orang Dekat Trump
Tech

Terungkap! 5 Poin Penting Penjualan TikTok ke AS ke Orang Dekat Trump

Olin SianturiOlin Sianturi21 Desember 2025 | 02:27
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Penjualan TikTok ke AS, Kepemilikan Baru TikTok AS
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Terungkap 5 poin penting Penjualan TikTok ke AS yang kini dikuasai perusahaan dekat Donald Trump. Pahami siapa pemilik baru dan Kepemilikan Baru TikTok AS.

Babak Baru Kepemilikan TikTok: Kesepakatan yang Mengguncang Dunia Tech

Aplikasi video pendek populer TikTok, yang dimiliki oleh raksasa teknologi China, ByteDance, akhirnya mencapai kesepakatan monumental. Kesepakatan ini secara resmi mengatur struktur kepemilikan baru untuk operasional TikTok di Amerika Serikat (AS), sebuah langkah yang telah dinanti-nantikan dan diperdebatkan selama berbulan-bulan di tengah tensi geopolitik yang tinggi.

Kabar ini mengkonfirmasi bahwa ByteDance telah menandatangani perjanjian untuk mendirikan perusahaan baru. Perusahaan ini akan bertindak sebagai pemilik dan pengendali operasional TikTok khusus di wilayah AS, menjadikannya entitas yang secara fundamental berbeda dari perusahaan induknya di Beijing.

Baca Juga

  • Prompt AI Kartu Lebaran Unik untuk Ucapan Idulfitri Estetik
  • Cara Pakai ChatGPT Lebaran 2026: Atur THR, Mudik, & Kartu Ucapan

Advertisement

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran keamanan nasional yang disuarakan oleh pemerintah AS. Inti dari kesepakatan ini adalah masuknya investor dan perusahaan AS yang memiliki koneksi kuat dengan lingkaran kekuasaan, termasuk sosok yang sangat dekat dengan mantan Presiden Donald Trump.

Pembentukan struktur Kepemilikan Baru TikTok AS ini melibatkan raksasa teknologi cloud, Oracle. Kehadiran Oracle bukan hanya karena kapabilitas teknologinya, melainkan juga karena CEO-nya, Larry Ellison, dikenal sebagai salah satu pendukung dan orang terdekat Donald Trump.

Terungkap! 5 Poin Kunci Kepemilikan Baru TikTok AS

Proses Penjualan TikTok ke AS bukanlah transaksi penjualan penuh, melainkan restrukturisasi kompleks. Agar kesepakatan ini lebih mudah dipahami, berikut adalah lima poin kunci yang wajib Anda ketahui mengenai struktur kepemilikan terbaru TikTok di AS.

Baca Juga

  • Mini PC Performa Tinggi Kini Jadi Solusi Kerja Multitasking
  • Teknik Malware Zombie ZIP: Cara Baru Peretas Kelabui Antivirus

Advertisement

1. Pembentukan Perusahaan Baru dan Valuasi Fantastis

ByteDance menyepakati pembentukan perusahaan AS yang khusus menaungi TikTok. Valuasi perusahaan pengendali TikTok di AS ini dilaporkan mencapai angka yang mencengangkan. Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya pernah menyebutkan bahwa valuasi entitas baru ini mencapai US$ 14 miliar.

Angka valuasi ini menunjukkan betapa besarnya potensi pasar dan pengaruh TikTok di AS, meskipun ada tekanan politik yang signifikan. Valuasi ini menjadi dasar bagi para investor AS untuk mengambil alih saham mayoritas.

2. ByteDance Tetap Menguasai Minoritas Saham

Meskipun terjadi pengalihan kendali operasional, ByteDance tidak sepenuhnya lepas tangan. Berdasarkan kesepakatan, ByteDance tetap akan menguasai 19,9 persen saham di entitas baru TikTok AS.

Baca Juga

  • 5 Tips Jitu untuk Bikin Ramadan dan Idulfitri Lebih Kreatif dengan Meta AI
  • Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

Advertisement

Kepemilikan saham minoritas ini memastikan bahwa ByteDance masih memiliki kepentingan finansial yang signifikan, meskipun mereka kehilangan kendali mayoritas. Ini adalah strategi yang dilakukan ByteDance untuk menenangkan kekhawatiran Washington tanpa harus menjual seluruh aset paling berharga mereka.

3. Peran Krusial Oracle dan Koneksi Donald Trump

Oracle, raksasa di bidang komputasi awan, menjadi salah satu pemain utama dalam Kepemilikan Baru TikTok AS. keterlibatan Oracle sangat strategis, bukan hanya dari sisi teknologi tetapi juga politik.

CEO Oracle, Larry Ellison, memiliki hubungan yang sangat erat dengan mantan Presiden Donald Trump. Keterlibatan perusahaan yang dimiliki oleh “orang dekat” Trump ini menjadi indikasi bahwa restrukturisasi ini didukung penuh oleh lingkaran politik AS yang berpengaruh. Oracle ditugaskan untuk mengamankan data pengguna AS, memisahkan data tersebut dari kendali China.

Baca Juga

  • 7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)
  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Advertisement

4. Pengendali Mayoritas: Investor Baru AS

Siapakah yang menguasai sisa saham (sekitar 80,1 persen)? Saham mayoritas ini akan dipegang oleh investor AS. Selain Oracle, kesepakatan ini juga melibatkan investor lain seperti Sequoia Capital, General Atlantic, dan Koch Industries.

Struktur ini menjamin bahwa keputusan operasional, terutama yang berkaitan dengan moderasi konten dan keamanan data, akan didominasi oleh kepentingan AS. Hal ini menjadi kunci utama yang diminta oleh otoritas Washington sejak awal negosiasi Penjualan TikTok ke AS.

Berikut adalah ringkasan pembagian kepemilikan yang baru:

Baca Juga

  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya
  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Advertisement

  • Investor AS (Mayoritas): Sekitar 80,1% saham.
  • ByteDance (Minoritas): 19,9% saham.
  • Pihak Utama yang Terlibat: Oracle, Sequoia Capital, General Atlantic.

5. Fokus Utama: Keamanan Data Pengguna AS

Tujuan utama dari restrukturisasi ini adalah untuk mengatasi isu keamanan nasional terkait data pengguna AS yang dikhawatirkan dapat diakses oleh Pemerintah China. Dengan Oracle sebagai mitra teknologi inti, data pengguna AS akan disimpan dan dikelola sepenuhnya di server AS.

Langkah ini diharapkan dapat meyakinkan regulator bahwa TikTok AS telah sepenuhnya terpisah dari pengaruh eksternal yang dikendalikan oleh Beijing. Kepercayaan pengguna dan transparansi data menjadi hal yang sangat penting dalam kesepakatan ini.

Mengapa Oracle Begitu Penting dalam Proses Penjualan TikTok ke AS?

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa Oracle, yang dikenal sebagai pemain lama di sektor database dan komputasi awan, menjadi kunci dalam kesepakatan ini, dibandingkan dengan perusahaan teknologi besar AS lainnya.

Baca Juga

  • 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut
  • 7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Advertisement

Peran Oracle melampaui sekadar investasi finansial. Mereka menyediakan infrastruktur cloud yang vital. Mereka akan menjadi pihak ketiga tepercaya yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kode sumber dan data pengguna TikTok AS tidak dapat dimanipulasi atau diakses dari China.

Keputusan Donald Trump untuk mendukung Oracle dalam proses ini memang tidak terlepas dari hubungan pribadi Larry Ellison dan kepentingan politik saat itu. Trump secara eksplisit menyatakan bahwa ia ingin melihat perusahaan AS mengambil kendali, dan Oracle dianggap sebagai solusi yang memenuhi persyaratan politik sekaligus teknis.

Proyek besar ini tidak hanya mencakup penyimpanan data, tetapi juga pengawasan algoritma. Oracle akan memiliki akses untuk memeriksa kode algoritma TikTok untuk memastikan tidak ada “pintu belakang” (backdoor) yang memungkinkan transfer data sensitif ke luar AS. Ini adalah detail teknis yang menjamin keamanan nasional, yang merupakan pilar utama dari Penjualan TikTok ke AS ini.

Baca Juga

  • 5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!
  • 5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!

Advertisement

Dampak Jangka Panjang Restrukturisasi TikTok Global

Restrukturisasi kepemilikan ini menciptakan preseden penting di dunia teknologi, terutama bagi perusahaan asing yang beroperasi di pasar AS. Ini menunjukkan bahwa di era geopolitik saat ini, kepemilikan dan lokasi data menjadi isu yang sama pentingnya dengan inovasi produk.

Meskipun operasional TikTok di Indonesia dan negara lain mungkin tidak terpengaruh langsung oleh struktur kepemilikan AS, kesepakatan ini memberikan sinyal bahwa perusahaan teknologi harus sangat hati-hati dalam mengelola data pengguna lintas batas.

Bagi ByteDance, mempertahankan hampir 20% saham menunjukkan bahwa mereka masih melihat nilai strategis di pasar AS, pasar terbesar dan paling menguntungkan di luar China. Namun, mereka harus menerima kenyataan bahwa kontrol operasional dan strategis kini berada di tangan AS.

Baca Juga

  • 7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026
  • 5 Fakta Mesin Chip Canggih China: Rahasia EUV Bikin AS Panik

Advertisement

Secara keseluruhan, Kepemilikan Baru TikTok AS ini adalah hasil negosiasi yang keras, didorong oleh kekhawatiran keamanan dan dipengaruhi oleh koneksi politik tingkat tinggi. Perusahaan baru ini sekarang menghadapi tugas berat untuk membuktikan kepada publik dan regulator bahwa mereka benar-benar independen dan aman untuk miliaran pengguna mereka.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
ByteDance Donald Trump Kepemilikan TikTok Oracle TikTok
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article3 Teori Ilmiah NASA Ungkap Misteri Bintang Timur Kelahiran Yesus
Next Article 2 Bibit Siklon Tropis Kepung RI, Ini 7 Wilayah Kena Peringatan Dini Hujan Lebat
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Facebook Tawarkan Insentif Rp50 Juta untuk Bajak Kreator TikTok

Olin Sianturi21 Maret 2026 | 22:30

Prompt AI Kartu Lebaran Unik untuk Ucapan Idulfitri Estetik

Olin Sianturi21 Maret 2026 | 02:12

Cara Pakai ChatGPT Lebaran 2026: Atur THR, Mudik, & Kartu Ucapan

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 00:54

Mini PC Performa Tinggi Kini Jadi Solusi Kerja Multitasking

Olin Sianturi19 Maret 2026 | 01:52

Teknik Malware Zombie ZIP: Cara Baru Peretas Kelabui Antivirus

Olin Sianturi18 Maret 2026 | 20:40

5 Tips Jitu untuk Bikin Ramadan dan Idulfitri Lebih Kreatif dengan Meta AI

Olin Sianturi16 Maret 2026 | 21:17
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Jaringan AI Grid Global Akamai-NVIDIA: Revolusi Komputasi Edge

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 01:19

Jaringan AI Grid Global kini resmi menjadi standar baru dalam infrastruktur teknologi dunia setelah Akamai…

HP Kamera Mid-range Terbaik untuk Foto Lebaran Ciamik

21 Maret 2026 | 03:46

Spesifikasi Oppo Find N6: HP Lipat Tipis Kamera 200MP

18 Maret 2026 | 18:14

Spesifikasi Redmi A7 Pro di Indonesia: HP Baterai 6.000 mAh Murah

18 Maret 2026 | 17:49

Fitur Fast Charging Galaxy S26 Ultra: Alasan Tak Kejar Watt

18 Maret 2026 | 04:07
Terbaru

Facebook Tawarkan Insentif Rp50 Juta untuk Bajak Kreator TikTok

Olin Sianturi21 Maret 2026 | 22:30

Prompt AI Kartu Lebaran Unik untuk Ucapan Idulfitri Estetik

Olin Sianturi21 Maret 2026 | 02:12

Cara Pakai ChatGPT Lebaran 2026: Atur THR, Mudik, & Kartu Ucapan

Olin Sianturi20 Maret 2026 | 00:54

Mini PC Performa Tinggi Kini Jadi Solusi Kerja Multitasking

Olin Sianturi19 Maret 2026 | 01:52

Teknik Malware Zombie ZIP: Cara Baru Peretas Kelabui Antivirus

Olin Sianturi18 Maret 2026 | 20:40
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.