Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Samsung Galaxy Tab A9 Plus: Tablet Murah untuk Belajar

9 Mei 2026 | 10:55

Dampak Larangan Teknologi China di Uni Eropa: Rugi Rp 6.900 T

9 Mei 2026 | 09:55

Harga Honda Stylo 160 Terbaru Mei 2026 dan Spesifikasinya

9 Mei 2026 | 08:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Samsung Galaxy Tab A9 Plus: Tablet Murah untuk Belajar
  • Dampak Larangan Teknologi China di Uni Eropa: Rugi Rp 6.900 T
  • Harga Honda Stylo 160 Terbaru Mei 2026 dan Spesifikasinya
  • Game Paranormal Activity Batal Rilis, Paramount Stop Proyek
  • Keamanan Perangkat Mac Terbaru Tak Perlu Antivirus Tambahan
  • Tablet Belajar Advan Tab 8: Solusi Murah untuk Sekolah Online
  • Jejak Gempa Besar Gunung Ciremai Ditemukan Peneliti BRIN
  • Insentif Kendaraan Listrik 2026 Berlaku Juni, Cek Skemanya
Sabtu, Mei 9
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 2 Bibit Siklon Tropis Kepung RI, Ini 7 Wilayah Kena Peringatan Dini Hujan Lebat
Berita Tekno

2 Bibit Siklon Tropis Kepung RI, Ini 7 Wilayah Kena Peringatan Dini Hujan Lebat

Olin SianturiOlin Sianturi21 Desember 2025 | 04:27
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
2 Bibit Siklon Tropis, Peringatan Dini Hujan Lebat
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - BMKG keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat imbas 2 Bibit Siklon Tropis (93S & 95S). Simak wilayah mana saja di Indonesia yang wajib siaga 19-25 Desember 2025!

Kondisi cuaca di Indonesia menjelang akhir tahun 2025 memasuki fase kritis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan laporan resmi mengenai prospek cuaca mingguan untuk periode 19 hingga 25 Desember 2025. Hasilnya menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang menyasar beberapa wilayah.

Peningkatan intensitas curah hujan ini bukan sekadar fluktuasi cuaca biasa. Laporan BMKG secara eksplisit menyebutkan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh ancaman ganda dari luar. Indonesia saat ini “dikepung” oleh pembentukan 2 Bibit Siklon Tropis yang posisinya berada di perairan selatan wilayah Indonesia.

Baca Juga

  • Dampak Larangan Teknologi China di Uni Eropa: Rugi Rp 6.900 T
  • Jejak Gempa Besar Gunung Ciremai Ditemukan Peneliti BRIN

Advertisement

Dua bibit siklon ini memiliki potensi besar untuk menarik massa uap air dan meningkatkan kecepatan angin, sehingga berisiko menyebabkan cuaca ekstrem di berbagai provinsi.

Ancaman Ganda: Identitas 2 Bibit Siklon Tropis yang Mengancam RI

Bibit siklon tropis adalah tahap awal pembentukan badai siklon. Meskipun belum menjadi siklon tropis seutuhnya, keberadaannya sudah cukup kuat untuk memberikan dampak signifikan terhadap pola cuaca, terutama di wilayah yang berdekatan.

Menurut analisis terbaru BMKG, dua pusat tekanan rendah ini teridentifikasi sebagai Bibit Siklon Tropis 93S dan Bibit Siklon Tropis 95S. Kehadiran mereka secara serentak sangat jarang terjadi dan menuntut kewaspadaan ekstra.

Baca Juga

  • Bisnis TV Samsung di China Terpuruk, Rugi Rp2,3 Triliun
  • Kapasitas Produksi Fiber Optik AI Melonjak: Nvidia Gandeng Corning

Advertisement

Bagaimana Dampak Bibit Siklon Tropis 93S dan 95S?

Bibit Siklon Tropis 93S, berdasarkan pemantauan, bergerak di sekitar Samudra Hindia bagian selatan, dekat Kepulauan Nusa Tenggara. Keberadaan 93S ini secara langsung memicu konvergensi (pertemuan massa udara) yang kuat di wilayah selatan Indonesia.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 95S terbentuk di perairan selatan Papua Barat dan Maluku. Karena posisinya yang lebih timur, dampaknya terasa kuat di kawasan timur Indonesia. Kedua fenomena ini menyebabkan pergerakan angin kencang dan awan konvektif masif yang membawa hujan deras.

Adanya 2 Bibit Siklon Tropis ini menambah kompleksitas dinamika atmosfer, yang sebelumnya sudah dipengaruhi oleh faktor-faktor regional dan global lainnya, seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuatorial Rossby.

Baca Juga

  • PHK Sepihak Akibat Tolak Acara Kantor, Perusahaan Kalah di Pengadilan
  • Kasus Penipuan Startup Indonesia: Daftar Pendiri yang Terjerat

Advertisement

Daftar Wilayah Prioritas Peringatan Dini Hujan Lebat BMKG (19-25 Desember 2025)

BMKG menegaskan bahwa dampak utama dari aktivitas bibit siklon ini adalah peningkatan intensitas curah hujan yang disertai angin kencang. Curah hujan ini berpotensi menyebabkan banjir bandang, banjir rob di wilayah pesisir, hingga tanah longsor, terutama di daerah dataran tinggi.

Berikut adalah 7 wilayah yang masuk dalam daftar Peringatan Dini Hujan Lebat dan wajib diwaspadai sepanjang periode 19 hingga 25 Desember 2025:

  • Bali: Dampak langsung dari Bibit Siklon 93S menyebabkan peningkatan curah hujan sangat signifikan di sebagian besar Bali dan sekitarnya.
  • Nusa Tenggara Barat (NTB): Diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dan angin kencang.
  • Nusa Tenggara Timur (NTT): Kawasan ini berada paling dekat dengan lokasi perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S, sehingga potensi cuaca ekstrem sangat tinggi.
  • Maluku: Terdampak kuat oleh Bibit Siklon Tropis 95S, yang meningkatkan risiko banjir pesisir dan gelombang tinggi.
  • Papua Barat: Peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat yang bisa berlangsung dalam durasi panjang.
  • Sulawesi Selatan: Meskipun agak jauh, pergerakan massa udara dari kedua bibit siklon ini juga memengaruhi kawasan selatan Sulawesi.
  • Jawa Timur (Bagian Selatan): Wilayah pesisir selatan Jawa Timur perlu mewaspadai peningkatan gelombang laut dan hujan lebat sporadis.

Selain tujuh wilayah yang disebutkan di atas, beberapa daerah di Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Tengah juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Masyarakat di seluruh wilayah Indonesia diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca lokal.

Baca Juga

  • Pengalaman Mati Suri Ilmuwan NASA: Rahasia Tiga Kali Wafat
  • Kontrak Militer AI Anthropic Terancam Usai Gandeng SpaceX

Advertisement

Antisipasi dan Mitigasi Dampak Sekunder Akibat Cuaca Ekstrem

Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dipicu oleh 2 Bibit Siklon Tropis, langkah mitigasi yang cepat dan tepat sangat diperlukan. Hujan lebat yang terjadi secara terus-menerus meningkatkan risiko bahaya geologi dan hidrologi.

BMKG tidak hanya memberikan Peringatan Dini Hujan Lebat, tetapi juga mengingatkan masyarakat untuk mengambil tindakan preventif.

Tindakan yang Perlu Diambil Masyarakat Selama Periode Kritis:

Penting bagi setiap individu dan pemerintah daerah untuk memahami risiko spesifik di wilayah masing-masing.

Baca Juga

  • Paket Roaming Haji Telkomsel: Solusi Koneksi Andal Jemaah
  • Solusi Jaringan Enterprise UKM Cybrey Resmi Hadir di Indonesia

Advertisement

  • Kesiapsiagaan Banjir: Bagi yang tinggal di dataran rendah atau dekat bantaran sungai, siapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya.
  • Waspada Longsor: Masyarakat yang tinggal di lereng bukit atau tebing harus meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan tinggi dapat memicu pergerakan tanah yang tiba-tiba.
  • Keselamatan Pelayaran: Tinggi gelombang laut diperkirakan akan meningkat drastis, terutama di perairan sekitar lokasi 93S dan 95S. Operator kapal dan nelayan wajib menunda pelayaran hingga kondisi normal. Gelombang tinggi di wilayah Maluku, Papua Barat, dan Laut Arafuru bisa mencapai 4-6 meter.
  • Pengecekan Infrastruktur: Pastikan saluran air dan drainase di lingkungan rumah atau tempat kerja berfungsi dengan baik untuk mencegah genangan air.

Fenomena atmosfer seperti bibit siklon memang sulit diprediksi secara presisi dalam jangka waktu yang sangat panjang, namun data yang diberikan BMKG sudah cukup kuat sebagai landasan untuk siaga.

Kesimpulan: Waktunya Siaga 1 Menghadapi Ancaman Cuaca

Kehadiran dua potensi badai—Bibit Siklon Tropis 93S dan 95S—adalah pengingat bahwa dinamika cuaca di Indonesia sangat rentan terhadap perubahan iklim regional maupun global.

Meskipun kedua bibit siklon tersebut masih berpotensi untuk melemah atau berpindah, dampaknya saat ini sudah mulai terasa melalui intensitas Peringatan Dini Hujan Lebat yang dikeluarkan BMKG.

Baca Juga

  • Desain layar iPhone masa depan bocor, Apple gandeng Samsung
  • Wabah Hantavirus Mematikan Serang Kapal Pesiar, Ini Faktanya

Advertisement

Masyarakat diharapkan untuk tidak panik, namun tetap waspada dan aktif memantau informasi resmi dari BMKG melalui berbagai platform digital dan media massa. Patuhi instruksi dari pihak berwenang di daerah masing-masing untuk meminimalkan risiko bencana selama periode cuaca ekstrem ini.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
BMKG cuaca ekstrem Hujan Lebat peringatan dini Siklon Tropis
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleTerungkap! 5 Poin Penting Penjualan TikTok ke AS ke Orang Dekat Trump
Next Article 4 Alasan Bantuan Kemanusiaan Bali Padang Tempuh Jarak 2.500 Km
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Dampak Larangan Teknologi China di Uni Eropa: Rugi Rp 6.900 T

Iphan S9 Mei 2026 | 09:55

Jejak Gempa Besar Gunung Ciremai Ditemukan Peneliti BRIN

Ana Octarin9 Mei 2026 | 04:55

Bisnis TV Samsung di China Terpuruk, Rugi Rp2,3 Triliun

Ana Octarin8 Mei 2026 | 23:55

Kapasitas Produksi Fiber Optik AI Melonjak: Nvidia Gandeng Corning

Ana Octarin8 Mei 2026 | 18:55

PHK Sepihak Akibat Tolak Acara Kantor, Perusahaan Kalah di Pengadilan

Iphan S8 Mei 2026 | 13:55

Kasus Penipuan Startup Indonesia: Daftar Pendiri yang Terjerat

Ana Octarin8 Mei 2026 | 08:55
Pilihan Redaksi
Otomotif

Harga BBM Diesel Primus Plus Tembus Rp30.890 di SPBU Vivo

Ana Octarin4 Mei 2026 | 00:55

Harga BBM Diesel Primus Plus resmi mengalami lonjakan drastis di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan…

Desain layar iPhone masa depan bocor, Apple gandeng Samsung

7 Mei 2026 | 07:55

Sejarah pengobatan herbal Indonesia: Kisah Dokter Jerman Berguru pada Dukun

2 Mei 2026 | 23:55

Jadwal Rilis GTA 6 PC Masih Misteri, Rockstar Fokus ke Konsol

8 Mei 2026 | 15:55

Paket Roaming Haji Indosat 2026: Daftar Harga IM3 dan Tri

6 Mei 2026 | 07:55
Terbaru

Dampak Larangan Teknologi China di Uni Eropa: Rugi Rp 6.900 T

Iphan S9 Mei 2026 | 09:55

Jejak Gempa Besar Gunung Ciremai Ditemukan Peneliti BRIN

Ana Octarin9 Mei 2026 | 04:55

Bisnis TV Samsung di China Terpuruk, Rugi Rp2,3 Triliun

Ana Octarin8 Mei 2026 | 23:55

Kapasitas Produksi Fiber Optik AI Melonjak: Nvidia Gandeng Corning

Ana Octarin8 Mei 2026 | 18:55

PHK Sepihak Akibat Tolak Acara Kantor, Perusahaan Kalah di Pengadilan

Iphan S8 Mei 2026 | 13:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.